Aku Ingin Menjadi Pegawai Sampah



Kemarin pagi, seorang sahabat (Kaip) menyapa saya di whatsapp yang katanya mau cerita. Kaip cerita via PM whatsapp karena saya keluar dari group whatsapp Semestarian ahahaha, hampir semua group bulan kemarin saya tinggalkan :D. Kaip bercerita tentang perjalanannya hari Sabtu lalu di Desa Parage, Kecamatan Cikulur, Kabupaten Lebak-Banten. Sebelumnya, ia menceritakan sesi dream triger yang menyentuh hatinya. Tentang seorang anak yang bernama Iqbal. Tapi kali ini saya bukan ingin menuliskan tentang Iqbal, karena selain Iqbal yang dia ceritakan, ia juga mengisahkan tentang seorang anak yang bernama Suarta.

"Ada satu lagi anak, pasti kamu suka, Kak. Cita-cita dia nggak pernah aku temuin sebelumnya. Dimanapun!" ujar Kaip via whatsapp berapi-api menulis.

"Apa?" tulis saya bertanya.

"Dia bercita-cita jadi petugas sampah. Alasannya ingin membantu bersihin sampah. Karena kalau bersih, kita akan sehat. Begitu kira-kira," saya membaca kalimat demi kalimat yang ditulis oleh Kaip. "Dan pas maghrib kita jamaah di masjid, anak ini ternyata jago muadzin. Setelahnya aku lihat dia menyapu karpet. Keren aja gitu, cita-cita dia sederhana  dan udah dilakuin."

Saya terhenti sesaat membaca baris-baris kata yang dikirim oleh Kaip. Saya terharu dan menangis membacanya. Teringat dengan gambar yang ditag di facebook beberapa hari lalu oleh Mas Erri Subekti tentang cita-cita seorang anak yang tidak keren. Seorang anak yang bercita-cita menjadi guru TK, seorang anak yang nilai hariannya biasa-biasa saja bahkan di bawah rata-rata. Tapi anak ini keren, dia mampu meleraikan temannya yang sedang berantem, bahkan endingnya ketika ada soalan bahasa yang menanyakan Siapakah teman sekelas yang paling kamu kagumi, dan berikan alasannya? Jawaban semua kelas adalah anak tersebut. Lengkap cerita ada di fan page FB di sini.

Suarta dan anak gadis kecil yang diceritakan di facebook ini cita-citanya tak biasa dibanding anak-anak lainnya. Pembersih sampah? Anak kecil mana yang terpikir untuk menjadi tukang bersih-bersih sampah? Bahkan melihat tumpukan sampah pun mungkin enggan. Suarta hebat! Suarta keren! Doa sederhana untuk Suarta, semoga kelak ketika ia dewasa, menjadi manusia yang berkarater sesungguhnya. Peduli dengan lingkungan juga sesamanya. Allah bersamamu, Nak...

Bagi Kaip yang sering mengadakan dream triger, cita-cita Suarta ini mungkin baru satu dari sekian ratus anak yang pernah ditemunya dalam menulis di lembar mimpi. Buatnya, Suarta pasti istimewa. Pun dengan saya yang hanya membaca ceritanya, Suarta itu luar biasa! Dan kalau ke tempatnya Suarta lagi, saya harus IKUTAN! *nah loh, capslock keinjek :D



7 komentar:

  1. sebuah cita-cita yang sangat sederhana tapi mulia

    BalasHapus
  2. amiiinn.. andai kesadaran untuk peduli pada lingkungan bisa disadari oleh smua masyarakt pasti gx akan ada yg sampai punya cita2 seperti itu ya -_-

    BalasHapus
  3. Jadi inget tayangan di trans tv yg ceritanya ayahnya tukang sampah...cita2nya mulia bgt.jd terharu

    BalasHapus
  4. Jarang ada yang mau punya cita2 seperti itu untuk anak2

    BalasHapus
  5. .. Kak Anaz.. bang Aip.. aku nangis bacanya :/

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P