Hari Koperasi Nasional

Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) jatuh pada tanggal 12 Juli. Ini saya ketahui setelah bulan lalu berkunjung ke beberapa koperasi seperti pada postingan saya yangs ebelum-sebelumnya. Dari situ, saya penasaran dengan dunia perkoperasian di Indonesia. Tahun ini, pelaksanaan Harkopnas akan dilakukan di Medan pada 16 Juli 2014. Awalnya, akan dilaksanakan pada 6 Juli 2014. Tapi berhubung berdekatan dengan pelaksanaan pemilu akhirnya diubah menjadi tanggal 16. Lagi-lagi, informasi ini saya dapatkan setelah googling sejak penasaran mengenai perkabaran dunia kperasi Indonesia.

Harkopnas tahun ini adalah yang ke 67. Pada 12 Juli 1947 gerakan koperasi di Indonesia, yang merupakan gabungan dari koperasi pribumi di seluruh Indonesia yang sudah menjamur sejak zaman kemerdekaan dan Jepang, mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Dalam kongres yang sama ditetapkan  berdirinya Sentral Organisasi Koperasi Seluruh Indonesia (SOKRI) baru enam tahun kemudian pada kongres kedua bertempat di Bandung pafa tahun 1953 diubah menjadi Dakopin. Sejak saat itulah tanggal 12 Juli ditetapkan sebagai Hari Koperasi yang diperingati setiap tahun sampai sekarang.

Bapak Koperasi Indonesia

Berbicara koperasi, tak lepas dari salah satu tokoh Bapak koperasi Indonesia, Bung Hatta. Muhammad Hatta yang dilahirkan di Bukittinggi pada 12 Agustus 1902 merupakan tokoh yang gencar membicarakan koperasi pada masanya. Sejak duduk di MULO kota Padang Bung Hatta sudag banyak aktif di beberapa pergerakan. Keterlibatannya sebagai bendahara di Jong Sumateranen Bond menyadarkannya bahwa betapa pentingnya uang bagi kemajuan organisasinya. 

Tahun 1921 Bung Hatta datang ke Belanda untuk belajar di Handels High School di Rotterdam. Bung Hatta lulus dalam ujian handels economie (Ekonomi Perdagangan) pada tahun 1923. Mengikuti sejarah perjalanan hidup Bung Hatta, tentunya saya dibuat ternganga. Segudang kegiatannya di Belanda menjadikannya ia terpilih sebagai Perhimpunan Indonesia (PI) yang menolak bekerja sama dengan Belanda. 

Tanggal 12 Juli 1951, Bung Hatta mengucapkan pidato radio untuk menyambut Hari Koperasi di Indonesia. Karena besamya aktivitas Bung Hatta dalam gerakan koperasi, maka pada tanggal 17 Juli 1953 dia diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi Indonesia di Bandung. Pikiran-pikiran Bung Hatta mengenai koperasi antara lain dituangkan dalam bukunya yang berjudul Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun (1971).

Ada beberapa tokoh yang layak dikategorikan sebagai tokoh-tokoh koperasi Indonesia sejak lahirnya bapak koperasi "Bung Hatta". Mereka diantaranya :
  1.  Agus Sudono : Agus sudono yang dibesarkan di lingkungan Kopkar (koperasi karyawan) sehingga ia tahu suka dukanya di dalam lingkungan tersebut sehingga ia terdorong untuk mendirikan Inkopkar (Induk Koperasi Karyawan) pada tahun 1986.
  2.  Dr. Ir.H Beddu Amang : Sosok abdi koperasi yang selalu haus ilmu. Ia bahkan mengejar dan menuntaskan gelar doktornya dikala ia dipanggil untuk mengabdi kepada Koperasi.
  3.  Dr. H Daman Danuwidjaja : Keberhasilanya membangun koperasi susu dari tingkat kabupaten hingga menjadi ketua umum GKSI menjadikan hal kenapa ia patut dimasukkan dalam 10 tokoh koperasi Indonesia.
  4.  Eddiwan : Dikenal salah satunya sebagai bapak koperasi Perikanan Indonesia. Juga mencuat karena perannya sebagai ketua umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) 1980-1983.
  5.  J K Lumunon : Ketua umum kerjasama pengembangan Koperasi Dekopin.
  6.  Ir Muhammad Iqbal : Mantan Ketua Umum Mahasiswa ITB Bandung yang menjadi ketua umum Koperasi Indonesia (Kopindo).
  7.  Mubha Kahar Muang, SE : Wanita kelahiran makassar yang menjadikan aktivitas organisasi sebagai bagian hidupnya. Dedikasinya kepada Kosti Jaya (Koperasi Supir Taksi Jakarta Raya) menjadikan ia masuk dalam kategori ini.
  8.  Muchtar Mandala : Tercatat pernah menjadi direktur utama Bank Bukopin sejak 17 juli 1989.
  9.  Prof Dr Sri Edi Swasono : Menantu bapak koperasi Indonesia yang malang melintang di dunia perkoperasiaan Indonesia.
  10.  Sutrisno Hadi : Jebolan FE UI yang malang melintang di PERURI.


Disalin dari berbagai sumber. dari sini, sini dan sini  

Pada tahun 1953 Bung Hatta, pernah dibuang ke Tanah Merah Boven Dgoel Papua. Dibuangnya Bung Hatta ke sana tak menyurutkan beliau untuk tetap menulis. Berpeti-peti buku ia bawa dari Jakarta sebagai bekal bacaan juga bekal berbagi ilmu pengetahuan dengan teman-temannya di pembuangan.

9 komentar:

  1. Semoga koperasi Indonesia semakin maju ya, mba.

    BalasHapus
  2. Sepwrtinya mbk anaz mencontoh bung hatta ya..suka bawa berkardus2 buku untuk dibagikan :)

    BalasHapus
  3. Hihi serasa diingatkan tentang masa-msa kejayaan koperasi. Nice artikel mbak :)

    BalasHapus
  4. Oh ya ya baru ingat nih. Kalau hari ini tanggal 12 Juli adalah Hari Koperasi. Kok saya lupa ya, padahal hampir setiap awal bulan saya kasbon di Koperasi kantor, Seharus saya malu karena sering pinjam ke koperasi, tapi lupa hari jadi Koperasi

    BalasHapus
  5. jangan sampe deh koperasi hilang dari Indonesia

    BalasHapus
  6. Koperasi harus tetap jalan, banyak yang membutuhkannya!

    BalasHapus
  7. Ada Hari Koperasi Nasional di Indonesia ya? Tahniah dan semoga gembira menyambut hari tersebut. Election di Indonesia sudah ada keputusannya?

    BalasHapus
  8. Artikel ini bikin saya inget pas jaman SMA pernah mendadak disuruh ngewakilin sekolah ikut lomba koperasi, padahal waktu itu materi koperasi cm pernah diajarkan satu bab di kelas. Alhasil lumayan keliyengan deh ngebut ngapalin materinya selama sebulan full, dari yg awalnya nggak tau apa2 jadi tau A-Z tentang koperasi :D tapi koq sekarang udah pada lupa lagi yaa? hahaha, efek menghafal kilat :P

    Salam kenal yaa mbak ;)

    BalasHapus
  9. artikelnya bermanfaat sekali mbak,semoga koperasi terus jaya jangan sampai hilang

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P