Kampung Sarjana

Kampung Sarjana, saya mengenal komunitas ini sejak bulan Juni tahun lalu. Berawal dari share salah satu teman di group whatsapp yang mengabarkan kalau Kampung Sarjana sedang mencari volunteer untuk kegiatan mereka. Maka mendaftarlah saya pada nomor hape yang tertera. Setelah pendaftaran, katanya akan ada sesi wawancara via whatsapp. Waktu wawancara, saya sedang berada di jalan menuju pulang ke kampung halaman. Dan alhamdulilah, saya diterima. Tapi sayang, saat kegiatan Kampung Sarjana (KS) berlangsung, saya masih berada di Jateng. Dan batalah saya untuk ikut serta.

Meski tidak bisa mengikuti kegiatan mereka, saya tetap dimasukan ke group whatsapp volunteer KS, jadi saya selalu up date kegiatan-kegiatan mereka. Termasuk ketika pada suatu hari Tatia mengabarkan kalau akan ada kegiatan pada bulan Desember apakah ada yang bisa ikutan. Saya langsung membalas cepat-cepat kalau ingin ikut. Meski tetap ada sesi wawancara via whatsapp, akhirnya saya kembali terpilih sebagai salah satu volunteer KS untuk acara Festival Kampung Sarjana yang dilaksanakan pada 26-28 Desember tahun lalu. 

Tepat 26 Desember, saya menuju kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) karena meeting pointnya di sana. Sebelum berangkat ke UNJ, saya ingat kalau malam sebelumnya, kak Lystia meminta kami membawa persediaan bekal makan malam dan membawa air mineral. Tapi saya ini ndableg, berbekal makan pagi sepiring mie instan goreng, saya tidak membawa apa pun yang dipesankan. Saya pikir, sebelum berangkat bisa makan siang dulu di mana, jadi bisa sekalian beli. Rupanya, sampai di UNJ setelah shalat dhuhur dijamak dengan ashar kami langsung berangkat :/. Menaiki tronton, teman2 dari KS dan volunteernya berangkat menuju Cibuyutan.

Di dalam tronton :)


Belum sampai di perbatasan Cibuyutan, hujan deras sudah menyapa kami. Ventilasi tronton langsung ditutup rapat-rapat. Ini beneran bikin kami kepanasan dan saya sendiri hampir muntah. Ditambah perut kosong belum makan siang :D sampai di Desa Sukarasa, hujan masih deras. Dan kesimpulannya, kami naik ke kampung Cibuyutan esok harinya. Teman-teman cowok menurunkan barang bawaan dari tronton dipindah ke mushola, sementara kami yang cewek membantu ala kadarnya. Malam itu, kami menginap di pondoknya pak haji Apang. Sementara teman-teman lelaki tidur di mushola.

Karena bukan saya saja yang nggak bawa makanan, teman-teman dari KS inisiatif mencari makanan. Beberapa dari kami pesannya kalau bisa nasi, karena perut belum terjamah nasi sejak pagi (itu kalau saya):D tapi namanya di kampung, bukan hal mudah mencari makanan, apalagi nasi berlauk. Teman-teman KS dapatnya baso. Alhamdulilah, perut masih terganjal dengan makanan. Setelah makan-makan, diadakan sesi ramah tamah dan persiapan acara esok hari dan menjelang pukul sembilan malam kami berehat untuk persiapan esok pagi.

Makan-makan :)

Ngobrol-ngobrol :)


Esoknya, kami bangun sebelum pukul empat pagi. Ini dikarenakan malam sebelumnya Kak Ikhsan berpesan kalau naik ke Cibuyutan selepas shalat subuh :) dan benar-benar selesai shalat subuh kami berangkat. Beriringan, satu demi satu kami mulai berangkat menuju kampung Cibuyutan yang konon katanya ditempuh jalan kaki selama dua jam. Hari masih gelap. Saya tidak membawa senter, pandai-pandailah kaki ini menjejak bumi. Jalan bebatuan tanpa aspal terbentang di depan.

Hari mulai terang




Malam mulai beranjak pergi. Perlahan tirai gelapnya berubah benderang menuju pagi. Tak ada sinar matahari. Sisa hujan semalam masih membekas dengan genangan air di sana sini. Belum setengah perjalanan, hari mulai cerah. Ya, ini baru permulaan. Satu sama lain saling menyusul dan menyemangati. Sesekali berbincang dengan beberapa teman.Semakin terang hari, semakin banyak lalu lalang warga yang akan menuju ke sawah. Susul menyusul. Tentunya, rombongan kami selalu terlewat oleh warga setempat.

"Bade ka Cibuyutan, Neng? Masih jauh Cibuyutan, teh," nggak ibu-ibu atau bapak-bapak yang kami tegur, pasti akan menjawab serupa. Sepertinya, mereka sudah hapal kami akan menuju ke mana.

"Ibu mau ke mana?" seorang Ibu, kira-kira berumur 50 tahun berjalan di belakang saya.

"Mau ke sawah, Neng. Neng bade ka Cibuyutan?"  ramah sekali ibu ini menjawab. Setiap pertanyaan yang saya lontarkan ia jawab ramah dengan bahasa sunda. Beruntungnya, sedikit demi sedikit saya paham :D dan Ibu ini pun paham bahasa Indonesia.

"Sawah Ibu di mana?"

"Masih jauh, Neng. Dari Cibuyutan naik lagi ke atas,"

"Jauh amat, Bu. Ibu tiap hari ke sawah?"

"Iya, atuh, Neng. Tiap hari ke sawah, bolak-balik pagi dan sore," tanpa terlihat lelah sedikitpun ibu ini selalu menjawab pertanyaan saya. Isk, jadi malu sendiri :D. Masak kalah sama orang tua. Pas lihat Restya terkapar duduk dipinggir jalan bisa langsung dicengin dong!

"Masak kalah sama orang tua!" padahal saya juga :))))

"Iyah, nih, Kak Anaz. Kita udah disalip banyak orang," Restya menjawab dengan wajah memelas kelelahan. padahal, ini belum setengah jalan!:)))))

Ibu-ibu ini hebat! sawahnya itu ada di balik gunung yang terlihat kecil itu

Belum setengah jalan ini. Ayok, semangat, Restya dan Kak Dewi! ^_^

Bersambung nanti edisi sampai Cibuyutannya :)



17 komentar:

  1. Kunjungan dinihari. Heihiehieh baca baca dulu ah

    BalasHapus
  2. wah menarik nih Kampung Sarjana, cuma tujuannya apa yah?
    kereen!

    BalasHapus
  3. Namanya unik ya mbaak, kampung sarjana, aku malah baru tahu dr blog mba Anaz :)

    BalasHapus
  4. Waaa harusnya pakek peralatan naik gunung mba anaz, biar nyaman. :)

    BalasHapus
  5. kampung sarjana,baru denger hehe....napa bersambung sih ceritanya??? :(

    BalasHapus
  6. Asyik ya jalananya. Pasti kamu ngos2an yo, mbak? :D

    Baru tahu ada event ini. :)

    BalasHapus
  7. wah, kayaknya asyik nih mbak. tapi, kampung sarjana ini program apa ya?

    BalasHapus
  8. Ternyata ya ada yang Kampung Sarjana. Asyik ya mbak naik tronton

    BalasHapus
  9. kampung sarjana wah seru ni kelihatannya kampung sarjana ini bisa siapa saja boleh iikut atau hanya khusus mahasiswa saja ?

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P