Berbagi Bahagia Itu Sederhana

Piknik (dokumentasi Karia)


Berbagi bahagia itu sederhana. Sesederhana ketika kita mencuci baju, dijemur, kemudian kering hari itu juga. Berbagi kebahagiaan itu sederhana, sesederhana saat kita memberikan senyuman dengan orang yang tidak kita kenali. Bahagia itu sederhana, sesederhana tatkala mendapat minuman di saat kita haus. Dan bahagia adalah ketika nama-nama kita ada dalam doa teman kita. Aih, kalau mau nulis bahagia tentunya akan berderet kata tentang artinya. Tentunya, setiap orang memiliki makna yang berbeda dengan bahagia. Karena bahagia itu ada di dalam diri kita, bukan dimana-mana.

Teringat perbincangan beberapa hari lalu di whatsapp dengan beberapa teman.

"Babehhh... Anaz masuk finalis Kartini Next Generation Award :D." saya mengabari Babeh Helmi ketika pertama kali mengetahui kalau ada nama saya dalam pengumuman Kartini Next Generation Award (KNGA) 2015. Saya dimention oleh beberapa teman-teman di facebook, kalau ada nama saya di salah satu 21 deretan nama finalis.

Setelah facebook saya ramai oleh notifikasi yang mengucapkan selamat, di group whatsapp pun salah seorang teman, Kak Yulia share gambar dari facebook. Padahal, saya sengaja diem-diem nggak share. Mulailah di group ramai-ramai mengucapkan selamat. Sementara saya masih manyun.



"Ah, ini kabar buruk. Saya sudah berdoa jauh-jauh hari supaya nggak lolos."

"Tapi kita berdoa semua untuk Kanaz," Kaindri menjawab kegalauan saya. "Doanya Kanaz kalah sama doa kita semua." Karia pula menimpali. Kemudian jleb! saya seperti terhempas, hati saya meleleh membaca chat teman-teman di group. Saya ingat, ketika mendaftar KNGA ini tidak up date di group. Hanya Karia saja yang saya beri tahu. Itu pun setelah saya bertemu dengan Mbak Haya, beliau menjelaskan panjang lebar a-z kalau saya ikut mendaftar. Karena dorongan Mbak Haya juga saya mau mendaftar KNGA 2015. Ini adalah bentuk bahagia bersama sahabat. Dikelilingi sahabat yang selalu mendukung dan acap mendoakan.



"Nah! gara-gara doa-doa Mas Naim waktu itu, saya masuk finalis KNGA." saya menyapa Mas Naim di whatsapp."

"Alhamdulilah...! Selamat, Mbak. Terus bergerak." Mas Naim menyemangati saya. Kalau mengingat ke belakang, tentang banyaknya inspirasi kebahagiaan yang tiba-tiba datang kepada saya itu tak bisa terlepas dari sebuah obrolan absurd tengah malam buta dengan Mas Naim. Ia memberikan ceramah gratis berbaris-baris, ia yang mengharapkan saya bisa muncul di media baik cetak maupun televisi dan ia juga yang paling semangat empat lima. Hingga tepat sebulan kemudian, ceramah gratis berbaris-barisnya menjadi serupa doa yang ia lesatkan ke langit bersusun-susun (heh, saya mulai lebay) tapi beneran, sebulan kemudian tepatnya 5 November 2014 saya masuk Kompas tv, berlanjut saya beruntung menjadi salah satu bagian dari 12 Perempuan Inspiratif Nova (PIN 2014) dan kemudian saya juga masuk media cetak. Bukan sekali, tapi berkali-kali di beberapa media.

Dan akhirnya, saya mengucap alhamdulilah sudah masuk finalis KNGA 2015. Semua harus disyukuri. Ingat kata Mbak Winda, kalau baik kata Allah, maka akan dimudahkan jalannya. "Lagian kan itu sudah perjalanan hidup kamu punya prestasi. Dan kamu dapetin semua itu bukan karena ada orang lain di luar sana yang ngasih kesempatan sama kamu. Tapi karena kamu emang layak." kemudian saya langsung nyanyi yel-yel antah berantah membaca pesannya Mak Gahul heboh itu.

"Kanaz tuh mungkin orang yang selalu ngerasa kekurangan ketika membantu orang lain. Selalu merasa merepotkan lebih ketika minta bantuan ke orang lain." Nopy menyemangati saya.

Ah, sejatinya manusia (saya) tak pernah bisa berbuat baik untuk orang lain. Segala hal baik yang kita lakukan untuk orang lain itu lebih kepada kebaikan yang tertunda untuk diri sendiri. Saya jadi ingat perjalanan November tahun lalu ketika ke Tumpakdoro-Kediri dalam rangka Hari Blogger Nasional bekerja sama dengan Taman Baca Mahanani. Waktu itu, saya pengangguran tegar. Manusia tanpa pekerjaan juga tanpa penghasilan. Belajar freelance, tapi rupanya saya belum bisa konsisten. Walhal, saya seperti menjadi manusia yang tak berguna. Tapi nekatnya, saya berniat membuat acara (duh)

Kalau dah gini, lahirlah bahagia hati ahahaha....


Detik-detik menjelang keberangkatan ke Kediri, saya pm Karia. Menanyakan kepadanya, apa jadinya kalau saya tak turut serta? Saya menanyakan hal tersebut dengan berat hati tentu saja. Bagaimana tidak, sayalah yang merencanakan kegiatan, menyusun kegiatan juga anggaran dan lain-lain.  Karia menanyakan alasan apa kenapa saya tak turut serta.

"Saya nggak punya uang, Kak." waktu itu uang saya tinggal sepuluh ribu dan saya lupa meletakannya di mana :D

Mengalirlah segala kalimat Karia dengan tulusnya. Terlerailah masalah saya yang berniat gagal berangkat. "Pake uangku, Kak. Kayak udah nggak ada teman aja Kanaz ini."

Sementara, ketika saya mengalami kesulitan uang sahabat saya Chipto pm di whatsapp, "Mbak, boleh minta tolong?"

"Apaan?"

"Aku lagi nggak punya uang. Hahaha... Transfer kereta buat Kiki :D"

"Mbak uangnya tinggal 10.000 doang. Ke Kediri ini diongkosin Karia."

"Hahaha.. oke, deh."

Betapa, bahagianya. Punya banyak teman, betapa senangnya #SherinaModeOn tiba di Kediri dengan selamat


Akhirnya, berangkatlah kami ke Kediri. Sebelum berangkat, saya diongkosin Kakak Rp. 100.000 menuju Jakarta. Jadi lumayanlah, nggak adalah itu sepuluh ribu banget :D. Sebetulnya, saya ada simpanan uang Rp. 80.000 di Puguh. Jadi, ceritanya Puguh salah beliin tiket waktu saya ke Majalengka bulan sebelumnya. Maka digantilah dengan uang Puguh ekekeke. Tapi dasar semuanya dijadikan cerita, ketika pulang ke Jakarta, kereta kami berbeda-beda. Karia dan beberapa teman lainnya pulang lebih dulu, sementara saya pulang jam delapan malam bersama dengan Chipto yang sama-sama nggak punya uang hahahaha. Karena buru-buru, Karia lupa memberikan uang (eh, meminjamkan tepatnya) kepada saya. Sibuklah dia berkirim pesan menanyakan bagaimana dengan saya nanti pulangnya. Saya menenangkan Karia, bilang kalau uang saya cukup (berharap yang di Puguh) dan akhirnya, Karia reda membombardir saya dengan segala soalan uang. Tak hanya Karia, Baha pun sibuk menanyakan hal yang sama mengkhawatirkan saya. Lagi-lagi, saya bilang kalau uang saya cukup.

Stasiun Senen, menuju Kediri (Arie, Karia, Chipto)


Sebelum pulang ke Jakarta, kami makan sekenyang-kenyangnya di Mahanani. Seperti biasa, ketika berkunjung ke Mahanani ketika tuan rumah sibuk maka saya akan menyibukkan diri di dapur. Mencari bahan apa saja yang bisa dimasak untuk dimakan. Setelah makan kenyang-kenyang, selesai shalat isya, diantar oleh Puguh dan Agung saya dan Chipto menuju ke stasiun Kediri. Setelah sebelumnya pamitan dengan Mas Naim yang mau ngemci di acaranya sekolah Ramadani. Kami juga dibekali minuman oleh teman-teman Mahanani. Eh, iya, tiba-tiba di tas kamera saya ada sebungkus kado. Kata Chipto, itu Puguh yang memasukan kado ke dalam tas saya.

Sampai di stasiun, saya menunggu Puguh memberikan uang. Tapi rupanya sampai saya dan Chipto menuju masuk ke dalam kereta, Puguh tak memberikan apapun. Saya pun segan ingin meminta. Akhirnya, masuklah saya dan Chipto ke dalam kereta. Dalam hati mulai khawatir, gimana caranya pulang dari Jakarta ke Serang, sementara uang saya nggak cukup. Saya lupa, uang saya tinggal berapa saat itu, seingat saya tinggal dua puluh lima ekekeke....



"Eh, Chip, gimana? Mbak Ana nggak punya uang. Chipto uangnya cukup, gak?"

"Insya Allah cukup, Mbak." ia menjawab tanpa terlihat khawatir sedikitpun.

Kereta pun berjalan meninggalkan kota Kediri menuju Jakarta. Lelah badan melalui medan Kediri-Tumpakdoro yang lumayan menguras tenaga membuat saya dan Chipto tak banyak berbincang selama perjalanan. Hanya evaluasi sedikit tentang kegiatan yang sudah dilakukan. Kami tidur sepanjang jalan sampai menjelang shalat subuh. Sampai di Stasiun Senen sudah pukul sepuluh pagi. Lapar mulai merayapi perut kami yang tak terisi sejak dari Kediri.

"Makan yuk, Mbak?" Chipto berjalan mendahului saya menuju salah satu warteg yang berderet-deret di depan Stasiun Senen.

"Emang Chipto ada uang?"

"Ada, Mbak."

"Eh, nanti ongkos buat Mbak ada?"

"Ada. Insya Allah cukup."

Makanlah kami sampai kenyang. Selesai makan, Chipto mengulurkan uang kepada saya. "Ni buat Mbak Ana."

"Chipto buat ongkos ke Bogor ada?"

"Ada. Sepuluh ribu cukuplah. Nanti kan ke rumah naik motor."

Selesailah drama perjalanan kami ke Kediri dan alhamdulilah, saya sampai di rumah Serang dengan selamat. Chipto pun sampai di Bogor dengan selamat. Besok-besoknya ketika saya cerita ke Babeh Helmi, Babeh ngomel panjang lebar. Dan dimarahin habis-habisan saya hahahaha.

Bergembira ria ketika melihat ini (coba kalau saya gak jadi berangkat, bakalan nyengir kuda) :D


"Kenapa nggak minta uang ke Babeh?" Dan bla.. bla lainnya. Adalah Babeh ngomelin saya lima lembar kalau dipindah ke word :D. Tapi saya seneng-seneng aja. Meski ketika cerita ke teman, saya dianggap edan :D Bersyukur dikelilingi sahabat-sahabat yang baik

Kenapa Puguh tidak memberikan uang kepada saya? Karena Puguh mengira saya tak mau menerima uang tersebut dan uang tersebut dibelikannya kerudung buat saya. Ekekekeke.



Nah, teman-teman punya versi cerita bahagia? Yuk, berbagi bahagia bersama tabloid Nova. Ceritakan kebahagiaan teman-teman dan rebut hadiah bernilai jutaan. 



Caranya, tulis kisah bahagia teman-teman dengan kata kunci Berbagi Bahagia Bersama Tabloid Nova.com. Info lengkapnya bisa dibaca di laman microsite Kontes Berbagi Bahagia Bersama Tabloid Nova.com. Ikuti syarat-syaratnya, biar nggak ada yang lupa. Jangan lupa juga untuk like fan page tabloid nova, follow akun twitter tabloid nova dan follow google plus nova. Panjang tulisan minimal 350 kata dan boleh mengirimkan lebih dari satu artikel. Jadi, yuk, ikutan nulis berbagi kebahagiaan dan menangkan hadiahnya senilai jutaan.


21 komentar:

  1. Turut berbahagia, Mbak... Selamat atas kebahagiaan2 yg sudah diraih itu yaa... Berkah selalu :)

    BalasHapus
  2. selamat ya mbak,hehe kebanyakan yang mendoakan lolos akhirnya lolos juga,ya meskipun yang bersangkutan berdoa supaya tidak lolos :D

    BalasHapus
  3. iyo lah...
    denger anaz makin ngetop juga ikut bahagia

    BalasHapus
  4. Anaz mau difoto aja aku udah bahagia banget, apalagi makin ngetop..makin bahagia akuh :) selamat ya Naz

    BalasHapus
  5. Selamat mb semoga kedepan lebih sukses,ammin

    BalasHapus
  6. duuh ... cerita bahagia mu itu mengharukan, Na. Iya, bahagia itu dikeliling orang2 yang bisa saling menyayangi dan memberi support. Dan memang Ana pantas menerimanya, karena dirimupun sama tulusnya ...
    *peluk

    BalasHapus
  7. Selamat ya Mak Anaz atas prestasi-prestasinya, juga cerita serunya ke Kediri, hehehe.. bahagia banget yaa dikelilingi sahabat-sahabat yang baik..
    btw makasih Mak info kontesnya :)

    BalasHapus
  8. Layak!
    Selamat ya, Mbak. :* Moga makin sukseees. Sehat selalu, yaaa. . .

    BalasHapus
  9. Rejeki udah Ada jalannya. Selamat ya Naz. Ikutan seneng :)

    BalasHapus
  10. salam silaturahmi, lama tidak berkunjung kesini. Ternyata banyak hal yang udah berubah, syukurlah perubahan yang terjadi menuju wujudnya kesuksesan yang tertunda. Memang hidup itu kalo di baca ulang, ga ada yang berasa sedih. semua akan tampak bahagia, apalagi kalo kita bisa berbagi kebahagiaan ke orang lain. Sukses dan layak masuk KGNA.

    BalasHapus
  11. pengalaman yang sangat luar biasa yaa tentunya :)

    BalasHapus
  12. selamat ya mbak atas prestasinya... ternyata banyak hal yg membuat kita bahagia...

    BalasHapus
  13. aihhh ada lomba ya, khusus cewek ya hehehe

    BalasHapus
  14. Selamat ya mba Anaz atas pencapaian dan kebahagiaanya, jadi ikut bahagia bacanya ♥

    Jangan berhenti menginspirasi ya mba :*

    BalasHapus
  15. hahaha, aduh seru kayaknya. lain kali ajak2 ya :D

    BalasHapus
  16. aaah, seru bangeet hehehe...dengan segala cara-Nya, bahagia memang ada di mana-mana dan sederhana ya mba Anaz..dan salah satu kebahagiaan terbesar adalah dikeliling teman-teman yang luar biasa :)

    BalasHapus
  17. yes, untung saya sudah ikut...
    Hal bahagia memang sebenarnya tidak perlu wah, cukup bisa berkumpul udah bahagia, bener gak?

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P