Salon Lokal vs Salon International

Salon? Hmmm, saya bukan orang yang kerap berkunjung ke salon. Bahkan untuk sekedar potong rambut pun bisa dihitung dengan jari. Ya, memang banyak salon berderet-deret saya temukan  di dekat tempat tinggal saya. Tapi tak sekalipun saya kerap mengunjunginya. Ada kalanya saya hanya menjadi pemerhati salon. Misal, di tempat tinggal saya dulu ada sebuah salon baru didirikan. Pengunjungnya tak banyak, hanya satu dua orang saja dan saya pun pernah berkunjung ke sana sekali. Lama kelamaan dan semakin lama, salon itu semakin menyepi dan akhirnya menghilang.

Di pinggir-pinggir jalan, sering terlihat salon-salon kecil yang berjejer terselit di antara beberapa kedai makan, kounter handphone bahkan tak jauh dari salon tersebut sebuah bangunan mewah nan megah. Salon tersebut terlihat lebih sederhana dan ketika masuk ke dalamnya dipenuhi peralatan salon seadanya. Yang istimewa biasanya pemilik salon yang loyal yang sudah memiliki pelanggan tetap yang hampir stagnan orangnya itu-itu saja dan dari mulut ke mulut dan modal mereka seadanya. Bahkan, tak jarang salon itu tutup sebelum balik modal awalnya.

Atau di tempat lainnya, berdiri salon megah nan mewah yang peralatannya lengkap dan canggih. Di salon seperti ini, pengunjungnya tentu lebih beragam dan dari kalangan menengah ke atas. Marketing mereka bukan hanya dari orang per orang, tapi juga menggunakan marketing online. Membuat website, menggunakan twitter, facebook, Black Barry Messenger, Whatsapp, LINE dan segala macamnya. Dengan modal yang cukup mereka memiliki banyak cara untuk mengembangkan salon yang dimilikinya.

Salon, spa dan pijat Thailand? Duh, entahlah, saya belum pernah tahu sebelumnya. Dan karena mengikuti Lomba  Blog #10daysfor ASEAN, akhirnya saya penasaran untuk googling. Wow! Hebat! Berderet-deret artikel di google yang menuliskan betapa bagus dan terkenalnya salon-salon di Thailand. Jadi ingat waktu masih di Malaysia saya sering membaca betapa menjamurnya salon-salon Thailand bertebaran di sana.

Ok, kembali ke bahasan salon Thailand, beberapa artikel yang saya temukan dan saya baca adalah mengenai pijat dan herbal. Seperti yang saya baca di femina.com, di situ dituliskan hal apa saja yang membuat menarik dari pijat dan herbal Thailand. Ramuan yang khas, menjadi ciri utama kenapa ia begitu terkenal. Akar ylang – ylang, daun rosemary, bunga mawar, serai, dan akar-akaran dari aneka tanaman obat di Thailand. Semuanya dipanaskan, lalu dibungkus dalam buntalan yang digunakan menjadi alat pijat. Sumber femina.com

Selain ramuan yang khas menjadi “jualan” mereka di khalayak juga betapa bagusnya pengelolaan salon-salon Thailand yang kemudian juga dipasarkan tidak hanya di Thailand, tapi juga luar negeri. Di Malaysia, kita bisa dengan mudah menemukan salon Thailand.

Lantas, apa jadinya ketika salon-salon tersebut "menyerang" dan datang ke Indonesia tanpa kita minta sedangkan peraturan nantinya tak membutuhkan lagi perizinan dan birokrasi lainnya?

Kerja sama, saling mendukung dari banyak pihak sangat dibutuhkan. Terutama dari para pemilik salon itu sendiri. Pemilik salon dengan modal-modal kecil serta seadannya digandeng dan diajak untuk bekerja sama dengan pemilik salon yang mempunyai modal besar. Pelatihan pembekalan tekhnologi juga layak diberikan kepada pemilik salon kecil, supaya mereka bisa melakukan marketing online via dunia maya.


5 komentar:

  1. Mbak, kita sama ya.. bukan konsumen salon :D

    BalasHapus
  2. ini tugas utama pengusaha salon ya mbk... :D

    BalasHapus
  3. saya pun jarang banget ke salon. Tapi memang ya, salon sekarang banyak bertebaran disini.

    BalasHapus
  4. Iiih kenapa pada bahas Salon ya? Itu di sebelah Dek Ila Rizly juga ngebahas salon :D

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P