Trip Gratisan



Trip gratisan, entah kenapa dua klimat ini terngiang-ngiang di kepala beberapa hari terakhir ini. Ya, beberapa hari terakhir setelah saya ngukur jalan ke kampung halaman beberapa hari lalu. Kepulangan saya ke kampung halaman tanpa terencana, awalnya karena mengikuti Jeng Sri yang awalnya mau pulang ke Pemalang dengan sopirnya. Tapi ternyata urung pulang dengan sopir, malah kami berangkat menaiki bus menuju Pemalang pada Minggu pagi, 15 Juni 2014. Karena sampai di Pemalang sudah malam, saya menginap di rumah Jeng Sri di kabupaten Pemalang, baru esok harinya saya menuju kampung halaman di desa Karangsari, Kecamatan Pulosari. Sementara jeng Sri kembali ke Jakarta pada hari Rabu.

Lima hari saya di kampung halaman. Bertemu kembali dengan berjuta pengalaman masa kecil, dari melihat kabut di pagi hari yang sudah jarang sekali ditemui, menyusuri sungai, mendapatkan ikan lunjar yang kecil-kecil juga cerita lain yang saya dapatkan. Sabtu, 21 Juni saya berangkat ke Solo menemui Mak Wina dan Bang Atta. Jumat sebelumnya, Mak Wina dengan Bang Atta memang sedang berlibur di kota Solo. Dari awal sebelum berangkat, sebetulnya saya enggan pergi ke Solo dikarenakan minimnya finansial :D. Tapi dengan kebaikan hati kedua pasangan suami istri yang dipertemukan melalui blog ini, mereka berjanji menanggung akomodasi saya selama berada di Solo yang kemudian juga jalan ke Jogja.

Selalu ada cerita pada setiap perjalanan, selalu ada cinta dalam setiap perjalanan. Pun sama dengan perjalanan saya seminggu terakhir ini. Sabtu, 14 Juni 2014 saya berangkat dari rumah untuk menghadiri workshop Webmaker. Pada berlalunya hari, kaki saya membawa ke banyak tempat. Pemalang, Solo, Jogja dan ketika sedang mengetik tulisan ini saya berada di Semarang. Lusa, insya Allah saya akan berangkat ke Kelantan. Gratisan?Rrrrr... Iya, gratisan.

Alhamdulilah, terima kasih kepada Pemilik Kebaikan yang selalu menemukan saya dengan orang-orang yang baik. Jeng Sri yang mengajak saya ke Pemalang, sampai akhirnya saya pulang ke kampung halaman. Keluarga besar saya di kampung halaman, Mak Wina dan Bang Atta, Kakak Sepupu juga keluarga saya di Serang yang jarang sekali protes ketika kaki kecil saya melangkah ke beberapa tempat. Juga, teman-teman saya dari ujung ke ujung yang juga selalu menemani saya dengan berjuta kebaikan mereka. Ah, saya selalu bilang dan kerap mengatakan berulang-ulang kalau rezeki terbesar saya selama ngeblog adalah teman yang banyak.

Maka nikmat Tuhan yang mana lagi yang aku dustakan?

6 komentar:

  1. setiap perjalanan selalu membawa kenangan dan pengalaman indah ya Mbak... Nice post Mbak...

    BalasHapus
  2. HoOh, berkah ngeblog siki maring ngendi bae ora bingung. Nek maring Banjarnegara ya tak gratisi Dawet. Wkwkwkw
    Sekrang sudah sampai mana, Kanaz?

    Selamat menjalankan ibadah puasa ramadhan ya, Ka. Semoga kita semua tergolong orang yang bertaqwa.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak, Idah :)

      Alhamdulilah sudah sampai rumah :)

      Hapus
  3. berkunjung kemari sambil ngabuburit, ditunggu kunjungan baliknya. barangkali ada yang bermanfaat untuk putra putrinya

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P