Malaysia Rasa Indonesia

Tulisan ini diikutkan pada #8MingguNgeblog bersama Anging Mamiri minggu kedua

"Kemarin itu setelah seminar peresmian EUB saya sempat meminta data-data dengan Pak Agus, atase tenaga kerja mengenai jumlah TKI di Malaysia. Satu juta lebih TKI yang resmi dan hampir satu juta lebih juga TKI yang tak resmi berarti dua juta lebih TKI kita di Malaysia. Nah, ini kan berarti TKI di Malaysia sudah sama seperti penduduk di Bandung. Bayangkan, seluruh penduduk Bandung tinggal di Malaysia." 

Saya menyimak kalimat demi kalimat dari Pak Sugiri, sementara Om Brad dan Baha mengangguk-angguk. Kami sama-sama sedang menunggu makanan siang dihidangkan. Hiruk pikuk suasana foud court Kuala Lumpur City Central tak mengganggu keakraban kami bercerita. Bercerita tentang Malaysia, yang mempunyai rasa Indonesia.... Kamis lalu, kebetulan Om Brad blogger dari Jakarta sedang berada di Kuala Lumpur. Jadi saya menghubungi beberapa teman yang bisa hadir siang itu karena hari kerja.

Ya, itu baru para TKI. Belum lagi WNI yang sudah berpindah warga negara, baik yang baru maupun keturunan yang sudah puluhan tahun di Malaysia. Kata pak ustadz yang saya lupa namanya ketika saya ikuti kajiannya di UIA (University Islam Antar Bangsa) berkata kalau dalam sejarahnya rakyat Malaysia ini empat puluh persennya adalah keturunan dari Indonesia. Meski pendapat ini pernah dibantah oleh salah seorang teman kompasianer Malaysia ketika saya menuliskannya, tapi bukan berarti ia adalah isajapn jempol belaka. 

Kalau membaca jurnal Saat Harus Menjadi WNA, sejatinya ia bukan hanya urusan demi materi beberapa WNI rela menukar identitas kewarganegaraannya. Sebelum ada Malaysia, para nenek moyang kita sudah banyak yang berpindah randah ke Malaya (waktu itu masih Malaya kali, yah?)






3 komentar:

  1. yaelah. beneran foto2 narsis yg dipajang. xixixixixi. thanks ya

    BalasHapus
  2. wah memang banyak juga orang Indonesia yang masih muda2 oun pergi ke malaysia

    BalasHapus
  3. Kasian sih di perbatasan.. Mereka setengah indo setengah malay..
    -__-

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P