Belajar Bersama di SMP Terbuka

Serah terima juz ama dari donatur. Pak Adi, sebelah kiri

"Kanaz jadi ikut, kan?" 

Sebuah pesan masuk ke whatsapp. Saya bergegas meraih hape dan melihat jam yang tertera. Pukul 06.21. Yak ampun.... saya kesiangan! Akhirnya saya gedubrakan bangun dari tempat tidur. Menuju kamar mandi dan membuka keran air yang ternyata mati. Doh! Keluar lagi dari kamar mandi mencari kerudung dan keluar menyalakan air keran jet pump. Tunggu punya tunggu, air tak juga mengalir sementara detik jam terus berputar. Saya kembali keluar, melihat arah keran jet pump yang ternyata belum dibuka. Gubraks! pantesan aja air nggak ngalir-ngalir. -_-

Mandi seperlunya, memakai baju secepatnya dan berlari sebisanya menuju gang depan pinggir jalan mencari angkot yang bisa mengantarkan saya ke stasiun Pasar Minggu berharap tak terlambat sampai ke Bekasi jam delapan seperti yang dijanjikan kemarinnya dengan Nopy. Sampai di Stasiun Pasar Minggu, kereta menuju kota Tua kebetulan berhenti, maka kembali saya berlari-lari supaya bisa menaikinya. Alhamdulilah masih bisa. Untuk menuju Bekasi, saya harus transit di Manggarai menunggu kereta yang akan menuju ke sana. Rupanya, menunggu kereta ke Bekasi dari Manggarai memakan waktu yang lumayan lama. Jam delapan lewat saya baru menuju Bekasi. Akhirnya, saya sampai di stasiun Bekasi pukul 08.20, di situ sudah ada Novi ditemani rekannya, Sandi. Dari stasiun kami bertiga menaiki angkot 09 warna merah menuju Babelan.

"Nopy bawa apa, tuh?" melihat tentengan Snopy yang terlihat berat di goodie bag warna putih saya penasaran.

"Bawa buku, Kanaz,"

"Heh? Bawa buku? Kok Nopy nggak bilang-bilang, sih? Kanaz nggak bawa apa-apa, ih," dalam hati saya mulai kesal.

"Yah, Kanaz emangnya nggak tahu? Kan di SMP terbuka mau buka Taman Baca di sana. Maaf aku pun nggak kasih tahu," dan begitulah, rasa kesal saya menguap sudah. Apalagi ketika sudah berbincang banyak hal dengan Snoopy ini bisa melupakan banyak hal lagi :D

Abang dan none Bekasi sampai ^_^


Saya tidak tahu menahu akan berhenti di mana, sampai akhirnya ketika kami sadar rupanya sudah melewati tempat janjian Nopy dengan Om Bisot. Akhirnya kami berhenti VGH (eh, ini beneran lupa nama-nama tempatnya :D ekekekeke. Dari pinggiran itu kami bertiga dijemput oleh Om Bisot dan kedua kawannya geng motor (geng motor apa namanya pun lupa bertanya). Bertiga, beriringan kami menuju SMP Terbuka Tarumajaya. Selama perjalanan, Om Bisot menerangkan beberapa tempat yang dilalui. Awan hitam bergelayut di langit, sepertinya hujan akan segera turun. Tapi Om Bisot mengabarkan kalau di Bekasi sudah beberapa hari ini cuacanya serupa, tapi hujan tak mengguyur Bekasi dan sekitarnya. Sampai kemudian kami sampai di Kampung Tambun Bulak, Desa Samudrajaya, Kecamatan Tarumajaya-Bekasi.

Kami disambut ramah oleh Pak Adi. Novi menjelaskan sekilas kalau beliau adalah kepala sekolah SMP Terbuka. Saya mengangguk saja, menjadi tamu yang baik dengan duduk diam-diam melihat ke lingkungan sekitar. Kami duduk di pendopo yang adem. Menurut Om Bisot, tempat ini masih baru. Di situ juga ada seorang guru yang mengajar setiap akhir pekan (ah, ya, saya lupa namanya :D. Sekarang saya mudah lupa kalau nggak buru-buru dicatat :D )

Tak nyaman duduk saja, saya mulai beranjak dan melihat-lihat. Sebelumnya, saya tahu sekilas saja mengenai SMP Terbuka ini dari Om Bisot yang sering up-load kegiatan-kegiatannya di facebook. Sekolah tanpa atap dengan fasilitas seadanya. Saya belum berani menulis lengkap, karena memang belum banyak bertanya. Sabtu lalu, saya benar-benar menjadi tamu yang hanya melihgat-lihat aktivitas hari itu. Novi dan teh Nur yang sedang mengadakan Merekam Jejak Kampung bersama Kamera Lubang Jarum terlihat sibuk. Sementara saya dan Ken sibuk mencari makanan dan membuat minuman. Dari pagi saya belum sarapan soale :D :P

SMP Terbuka yang benar-benar terbuka.....

Ada juga sekolah TK

Menjelang pukul 11 siang, serombongan tamu datang ke SMP Terbuka. Sekelompok anak muda Abang dan None Bekasi dengan selempang masing-masing memasuki gerbang sederhana. Anak-anak kelas 1-2 berjejer rapi menyambut mereka. Pak Adi, kembali gesit menyambut kehadiran tamu istimewa. Tamu tersebut membawa buku, rak buku juga beberapa minuman sekedarnya. Saya tak begitu menyimak mereka, apalagi setelah melihat Teh Nur sampai dengan barang-barang ajaibnya, perkakas pinhole. Saya yang belum pernah ikut-ikutan membuat kamera lubang jarum ada kesempatan untuk menggosok kaleng bekas yang sudah dipotong-potong untuk membuat lensa. Meski akhirnya gagal total, saya tetap tertawa :))))))) (tepatnya mah diketawain aja gitu)

Sebelum kedatangan Abang None Bekasi, Pak Adi juga menerima tamu yang membawa segepok sumbangan juz ama dari donatur. lagi-lagi, saya lupa namanya :(

Cuaca memang berubah terik sejak kami sampai di SMP Terbuka. Tak ada lagi mendung gelap menggantung, langit berubah biru dilapisi awan putih. Cukup bersahabat. Anak-anak keliling kampung (saya dengan Ken nggak ikutan) karena selain sibuk mencari makan, kami juga sibuk mau pulang duluan. Saya akan ke acaranya Indosat, sementara Ken akan ke Depok. Meski ternyata, ketika kami akan beranjak pulang Pak Adi dan sang istri sibuk mengeluarkan jamuan makan siang. Akhirnya, kami menunda kepulangan dan menikmati hidangan santap siang. Sayur asem, tempe goreng, sambal dan tumis teri dicampur terong membuat kami lupa niat pulang :D pun sampai akhirnya kami sudah kenyang semenit dua menit masih berleha-leha ngadem :D

Cuaca cerah bersahabat

Diantar oleh Mas Komar dan Mas Fayruz saya dan Ken beranjak keluar setelah berpamitan dengan tuan rumah dan teman-teman yang lain. tepat ketika saya akan membonceng motor, Pak Adi, dengan kepala berpeluh-peluh keringat menenteng sekantong plastik bening gorengan.

"Eh, mau ke mana itu? Ini makan gorengannya dulu sambil ngopi-ngopi," Ken meraih plastik di tangan Pak Adi, mengulurkannya kepada saya untuk mengambil gorengan. Saya menolak, rasanya perut saya sudah cukup kenyang. Tapi sungguh, saya salut dan kagum dengan pelayanan Pak Adi dalam menerima tamu. Dalam balutan kesedrhanaan beliau menyambut tamu dengan sebaik-baiknya. Sungguh saya penasaran dibuatnya. Dalam hati berjanji, kelak kalau berkunjung ke sana lagi saya harus mengobrol banyak hal dengan beliau, menanyakan tentang sekolah SMP terbuka, apa yang melatar belakanginya beliau membuat ini dan apa harapan beliau kepada pemuda-pemuda yang datang ke sana. Ya, saya harus ngobrol dengan beliau dan belajar banyak hal dari beliau.

Terima kasih atas sambutannya, Pak Adi. Terima kasih juga buat Om Bisot, Novi, Sandi, Ken, teh Nur, Mas Fayruz, Mas Ken dan teman-teman yang lain yang saya belum kenal. Sepertinya, saya akan punya rutinitas baru di sana. Bermain, bersenang-senang, belajar, berbagi dan peduli. Semoga ada jalan dan kemudahan.... Eh, ke Saungelmu juga kudunya. Kan itu lebih dekat -_-

Sibuk menggosok lensa pinhole yang gagal (saya gitu yang gagal aja :D)

Dengan keterbatasan mereka tetap semangat


Menjelaskan hasil hunting foto menngunakan kamera lubang jarum

Makhluk ajaippppp :P (Snoopy sebelah kiri dan Ken sebelah kanan)

Akhirnya, saya dan Ken memang pulang duluan. Tapi kami tak jadi berkunjung ke tempat tujuan masing-masing karena hari sudah terlalu sore. ken batal berkunjung ke Depok, sementara saya juga batal menghadiri acara Indosat.

5 komentar:

  1. Terpana saya melihat foto SMP Terbuka yang memang benar-benar terbuka.

    BalasHapus
  2. Agak miris melihat SMP terbukanya seperti itu :( Tapi juga seneng banyak orang yang care dan masih mau bagi ilmu disana, terimakasih buat ceritanya ^^

    BalasHapus
  3. Penasaran ama kamera lubang jarumnya.

    Semoga gurunya nambah n muridny lbh semangat lg. Miris liat sekolah trbuka ky gtu. Klo hujan gini gmn kegiatan bljr-mngjarnya yaa..

    BalasHapus
  4. Waaa keren juga kameranya ya Hmmm
    Yang di bawah fotonya keren juga,. Selfie sama Mie ya

    BalasHapus
  5. Kanaz, terimakasih telah berkunjung ke sekolah, ditunggu kunjungannya kembali untuk sharing ide dll :)

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P