Seratus Empat Puluh Karakter

Bagi kita yang kerap berselancar di dunia maya, tentunya tak asing lagi dengan twitter. Layanan jejaring sosial yang didirikan pada bulan Maret 2006 oleh Jack Dorsey ini begitu familiar di Indonesia. Bahkan, beberapa bulan lalu saya sempat membaca tulisannya Pak Maman Suherman di Kompasiana yang menuliskan Indonesia adalah salah satu dari 10 negara pengguna terbanyak internet. Namun, 95 % pengguna adalah untuk media sosial. Indonesia juga merupakan negara pengguna aktif facebook nomor empat di dunia, lebih menakjubkan lagi, ciapan terbanyak (twit) terbanyak ternyata berasal dari Jakarta, kota dengan ciap-ciap terbanyak di dunia: 15 twit/detik. Baca link lengkapnya di sini

Awal membaca berita di atas, saya sempat terhenyak kaget. Saya sempat share link di atas juga ke group whtasapp hibahbuku dan seperti biasa kami membahas bersama. Di group yang saya sebagai adminnya itu tak melulu ngomongin buku, nama group diganti-ganti setiap ada topik yang dibicarakan. Apa saja, bahkan lebih banyak gila-gilanya dan miring-miringnya. Karena kegilaan dan kemiringan itulah yang mendekatkan kami semua.

Seperti Selasa lalu, kami semua dirundung kegelisahan yang sama. Kegelisahan melihat musibah saudara-saudara kami di Sinabung sebelum ada banjir Menado. Pagi itu, kami berinisiatif menghimpun dana. Saya melontarkan sebuat ide menjual buku Relawan Merapi yang saya tulis bersama teman-teman blogger dari berbagai platform. Penjualan sepenuhnya akan kami himpun untuk saudara-saudara kami yang ada di Sinabung sana. Lagipun, saya masih memegang uang Rp. 1. 370. 250 hasil penjualan sebelumnya. Uang itu belum dikirim dan digunakan karena niat awalnya memang untuk kemanusiaan. Jadi, niatnya nanti uang yang ada akan disatukan.

Teman-teman menyambut antusias. Segala rencana dibuat, menyusun kalimat untuk broadcast di whatsapp dan black barry juga menyiapkan bahan untuk diluncurkan di twitter. Saya sungguh terharu melihat antusias teman-teman. Anak-anak muda ini semangatnya keren sekali. Ayu, Uci, Mas Paeng, Kak Aip, Lia, Rin rin, Dhenok, Abjad bumi, Rudiansyah, Aty, Arie, Ijal mereka dengan semangat 45 ikut urun ide dan ikut membantu menyebar informasi. Kesepakatan pun kami buat mencari nomor rekening siapa yang akan digunakan. Rekening Rinrin blogger yang tinggal di Medan akhirnya kami pakai dengan rekening BCA.

Informasi langsung kami sebar baik broadcast di whatsapp juga black barry bagi yang menggunakannya. Tak lupa juga up date di twitter @HibahBuku. Di twitter Hibah Buku, kami ada lima orang yang menjaganya. Sampai di sini, sambutan dari beberapa teman yang kami kirimi broadcast beragam. Ada yang langsung memesan buku, tapi ada juga sambutan yang tak menyenangkan. Saya sedikit terkejut ketika membaca mention yang sampai di akun @hibahbuku


Saya langsung share dengan teman-teman di group whatsapp. Teman-teman terkejut tentunya. Tapi masing-masing saling menguatkan jangan terbawa emosi. Kembali ke niat awal. Karena penasaran, saya langsung stalking ke akun tersebut. Sungguh-sungguh terkejut ketika menuju akunnya, pemilik akun justru menuliskan di time line yang membuat saya menggigil membacanya, perasaan saya nggak bisa digambarin lagi. Yah, saya sedih, marah dan bercampur baur rasa menjadi satu. Karena nama sayalah dalam buku itu.


Twit @HibahBuku membalas mention tersebut sesuai dengan niat awal kami di group bahwa penjualan sepenuhnya untuk Sinabung. Dan ternyata, time line berbalas kami diperhatikan dan jadinya banyak yang nimbrung. Kalau saya secara pribadi nggak nyahut-nyahut. Sampai akhirnya pemilik akun yang mention sebelumnya membalas mention @HibahBuku (Saya lupa nggak capture) :D Yang mention itu nggak minta maaf, meski sudah dijelasin. Hihihi... Iya, suwer waktu itu saya nungguin banget itu minta maaf. Tapi tak lama setelah itu pemilik akun meminta maaf.


Saya menganggap semuanya selesai. Selesai dengan banyak pengajaran dan pelajaran. Pengajaran ke saya untuk lebih hati-hati lagi menanggapi sebuah kalimat 140 karakter di twitter. Pelajaran ke saya untuk belajar lagi banyak hal, tentang niat dan ikhlas, tentang niat dan tujuan seseorang yang saya tak pernah tahu sejauh mana ia menujunya. Illallah, bismillah ia menjadi bekal sedangkan sandungan yang ditemui di depannya bukan berarti harus menghentikan langkah. 

Buat teman-teman di group whatsapp, kalian keren-keren! Kalian selalu membuat lompatan di luar nalar saya. Kebersamaan kalian, semangat berbagi kalian semoga berkekalan dan menjadi keberkahan. Aamiin.

Tulisan personal bukan atas nama @HibahBuku, tapi atas nama Anazkia sebagai salah satu penulis buku Relawan Merapi yang dijual :). Alhamdulilah, sudah ada beberapa orang yang memesan buku. Ada juga yang kirim uang, tapi tidak mau dikirimi bukunya. Subhanallah. Alhamdulilah. Saya percaya, selalu ada jalan untuk kebaikan. 


Buat yang mau ikutan donasi untuk saudara-saudara kita di Sinabung bisa hubungi @HibahBuku atau bisa whatsapp langsung ke 0859 4544 7914 :)

3 komentar:

  1. Sukses selalu dengan kegiatan sosialnya!

    BalasHapus
  2. Hihi sempet tau langsung perselisihan ini.. :D err.. katanya mau ngirimi biayanya? kapan euy..

    BalasHapus
  3. sabar yah kak, niat baik gak selamanya mulus kok, saya tahu kak anaz lebih tahu soal ini hehehe, tetap semangat.

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P