Bertemu Dengan Anak-Anak Muda Banten yang Keren

Pandji Aziz sebelah kiri, Rylo, Nourol, Mutmainah, saya dan Kak Aip yang makannya banyak #Eh :P


Bulan lalu, tanggal 10 Januari Hibah Buku diundang sama Youth Talk Banten untuk menghadiri diskusi komunitas. Selain itu, Hibah Buku juga dikasih waktu untuk presentasi program Hibah Buku untuk dikenalkan kepada teman-teman komunitas yang hadir. Sebuah kebanggaan bisa berbicara dan mengenalkan Hibah Buku kepada anak-anak muda Banten. Acara ini terselenggara atas kerja sama Youth Banten, Gerakan Mari Berbagi (GMB) dan AIESEC (lupa singkatannya ini) Universitas Tirtayasa. Tujuan diadakannya acara ini adalah supaya antar komunitas bisa berkolaborasi dengan komunitas sosial yang lain yang ada di Banten untuk lebih mensinergikan program berbagi yang ada di Banten dan bisa saling terintegrasi.

Berawal dari sini mengenali mereka

Karena tempat di Serang, mau nggak mau saya yah harus mewakili Hibah Buku. 10 Januari, saya menuju Perpusda Serang. Acara berpindah tempat, sebelumnya akan diadakan di Untirta Serang tapi karena ada sesuatu dan lain hal tempatnya berubah. Saya mengajak Aty dan Mahfudhoh. Untuk Open Space, selain Hibah Buku ada juga 4 komunitas lainnya, Istana Belajar Anak-Anak Banten (Isbanban) 1000 Guru, Adam N Sun juga salah satu komunitas yang saya lupa namanya. Dari 5 komunitas yang tampil saya hanya mengenal Kak Aip dari Adam N Sun. Tentunya, karena kami adalah partner kejahatan #eh enggak nding, maksudnya partner blusukan :D. Selain Kak Aip dengan Adam n Sun, saya mengetahui 1000 Guru dan Isbanban. Dengan Isbanban sendiri, secara personal saya memang ingin mengenal personilnya.



Sejak hari itu, 10 Januari saya merasa kalau mulai menemukan lingkaran-lingkaran yang saya cari dari daerah Banten. Entahlah, saya merasa senang melihat anstusiasme teman-teman komunitas yang berasal dari Banten. Anak-anak muda yang keren, dengan semangat yang menyala-nyala. Selama ini, saya hanya bertemu dan berbincang dengan komunitas-komunitas yang berada di Jakarta. Mimpilah yang membuat saya begitu ingin bertemu dan mengenal komunitas-komunitas daerah terutama dari Banten.

Dari sekian banyak komunitas yang saya temui hari itu, saya tertarik dengan Isbanban. Bukan karena Nourul salah satu anggota dari Isbanban mendekati saya ketika berada di mushola, tapi karena saya memang tertarik dengan program kerja yang dilakukan oleh Isbanban. Secara garis besar, saya belum begitu mengenal apa itu Isbanban dan segala macamnya. Tapi melihat perwakilannya presentasi di depan kami semua, saya tertarik. Berbincang sebentar dengan Nourol di mushola, di kepala saya mulai sedikit ada gambaran kolaborasi apa yang akan dibuat. Yang pasti, tak jauh-jauh dari buku dan pengadaan taman baca. 

Setelah berpisah, saya masih berharap ada komunikasi lanjutan dengan teman-teman Isbanban. Mencoba nyolek mereka di twitter, alhamdulilah dapat sambutan. Bahkan saya dikasih nomor foundernya, Pandji Aziz, meski akhirnya tak pernah komunikasi (sekarang, sih, udah) Hari Senin lalu Nourol SMS saya, menanyakan apakah saya masih mengingatnya apa enggak? Tentu saja masih dan saya mengajak dia ketemuan :) gayung bersambut, Nourul mengiyakan ajakan saya dan hari Selasa kemarin malam kami ketemuan. Alhamdulilah, akhirnya bisa juga ngobrol-ngobrol langsung dengan mereka. Ketemu dengan Nourul, Mutia, Rylo dan juga Pandji Aziz founder Isbanban.

Pandji Aziz, pemuda berusia dua puluh tahun ini asli kelahiran Banten, tepatnya dari Cikande-Serang. Ia sedang menempuh pendidikan di Universitas Padjajaran jurusan Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Isbanban sendiri baru berusia dua tahun. Geliat dan semangatnya masih berkobar hebat, anggotanya tersebar di seluruh wilayah Banten. Dari Tangerang, Pandeglang, labuan, Serang juga Cilegon. Keseluruhan anggota hampir 150. Wih!Keren pisan eui! Kayak mana itu ngatur anggota sebanyak itu.

Semoga ada hal baik yang bisa kita lakukan bersama-sama nantinya. Aamiin...







4 komentar:

  1. Saya ingin merintis hibah buku ini ke anak-anak pulau di sekitar Batam, tapi duh waktunya itu belum sempat-sempat. Senang bisa berbagi seperti dirimu Mbak Anaz.

    BalasHapus
  2. Heiheiei saya taunya Banten ya Hotel marbela Anyer aja Hiehiehiee. Soalnya waktu itu ada kegiatan di sana

    BalasHapus
  3. senangnya ya mba menemukan orang2 dgn semangat yg sama :)

    BalasHapus
  4. bertemu banyak orang dan ternyata beberapa diantaranya ternyata termasuk lingkaran yang saya, what a small world :D

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P