Keunggulan dan Kekurangan Rumah Take Over Kredit Bank BTN



Salah satu solusi mengahdapi kenaikan bunga KPR adalah dengan melakukan take over kredit dengan harapan hal tersebut bisa menurunkan suku bunga yang semakin tinggi. Dengan perekonomian yang masih labil seperti sekarang ini, memang tidak jarang bila kredit rumah semakin memberatkan. Namun, hal tersebut janganlah menjadi penghalang untuk memiliki rumah impian. Sebelum melakukan rumah take over kredit bank BTN, ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan sebelum memberikan keputusan. 

Take over kredit sebenarnya adalah pemindahan sebuah pinjaman bank dari satu bank ke bank yang lainnya. Dengan melakukan over kredit anda bisa mendapatkan bunga yang lebih rendah karena mengikuti bunga peminjaman baru. Bunga terebut lebih rendah dibandingkan dengan bunga mengambah (floating rate) yang digunakan peminjam. Kemudian, over kredit mengkinkan anda untuk mendapatkan tambahan dana dari pinjaman di bank baru. Bila jaminan anda memungkinkan, bank bisa memberikan pinjaman baru dengan nilai yang lebih tinggi. 

Memang terdengar sangat meyakinkan dan menggiurkan take over kredit ini; namun anda harus mengetahui kelemahan over kredit rumah. 

Bank yang baru akan melakukan analisa atas kredit anda serta meninjau kembali jaminan anda. Hal itu berarti anda harus siap mengumpulkan dokumen-dokumen seperti halnya melakukan proses pinjaman baru. Namun, prosesnya akan lebih cepat dari pada membuka pinjaman baru karena data anda sudah tersimpan di database bank lama. Bank yang baru akan melakukan analisa permbayaran kredit yang anda lakukan selama ini. Bila anda pernah terlambat membayar beberapa kali, mungkin permintaan take over anda kemungkinan ditolak oleh bank baru. 

Selain itu anda juga harus memikirkan biaya take over kredit karena memang tidak murah. Alasan pertama adalah karena anda harus membayar sejumlah denda pada bank atas pelunsan pinjaman yang dipercepat dari waktu yang disepakati. Besarnya denda juga tergantung pada perjanjian antara anda dengan bank. Alasan kedua adalah biaya mengurus over kredit. Anda harus membayar besaran biaya kredit rumah yang telah disepakati kedua belah piha termasuk biya notaris dan surat-surat yang lainnya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P