Piknik Buku (Lagi)

Yuk, mari ubah cara pandang kita menghakimi mereka yang konon katanya malas baca buku. kalau diajakin, kalau ada bukunya mereka mau baca kok :)


Piknik Buku (lagi) saya lupa ini yang ke berapa kalinya mengikuti Piknik Buku yang diadakan oleh Rumah Buku Cilegon (RBC) dan ini kali ke berapa juga saya lupa berkunjung ke kampung teman saya, namanya Sumi di Desa Gerem, Cilegon. Pertama kali Piknik Buku ke sana dengan RBC tulisannya ada di sini. Waktu itu Sumi masih tingga di rumah Ibunya. Dan kali kedua kami Piknik Buku ke Gerem, Sumi sudah pindah di rumah sendiri. masih di gerem, tapi tempatnya agak jauhan dari rumah Ibunya. Sebelumnya, ketika kami Piknik Buku ke Gerem, keponakannya Sumi ini rupanya ada yang kutu buku banget. Dia suka banget baca buku, jadi sekali kami datang itu beberapa buku dibaca olehnya.

Setelah Piknik buku itu, Sumi sering banget SMS, menanyakan kapan lagi Piknik Buku ke rumahnya, soalnya sudah ditanyain melulu sama keponakannya yang kutu buku itu. Sementara saya, masih jarang pulang ke Cilegon. Sebetulnya, setiap minggu RBC dan teman-temannya sering Piknik Buku di Krakatau Junction. Kak Magda nggak mau ke Gerem kalau saya nggak ikut, jadilah semakin lama kami tidak lagi berkunjung ke Gerem.

Bulan lalu, tepatnya tanggal 11 Oktober 2015 saya mengajak Kak Magda Piknik Buku lagi ke Gerem. Waktu itu saya pulang dan ada waktu luang untuk Piknik, jadilah Minggu pagi kami kembali meluncur ke Gerem. Sebetulnya, nggak pagi-pagi amat karena saya kesiangan. Kesiangan berangkat dari rumah karena ngobrol dulu sama Kakak huhuhuhu.... di mobil Kak Magda, sudah ada Mas Jimo, teman baru yang baru dikenali ketika Kak Magda berkunjung ke Sangiang beberapa minggu sebelumnya.

Sampai di rumah Sumi sudah jam sepuluh lebih. Sumi sudah menyiapkan makanan untuk kami, karena sejak di jalan saya sudah SMS "Mi, ada makanan, gak? Kami lapar." tanpa tedeng aling-aling. Ini sebenernya niat Piknik Buku atau piknik makanan, sih? :)))))

Owh iya, keponakannya Sumi yang rajin baca itu waktu itu nggak ada, karena dia sekarang sudah mondok. Jadilah kami nggak ketemu dia 

Asyiknya bermain sambil membaca


"Makan aja, nih. Udah tak siapin." dia memang kawan yang paling baik, baik memahami tingkat kelaparan temannya :)

Kami mengangkut bakul buku dari mobil. Sumi dan suaminya sibuk menata dipan bambu, dibawanya ke bawah pohon mangga diletakannya di situ, kemudian kami meletakan buku-buku di atasnya. Di situlah biasanya kami menggelar lapak buku. Anaknya Sumi sudah membawa beberapa temannya. Awalnya, mereka terlihat malu-malu memegang buku. Tapi lama kelamaan mereka tidak terlihat canggung lagi. Meski Sumi sudah memasak untuk kami, ia kembali menyibukkan diri dengan menggoreng rengginang. Dibawanya rengginang yang sudah matang ke depan, diletakannya toples rengginang di atas dipan di antara buku-buku. Anak-anak mulai melirik rengginang selain buku. Jadilah tangan kanan memegang rengginang, tangan kiri memegang buku. 

Saya suka melihat ini, membuktikan kalau minat baca anak-anak itu masih tinggi. Asal ada bukunya, asal ada yang ngajakinnya mereka mau membaca, kok!. Yuk, ubah cara pandang kita menghakimi mereka yang katanya malas baca dengan ajak mereka membaca dan bawa bukunya. Sesederhana itu, sesimpel itu, tapi saya nggak bisa selalu :(

Dan... Piknik Buku waktu itu bukan cuman Piknik Buku thok, setelah kami makan siang, suaminya Sumi pergi ke kebun untuk memetik kelapa muda. Masya Allah.... Setelah kenyang makan-makan, minum-minum (minuman ringan kelapa muda bukan minuman keras) kami malah piknik ke Batu Lawang. Objek wisata alam yang tak jauh dari Gerem. Jadilah hari itu kami bener-bener piknik. Yah Piknik Buku, piknik makanan dan piknik beneran ^_^. Terima kasih banyak, Sumi dan suami sudah menjamu kami. Selain Sumi, teman saya Asma juga datang. Ini jadi kayak reuni, karena Sumi dan Asma satu kampung ^_^

"Tadi itu anak-anak banyak banget yang datang waktu kalian ke Batu Lawang. Mungkin tadi merekanya malu waktu ada kalian. Jadi, pas kalian nggak ada malah jadi banyak anaknya." lapor Sumi ketika kami baru sampai dari Batu Lawang. 

"Ah, nggak apa-apa kami nggak lihat. yang penting buku-buku itu dibaca anak-anak." kata kak Magda, founder RBC yang rendah hati banget :) terima kasih banyak, Kak Magda udah sering ngajakin saya blusukan. Terima kasih, Mahfudoh dan Isna yang ngebut datang bela-belain dari Anyer :) terima kasih juga Nurul Noe dan suami, sepasang suami istri ajaib ^_^ dan terima kasih juga buat Mas Jimo :)



Ada bukunya Mbak Wylvera

Piknik makanan

Piknik minuman

INI PIKNIK BENERAN! #Ehhhh capslock keinjek :)))))

Juragannya Piknik Buku Kak Magda :)



4 komentar:

  1. Inspiratif banget kak naz.. Kapan ke Kediri lagi??? Hehehe

    BalasHapus
  2. Salut dengan kegiatanmu Naz. Aku masih egois, mengurus keluarga sendiri, belum banyak bermanfaat bagi orang lain. Semangat terus Naz.

    BalasHapus
  3. Semoga kebermanfaatan yg mbak lakukan bisa menjadikan ladang amal. Amin.
    Jujur saya seneng banget liat anak2 di desa yg antusias baca buku.
    Bukan buku pelajaran sekolah tentunya, mungkin buku2 ringan, dongeng bergambar,novel anak2, seri pengetahuan alam...
    ya hal seperti itu mash dibutuhkan di Indonesia :D

    Salam kenal Mbak :)

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P