Kamu Kerja Apa? Kok Bisa Kemana-mana?

Minggu kemarin, jadi tim horehnya Rumah Buku Cilegon yang mengadakan Piknik Buku di Anyer (belum ditulis ini)


Kemarin sekitar jam tigaan, seorang teman menyapa saya via inbox facebook, "Akak, nak tanya. Umi tengok akak banyak terlibat dengan aktiviti yang besar, akak kerja apa ye kat sana?" Umi, salah seorang teman di Malaysia mengirim inbox siang kemarin.

"Hai, Umi. Alaaahhh.. itu saya buat sibuk aje sebab tak banyak aktiviti. Itu kerja sosial murni, pegi sana sini sesuka hati," Sambil tersenyum, saya membalas pertanyaan Umi.

"Owh, ye ke? Nampak seronok je tak terikat dengan mana-mana ye? Akak keje sendiri, ye?" aih, Umi masih penasaran rupanya.

"Sekarang saya keje asuh budak," dan Umi pun menjawab ber ooo panjang.

Nah, siangnya sekitar jam sebelas juga ada seorang teman yang mengirim inbox di facebook. 

"Kak"

"Iya" saya menjawab inboxnya

"Sibuk apa?" tak lama pesan saya dibalas

"Sibuk ngasuh anak aja. Hehehehe."

"Kakak jadi kerja ngasuh anak?" ia sepertinya tak percaya jawaban saya.

"Iya, ngasuh anak." jawaban saya adalah penegasan, bahwa saya sedang tidak bercanda menjawab pertanyaan. Halagh bahasanya huehehehe.

"Yang penting masih bisa eksis, kan, Kak? Ikut acara kemana-mana," deg! mendadak saya kaget mendapat pertanyaan tersebut. Otak kepala saya seperti berbalik ke belakang, melihat acara apa saja yang saya ikuti. Apakah iya betul saya kemana-mana? Ah, sepertinya tidak juga. Saya bilang ke teman tersebut kalau keterlibatan saya di beberapa tempat itu dalam hal menyibukan diri mengisi kekosongan waktu. Dan saat ini, saya sudah jarang mengikuti acara blogger.

Ke kampung Cibuyutan, jadi relawannya Kampung Sarjana

Saya jadi ingat, bulan November lalu ada juga seorang teman yang berbincang melalui whatsapp, "Jujur, daku sering iri padamu. Anazkia tidak bekerja, tetapi dia bebas kemana dia mau. Itu artinya dia orang yang bebas financial. Kalau tidak, nggak mungkin. Karena bagaimana dia memenuhi kebutuhan hidupnya?"

Eh, dapat soalan seperti di atas saya, sih, kalau mau jawabnya simpel aja. Allah itu Maha Kaya, Maha Sempurna dan rezeki orang itu nggak akan pernah salah kok. Tapi saya jawabnya singkat aja, "Hehehe... rumput tetangga itu, kan, lebih hijau. Mbak orang ke sekian kok yang bilang iri sama saya," ya, memang ada beberapa teman, bahkan banyak yang mengatakan hal serupa, mereka iri melihat kebebasan saya. Yah saya mah nyengir aja. Hidup itu pilihan, termasuk ketika saya harus memilih resign dari kerjaan sebagai karyawan.

Reramaian dengan teman-teman komunitas lain dalam workshop kamera lubang jarum.


11April 2014 lalu, saya resmi keluar dari lembaga Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa. Ada banyak alasan saya keluar dari LKC, tak usahlah saya rungkai satu persatu penyebabnya. Sejak saat itu, ada beberapa teman yang kerap menyalahkan saya, kenapa saya harus keluar dari LKC Dompet Dhuafa. Sementara saya, saya tak mau menyesali apa pun keputusan yang sudah saya ambil. Sebelum resign, saya sudah izin dengan Emak, dan Emak menyerahkan semuanya kepada saya. Maka, resignlah jalan yang saya ambil. Dari April-Oktober saya nganggur. Bener-bener nganggur, tanpa ada persiapan tabungan sama sekali :D 

Saya ingat, bagaimana atasan saya mencegah resign dan meminta saya memikirkannya kembali. Tapi saya ini degil sikit, tekad saya resign dan tetap resign. Waktu pamitan, saya bilang dengan atasan saya, "Pak, nanti kalau Anaz mentok nggak dapat kerjaan, Anaz bisa kerja apa saja, yang penting halal, Pak," begitulah, Pak Muhammad akhirnya menyerah. Pun dengan teman-teman yang lain, mereka semua menyayangi saya dan meminta saya tak usah resign (duh, jadi kangen mereka semua) hiks

Eh, terus gimana hidup saya selama nganggur? Yah, gitu, deh. Saya beneran jadi nomaden. Tapi, teman.... percayakah ketika saya menganggur itu begitu banyak teman yang sangat menyayangi saya. Mereka peduli dengan saya. Tak lupa adalah Emak dan Kakak saya yang tak marah melihat anak dan adiknya nganggur. Beberapa kali juga saya melamar kerjaan, ketika dipanggil melihat jarak yang jauh saya nggak datang. Sempat juga tinggal di Malaysia dua bulan dan alhamdulilah, sekarang saya nggak betah kalau mau tinggal dan kerja di Malaysia. Ini sungguh prestasi yang amat saya banggakan ehehehe.

Berkunjung ke Saungelmu. Belum ada yang bisa saya lakukan di sini, tapi di sini saya bertemu dengan orang-orang yang hebat. Fly dan bang Sating pengelola Saungelmu. Insya Allah, dalam waktu dekat akan mengadakan workshop kecil-kecilan kamera lubang jarum. Semoga dimudahkan :)


Nah, bulan Oktober tahun lalu ketika saya sedang berada di kampung halaman, Nita, salah satu teman dekat saya menelpon. Dia mengabarkan kalau sudah kembali dan bekerja di Jakarta. Ia memberitahu juga kalau anaknya berada di Medan dengan Kakaknya. Setelah Nita telpon itu, saya kepikiran untuk mengasuh anaknya, mengasuh keponakan saya. Saya sampaikan kepada Nita niat saya. Awalnya Nita nggak percaya, tapi saya meyakinkan dia. Maklumlah, Nita pun ngeri takutnya saya minta gaji tinggi :D ehehehe.

Iya, ini penyakit saya ketika mencari kerja di sini, orang yang saya tawarkan jasa saya takut nggak bisa bayar saya. Kayak pernah, ketika suatu hari saya mengunjungi Mas Damar ke kantornya, saya bertanya apakah ada lowongan kerjaan yang bisa saya kerjakan? "Wah, saya nggak mampu bayar Anaz," Hiks, sedih. Beneran sedih. Padahal, saya kalau kerja bukan ngukur sebesar mana gajinya, tapi sejauh mana saya merasa nyaman. Makanya, saya memilih menawarkan diri mengasuh anak teman saya, Nita.

Sebelum mulai mengasuh anak Nita, kami sepakat kalau akhir pekan atau tanggal merah lainnya saya boleh keluar mencari kegiatan. Kami juga menyepakati masalah gaji. Standar, bahkan jauh lebih kecil ketika saya masih bekerja di LKC Dompet Dhuafa. Tapi balik lagi, saya merasa nyaman :)

Ke SMP Terbuka minggu yang lalu, niatnya mau belajar jadi relawan media, belajar menyuarakan kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh orang-orang keren dan dari sini juga saya belajar dari orang-orang yang keren.

Dan urusan saya kemana-mana, itu karena saya menyibukan diri dengan banyak hal. Jadi volunteer di berbagai komunitas, bergabung dengan banyak komunitas-komunitas di Jakarta. Karena memang itu tujuan saya ketika mengambil keputusan mengasuh anak Nita, saya ingin belajar banyak hal mengenai komunitas yang ada di Jakarta, terutama komunitas sosial pendidikan. Jadi, tidak benar kalau saya selalu sibuk. Yang benar adalah saya berusaha menyibukan diri mengisi waktu luang yang banyak tersedia di sela-sela mengasuh anak. Tentang eksis? Ah! Entah saya menganggapnya apa, mungkin lebih kepada mengikuti perkembangan zaman di mana beberapa aktivitas yang saya lakukan kerap dibagikan di media sosial. Semua orang bisa melakukannya, terpulang bagaimana ia mau atau tidak. Dan bagaimana orang itu menilai keeksisan saya.

Datang ke acara-acara gratisan di Jakarta yang menambah wawasan

Diskusi-diskusi dari para senior yang terlibat di komunitas
Ikutan festival Ayo Bantu Sekolah

Saya pernah ditanya, "Anaz kamu itu ikut kegiatan volunteer itu apa dibayar?" saya bingung menjawab soalan tersebut. Saya bilang, saya nggak dibayar. Untuk komunitas-komunitas yang saya ikuti, mereka adalah komunitas kecil yang kerap mengeluarkan uang sendiri. Siap capek, siap kelaparan dan siap-siap lainnya ketika mengikuti kegiatan mereka. Terus kamu hidup bagaimana? Balik lagi, bukankah Allah Maha kaya, Maha Sempurna dan rezeki tidak akan pernah tertukar. "Ketika kita melakukan kebaikan, kebaikan itu bukan untuk orang lain, tapi untuk diri kita sendiri," kalimat itu kerap diucapkan oleh Kak Ria, salah satu teman dekat saya yang kami kerap pergi kemana-mana. Sabtu ini, Insya Allah saya mau belajar jadi volunteer lingkungan. Di manapun, jadi tim horeh itu menyenangkan. Nyari eksis? Ah! Terpulanglah kepada penilaian orang :)

Yah, itulah saya sekarang. Bekerja mengasuh anak, kemudian belajar mencari kesibukan di luar. Insya Allah, projek terdekat adalah workshop bloging di area Cilegon-Serang dan membuat Kelas Inspirasi Cilegon. Bismillah, semoga semuanya dimudahkan. Eh, saya baru mau 4 bulan tinggal di Jakarta. Waktu kerja di LKC Dompet Dhuafa, kan, saya tinggal di Ciputat-Banten ^_^

Genk di Jakarta ^_^



33 komentar:

  1. Wah, sama sekarang juga nggangur tapi ada freelance sana freelance sini, makasih usdah mengingatkan juga, gaji itu tidak memberikan sebuah ukuran tapi kenyamanan dalam berkerjalah yang membuatnya lebih berarti, thanks Anaz atas sharingnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hae, kak Salman.terima kasih banyak sudah singgah kemari ^_^
      Eh, Kak Salman kan selalu singgah, ya? Hehehehe

      Hapus
  2. Semua yang kita lakukan akan dinilai dari niatnya. Tak perlu lah memikirkan penilaian orang jika yang kita niatkan hanya untuk kebaikan karena Allah Taala :)

    BalasHapus
  3. Hai Anaz, aku baca postingan kamu ampe abis, salut ih, akus setuju kalau Tuhan maha kaya, maha sempurna, rezeki gak akan tertukar, apalagi sama hambanya yang bertekad, berakal, berdoa. Ngomong-ngomong aku kan punya resolusi juga buat volunteer tahun ini, kebetulan juga harus kerja dan kuliah sih jadi bisa untuk weekend. Apa ada yang bisa aku lakuin ya? lagi ikut volunteer apa selain di cibong? salam kenal Anaz. Btw, aku juga di jakarta ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai, Melissa. Salam kenal :)

      Hayuuukkk... banyak tempat untuk komunitas dan kita terlibat di dalamnya.

      Hapus
  4. Hihihi
    Org2 sekitar itu kadang Susah dibedakan antara kepo atau perhatian.
    Ya sabar aja ya, apa kata org, selama apa yg kita kerjakan baik Dan positip, Dan juga nyaman. Hehehe
    Semangat anaz!

    BalasHapus
  5. Keren deh mba Anaz kayaknya waktunya semua bermanfaat yaa, ya kerja nyaman ya berkarya, bermanfaat sesuai keinginan, keren.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Eheheheeh
      Nggak juga. Ini saya nyari2 kesibukan aja ;)

      Hapus
  6. hahaha..banyak yg penasaran ama profesi mak anazkia..semangat mbak..teruslah jalan2 dan berbagi ilmu....aku mau juga kalo diajak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yah wis, kapan2 aku ajak hehehehe
      Tapi masalahnya mau apa enggak? :D

      Hapus
  7. pekerjaan yang mulia. jarang sekali orang melakukan hal tersebut

    BalasHapus
  8. Mba anazkia ini memang juara banget,...aktif dan hari2nya pasti dinamis ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Irma bukannya demikian juga? :)
      Terima kasih sudah singgah kemari, Mbak :)

      Hapus
  9. Allhamdulillah diperbelahkan untuk mengikuti kegiatan di hari libur ya mbak

    BalasHapus
  10. Hai Kak Anaz, sudah lama gak kemari. Ketika orang lain bilang kalo mereka iri sama Kak Anaz, aku malah bangga sama Kak Anaz. Gaada orang yang seberani itu untuk mengambil keputusan yang Kak Anaz ambil, bahkan aku.

    Belom lagi, aktivitas yang Kak Anaz lakuin itu berdampak baik bagi orang-orang di sekitar Kak Anaz. Dan itu bener-bener buat aku bangga dan ingin menjadi seperti Kak Anaz.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Miftahhhhhh
      hae, apa kabar? Apa kabar dengan projek2nya :)

      Miftah pun keren jauh lebih keren dari Kak Anaz ^_^

      Hapus
  11. Jadi volunteer akhirnya ya Mbak?
    Saya sudah puluhan tahun nguli di pabrik. Ini rasanya saya berada diujungm karena faktor U. Jadi mulai rilkes kerja, bisa dimanfaatkan untuk jalan-jalan, jadinya sampai juga ke Pemalang tempo hari...
    Mungkin setelah usai masa kerja, saya kepikiran ikut kegiatan jadi volunteer saja nih Mbak...

    Salam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah, sesekali ajdi volunteer, Pak. Terima kasih banyak sudah singgah

      Hapus
  12. Subhanallah jadi makin yakin kalau kita tidak sendiri, Allah pasti kan mengatur rejeki kita ya mbak...

    BalasHapus
  13. Wah, keren nih, Mbak Anaz dg tekad, keyakinan & semangat volunteernya. Saya jg merasakan yg mirip, Mbak. Resign, nganggur, terus kerja "serabutan", hihi. Mungkin byk yg ga ngerti dg kesembronoan ini, tapi... Pengen bisa bekerja & berkarya dg nyaman. Ya sudah, skrg aku fokus kerja yg part time aja, sisanya freelance, nulis, & kelayapan nyerap ilmu gratisan, hehe... Skrg lg semangat volunteering nih, semoga bisa spt Mbak Anaz nantinya, hehe

    BalasHapus
  14. Saya iri juga, lhooo. Iri karena dirimu hebat dan inspiring. Selamat berkarya dan twrus berbagi manfaat bagi sesama. Mabk Anaz.kapan acara bloging cilegonnya? Kalau ada kesempatan saya ingin ke sana.

    BalasHapus
  15. wow semangatnya keren.... pantang lelah hehe

    BalasHapus
  16. Kerja untuk ibadah.
    Maju terus
    Salam hangat Dari Surabaya

    BalasHapus
  17. Aaaih mba Anaz dirimu itu selalu saja menginspirasi ♥
    Semoga dilancarkan terus rezekinya ya mba, aamiin :)

    BalasHapus
  18. Owh... jadi ini toh kerjaannya. Saya selalu setuju dengan "rezeki tidak akan pernah tertukar"
    Yes, saya sangat percaya itu ^__^ nice to be one of your friend, mbak.

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P