Akan Membawa Korsi, Nongkrong di Waroeng Mee

Pertemuan ini untuk  membahas kegiatan di Cirebon dalam rangka sharing bareng komunitas di Rumah Baca Halaman Belakang. Tempatnya, dekat dengan stasiun Tebet


Akan Membawa Korsi, Nongkrong di Waroeng Mee. Eh, apa-apaan ini judulnya? Maksudnya mau bawa korsi sendiri ke Waroeng Mee? Atau mau jual korsi ke Waroeng Mee atau mau apa? Emangnya di Waroeng Mee nggak ada kursi? Tenang, saudara.... tenang. Keadaan masih aman #Eh. Jadi, korsi yang dimaksud bukanlah korsi yang buat kita duduki. Korsi yang dimaksud adalah komunitas beraksi. Apa pula itu komunitas beraksi? Komunitas Beraksi adalah Kumpulan Komunitas yang bergerak dalam bidang sosial dan pendidikan, khususnya di Jakarta. Berdiri pada tahun 2014 dan komunitas yang telah tergabung adalah:

  • @Sajubu_ID
  • @HibahBuku
  • @BukuBagiNTT
  • Komunitas Lubang Jarum Indonesia
  • Komunitas Filantropi Pendidikan
  • @Blogfam
  • Bukuberkaki
  • Sagu Maluku
  •  

Nah, sementara itu aja komunitas-komunitas yang tergabung. Sebagian besar dari komunitas yang tergabung adalah komunitas yang mengumpulkan buku. Salah satuya adalah Komunitas Blogger Hibah Buku di mana saya sebagai koordinatornya (eh, apa kabar itu Blogger Hibah Buku?) Di dalam Korsi, ada kalanya kami sering mengadakan kegiatan bersama-sama. Baik di luar kota mau pun di sekitaran Jakarta. Sebelum mengadakan kegiatan, kami biasanya ngumpul di suatu tempat buat diskusi membahas apa saja yang diperlukan, meski sering juga kami hanya berdiskusi di group whatsapp.

"Pokoknya harus dekat stasiun" 

"Jangan di Jakarta melulu dong."

"Sekali-kali menyingkir ke pinggiran Jakarta."

Kalimat-kalimat tersebut sering kami lontarkan satu sama lain ketika kami hendak  kumpul. Gimana enggak, kami saling berjauhan. Jadi mengumpulkan mereka semua adalah hal yang sulit.

Ini di dekat statiusn Cikini, membahas tentang rencana Garage Sale Jeng Buku Ramadhan lalu. Jeng Buku (jualan barang bekas demi ongkir buku)  adalah program di mana kami mengumpulkan barang bekas dari beberapa kota, kemudian kami jual dan uangnya kami jadikan biaya pengiriman buku

Ini dekat stasiun Universitas Indonesia (UI)
 Nah, itulah Korsi dan itulah kami yang sering nongkrong di dekat-dekat stasiun untuk selalu mencari ide-ide dan kegiatan bersama.

Nah! tulisan di atas itu ditulis seminggu yang lalu (atau dua minggu yang lalu saya lupa) Saya memang berniat mengajak teman-teman Korsi mengunjungi Waroeng Mee, tapi rupanya belum kesampaian. Dan tulisan ini pun meski ngedraft sudah lama tapi nggak dipublish-publish. Tapi, hari Sabtu lalu tanggal 19 September saya ngajak teman-teman dari panitia Kelas Inspirasi Cirebon buat nongkrong di sini. Sebelumnya, saya pernah share foto-foto mengenai makanan di Waroeng Mee, jadilah ketika Sanuri dari Cirebon berkunjung ke Jakarta kami sepakat untuk nongkrong di Waroeng Mee.

Dan lihatlah, ketika foto diunggah ke medsos teman-teman Korsi pada sibuk komen pengen datang ke Waroeng Mee


Waroeng Mee

Adalah Waroeng Mee, salah satu perusahaan dari Kebab Babab Rafi yang berada di Jalan Blora nomor 36 ini merupakan sebuah warung baru yang didirikan dengan konsep kekinian. Meski bernama warung, cafe ini menyasar kepada kalangan menengah ke atas, tapi dengan harga terjangkau oleh kalangan menengah ke bawah juga. Waroeng Mee didirikan belum lama 15 Juni 2015.

"Waroeng Mee ini didirikan menjelang bulan puasa. Dan alhamdulillah mendapatkan sambutan yang baik dari para pelanggan. " Mas Hendy Setiono, owner Baba Rafi menjelaskan awal mula berdirinya Waroeng Mee.Beliau tidak menyangka kalau masyarakat luas menyambut antusias kehadiran Waroeng Mee. Dengar-dengar, Waroeng Mee ini didirikan tanpa modal dari pihak Mbak Nilam juga Mas Hendy (intinya mah ada yang modalin) keren, ya?

Masih kata Mas Hendy, sebelum mendirikan Waroeng Mee beliau melakukan survey melalui media sosial, instagram. Ya, Instagram! Gilak, ya. Beliau memanfaatkan media sosial dengan sangat tepat, bahkan untuk memulai bisnis pun cukup hanya stalking di IG. Ini luar biasa keren. Masih kata Mas Hendy, beliau melihat-lihat sebagian besar pengguna IG yang upload gambar tengah malam, banyak para pengguna IG yang mengunggah foto mie instant dengan segala macam tambahan sebagai pelengkap. Dari situlah konon ide Waroeng Mee didirikan. Keren banget, ya? Stalking IG, lihat pasaran terus dijadikan bisnis. Dibuat dengan konsep kekikian, Waroeng Mee membidik pasaran kalangan menengah ke atas, tapi dengan harga terjangkau oleh kalangan menengah ke bawah. 

Namanya Waroeng Mee, tapi menu yang disajikan tak hanya melulu mie saja. Ada kue cubit yang dibuat dengan berbagai macam rasa, cireng, Churos,  ada burger, roti bakar,  makanan berat seperti nasi dengan beberapa pilihan juga tak lupa adalah kebab turki baba rafi. Mengenai kebab turki, saya pernah menuliskannya di sini

Waroeng yang dibuat dengan konsep kekinian, pangsa pasar kalangan menengah ke atas, yang datang kebanyakan anak muda (malam Minggu kemarin nongkrong di sana)  saya jadi terpikir untuk mengajak kerja sama dengan pemilik Waroeng Mee, Mbak Nilam dan Mas Hendy untuk bekerja sama dengan kami. Misalnya, dengan menyediakan sedikit tempat untuk membuka drop box penerimaan sumbangan buku di warungnya, tentunya ini menjadi hal yang tambah keren (kalau menurut saya) hehehehe... Nanti sesiapa saja yang mau menyumbangkan buku bisa datang ke Waroeng Mee. Terus, kami-kami ini para kuli kardus juga bisa syik nongkrong di Waroeng Mee ketika mengambil buku sumbangan dari donatur :) Pun kalau kami kembali mengadakan Garage Sale, kami juga bisa minta tolong kerja sama untuk membuka drop box pengumpulan barang bekas (yah ini mah cuma ide aja) hehehehe...

Berada di jalan Blora nomor 36, Waroeng Mee sangat dekat dengan Stasiun Sudirman. Tinggal jalan kaki aja dari bawah, nggak harus naik ke atas. Jadi kalau kami mau ngumpul nggak perlu gontok-gontokan mana tempat yang tepat dekat stasiun :D. Ini dari halte busway pun dekat. Tapi lupa halte busway apa #Dikeplak. Tapi tempat ini rada berisik (dan memang berisik) kalau untuk meet up. 

Penampakan pilihan hidangan di waroeng mee


Kue cubit dengan berbagai pilihan rasa

Namanya submarine long bread

Roti bakar, isinya macam-macam ^_^ (harganya 30K)
Roti bakar macam-macam lagi :D

Kebab Turki

Cireng

Churos

Salah satu pilihan minuman


Harga mee berkisar dari 22-40K ada banyak pilihan rasa

Harga nasi beragam dari 17K-35K




3 komentar:

  1. harus dekat stasiun, nah ini aku setuju banget mbak jadi enak transportasinya ya

    BalasHapus
  2. Ehmmm hmmm, foto yang ada akunya kok ngga ada? hmmm teganya :D

    BalasHapus
  3. ehem, kelihatannya makanannya enak2 euy. pengin nyicip. kalo kebab, churos, sama cireng udah pernah nyoba. bikin nagih. :3

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P