5 Buku Otobiografi Pemain Sepakbola Terbaik

Kali ini edisi ikut-ikutan, ikutan rusuh Piala Dunia 2014. Padahal ya saya tetep nggak tahu-tahu amat tentang bola dan selalu nggak ngikutin perkembangannya. Tapi kalau up date dari status-status teman di facebook, katanya sudah ada yang tereliminasi dan pulang ke kampung halaman, kayak Spanyol misalnya.  Selama ini saya tidak begitu peduli dengan dunia bola dan tak mengenali satu pun nama-nama pemainnya. Eh, kalau pun ada yang kenal, cuman kenal nama thok, kayak Ronaldo. Tapi saya sama sekali tak mengetahui latar belakang mereka. Nah, berikut ini saya kutipkan beberapa otobiografi yang ditulis oleh mereka sendiri, baik dari pemain bola mau pun pelatihnya. 

1. Zlatan Ibrahimovic, I am Zlatan
zlatan
Salah satu buku kontroversial dari pesepakbola yang memiliki predikat serupa, ganas di dalam dan luar lapangan. Juara taekwondo ini memiliki rekor mentereng sepanjang karirnya di hampir semua liga Eropa antara lain di Italia bersama Juventus, AC Milan dan Intermilan, di Spanyol bersama Barcelona, di Belanda bersama Ajax Amsterdam dan saat ini di Liga Prancis bersama PSG.
Ibra merupakan sosok yang sangat dominan semenjak kecil walaupun masalah di keluarganya terus menerpa. Hal ini terlihat ketika dia tidak segan membentak pelatihnya di Barcelona, Josep Guardiola, di depan teman-temannya. Bukunya sangat menarik untuk dibaca dengan pengalaman pongahnya yang sayang jika dilewatkan, salah satu kalimat menarik yang ada di bukunya adalah “Why be a Fiat when you can be aFerrari” .

pirlo
2. Andrea Pirlo, I Think Therefore I Play

Maestro lapangan hijau berumur 35 tahun ini seperti anggur, makin tua makin mahal harganya. Prestasi di lapangan hijau sudah tidak perlu diragukan, semua gelar sepakbola sudah dia dapat dari juara liga Italia hingga juara Piala Dunia tahun 2006. Otak jeniusnya mampu mengimbangi fisiknya yang sudah tidak muda lagi.
Pirlo merupakan sosok yang unik dan suka bercanda walaupun kelihatan sangat serius dan pendiam. Dia suka iseng menjahili rekan-rekannya, terutama teman dekatnya di AC Milan dulu, Ivan Gattuso. Pirlo adalah pribadi yang sangat tenang, dari salah satu kalimat di bukunya Anda dapat membayangkannya “After the wheel, the PlayStation is the best invention of all time.”

Carlo Ancelotti Book Launch - Stamford Bridge
3. Carlo Ancelotti, The Beautiful Games Of An Ordinary Genius

Pelatih kondang asal Italia ini sudah malang melintang di dunia sepakbola dari tahun 1980-an ketika dia masih membela AC Milan bersama trio legendaris Belanda dan salah satu pemain dalam squad dream team AC Milan tahun 1994 yang berhasil menyabet hamper semua trofi di dunia.
Dalam bukunya, Carletto, begitu biasanya dia diapnggil, bercerita banyak mengenai karirnya ketika masih dilatih Arrigo Sachi pada akhir 80-an hingga terakhir dia di Chelsea pada tahun 2010 ketika bukunya dirilis. Salah satu quote dari buku yang sangat sangat meghibur ini adalah “There are times when I stand up in front of a full-length mirror and act like a contortionist. I twist my neck and I stare at my ass. My fat butt cheeks aren’t a particularly edifying spectacle but… over time it’s taught me a lesson: my ass is earthquake-proof.”

sir alex
4. Sir Alex Ferguson, Managing my life: my autobiography

Pelatih yang sudah pension dari dunia sepakbola pada tahun lalu ini menulis buku yang cukup banyak kontroversi. Karir panjangnya selama 38 tahun dan 26 tahun diantaranya dihabiskan bersama setan merah Manchester United, berhasil menghasilkan puluhan trofi dan menjadikannya salah satu pelatih tersukses sepanjang sejarah.
Dalam bukunya, Sir Alex banyak bercerita tentang hubungannya, atau tepatnya perselisihannya, dengan pemain MU antara lain Roy Keane dan David Beckham. Hubungannya dengan Beckham memanas setelah Sir Alex menendang sepatu yang mengenai pelipis Beckham yang dituding menjadi penyebab dia hijrah ke Real Madrid, berikut quote dari bukunya mengenai hal ini, “In public an Alice band highlighted the damage inflicted by the boot. I was in those days that I told the board David had to go.”

maradona
5. Diego Maradona, The Autobiography of Soccer’s Greatest and Most Controversial Star

Legenda hidup sepakbola dunia, pemain terbaik sepanjang sejarah sepakbola, Diego Armando Maradona. Sosok kontroversial yang terkenal dengan “gol tangan Tuhan” ketika mengalahkan Inggris pada Piala Dunia 1986 ini merilis buku yang sangat layak dibaca untuk semua penggemar sepakbola sejagat.
Cerita mengenai masa kelamnya ketika menggunakan narkotika, gol terbaik sepanjang sejarah tahun 86 atau ketika mengarahkan senapan kea rah jurnalis adalah sekelumit kisah di buku ini. “I worked hard all my life for this. Those who say I don’t deserve anything, that it all came easy, can kiss my ass.”

Dan tulisan ini saya kutip dari Carmudi Indonesia

4 komentar:

  1. Diego Maradona. Hmmm nama ini akan selalu saya ingat.terutama saat tragedi "Tangan Tuhan" yang sangat kontroversial itu.

    BalasHapus
  2. ganteng2 ya pemain bolanya eh maaf jadi salah fokus mbak :)

    BalasHapus
  3. Aq penasaran yang Ferguson, pengen beli

    BalasHapus
  4. Wah, gue harus punya bukunya Andrea Pirlo nih! :D

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P