Menyangkal Pernyataan Virda di Lentera TV


Kenangan di Pulau Tegal Juni 2013

Sabtu 15 Maret 2014 lalu, saya menonton video dokumenter Pulau Tegal yang sudah diunggah ke youtube oleh teman-teman dari Lentera TV. Kata Ranny, teman di FB video dokumenter ini sudah tayang di Net TV pada Sabtu 9 Maret lalu. Kebetulan, hari Sabtu lalu saya lagi di luar jadi nggak sempatlah menengoknya di televisi. Nah, Sabtu lalu itulah ada teman yang mengabarkan lagi kalau videonya sudah diunggah ke youtube.

Senang rasanya melihat anak-anak pulau di video itu. Jadi kangen ke sana lagi pastinya. Senang juga melihat ular tangga raksasa yang dibuat Kak Lisdong yang dibawa ke pulau pada 14 Juni 2013 lalu masih ada dan dimainkan oleh anak-anak beserta dengan volunteernya. Ya, saya dengan teman-teman Semestarian pernah ke Pulau Tegal pada tahun lalu dan saya kembali ke sana pada awal Januari 2014 kembali bersama dengan teman-teman, Kalisda, Karia, Kayuli, Kari, Kati, Kaisman, Yayan.

Senang juga melihat pulau itu diangkat dan terekspos terutama dalam hal pendidikannya. Yah, di pulau yang dihuni oleh sebanyak 33 kepala keluarga ini memang tak ada sekolah. Hanya ada bangunan sederhana yang sebelumnya digunakan untuk madrasah. Dan sebelum ke sana, guru yang mengajar di madrasah tersebut, Pak Sarwani sudah berhenti. Saya ingin menceritakan awal mula mengenal Pulau Tegal dan kenapa saya menyangkal kalimat Virda dalam video tersebut. Ya, ada kalimat Virda yang membuat saya berkerut kening di menit ke 18:42 detik "Kegiatan ini sudah menjadi rutinitasku selama setahun terakhir." begitulah petikan narasi dalam pengantar video dokumenter yang diangkat oleh Lentera TV.

Mari sedikit saya bercerita,

Kepergian saya dan teman-teman Semestarian pada bulan Juni tahun lalu berawal dari pertemuan saya dengan teman-teman Komunitas Canting di event Kompasianival 2012 lalu bertempat di Gandaria City. Mas Gugun, dari komunitas Canting datang ke Booth Blogger Hibah Buku, ia mengatakan kalau komunitas Canting ingin kembali ke Pulau Tegal dengan membawa buku. Mas Gugun pun mulai bercerita tentang seluk beluk Pulau Tegal, yang di sana nggak ada sekolah, hanya ada madrasah dan sebagainya. Teman-teman komunitas Canting setahun sebelumnya memang sudah ke sana, membuat video dokumenter yang ditayangkan saat event kompasianival tahun 2011 dan inilah videonya,



Dari situlah saya tertarik juga ingin ke Pulau Tegal. Kebetulan, @HibahBuku masih memiliki persediaan buku anak-anak yang belum dikirimkan. Akhirnya, enam bulan kemudian saya bersama dengan teman-teman Semestarian baru berangkat ke Pulau Tegal. Sebelum berangkat ke Pulau Tegal, saya komunikasi dengan teman-teman Canting yang sudah pernah berkunjung ke sana, Mas Gugun dan Ika Maria. Tak lupa juga mereka mengenalkan saya dengan Mas Paeng, relawan Pulau Tegal yang sudah berkunjung ke Pulau Tegal sejak tahun 2010.

Laporan perjalanan kita bulan Juni lalu ada di kompasiana, "Berbagi Buku Berbagi Rindu"  masih ada juga tulisan teman-teman yang lain (males nyarinya) :D ada juga video dokumentasi yang diunggah oleh kak Lisdaong di youtube,



Oktober 2013, Saya mengenal teman dari group Semestarian. Konon, dia dan teman-temannya (saya tidak tahu kalau ada Virda di dalamnya, karena saya mengenal Virda, eh, tepatnya saya tahu Virda baru dari video tersebut)  bersama dengan komunitas Rumah Baca Asmanadia Lampung (RBA Lampung) akan mengunjungi pulau Tegal dan menjadi tenaga pengajar sukarela di sana setiap minggunya. Saya ingat, pasca perkenalan itu saya menuliskannya di kompasiana "Apa Kabar Komunitas Canting?" Mengingat Pulau Tegal, itu sama juga dengan mengingat saya mengenalnya dari teman-teman Canting. Kami memberikan referensi catatan teman-teman dari Canting juga video yang dibuat oleh Mas Gugun. Teman-teman RBA Lampung juga kami kenalkan dengan Mas Paeng yang kebetulan sama-sama tinggal di Lampung. Tak lama setelah berkomunikasi, teman-teman RBA Lampung berkunjung ke Pulau Tegal dan setelah itu kami kerap mendapat kabar kalau mereka menjadi relawan setiap akhir pekan mengajar anak-anak di Pulau Tegal.

Dan kembali mengingat keberatan saya dengan Virda di video tersebut yang mengatakan sudah satu tahun menjadi relawan di Pulau Tegal, sejak kapan Virda menjadi relawan di sana? Bukankah kalau Virda ke sana dengan teman-teman RBA Lampung, seharusnya baru enam bulan? :). Apa yang dipaparkan dalam video tersebut memang benar adanya, tentang Pulau yang tak ada tenaga pengajar dan tentang tenaga relawan yang mengajar setiap akhir pekan. Tapi itu belum satu tahun, Kakak :)

Sudah ini saja tulisannya :) buat Kak Virda, tetaplah menginspirasi dan berbagi :)




12 komentar:

  1. kok aku baru dengar nama pulau tegal ya, betapa katroknya saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayok, sekali2 kapan ikutan ke Pulau Tegal :)

      Hapus
  2. Semoga kegiatan Ana ini selalu dimudahkan dan dilancarkan oleh Allah Swt, ya. Sukses selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, Allahumma aamiin
      Makasih banyak, Mbak Mira :)

      Hapus
  3. Terimakasih mba anaz masukannya. perlu diketahui. itu suara narator. dan mohon di cek ke Mba Feby Purnama Sari selaku Tim reporter dari Lentera TV apakah saya pernah mengatakan setahun mengajar ditegal. Saya sejak pertama kali di telp pihak lentera sudah mengatakan 3 x kepulau tegal itupun dengan teman-teman Rba. Saya justru merekomendasikan mas paeng dan sisil sebagai sosok inspirasi. Namun, keputusan produser dan segala pertimbangan entah bagaimana akhirnya saya. terimakasih sekali sudah mau menonton. Saya rasa alangkah baiknya jika teman-teman bisa mengkonfirmasi terlebih dahulu kepihak lentera, seperti apa kerjasama mereka dg teman-teman 1000 guru. supaya tidak jd menjadi suuzon kedepannya. Bisa kontak saya untuk nomor telp mereka. sekali lagi saya pribadi mohon maaf atas kesalahpahaman ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, Kak Virda :)
      Terima kasih sudah mampir ke sini

      Nah! Ini saya baru tahu. Kalau nggak nulis gini saya nggak tahu. Tadinya mau mention Kak Virda aja via twitter cuman twitter terbatas hanya 140 karakter.

      Sekali lagi terima kasih atas penjelasannya :)

      Hapus
    2. Dan satu lagi, mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah di atas ;)

      Hapus
  4. ha? cuma ada 33 KK? wow :D trus mereka sekolahnya di mana, mba? :o

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P