Tiket Kereta Api Jarak Jauh Naik Lagi



Ini untuk ketiga kalinya saya curhat tentang kereta api pertama 13 Januari lalu yang curhat kalau Kereta Ekonomi Tak ada Lagi Subsidi, waktu itu saya menulis tentang kegelisahan saya karena pemerintah mencabut subsidi ekonomi.Tapi empat hari kemudian saya kembali menulis kalau ternyata pemerintah kembali mensubsidi tiket kereta ekonomi di sini. Di situ juga saya menulis jumlah subsidi yang diberikan pemerintah,

"Subsidi ini tak sepenuhnya untuk kereta jarak jauh. Tapi ada pembagiannya sendiri-sendiri. Untuk kereta jarak jauh, subsidinya sebesar Rp 115.068. 716. 485. Sedang untuk kereta jarak sedang adalah Rp. 131. 853. 748. 878. Rp. 44. 304. 482. 366 untuk KRD Ekonomi. Rp. 734. 232. 650. 504 untuk Komuter Line Jabodetabek. Dan untuk subsidi angkutan lebaran 2015 adalah Rp. 13. 797. 438. 819.  Komuter Line Jabodetabek kembali mendapatkan subsidi paling besar karena memiliki jumlah penumpang paling banyak setiap harinya. Selain itu subsidi diberikan untuk tetap menjaga tarif, sehingga masyarakat Jabodetabek lebih memilih naik KRL untuk mengurangi macet.

Lantas kemarin siang, saya dikejutkan oleh Kak Like yang mengabarkan kalau harga tiket kereta ekonomi jarak jauh akan kembali naik. Lengkapnya bisa dibaca di sini. Ya ampun.... Saya bingung, sebingung-bingungnya. Ini peraturan kok yah sering banget gonta-ganti begini? Ini nulis sambil dengerin radio, barusan saya mendengar kalau para pengguna jalan tol akan dikenakan pajak sebesar 10% artinya, tarif tol kembali naik begitu? Aduh..... Menurut berita yang saya dengar, dikenakannya pajak 10% untuk pengguna tol lebih kepada meningkatkan pendapatan uang negara. 

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Hanggoro Budi Wiryaman dalam laman kompas.com menjelaskan, naiknya harga tiket kereta jarak jauh dikarenakan ia tidak selalu digunakan setiap hari. Paling sering, seminggu sekali atau sebulan sekali katanya. Aduh, Bapak....


Harga BBM tak stabil, harga gas pun demikian, harga beras apalagi. Mungkin, negara kita sedang tidak baik-baik saja. Tapi saya belajar berbaik sangka, semoga yang sedang berjalan sekarang ini untuk kebaikan. Tidak, saya tidak akan memaki siapapun karena untuk sekarang ini bukan saatnya memaki. Tapi lebih kepada belajar memperbaiki diri menghadapi carut marut negeri.

Ocehan pagi yang entah....

13 komentar:

  1. Heuuuuu,....*ibu RT yang merenung karena BBM naik dan segala tetek bengek ikut naik* semoga kita dimampukan ya :)

    BalasHapus
  2. Saya aja blm kesampaian naik kereta, udah naik aja

    BalasHapus
  3. Wah kalau sudah urusan per KERETA APIAN membuat saya galau Heiheihe. Soalnya di propinsi saya Pontianak (Kalimantan Barat) tidak ada kereta api

    BalasHapus
  4. memang untuk pengguna kereta api yang aktif pasti terganggu ya mba...untuk BBM, di beberapa negara lain memang mengikuti harga pasaran dunia, jadi suka ada perubahan...mudah-mudahan proses pembelajaran ini bisa dilalui bangsa kita dengan baik..

    BalasHapus
  5. Negeri ini perlu banyak doa Hehehe. Duh, naik lagi, aku suka kereta api lagi, transportasi ekonomis.

    BalasHapus
  6. wah saya udah berapa lama ya gak naik kereta?? jadi gak tau info terbaru deh...

    BalasHapus
  7. Saya belum pernah naik kereta nih mbak. ihiks

    BalasHapus
  8. Sama mbak, jadi bingung ya dengan keadaan negeri kita sekarang, BBM naik dlm waktu 2 bulan, turun naik..ah
    kesel

    BalasHapus
  9. Wah padahal pas jiwa traveling bangkit tapi kenapa malah naik.

    BalasHapus
  10. Keretaku sayang, keretaku malang.. .
    Masih gagal faham sm kebijakan yg dibuat, tapi ada baiknya memang tetap berprasangka baik. Barangkali si pembuat kebijakan lg galau :P


    Salam..

    BalasHapus
  11. Betul, kita nikmati aja. Toh dari dulu memang yang namanya "harga" itu pasti naik :D

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P