Fotogeniknya Kehidupan

Selfie depan kaca pun beraninya di kamar mandi :D


“Ibu nanti tolong kirim foto kegiatan, ya. Tiga lembar pun nggak apa-apa, kirim saja via email, saya tunggu sore ini juga. Untuk edisi Sabtu ini soalnya” Saya mengiyakan permintaan di telpon dan menyanggupi akan segera mengirim foto seperti yang diminta. Foto kegiatan, sebanyak tiga lembar ke redaksi Nova. Perbincangan ini berlaku akhir bulan November tahun lalu.

Foto kegiatan. Saya bingung mencari-cari foto kegiatan. Selama ini, ketika ada kegiatan selain sebagai ketua pelaksana saya juga jadi tukang foto di lapangan, tukang dokumentasi. Huehehehe... Minta di group whatsapp, dikirimnya foto-foto aibgenic, foto-foto nggak jelas yang tidak layak tayang. Apalagi untuk tampil di tabloid. Hahahaha....

***
“Anaz, lihat sini,” suara Babeh Helmi terdengar sambil memegang kamera siap-siap membidik saya.

“Nggak mau, Beh,”

“Anaz, lihat sini,”

“Nggak mau, Beh,” saya tetap sibuk mengemas buku, menyusunnya satu-satu supaya tidak berantakan. “Anaz! Lihat sini!” suara Babeh tak lagi bersahabat, bernada ancaman. Akhirnya saya menyerah dan menoleh ke arah Babeh Helmi dengan terpaksa. Itu untuk pertama kalinya Babeh Helmi mengikuti kegiatan Blogger Hibah Buku di SDN Kepung II Kediri pada bulan Mei tahun 2014 lalu bertepatan dengan hari Buku Nasional. Itu pula perjalanan terjauh kami untuk pertama kali  untuk kegiatan Blogger Hibah Buku.

Pada akhirnya, bukan sekali dua kali Babeh ada bersama kegiatan Blogger Hibah Buku. Di SDN Pamongan II pun Babeh turut serta. Berulang, seperti kejadian di Kepung beberapa bulan sebelumnya Babeh kembali “memaksa” saya untuk difoto.

“Anaz! Sini difoto. Susah amat!”

Saya yang tadinya enggan dan ogah, akhirnya pasrah. Pun ketika kami semua esoknya berkunjung ke salah satu rumah warga yang belum lama mendirikan taman baca atas inisiatif salah satu volunteer Hibah Buku di Kediri, Babeh, lagi-lagi memaksa saya untuk rame-rame difoto berjamaah. Terakhir, adalah ketika Kompasianival. Selesai sesi foto bareng Pak Ginanjar memotong kue ulang tahun, kami foto beramai-ramai. Saat foto beramai-ramai itulah saya keluar dari rombongan. Tak pelak, Babeh kembali menghardik saya untuk kembali masuk ke dalam rombongan biar ada sayanya (bahasanya didramatisir sedikit hahahaha)

“Anaz! Kamu masuk sana difoto,”

“Ih, males, Beh. Ini Anaz motret pakai hape biar cepet” Sebenernya, entah alasan apalagi yang akan saya utarakan ke Babeh untuk hal-hal foto ini. Saya memang males :D tapi demi melihat muka dan suara Babeh yang sudah berubah, lagi-lagi saya menyerah kalah. Saya kembali masuk ke dalam barisan untuk foto bersama.

Ngomong-ngomong, kenapa saya susah sangat untuk difoto? Eh, sebenernya bukan susah, sih. Tapi lebih kepada nggak pede. Nggak pede kalau di depan kamera. Alasannya? Jawaban sederhana dan paling jujur dari saya adalah, saya merasa jelek, jadi ngerasa nggak pantes aja kalau difoto. Ini, sejak kecil saya rasakan dan sangat sulit mengubahnya. Dulu, waktu masih di Malaysia saya kerap dibilang sombong sama anak majikan saya, karena nggak mau diambil fotonya. Aduh, bukan. Bukan karena sombong, tapi lebih karena enggan ketika harus berada di depan kamera. 

Jadi kalau ada kegiatan Hibah Buku dan Babeh ada turut serta, saya itu selalu jadi objek omelable untuk urusan foto. Karena saya susah banget difoto #Sungkem sama Babeh Helmi.

Saya pun tak pernah terpikir kalau hasil foto-foto yang Babeh ambil itu akan tersebar di banyak media, baik media cetak mau pun televisi. Sampai kemudian beberapa foto yang diambil oleh Babeh itu mengantarkan saya ke ajang Perempuan Inspiratif Nova 2014 (PIN 2014) beberapa foto adalah hasil jepretan Babeh Helmi ketika dimuat di Tabloid Nova.

Saat di Surabaya penganugerahan PIN 2014 tidak banyak dihadiri teman-teman yang biasa maksa motret (termasuk babeh nggak ada huehehe) jadilah saya nggak ada yang motret-in. Paling sama Mbak Tatiek atau Mama Loretha gentian foto. Meski lagi-lagi, saya lebih banyak motret orang. Lah wong pas malam itu saya pecicilan lari kesana kemari ngejar Bu Risma buat ngambil fotonya beliau.
 Beruntung, saya nggak pake sandal tinggi jadi bebas lari-lari. Hehehe

Pas acara sudah selesai, masing-masing teman pun sudah masuk kamar. Dan Mbak Ida, teman sekamar saya belum masuk. Beliau masih berkumpul dengan keluarganya. Iseng-iseng di kamar mandi saya selfie depan cermin, dong. Hahahaha… Tuh, giliran selfie pun tetep ngumpet-ngumpet. Nggak berani gitu di depan umum. Malu :D

Malam itu, di antara hadiah-hadiah yang berserak, Di antara piala dan bunga yang saya letakan bersampingan tak pernah terpikirkan sebelumnya ketika semua rasa malu saya, rasa rendah diri saya akan diapresiasi sedemikian rupa. Malam itu, saya memperoleh piala. Bahwa hidup itu tak ada yang sempurna, bahwa segala rasa minder saya di depan kamera itu ada penangkalnya, percaya diri. Segala puji, hanya milik Allah....


Mengikuti kontes selfie storynya emak gahul bersama smartfren

11 komentar:

  1. saya juga susah difoto, tapi waktu kecil malah suka. kata temen saya, kekenyangan waktu kecil.
    btw, salam kenal. saya juga ikut lomba selfie story: http://flyingwithoutlimit.blogspot.com/2015/04/tidak-perlu-momen-penting-untuk-berfoto.html

    BalasHapus
  2. wah mbak..baru tau istilah baru "aibgenic", kalo dulu saya taunya "cargenic" :D
    aniwei, sukses dengan kompetisinya..salam persahabatan dari blogger nubie surabaya :)

    BalasHapus
  3. bak anaz pede loh buktinya ikutan kontesnya mbak winda :) aku malah yang gak pede ikutan

    BalasHapus
  4. Padahal cantik mba Anaz hehehe. Sama kayak Kynan mbak, susah banget mau difoto harus curi-curi hihiii

    BalasHapus
  5. mbak Anaz cantik sekali... padahal cuma selpi di kamar mandi ya... :D

    BalasHapus
  6. Mbak, pede aja yak, jangan minder... hehehe

    BalasHapus
  7. mbak anaz, betul banget. penangkal minder itu ya PD. semangat ya mba. saya malah bingung mau ikutan kontes ini. gak punya cerita selfi soalnya. hihi

    BalasHapus

  8. wah mbak Anazkia dapat piala, hadiah dan bunga, iya hidup itu tidak ada yang sempurna. Percaya diri penangkal supaya mau foto ya….
    @guru5seni8
    www.kartunet.or.id

    BalasHapus
  9. Hihii jadi inget dulu saya juga gitu he
    oh ya, saya juga ikutan mbak. Ayo mampir..

    http://luluquotes.blogspot.com/2015/03/karena-1000-langkah-yang-kau-tempuh.html?m=1

    BalasHapus
  10. Belum sempat baca postingannya, eh comment duluan gegara Ka Naz Selfie. OMG iki bener KaNaz? Ciye..ciye belum mandi tapi keren :D

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P