Saat Kereta Ekonomi Tak Ada Lagi Subsidi



Awal tahun 2015, pemerintah menghilangkan subsidi kereta ekonomi jarak jauh. Penghilangan subsidi  kereta ekonomi jarak jauh ini konon akan dialihkan untuk subsidi kereta api lokal. Menurut Joice Hutajulu Direktorat Jendral Perkeretaapian Kementrian Perhubungan, kenaikan ini sudah direncanakan sejak lama. Dan bentuk pengalihan subsidi lokal ini nantinya bukan pada murahnya tarif kereta api lokal, tapi lebih kepada prasarana kereta api. Kereta api  lokal yang nantinya akan mendapat subsidi adalah, KRL (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Prameks (Kutoarjo-Solo), Madiun-Jaya (Madiun-Solo), KRD Bandung Raya (Cicalengka-Padalarang) dan KRD Babat (Surabaya-Babat) sumber tempo. 

Akhir tahun 2014, saya sudah menyusun beberapa agenda keluar kota untuk acaranya Hibah Buku. Tapi saya jadi ragu-ragu ketika melihat harga tiket yang melonjak hampir 200%. Biasanya, kalau kami (bersama dengan teman-teman Hibah Buku) keluar kota dengan jarak yang jauh, kami akan naik kereta ekonomi, Matarmaja atau Brantas dengan harga tiket berkisar  Rp. 55.000-Rp. 65.000. Sekarang, harga tiket Matarmaja dan Brantas berkisar antara Rp. 120.000-Rp. 170.000 hampir 200% dari harga sebelumnya.

Awalnya saya optimis dengan harga tiket segitu masih bisa pergi ke luar kota (sudah berencana ke Malang dan Banyumas) Tapi dipikir-pikir lagi, saya malah pesimis :D. Sabtu kemarin, saya bertemu dengan kak Aip, Ijal dan Aty. Membicarakan tentang agenda ke luar kota, masing-masing dari kami berpendapat dan menghitung baik buruknya. Kesimpulannya, kami keberatan dengan biaya tiket. Bukan asal keberatan tentu saja, tapi lebih dihitung kepada keperluan dan untung ruginya. Dengan hitung-hitungan berapa orang yang akan pergi, kami menghitung nominal uang. Kalau yang pergi 10 orang dengan naik kereta api Brantas, maka uang yang akan dikeluarkan adalah Rp. 2.400.000. Pengeluaran lebih banyak dari tahun sebelumnya. Untuk transportasi ketika keluar kota, kami selalu menggunakan uang sendiri (masing-masing). Kami berpikir, alokasi uang tiket lebih baik disisihkan untuk membeli buku tambahan ke Malang dan daerah lainnya. Yah, meski resikonya, kami tidak bisa langsung bertemu dengan mereka, teman-teman di Malang. Dan kami masih berharap, akan ada lagi subsidi untuk kereta ekonomi. 

Mau ke mana, sih, di Malangnya? Rencananya kami ingin berkunjung ke Gubuk Baca Lentera Negeri di Jabung. Tapi meski kami tidak ke sana, Insya Allah kami akan tetap mengumpulkan buku-bukunya. 


Up date terbaru, alhamdulilah Kereta Ekonomi Kembali Ada Subsidi :)

36 komentar:

  1. Semoga terealisasi misi ke Malangnya mb, sy g pernah naik kereta-dan kalau diliat ngeri juga harga tiket KA skrg hnmm.. Fasilitasny tu yg smcm ky tmpat dduk dibagusin atau ditambahin aksesori gtu kh mbak d dlm KAnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau kata berita gitu, Mbak. termasuk seringnya kereta yang datang dan pergi. Wallahua'lam.

      Hapus
  2. Bikin sengsara org ya mbak naik harga tiket ini, semuanya jadi mahal, kasian nanti mereka yg rame2 mudik lebaran. Krn harga tiket akan naik lg blm ongkos2 yg lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups. Konon, bulan Maret nanti akan ada lagi subsidi. Entahlah... :?

      Hapus
  3. galau juga nih,subsidi dihapus huhuuhuhu....sedih banget rasanya

    BalasHapus
  4. Sayang sekali ya, Kereta Ekonomi yang menjadi andalan saya untuk pulang kampung juga melonjak tinggi harganya, saya juga jadi mikir2 untuk sekedar pulang kampung, semoga ada kebijakan baru lagi untuk merevisinya, amin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulilah, mulai bulan Maret kembali ada subsidi :)

      Hapus
  5. iya ya mba, sekarang tiket keretea naiknya ampun-ampunan. Udah terpikir aja dari sekarang, nanti saya kalau mudik gimana ya??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kembali ada subsidi untuk kereta ekonomi, Mbak :)

      Hapus
  6. itu berlaku juga untuk kereta eksekutif gk y? soalnya sya kalau pulang ke Malang naik Gajayana...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eksekutif enggak, soale kan emang nggak pake subsidi :)

      Hapus
  7. semoga saja ada jalan lain utk menuju kesana ya mba Anaz...

    BalasHapus
  8. Kapan ke Malangnya, Mbak? Jadi pengen ke sana selama ga ada jadwal di sekolah..

    BalasHapus
  9. Yang penting bisa mengumpulkan buku-bukunya. Semoga ada sponsor yang mau membiayai perjalanan kakak kesana nantinya.

    BalasHapus
  10. Terakhir saya naik kereta api bulan Desember kemarin dari Surabaya ke Cepu tapi kelas exekutif karena urusan dinas dari kantor gratis gitu lo..... :D
    Untuk kelas ekonomi terakhir kali ya tahun 1999 dan tidak tahu perkembangannya sejak itu.

    BalasHapus
  11. Huuaaa jadi semahal itu ya mba harga tiketnya, eh tapi kabarnya di Medan juga gitu mba. Udah nggak beda jauh harganya dengan ngebus :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kalau nggak disubsidi. kalau dengan subsidi murah meriah :)

      Hapus
  12. hiks ... subsidi kereta di hapus, tiket pesawat murah di hapus ...'terus aku kudu pie :( semoga Allah kasih kita rezeki lebiih banyak lagi ya mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Subsidi kereta kembali ada, Mbak :)
      Tapi tidak dengan pesawat

      Hapus
  13. Semoga aja naik harganya tapi fasilitasnya diperbaiki ya mba. Kadang sedih lihat kereta ekonomi yang super berantakan. Semoga aja lebih baik...

    Selamat tahun baru mba.
    Semakin sukses di tahun yang baru ya.

    -Ninneta-
    www.ninneta.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, Mbak Ninneta ^_^
      terima kasih banyak :)

      Hapus
  14. hik ssayang banget ya naik tiketnya. Aku udah sempet coba yang murah itu mbak :)

    BalasHapus
  15. padahal aku belum pernah merasakan naik kereta, kok udah tanpa subsidi ya sekarang...hiks :(

    BalasHapus
  16. iya skrng naik, kalau saya pulkam sekrang naik kereta malah sama aja dengan naik bis, beda sedikit aja selisih harganya :)

    BalasHapus
  17. Mahal bingit sekarang mbak... Mau ke Malang tah mbak?? Kopdar yuk :D

    BalasHapus
  18. Padahal pengen nyoba kereta ekonomi krn katanya murah dan ada ac... tapi sekarang naiiik?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mulai bulan Maret kembali normal dengan subsidi, Mbak :)

      Hapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P