Srikandi Blogger dan Sebuah Mimpi



Suatu hari di sebuah taman KLCC (Kuala Lumpur City Center) saya sedang duduk bersama dengan Mbak Dewi salah satu pembicara dari internet sehat yang esok harinya akan mengisi workshop blogging dengan teman-teman TKI. Saat itu, kami sedang menunggu Mbak Nike Rasyid seorang blogger perempuan yang berasal dari Palembang.

"Mbak, perkembangan dunia blog di Indonesia pesat juga, ya? Itu ibu-ibunya juga semakin banyak yang eksis di dunia blog dengan adanya group Emak-emak Blogger." saya bertanya dengan Mbak Dewi. Kebetulan, saat itu saya belum lama tahu mengenai group Emak-emak Blogger di facebook.

"Ah, nggak juga, Mbak Anaz, itu kan baru di kalangan menengah ke atas. Untuk masyarakat kalangan bawah itu masih susah. Selain keterbatasan fasilitas, mereka juga malas untuk mengikuti pelatihan-pelatihan blog yang yang dilakukan, meski itu gratis. Karena saya dan tim internet sehat pernah punya program khusus di mana memberikan pelatihan ngeblog untuk para ibu-ibu dan hasilnya masih jauh dari dari sasaran." mbak Dewi menjelaskan panjang lebar.

Sekilas perbincangan pertengahan tahun lalu.



Januari 2006, saya berangkat ke Malaysia dan awal tahun itu pula saya resmi menjadi seorang TKW yang bekerja di sektor rumah tangga. Jauh-jauh hari sebelum keberangkatan saya ke Malaysia ada satu hal yang saya pelajari, saya harus bisa menggunakan internet! Meski hanya sebatas mampu menggunakan e-mail. Kenapa internet yang saya usahakan untuk bisa menguasainya? Toh pekerjaan saya hanya sektor rumah tangga? Alasan saya saat itu sederhana saja, dengan tekhnologi internet yang saya kuasai mungkin saya bisa mengantisipasi hal-hal buruk yang akan terjadi. Bayangan mengenai buruknya perlakuan TKI di Malaysia yang saya lihat di televisi membuat saya mempersiapkan hal terburuk sekalipun.


Alhamdulilah, saya bertemu dengan majikan yang baik, bahkan anak bungsu majikan (Nani) mengajari saya internet. Kalau sebelumnya saya hanya bisa mengoperasikan e-mail, Nani mengajari saya bagaimana caranya menggunakan yahoo messenger. Bersama Nani juga saya membuat id yahoo anazkia. Dari YM itulah saya bertemu teman-teman maya untuk pertama kalinya. Arwani yang sedang belajar di Mesir juga Pak Agus Syafi'i seorang dosen di Jakarta. Pak Agus, memiliki sebuah blog yang kerap saya kunjungi. Begitu inginnya saya saat itu ingin memiliki blog. Setelah sering berinteraksi dengan Pak Agus, beliau menyarankan saya untuk membuatnya. Masalahnya saya juga orang yang super duper gapteknya. Dan akhirnya saya meminta tolong Arwani untuk membuatkan blog.

Esoknya, Arwani sms kalau blog anazkia.blogspot.com telah dibuat dan siang itu juga saya diajari ngeblog melalui YM. Karena kelambatan otak saya, ketika Arwani menyuruh log in dan bagaimana caranya membuat tulisan di blog saya justru membuka halaman. Gubraks deh! Padahal saya sudah menangis dan menyerah. Alhamdulilah Arwani itu orangnya sabar,  sampai akhirnya saya bisa menulis dan publish di blog. Dua tulisan awal di blog ini merupakan tulisannya Arwani, bahkan tagline Belajar dan Berukhuwah pun dia yang membuatnya.

Seiring berjalannya waktu, saya mulai paham dan mulai merambah ke blog platform lain. Seperti multiply, wordpress, kompasiana dan blogdetik. Dari sekian blog yang ada sebelum blog multiply dihapus  saya aktif di tiga tempat, anazkia.com. kompasiana dan multiply. Awalnya saya membeda-bedakan tulisan pada tiga blog tersebut, tapi ketika mengetahui multiply akan menghapus fitur blog, akhirnya saya trauma dan mulai menyamakan postingan baik di anazkia.com maupun di kompasiana.com/anazkia. Dan dari ketiga-tiga tempat inilah saya banyak mempunyai teman, baik dari kalangan sesama TKW di Malaysia dan luar negeri lainnya. Saya juga banyak mengenal teman dari seluruh Indonesia dan juga luar negeri. Dari kalangan ibu rumah tangga, wanita karier, penulis, aktivis LSM, bahkan seorang diplomat sekalipun. Ya, semuanya saya kenali melalui blog. 

Selama ini, saya tak pernah mengkhususkan tulisan di blog, apa saja saya tulis. Kadang resep makanan, cerita tentang buku, dunia TKW bahkan lebih banyak curcolnya. Saya juga bukan blogger matre yang mampu menghasilkan recehan dari blog meski sudah banyak teman yang mengajari saya. Tapi itu tak jadi masalah, bertemu dengan banyak teman dan kenalan juga termasuk rezeki terbesar buat saya selama ngeblog. Ketika tahun lalu saya terpilih mengikuti pembuatan video dokumenter untuk Congress Of Indonesian Diaspora pihak KBRI juga mengenali saya dari blog.

Pun dengan keterlibatan saya sebagai koordinator Blogger Hibah Sejuta Buku, juga diawali dari blog. BHSB  adalah gerakan sosial dunia maya yang awal terbentuknya di Pekanbaru oleh teman-teman komunitas blogger bertuah. Tahun 2011 saya mulai menggerakan semula gerakan sosial ini dengan dukungan dari teman-teman blogger di beberapa kota dan tak lupa teman-teman dari blogger bertuah itu sendiri. Alhamdulilah, sejak tahun 2011 sampai sekarang BHSB sudah mengirim buku ke beberapa tempat  seperti Aceh, Papua, Lampung dan Kalimantan Barat dengan kerja sama dari teman-teman blogger baik individu maupun komunitas. Teman-teman blogger dari Jember, Kediri, Malang, Semarang, Jogja, Jakarta, Bogor, Bandung, Bukittinggi, Pekanbaru, Medan, Ambon dan Aceh mereka ikut serta membantu gerakan ini. Juga tak lupa beberapa komunitas lain, seperti Kampret (Kompasianer Hobi Jepret) Canting, KYB (Koplak Yo Band)


Pembuatan video dokumenter BHSB yang dibantu oleh komunitas2 lain (Canting, KYB dan Kampret)

Sortir buku

Komitmen BHSB sejak awal memang ke daerah-dareah terpencil di luar pulau Jawa. Lantas dari mana BHSB mendapat dana untuk mengirim buku? Padahal kita tahu betapa mahalnya biaya pengiriman buku-buku tersebut ke daerah. Selalu ada jalan untuk kebaikan, begitu juga dengan BHSB alhamdulilah tak hanya buku yang diterima oleh kami, teman-teman baik dari kalangan blogger ataupun pengguna facebooker dan twitter yang mendukung program ini juga ada yang mengirimkan uang.

Suka duka menjadi koordinator BHSB jarak jauh kadang menjadi tekanan tersendiri untuk saya. BHSB pernah menggunakan dua rekening , salah satunya menggunakan rekening teman yang saya tak begitu kenal. sedang satu lagi punya Babeh Helmi. Awalnya ada yang kirim Rp. 500.000 ke rekening teman tersebut, alhamdulilah uang itu kemudian dipassing ke rekening Babeh Helmi. Kedua kalinya, seorang member telah mengirim Rp. 700.000 ke rekening satu lagi tanpa memberitahu kepada saya sebelumnya. Saya mulai was-was, perlahan saya kerap inbox pemilik rekening dan dia berjanji akan mengirimkannya ke rekening Babeh Helmi. Tapi sampai batas waktu dan akhirnya dia menghilang di facebook uang itu tak pernah dikirim ke Babeh Helmi. Innalillahi, asli sedih banget dan itu membuat saya sangat terpukul. Ia seolah menjadi beban untuk saya, sampai akhirnya saya bercerita kepada teman yang menyumbangkan uang tersebut dan kalimatnya membuat saya menitikkan air mata, "Saya ikhlaskan uang itu, Mbak Anaz, dari pada Mbak Anaz tertekan" hiks, lap air mata kalau inget.


Tengku Muda, volunteer juga koordinator BHSB di Aceh sedang distribusi buku ke Madrasah Ibtidaiyah Darussalam, Sawang Kabupaten Aceh Utara. Latar belakang itu adalah sebuah sekolah :| bukan sebuah kandang

Buku yang akan dibawa ke pulau Sebesi Lampung

Adik-adik di Papua yang sedang membaca

Meski sudah begitu banyak bermunculan komunitas-komunitas yang mengumpulkan buku, tapi BHSB sering dimintai buku oleh beberapa komunitas TBM (Taman Bacaan Masyarakat) termasuklah dari pulau Jawa. Untuk mengantisipasi hal ini saya dan beberapa teman blogger, Ila Rizky, Ari Tunsa, Idah dan Mbak Ni membuka group di facebook Arisan Buku Blogger (ABB) Arisan ini sama seperti arisan-arisan lainnya. Bedanya, di sini uang yang kita kumpulkan tiap bulannya dibelikan buku kemudian bukunya dikirim kepada TBM yang membutuhkan. Besarnya uang yang ditetapkan adalah Rp. 10.000/bulan. Sampai saat ini sudah hampir 40-an member yang bergabung dan sudah enam TBM yang dikirimi buku oleh ABB.

Dari Arisan Buku Blogger untuk salah satu perpustakaan di SD Sampang Madura

Sekilas cerita yang begitu panjang mengenai perjalanan blog saya. Beranjak ke ajang #SrikandiBlogger2013 awalnya saya tahu dari group KEB yang diposting oleh Mbak Mira Sahid. KEREN! itulah komentar pertama saya ketika mengetahui event ini. Tema yang diusung "Aktualitas Perempuan di Era Digital" membuat saya berundur beberapa langkah. Minder, itulah rasa pertama saat selesai membaca semua tata syaratnya. Maklumlah, berawal dari seorang yang introvert kadang hal itu sulit diubah untuk meningkatkan kepercayaan diri. Tapi saya berpikir lagi, kalau bukan kita-kita membernya yang ikut, siapa lagi? yah nggak mungkin Mbak Mira, Mbak Indah Juli, Mbak Lusi dan mak min-mak min yang lain turut serta dalam ajang ini. Lah wong mereka penyelenggaranya? :)

Workshop blogging di KBRI dengan peserta teman-teman TKI 

Akhirnya, menjelang tanggal 2 april saya membuat resume seadanya dan langsung dikirim ke panitia. Setelah mengirim resume, saya tak menanti kapan pengumuman 50 besar itu muncul. Sampai akhirnya, Mbak Lusi mention saya di twitter dengan beberapa teman, katanya saya masuk 50 besar #SrikandiBlogger2013.

Besoknya para nominator 50 besar dimasukan ke group khusus. Hari demi hari berada di group tersebut dan mengenal para nominator lain, saya dibuai banyak rasa. Terharu, sedih bangga dan lainnya. "Itu emak-emak lain meni keren-keren pisan, terus saya kudu ngapain?" itulah soalan-soalan kecil yang selalu mengusik hati kecil saya. Tapi bukan emak-emak hebat namanya kalau tidak saling support. Ketika yang lain jatuh terduduk, dengan ringan tangan emak yang lain mengulurkan tangan memberikan bantuan semangat.

Bertambah semangat saat tahu Mak Wina, Mak Ila, Mak Lidya, Mak Enny, Mak Myra juga lolos dalam 50 besar nominasi #SrikandiBlogger2013. Mak Wina merupakan salah satu admin juga volunteer BHSB yang bermukim di Pekanbaru. Mak Ila dan Mak Lidya pula dua orang donatur yang mensuport BHSB. Sedang Mak Enny dan Mak Myra merupakan member ABB.

#SrikandiBlogger2013 bukan ajang keren-kerenan belaka. Ia merupakan sebuah ajang aktualisasi diri para perempuan yang berkecimpung di dunia maya yang bisa berbagi dengan sesamanya meski hanya melalui tulisan dan juga berkiprah langsung di dunia nyata, baik sebagai seorang ibu rumah tangga, para pekerja kantor, mahasiswa atau bahkan pekerja rumah tangga sekalipun seperti saya. Dan akhirnya saya bersyukur bisa masuk ke dalam 50 nominasi #SrikandiBlogger2013. Karena dengan masuknya saya ke dalam 50 nominasi, maka saya bisa menuliskan beberapa mimpi, mimpi andai saya menjadi #SrikandiBlogger2013....

Pertama, tentunya saya harus bersyukur kepada Allah. Berterimakasih kepada ibu saya, majikan saya juga teman-teman saya di seluruh penjuru nusantara dan belahan dunia yang sudah mendukung BHSB (Blogger Hibah Sejuta Buku)  juga ABB (Arisan Buku Blogger)

Kedua, Membuat Emak2blogger publishing. Ini untuk mewadahi para member KEB yang ingin menerbitkan bukunya, di mana yang bekerja nantinya adalah para emak. Bukankah di KEB sendiri sudah banyak emak-emak yang jago ngedit, desain dan segala macamnya? Dari sini bisa memberikan peluang kerja kepada emak-emak yang lain. Dari para emak, oleh para emak dan untuk para emak.

Ketiga, membuat antologi emak-emak blogger per empat bulan sekali di mana royalti yang terkumpul adalah untuk charity. Kenapa untuk charity? Katakanlah KEB itu sebuah komplek di mana di situ berkumpul banyak ibu-ibu. Dalam sebuah komplek tentunya sekali dua kali ada warganya yang membutuhkan bantuan, tak hanya bantuan untuk tetangga komplek tapi juga untuk saudara-saudara kita di luar sana yang membutuhkan. Dari sinilah manfaat publishing KEB nantinya.

Keempat, mengajak bekerjasama antara BHSB dan KEB. Siapa tahu dengan bergabungnya antar komunitas menjadikan gerakan ini lebih solid dan banyak pulau yang bisa dijangkau untuk dikirimi buku di luar pulau Jawa.

Kelima, kembali mengajak KEB untuk bekerja sama dengan ABB. Kalau selama ini di Arisan Buku Blogger baru terkumpul sekitar 40 member, siapa tahu dengan mengajak KEB bisa mengajak minimal 100 member. Dengan 100 member yang ada setiap bulan sepertinya ABB bisa mengirim buku ke 2 TBM di pulau Jawa.

Keenam, Kembali kepada paragraf pembuka di atas, ternyata di Indonesia masih sangat jauh dari merata untuk perkembangan dunia tekhnologi. Masih banyak perempuan-perempuan di Indonesia yang gagap tekhnologi. Memulai dari hal yang paling kecil dan terdekat dengan saya tentunya adalah membuat pelatihan-pelatihan blog dengan menggandeng serta internet sehat sebagai partnernya.

Ketujuh, sesuatu yang menjadi andaian saya dengan teman-teman ketika kami berbincang banyak hal dan  itu menjadi mimpi, selain mengumpulkan buku semoga kelak baik melalui BHSB ataupun KEB nantinya dari para blogger bisa memberikan beasiswa kepada pelajar-pelajar kita yang berprestasi dan kurang mampu secara ekonomi. Perbincangan menjelang maghrib di Bekasi bulan lalu ketika mengambil buku.

Terakhir, mungkin saya akan mengurangi interaksi saya di dunia maya. Lho, kok bisa? Maksudnya, saatnya diri terjun langsung ke masyarakat. Mengenalkan kepada khalayak khususnya perempuan manfaat ngeblog dan juga menulis. Lolos atau tidaknya nanti saya dalam #SrikandiBlogger2013 tak harus meruntuhkan semangat berbagi saya melalui blog. Karena melalui blog saya mendapatkan banyak hal, teman, sahabat, saudara dan terutama sahabat-sahabat di BHSB dan ABB. Teman-teman semuanya keren!

Buat KEB, terimakasih sudah memberikan kesempatan memasukan saya dalam 50 nominasi #SrikandiBlogger2013




72 komentar:

  1. Haishh yang begini makk yang katanya ngga ada ide ckckck

    qiqiqi kerenn bangett mak Anazz, tetap semangat yaa^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah itu hasil ngerem, mak huehehehe
      Siyap, semangat!

      Hapus
  2. Idenya keren Mak Anaz, sukses yaaaa. Yuk, semangat yuk, bangga deh mengenalmu. :)

    BalasHapus
  3. Anaazzz ni keren banget..

    sukses..dan smangaat !!

    BalasHapus
  4. Horeeee..... anak gue udah jadi emak-emak :-)

    Semangat Ana, bapak mendukungmu cita-citamu

    BalasHapus
  5. Anaz kereeeeennnn abizzzzzz.... Aktivis meski tinggalnya jauh di seberang sana... Salut deh aku. Dan aku suka dengan program kerjanya terutama yg bikin antologi secara berkala itu

    BalasHapus
  6. Anaz keresn abizzzzz... tinggal jauh tapi tetap memberi manfaat.dan aku suka ide nomor dua yg bikin antologi berkala dalam rangka pengumpulan dana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe, aktivis dari pada nganggur, Mbak Ade :)

      Hapus
  7. Mak, inspiratif kegiatan offlinenya. Nantj aku baca2 lagi ya, pengen tahu lebih lanjut ttg BHSB dab AAB

    BalasHapus
  8. barakallah Mba Anaz, Mba Anaz sellau menginspirasi ^^

    BalasHapus
  9. Seandainya semua TKW memiliki kesadaran sepertimu, niscaya mereka lebih berdaya. ini keren banget Mak Anaz

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banya yang lain di luar sana, Mak Ety. hanya tidak terekspos saja :)

      Hapus
  10. Ini mah super Mak Anaz,semoga makin banyak tkw kita yg spt Mak Anaz

    BalasHapus
  11. Bikin terharu naz, kudoain dirimu lolos next round ya, biar makin byk yg terinspirasi olehmu, mwahh...

    BalasHapus
  12. Mbak anaz selalu kerennnnnnn suka sekali

    aku dukung 100% :D

    BalasHapus
  13. Mbak Anaz juga keren loh tulisan-tulisannya bagus, kalau tulisanku kan gak jelas gitu mbak hehehe. Oh ya mbak teman-temanku disini adalah yang kalangan menengah keatas tapi banyak yang gak tau apa itu blog loh. Kadang mereka ngeremehin juga buat apa sih online trus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak, memang masih banyak yang menganggap sebelah mata dunia blog ini. Jadi, mari kita lebih mensosialisasikan perbloggeran :)

      Hapus
  14. *ternganga baca postingan ini*
    Keren banget dirimu, Mak. Aku dukung semua kegiatan positif ini. *peluk*

    BalasHapus
  15. luar biasa, sy baru tahu hal hal diatas bisa terbangun cantik hanya bermula dari BLOG.... GO BLOG...!!!!

    BalasHapus
  16. keren, mba anaz. semoga terlaksana ya idenya terutama tentang BHSB dan Arisan blogger :D aku dukung mba anaz masuk 10 besar. ;)

    BalasHapus
  17. Mak Anazkia kereeeeeeen~ Sakseis ya, Mak! Salam kenal.

    BalasHapus
  18. menanti hujan reda
    panjang juga pengalamanmu nak
    sukses yaaaaa, go Srikandi!

    BalasHapus
  19. selamat mba anaz...keren oiii...mudah2an juaranya deh :)

    BalasHapus
  20. Perjalanan hidupmu keren Maak...
    Semoga sukses apa yang selalu kau cita-citakan ya, Say :)

    BalasHapus
  21. Permisi, di blog ini ada kopinya apa nggak ya? hehe..

    Sukses!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nunggu Mbak Hanna membuatkan kopi, Mas hehehe

      Hapus
  22. Kenapa aku jadi merinding baca artikelnya-wow, keren banget *acungiiiin jempol dan program seandainya dipilih menjadi srikandi blogger top markotop. nangis aku bacanya. Salam kenal ya Mak

    BalasHapus
  23. Tetehhhhhhhhhhhh Semangettttttttttttttt #Pelukkkkkkkkkkkkkk

    Semoga suksessssssssssssssss

    cari bebek yukkkkk #eh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasihhhhh, yuk sama2 cari bebek hahahaha

      Hapus
  24. Subhanallah... Anaz dirimu menginspirasi aku. Lewat Anaz juga Desi kenal ibu2 hebat. Selamat ya, Desi dukung! Semoga masuk 10 besar ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe, Desi. Dulu, aku mau belajar internet ke Desi, ya :)

      Hapus
  25. siapapun yang menang 50 nominasi itu sudah layak dapat predikat srikandi blogger kok mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener, Pry. Mereka semua adalah blogger2 hebat.

      Hapus
  26. Haii..apa kabar Mbak? Ikutan Srikandi Blogger ya? Mudah-mudahan bisa menang ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulilah baikkkk

      Aamiin... Makasih, Mbak...

      Hapus
  27. Perjalanan ngeblognya penuh perjuangan ya Naz. Semoga melaju ke 10 besar.
    Kalo lajang asyik, bisa terjun langsung ke masyarakat ya, harapan2 yang mulia :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, aamiin, Allahumma aamiin...
      Makasih banyak :)

      Hapus
  28. aku baca komennya mbak lidya, kita sama mbak..

    BalasHapus
  29. Semangat... semangat! semoga sukses ke 10 besar yah mbaa :D

    BalasHapus
  30. Awwww saya terharu bacanyaaa... lanjutkan perjuanganmu Maaaakkkk!!!

    BalasHapus
  31. *lanjut* nah ini nih blogger yang udah lama saya kenal ^.^ walaupun belum ketemu langsung, but i know she's a good one *serius*
    salah satu blogger yang menginspirasi, gimana tidak dibalik kerjaannya sebagai TKW di negeri orang, tapi mbak anaz itu melek teknologi, fotografi? aha bisa!, di jagad blogsphere siapa tak kenal mbak anaz? tapi walaupun gitu mbak anaz tetep gag sombong, nah itu yang saya suka! walau pendiam, kalo diajak rusuh pun heboh dia hihihihih

    orang yang paling sibuk di BHSB, tak hentinya kampanye untuk BHSB, cari dana sana sini, ahh mbak so touch :') dan saya punya satu janji yang belum tuntas, buku-buku di rumah belum saya kirim untuk BHSB :( insya allah mau pulang, tar saya kumpulin lagi.

    Mbak Anaz, pantas untuk masuk 10 besar bahkan 3 besar! kenapa? dibalik kesederhanaan, kerasnya kerja di negeri orang sebagai TKW, pandangan TKW yang minim ilmu, TKW yang selalu korban pelecehan, TKW jadi kaum yang dimarjinalkan, sosok mbak Anaz membalikkan paradigma tersebut!

    Smangaad mbak Anaz.. Maju terus.. Jos gando endes *soimah mode on* ;) kami mendukungmu *tarik almas jadi jubir wat mbak anaz* ;) hehehhe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rannnn....
      Komentarmu membuatku terharu. Terimakasih banyakkk :)

      Hapus
  32. Waduh.. itu Ranny semangat banget ya komennya. Tapi setuju banget dg apa yg ditulis Ranny.
    Aku pribadi gak ragu jika mbak Anaz bisa masuk 50 Srikandi Blogger. Dan semoga bisa terus melaju dannnn... menanggg! Aku mendukungmu mbakkk...!
    BTW... salut dg impiannya... banyak bener ya...?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ammiinnn....
      Makasih banyak, Mbak Reni.

      Gak banyak, karena satu dan lainnya saling berkaitan hehehe

      Hapus
  33. mengerjakan yg baik untuk tujuan yg baik dengan cara2 yg baik, semoga selalu dilimpahi keberkahan, kemudahan dalam setiap pergerakan, aamiin :)

    BalasHapus
  34. My dear Anazkia, bunda baru hari ini baca postingan ini. Tau kenapa? Karena bunda super sibuk dengan finalization GA bunda. Hallah si bunda cari alasan nih. Beneran koq. Setelah membaca ini, kemudian tau bahwa Anaz termasuk dalam 10 besar SB2013 bunda berdo'a (apalagi kalo bunda yang jari Jurinya) semoga Anaz bisa meraih gelar Srikandi Persahabatan. Keren banget aktifitas Anaz di luar sana. Bravo Anaz. lv u.

    BalasHapus
  35. SUBHANALLAH...

    baca tulisan ini, saya jadi makin percaya, if every woman can be the next kartini, eventough just for herself.

    bravo mba anaz!

    BalasHapus
  36. Teteh gak henti bangga dan salut padamu, Ana ...
    ide-idenya keren dan pasti bisa terwujud, sebab jejak mu sudah menunjukkan kualitas yang kau miliki.
    Teteh selalu ingat, engkaulah yang pertama hadir dan memberi support saat teth baru saja belajar ngeblog, ah ... berapa tahun yang lalu itu?
    Doaku : ... tarik nafas ... ENGKAU PEMENANGNYAAA ..!!

    BalasHapus
  37. Bismillah ya mbak Ana. Semoga Alloh SWT memudahkan langkah mbak Ana ya.
    I lope yu puulll

    saya mau ikut ituh arisan buku dan hibah bukunya ya. semoga rejeki makin lancar, bisa join ke rencana2 mbak Ana, amiiin :D

    BalasHapus
  38. Inspiring banget mbak. Salam kenal ya :)

    BalasHapus
  39. terharu bacanya...tapi keren tulisan n perjuangannya. Salut buat mba Anazkia!!

    BalasHapus
  40. anaz yang humble...*uni masih geli kalau inget pertemuan pertama kita naz...sayang yang kedua kemaren kita gak sempat ketemu ya... maafkan ya..

    semoga anaz menang ya... biar mimpinya jadi kenyataan..

    sekalian jadi emak beneran...qiqiqiq *peluk anaz...:)

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P