Jom Jelajah Koperasi Kelantan


Senin, 23 Juni 2014 lalu ketika saya sedang berada di Jogjakarta sebuah email masuk dengan subjek Jemputan Media Ihya Ramadhan Jom Jelajah Koperasi (JJK) Kelantan. Dahi saya berkerut, sedikit bingung tentunya membaca email tersebut. "Berkunjung ke koperasi?" pikir saya. Undangan tersebut dari Gaya Travel Magazine, yang bulan April lalu juga mengundang saya ke Terengganu. Kali ini, Gaya Travel bekerja sama dengan Suruhanjaya Koperasi Malaysia (SKM). Program ini adalah untuk mengenalkan juga mempromosikan produk-produk di bawah binaan SKM juga untuk mempromosikan industri kecil dan menengah.

Bersempena dengan Bulan Ramadhan yang bakal menjelma, program ini juga memberi peluang kepada para media merasai dan mengalami sendiri aktiviti berkumpul dan bergotong royong menyediakan gulai kawah dalam acara istimewa yang dipanggil “Kenduri Rakyat”. 

Kalimat gotong royong dan kenduri rakyatnya membuat saya tertarik ingin melihat lebih dekat kegiatannya. Dalam email juga disebutkan itinerari apa saja yang akan dilakukan selama tiga hari. Dan yang membuat saya nervous adalah pendeknya waktu yang diberikan untuk berpikir, Sila hantar jawapan penyertaan anda untuk mengikuti program “Ihya Ramadhan, Jom Jelajah Koperasi Negeri Kelantan, beserta maklumat peribadi seperti dibawah sebelum 23hb Jun 2014, sebelum 4 petang. Ya, hanya beberapa jam. Sementara passport saya berada di Pamulang dan saat itu saya jauh beribu batu di Jogja. Tapi saya mengiyakan undangan tersebut. 

Alhamdulilah, setelah singgah dulu di Semarang dan menginap satu malam, Selasa 24 Juni saya pulang ke Serang. Rabu pagi, diantar oleh kakak saya menuju ke Pamulang untuk mengambil passport, kemudian langsung berangkat ke Bandara Soekarno-Hatta. Tiket pulang pergi sudah dikirim oleh Anas Abas melalui email. Hampir jam 3 sore waktu Indonesia, pesawat yang saya naiki baru lepas landas. Tak sama seperti jadwal yang seharusnya pukul 14.10 -_-. Alhamdulilah jam enam sore lewat waktu Malaysia, akhirnya saya mendarat juga di bandara Kuala Lumpur International Air Port 2 (KLIA 2) dengan selamat, tapi membuat saya cukup pening kepala mencari-cari di mana letak bus dan erl. Maklum, itu kali pertama saya mendarat di KLIA 2 setelah sebelum-sebelumnya kalau naik Air Asia mendarat di Low Cost Carier Terminal (LCCT). Kalau rajin nanti saya tulis lain mengenai KLIA 2 :D


Bingung berada di bandara baru KLIA 2

Menuju KL Sentral, saya menaiki bus. Menurut instruksi Anas Abas di whatsapp sehari sebelumnya, dari KL Sentral saya bisa naik monorail dan turun di stasiun Bukit Nenas. Saya ingat, kalau naik monorail dari KL Sentral itu jalannya lumayan jauh. 

Sampai di KL Sentral jam 20.00. Saya singgah di mushola KL Sentral untuk menunaikan shalat maghrib dan isya. Selesai shalat, saya menyempatkan diri mencari makanan karena belum makan sejak tengah hari. Singgah di  salah satu kedai makan yang ada di KL Sentral, saya hanya memesan secawan teh manis karena sudah tidak ada lagi makanan. Selain itu, saya juga mencoba menghubungkan hape dengan wifi gratisan yang ada di KL Sentral untuk mengabarkan kepada Anas kalau saya sudah sampai di KL Sentral dan menuju Bukit Nenas. Memburu waktu, saya cepat-cepat meninggalkan kedai menuju monorail. Kalau sebelumnya di KLIA 2 pangling, kali ini di KL Sentral pun sama karena sudah banyak perubahan. Bertanya ke beberapa orang untuk menuju ke monorail. 

Dulu belum ada tangga jalan di situ. Eh, terakhir ke situ perasaan bulan Maret lalu deh :D kayaknya gegara nggak tengok kanan kiri inih :)))))


Jalur tersebut, memudahkan saya menemukan stasiun monorail. Meski saya ragu dan beberapa kali bertanya, akhirnya sampai juga :)

Sampai di Bukit Nenas sudah pukul sembilan malam lebih. Turun dari monorail saya bingung, ke mana arah yang akan dituju. Tapi nekat keluar. Dan setelah saya turun ke jalan, saya sontak bingung melihat perempatan jalan! Hyak Ampun!! akhirnya,  dengan nekatnya saya pinjam hape petugas buat kontak Anas :D dan alhamdulilah, sebelum saya menghubungi Anas dia menjemput saya di stasiun alhamdulilah....

Sudah jam sembilan malam lebih, kami berjalan tidak begitu jauh dari stasiun Bukit Nenas menuju bus yang sudah siap berangkat menuju ke Kelantan... To be continue...

7 komentar:

  1. Pertamanya. Nah kk Anaz yg sudah sering ke sana aja pangling apalagi saya? :D *emang lu brapa kali ke sana, Teh?* haghaghag. Ditunggu kisah intinya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kisah intinya Kak Tuteh mau ke sini lagi, gak? :D :P

      Hapus
  2. Mbak anaaaazz sering banget dapat undangan dari malaysia, mau dong diajak #hallah enggak punya pasport juga :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sering? Baru 3 kaliiiiii :/

      Ayok bikin passporttttt!! :) ^_^

      Hapus
  3. Mbok yo sekali-kali aku di jak to jalan2 gratis :P

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heuheuheu....
      Kuasa gratis bukan ada di tangan saya :D

      Hapus
  4. haha nasib baik ada org angkat
    sebab malam malam jln seorang diri lagi tempat tu u tak familiar
    lagi rasa takut...
    tapikan hari tu i juga lewat sikit....hahaaha
    keluar 30 minit sbl 9pm....ahhahahaha
    MY-Emily

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P