Rumah Buku Cilegon dan Piknik Buku

Koleksi buku pribadi Kak Magda. Awal-awal saya kenal Kak Magda belum begitu banyak buku cerita anak. Sekarang koleksinya udah banyak. Keren pisan, eui! :)


Rumah Buku Cilegon (RBC) dan Piknik Buku adalah dua kalimat yang tak bisa dipisahkan. RBC merupakan sebuah perpustakaan milik pribadi, tepatnya perpustakaan milik Kak Magda dengan koleksi buku-bukunya. Kak Magda hobi membaca. Selain hobi membaca, Kak Magda juga hobi membeli buku. Dari koleksi bukunya yang banyak tersebut ia berinisiatif untuk mengajak orang lain membaca. Atas ide Kak Arum, akhirnya lahirlah Piknik Buku. Eh, lengkapnya mengenai Piknik Buku saya pernah menuliskannya di sini :)

14 September kemarin, saya kembali mengikuti Piknik Buku bersama dengan Aty, Ijal, Haqi dan tentu saja Kak Magda, founder RBC. Hari Sabtunya, melalui whatsapp saya bertanya dengan Kak Magda, apakah ia mau berkunjung ke dua tempat, pagi di Kramatwatu, siangnya ke Gerem. Dan dengan senang hati, Kak Magda mengiyakan ajakan ini, Jam 10 pagi, Kak Magda sampai di rumah Kramat. Seperti biasanya, setelah sampai Kak Magda akan menggelar buku-bukunya, menunggu anak-anak datang untuk membaca buku. Di Kramat sendiri, ini untuk pertama kalinya diadakan. Faiza, keponakan saya dengan semangatnya menjemput kawan-kawan di sekitar rumahnya. Biasanya, selain sesi membaca buku masing-masing, Kak Magda juga akan membacakan buku untuk anak-anak. Dan ini, saya juga ikut belajar dari Kak Magda.

Siangnya, setelah makan siang dan shalat dhuhur kami menuju ke Gerem. Saya dan Aty ikut dengan Kak Magda, Ijal mengendarai sepeda motornya sementara Haqi pulang ke rumah karena dia baru pulang kerja.

Untuk ke Gerem, ini untuk yang kedua kalinya Piknik Buku ke sana. tempatnya sama, ke rumah sahabat saya. Seperti biasa, Sumi, sahabat saya selalu menyambut dengan suka cita kedatangan kami. Ia sudah mengumpulkan beberapa anak kecil di rumahnya, tapi ketika kami datang mereka sudah berkeliaran ke mana-mana.  Dipanggilnya mereka dengan suara lantang ketika kami sudah datang. Tak lebih dari 10 anak mendekat ke bawah pohon mangga. Dua dipan bambu sudah disiapkan oleh Sumi. Dengan cekatan, Aty dan Kak Magda langsung menyusun buku di atas dipan bambu. Sumi sibuk menghidangkan air dan cemilan untuk kami. Anak-anak pun mulai memilih buku, meraihnya dan mengambil tempat yang nyaman untuk membaca.

Yang hadir memang tak banyak, tapi ada salah satu anak yang dia memang gemar membaca. Alfiya Nur fatimah, dipanggilnya Fia. Dia duduk di kelas 6 Sekolah Dasar (SD), konon ia kerap ranking 1 di kelasnya. Sumilah yang bercerita mengenai Fia. Kali itu, tak hanya Kak Magda yang membacakan cerita untuk mereka, tapi juga Fia yang bersedia membacakan cerita untuk teman-temannya. Fia, menghabiskan beberapa buku cerita sebelum ia membacakan cerita untuk yang lainnya.

Setelah adzan ashar berkumandang, Sumi menyuruh kami bergegas membereskan buku, mengalihkannya ke dipan bambu sebelahnya dan menggantinya dengan meletakan hidangan. Nasi, lengkap dengan lauk pauk sayur asam, tempe goreng, tahu goreng, ikan goreng juga sambal. Awalnya kami malu-malu mengambil makanan. Tapi setelah mencobanya sedikit, barulah kami makan dengan lahapnya. Kecuali Aty :)

Piknik Buku kemarin adalah yang paling seru. Selain jalanannya yang memang medannya sulit, tak lupa adalah jamuan makannya ^_^ terima kasih banyak, Sumi dan adik-adik di Gerem.

Spesial terima kasih adalah untuk Kak Magda pemilik dan pengelola Rumah Buku Cilegon. Yang mau membagi waktu rehatnya buat kluyuran membawa buku. Padahal, ia bekerja dari hari Senin sampai Sabtu. Pun dengan waktu pulang bukan petang. Karena terkadang ia pulang sudah pukul 11 malam. Tengkyuh, Kak. Selalu ada hal baru dalam setiap perjalanan, tak mengira perjalanan itu dekat atau jauh. Kak Magda istimewa, dengan kelebihan yang ada Kak Magda mau mengajak mereka untuk membaca. Masih terngiang kalimat Kak Magda, "Betapa gembiranya, ketika buku yang saya bawa dipegang dan dibaca oleh mereka, orang-orang yang tak saya kenal," :)

Selalu ada cara Pemilik Semesta menemukan kita ^_^

Kak Arum, thanks juga atas ide kerennya. Ketika Kak Magda merasa kehilanganmu di Piknik Buku, setidaknya ketika Piknik Kak Magda mungkin akan selalu mengingatmu :) ayo, kapan ikutan piknik lagi, Kak? :)

Kak Magda sedang menunjukan peta Makassar

Alfiya Nur fatimah, dipanggilnya Fia

Yang dibaca Kak Magda ada buku saiya! :D #NorakNorakBergembira :D

Meski salah satu dari mereka belum pandai membaca, tapi mereka tetep semangat memegang dan melihat bukunya :)




33 komentar:

  1. Kereeennn bingit :D

    Mbak Anas sekrang nulis buku anak2?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya masih konsentrasi nulis buku catatan hutang -_-

      Hapus
  2. Lama gak ke sini, blognya makin keren nih, pakai domain sendiri ya mbak? :D

    BalasHapus
  3. Beruntungnya dirimu, bisa jalan kemana-mana..dapat banyak teman, banyak pengalaman..

    BalasHapus
  4. hemmm..keren banget mbk,sukses ya untuk setiap langkahnya dengan buku^^

    BalasHapus
  5. anaaaz hebaat..kereen nya pake bingits..

    sukses yaa
    hadoh itu seru bangeud bacanya di bawah pepohonan ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena Anaz bertemannya dengan orang2 hebat dan keren, Teh Nchie :)

      Hapus
  6. Bener nih, cara Kak Magda ini keren sekali. Kapan ya daku sanggup begitu?

    BalasHapus
  7. Semangat dan istiqomah, Naz. Aku Suport! *kagum ga abes-abeees*

    BalasHapus
  8. Kak Magda inspiratif.
    Yang di bawah pohon ... kesannya bisa buat ngadem untuk me time ya

    BalasHapus
  9. koleksi bukunya bikin ngiler....salam kenal buat kak magda

    BalasHapus
  10. singgah kemari sambil menyimak saja ^_^, salam perkenalan ya. bila ada waktu mampir ketempat saya ya ^_^

    BalasHapus
  11. Suatu saat nanti, saya akan memiliki rumah baca, Kak. Doakan, ya. :)

    Btw, saya baru goreng tempe, sayur bening, plus sambel. Yuuuk makan. :D

    BalasHapus
  12. Dulu saya ada keinginan buat perpus buku, ruma buku dan semacamnya, tapi belakangan ini rencana berubah, gara-gara pergeseran budaya membaca masyarakat yang lebih dominan melalui media elektronik. Meski sebenernya membaca konten sambil pegang bukunya secara fisik itu punya sensasi tersendiri, tapi masih tetep berusaha memadamkan impian buat bikin rumah buku, huhuhu..

    BalasHapus
  13. kereeen...semoga rumah bukunya semakin ramekoleksinya ya mba :D

    BalasHapus
  14. Koleksi bukunya bnyak bget. bkin ngiler ja

    BalasHapus
  15. Halo, salam kenal!
    Aku baru tinggal di Cilegon sekitar 3 bulan, saya seorang blogger buku dan sedang mencari kegiatan yang berhubungan dengan buku. Boleh tahu apa Rumah Buku Cilegon ini dibuka untuk umum? Terus apa kegiatan Piknik Buku juga bisa saya ikuti?

    review-siro.blogspot.com

    BalasHapus
  16. Halo, salam kenal!
    Aku baru tinggal di Cilegon sekitar 3 bulan, saya seorang blogger buku dan sedang mencari kegiatan yang berhubungan dengan buku. Boleh tahu apa Rumah Buku Cilegon ini dibuka untuk umum? Terus apa kegiatan Piknik Buku juga bisa saya ikuti?

    review-siro.blogspot.com

    BalasHapus
  17. Cita-cita nanti punya perpustakaan sendiri di rumah.
    Rasanya menenangkan saat membaca buku.

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P