Kartika yang Mengajar Dengan Sukarela

Kartika sudah mengajar di SMP Terbuka


Minggu lalu, tepat hari Senin pagi facebook saya ditag oleh Pak Adi. Beliau adalah kepala sekolah SMP Terbuka Tarumajaya-Bekasi, "Mengingat 17 tahun yang lalu ketika tahun 1998, pernah merantau di negeri orang kini teringat kembali dengan bahasa Korea, alhamdulillah di SMP Terbuka ada Bu Guru baru mengajar Bahasa Korea. Insyaalloh pelajaran setiap Jumat siang. Terima kasih Mbak Kar Tika, terima kasih teman-teman di Sekolah Raya. Semoga Bermanfaat untuk masa depan anak-anak kami. Kalau kepala sekolanhya pernah kuli di negara orang siapa tau murid-muridnya dapat Kuliaah di South Korea Amin."

Beserta tulisan di atas adalah serangkaian foto-foto kegiatan Kartika yang sedang mengajar di ruang kelas SMP Terbuka. Mengenai SMP Terbuka, saya pernah menuliskannya di sini 

Melihat foto-foto Kartika, ada rasa haru dan iri yang menyelubungi perasaan saya. Haru teringat obrolan kami suatu pagi di Dusun Dompyong Wetan halaman belakang. Haru melihat keputusan Kartika yang akhirnya mengajar di sana.

Teringat obrolan kami suatu pagi di Cirebon beberapa bulan lalu. Obrolan berbagi cerita antar komunitas yang dilakukan di halaman belakang ini tak sedikit yang memanasi Kartika untuk mengajar saja di SMP Terbuka. Bukan tanpa alasan ketika kami pagi itu menjadi sumbu kompor kepadanya. Mari saya ceritakan sedikit tentang Kartika.

Kartika, saya mengenalinya saat masih aktif di perpustakaan di salah satu sudut kota Jakarta. Ketika itu, saya sekilas-sekilas saja dan jarang berbincang dengannya. Dia sibuk mengajar anak-anak di salah satu pojok ruangan perpustakaan. Mengajari anak-anak kursus bahasa Mandarin dan Korea. Beberapa kali ketemu, kami mulai ngobrol-ngobrol. Apalagi ketika kami berkunjung ke kantor Tempo. Barulah saya mulai tahu sedikit mengenai Kartika. Lebih tahu agak banyaknya saat berbincang di Halaman Belakang waktu itu.

Rupanya, selain mengajar untuk anak-anak di pojok ruangan perpustakaan, ia juga mengajar para profesional. Orang-orang yang sudah bekerja, tapi membutuhkan ilmu bahasa Korea. Nah, kami teman-temannya ini mempermasalahkan Kartika yang mengajar para profesional. Bukan, bukan karena kami pelit ilmu dan perhitungan materi duniawi. Tapi melihat pengorbanan Kartika yang keren nan luar biasa ini. Okelah, kalau dia mengajar anak-anak yang sering datang ke perpustakaan itu tak dibayar tak mengapa, lah ini masalahnya dia mengajar kaum profesional pun tak dibayar. Ya, gratis!

"Udahlah, Kak. Kamu berhenti aja ngajar di sana. Mending ngajar di SMP Terbuka aja."

"Udah, pokoknya saya nunggu Kartika keluar ngajar dari perpustakaan." dan kalimat-kalimat serupa kami lontarkan satu sama lain. Memanasi Kartika, mengompori Kartika untuk berhenti mengajar di perpustakaan. Apalah kalau ilmu yang diberikan oleh Karatika kepada kaum profesional itu hanya dibayar dengan penghapus dan spidol. Yah, hanya itu. Maka alangkah lebih baiknya kalau ilmu keren Kartika ini diajarkan di depan anak-anak yang memang seharusnya. Mereka, di SMP Terbuka sebagian besar anak-anaknya adalah dari orang tua yang tidak mampu. Maka seperti lunaslah segala ilmu yang dituangkan oleh Kartika di depan murid-muridnya. Tapi kali ini saya berharap, andaikan Kartika masih mengajar kaum profesional itu, ia mau memungut bayaran dan bisa dijadikan subsidi silang. Yah, karena dia mengajar di SMP Terbuka pun tidak dibayar.

Semoga ilmu yang disampaikan Kartika berkah dan bermanfaat  ^_^

Kartika yang keren


Akhirnya, saya iri karena belum bisa seperti Kartika.

9 komentar:

  1. aamiin
    wow keren ya,geleng2 kepala juga nih,ngajar bahasa korea bt para profesional gratis..beuh,hebattt.artinya.......lillahi ta'ala ngajarnya

    BalasHapus
  2. salut deh bacanya, Kartika ikhlas mengajar untuk mereka ya

    BalasHapus
  3. Keren banget, hari gini masih ada orang yang mau bekerja tanpa dibayar, mbak kar tika mengajar semata-mata untuk berbagi bukan untuk dibayar

    BalasHapus
  4. Berjuang, ya. Senang mendengarnya, Mbak. Semoga makin banyak orang yg berjiwa spt Mbak Kartika. :)

    BalasHapus
  5. Keren mba semoga semakin banyak orang yang inspiratif

    BalasHapus
  6. Keren ya Icha ini, terus semangat Icha :)

    BalasHapus
  7. semoga menjadi isnpirasi bagi yang lain

    BalasHapus
  8. Wah luar biasa, saya salut sama prinsip dia. Semoga kartika tetap sehat selalu, amin.

    BalasHapus
  9. Orang2 seperti Kartika ini yang menyelamatkan Indonesia

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P