PIN 2014 Masih Hari Pertama



Masih melanjutkan tulisan mengenai PIN 214

Dengan tema Sejuta Kisah Di Balik Karya, ke 12 pemenang PIN ketika bertemu untuk pertama kalinya berkisah mengenai aktivitas mereka di balik semua kegiatan yang dilakoninya. 6 perempuan pilihan editor dengan masing-masing kategori yang sama menceritakan perjalanannya. Owh ya, hampir lupa, sebelum sesi bercerita dan memperkenalkan diri, kami sebelumnya melakukan pengambilan video satu demi satu yang akan ditayangkan saat malam penganugerahan. Saya, kayak biasa hasilnya jelek. Kelihatan grogi dan takut kamera. Emang takut kamera :D.

Mbak Ninda Nindiani, perempuan yang tinggal di Jogja ini dulu konon adalah seorang pemalu. Tapi, siapa sangka sekarang Mbak Ninda menjadi seorang Master Of Ceremonies (MC) sudah dua puluh tahun Mbak Ninda menggeluti profesi ini. Skalanya bukan lagi nasional, tapi internasional. Mbak Ninda, juga memiliki klub pelatihan public speaking. Mbak Ninda, merupakan pilihan editor kategori pendidikan.

Dokter Luh Putu Upasari. Kategori perempuan dan kesehatan pilihan editor ini bukan sembarang Dokter. Kalau selama ini mindset kita terbentuk bahwa seorang dokter hanya mengejar setoran demi mengejar target, maka Dokter Luh meruntuhkan paradigma tersebut. Cita-cita menjadi Dokter sejak kecil karena ibunya sakit, membuat Dokter Luh Putu Upasari lebih peka kepada sesama. Dokter Luh, membuka prakter di pasar dan sasaran pasiennya adalah para perempuan-perempuan di pasar.

Mbak Tatiek Kancaniati, kategori perempuan dan usaha pilihan editor ini berasal dari Bogor. Beliau berhasil memberdayakan warga dengan kampung wisata. Dengan usaha home made industri, Mbak tatiek berhasil menyatukan Usaha Kecil Menengah (UKM) di desanya. Tepatnya di Desa Tegalwaru, Ciampea, Bogor. Kerja kerasnya membuahkan hasil, Desa Tegalwaru semakin dikenal orang. Promosi yang dilakukan Mbak tatiek tak melulu di dunia nyata, tapi juga melalui dunia maya dengan menggunakan media sosial.

Segan, itulah pertama kali yang saya rasakan ketika menyalami Ibu Zulminarni. Sebagai pejuang martabat perempuan kepala keluarga, membuat hati kecil saya kerap bertanya-tanya. Apa yang dilakukan oleh beliau dan apa yang melatar belakangi beliau mengerjakan ini semua? Ibu Zulminarni, perempuan berusia 52 tahun ini merupakan pendiri Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) dari lembaga yang didirikan ini beliau sudah banyak membantu ribuan janda di nusantara. Meski bukan alumni dari pendidikan sosial, tapi Sarjana Institut Pertanian Bogor ini mampu merangkul para perempuan kepala rumah tangga dengan berbagai cara. Bukan perjalanan mudah, menjadikan PEKKA sampai sebesar saat ini. Ibu Zulminarni, terpilih sebagai perempuan dan sosial pilihan editor.

Kategori perempuan dan tekhnologi pilihan editor adalah Mbak Fenny Martha. Sejak tahu saya terpilih sebagai salah satu pemenang kategori perempuan dan tekhnologi, saya penasaran dengan sosok pilihan editor ini. Siapakah beliau? Dan inilah yang saya daoatkan di google! Assistant Professor in Molecular Biology
Institut Teknologi Bandung
2006
Doctorate (Science)
The University of Melbourne
2004
Master (Biology)
Institut Teknologi Bandung
1998
Bachelor (Biology)
Institut Teknologi Bandung
1995
  Wow! Surprise! Dijuluki banana lady, beliau adalah seorang peneliti pisang. Seneng dan bangga bisa mengenal beliau :)

Terakhir adalah kategori perempuan dan lingkungan pilihan editor. Maria Loretha, atau Mama Loretha saya memanggilnya. Sejak melihat fotonya di majalah nova, ingin sekali saya mengenal beliau lebih dekat. Entahlah, seperti sudah ada ikatan emosional yang terjalin. Dan saat pertama kali ketemu di Surabaya, beliau langsung nodong saya dengan mengacung-acungkan tangan :D "Anazkia, elu blogger. Lu keren!" dan bla... bla... :D eh, beliau ini ratu sorgum, yang memperjuangkan tanaman sorgum di NTT dan mempopulerkan sorgum sebagai bahan pokok makanan pengganti beras di NTT. Lah selama ini, kan, pola makan kita sudah terbentuk bahwa nasi adalah makanan pokok utama. Tapi bagaimana dengan yang di daerah-daerah pegunungan? Di sinilah Mama Loretha begelut menanam sorgum.

Eh, ini saya cerita-cerita para pemenang aja, ya? Perempuan-perempuan hebat yang luar biasa ^_^ dan saya bahagia bisa ada di antara mereka. Terima kasih banyak, Mbak Ety yang sudah mencalonkan saya :)

Bersambung lagi. Ini tulisan dari kapan hari baru selesai aja :/

Perempuan Inspiratif Nova 2014

PIN 2014 Hari Pertama 



0 komentar:

Poskan Komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P