Cuma Pengen ke Papua

Surat ini buat Kakak Anazkia di mana Kakak berada itulah surat ini miliknya

Tarak, 10 Oktober 2011

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Apa khabar, Kakak? Perkenalkan, nama saya Supri Patur. Bisa dipanggil Upi, saya murid Pak Guru. Sekarang saya sekolah di SD Negeri Tarak, Distrik Karas, Kabupaten Fakfak bagian Timur.

Sekarang saya cerita tentang kampung saya. Di kampung saya ada sekolah. Sekolah saya terletak di ujung kampung dan sekolah saya di pinggir pantai atau pesisir. Pasir yang bagus dan pemandangan kampung saya indah. Dan pemandangan di kampung saya juga bagus. Di sekolah setiap hari jum’at kami semua olahraga. Ada yang bermain bola kaki dan ada yang bermain bola voley. Di sekolah kami ada dua lapangan, yaitu lapangan bola kaki dan lapangan bola voli.




Anak-anak sekolah di kampung Tarak dan saya bersama teman-teman pergi ke hutan untuk memburu burung atau menembak burung di hutan. Ada burung maleo, burung kakak tua, burung cendrawasih dan ada kuskus, kasuari dan rusa.

Dan laut saya sangat luas dan banyak ikan-ikan yang ada di dalam air. Yaitu ikan bubara, ikan kerapu, ikan tengiri, ikan komo, ikan serui dan ikan lumba-lumba atau mangiwan. Dan di laut ini banyak nelayan memancing ikan.

Setiap sore, saya bersama teman-teman shalat di masjid dan selesai shalat, Pak Guru berbicara tentang rukun agama, rukun islam dan lain-lainnya. Masjid kami, bernama masjid Jamaludin Nurdin. Suatu saat nanti pasti kakak Anazkia datang baru kakak lihat sendiri apakah masjid kami ini bagus atau indah.

Masjid ini di dalamnya luas.

Mimpi saya ingin menjadi guru di Eropa. Dan Kakak Anazkia, aku minta pertolongan dari Kakak Anazkia. Mudah-mudahan kakak pasti bedo’a, aku maupun teman-teman sekalian, semoga kami semua mendapat doa. Amin.

Penggal-penggal kalimat di atas adalah potongan surat dari Papua. Penggalan surat yang isinya saya hampir hapal semuanya dari lebih tiga puluh surat. Penggalan surat yang kalau saya membaca ingin segera angkat kaki dan beranjak ke Papua. Penggalan surat, yang pernah membuat saya menitikan air mata ketika melihat secarik kertas yang digunakan untuk menulis surat. Penggalan surat yang mengingatkan saya betapa jarak antara Papua, Jakarta dan Malaysia itu berjengkal-jengkal jaraknya. Tapi ia menjadi bermakna ketika surat itu sampai, ketika surat itu ada di tangan dan ketika cerita anak-anak itu membekas di angan-angan.

Ah! Sayangnya Papua tak sedekat Malaysia negeri tetangga. Sayangnya Papua harus ditempuh dengan jarak yang berkilo-kilo dan berliku tempuhnya. Padahal, padahal saya ingin berlibur ke sana. Melihat keindahan alamnya dan bertemu dengan anak-anak yang berkirim surat kepada saya. Iya, mimpi liburan saya adalah ke Papua. Berkunjung ke pantainya, berada di kampungnya, melihat sekolahnya dan berkunjung ke Bom yang ada di belakang kampung dekat hutan.




Nama saya Saharudin
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Surat ini untuk kakak Anazkia yang baik. Kakak, saya mau cerita tentang kampung saya. Kampung saya sangat indah dan lautnya sangat luas dan juga gunungnya besar, banyak burung-burung maleo.

Sekolah saya ada dua ruangan dan juga dua guru. Yang satu, Pak Guru Arif Lukman Hakim, kedua, Ibu Guru Suhemi. Mereka berdua sangat baik, kalau kakak akan datang di kampung saya, kita semua senang. Dan mengajak kakak berenang di laut dan juga kita mengajak kakak pergi ke hutan bersama. Kita akan mengajak kakak piknik di Bom. Semoga kakak datang di SDN Tarak kabupaten fakfak.  Kita sudah latihan pramuka bersama-sama.


Surat dari anak-anak (dokumentasi pribadi)

Waktu itu kita semua pergi piknik di Bom, lautnya indah, gunungnya besar dan juga banyak besar. Kita semua ke laut menembak ikan-ikan. Ketika kita ke darat, kita bermain bola, bola kita adalah gabus. Pak guru sangat baik dan suka bercanda, saya senang dengan Pak Guru.
Kita pulang, kemudian kita naik ke masjid untuk shalat berjam’ah. Selesai shalat, Pak Guru memberi kita semua nasihat bersama di masjid.

Kita semua ajak Pak Guru ke hutan, menembak burung maleo. Kita pulang dari hutan, kita pergi ke jembatan, bermain, mandi dan berlompat dari jembatan.

Di sini saja kakak, terima kasih.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Saharudin

Ah, sudah. Mimpi liburan saya sementara ini masih ingin ke Papua. Lainnya, banyak berkunjung dan mengelilingi Indonesia. Tapi, sementara ini saja :). Tulisan ini diikutkan di GAnya Mbak Indah Nuria Savitri My Dreamy Vacation. Mbak, kalau dah di luar negeri lagi saya minta post cardnya, yah? :) mau dikirim buat adik-adik di Papua :)


menuju ke hutan



Semua foto-foto di atas miliknya Pak Guru Lukman Hakim :) 

14 komentar:

  1. mba Anaaaaz...saya kok berkaca-kaca baca surat dari adik-adik itu..saya sudah ke Papua dan merasakan denyut kehidupan di sana walau sekejab...makasih sudah ikutanya mbaaa...kartu pos siaap aku kirimkan...nanti japri alamat ya kitaa...aku juga ada beberapa buku yang ingin disumbangkan..nanti japri yaaah :D..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siapppp!!
      Siap PM :)
      Makasih banyak, Mbak Indah :)

      Hapus
  2. Semoga satu hari tercapai impian adik yang menulis surat itu. Saya kira kampung halaman Supri Patur juga sangat menarik.

    BalasHapus
  3. Semoga diijabah keinginanmu ke Papua, Mb Anaz. Aku pengin mewek baca surat itu :'(

    BalasHapus
  4. semoga ada yg memberrangkatkan mba Anaz ke Papua, menengok anak2 yg merindukan pelukanmu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Allahumma aamiin...
      Ngarep banget saya, Mbak hehehe

      Hapus
  5. mrinding baca suratnya sob :) anak2 yg polos mengharapkan sobat datang untuk menengoknya :)

    BalasHapus
  6. baca ini langsung inget si bolang, mbak.. jadi iri sama keriangan anak2 itu.. tanpa beban dan penuh damai.. :D

    BalasHapus
  7. suratnya bikin speechless. :') btw, katanya ke sana bisa pake pesawat hercules gt, mba. tp guncangannya lebih kuat kerasa karena pesawat kecil

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P