Tips Motret Dari Kampret

masing-masing mulai beraksi


Tips Motret Dari Kampret. Kampret, kepanjangan dari Kompasianer Hobi Jepret. Kampret merupakan salah satu dari sekian banyak komunitas yang ada di Kompasiana. Saya bergabung sejak awal-awal Kampret ada, sekitar bulan Februari 2012. Di komunitas ini, saya belajar banyak hal tentang seluk beluk kamera, memotret dan pertemanan sesama kompasianer. Dari sekian banyak komunitas yang ada di Kompasiana, bersama kampretlah saya paling lama bertahan dan bisa berbaur (halagh, kayak apa aja). Tapi karena sesuatu dan lain hal, Kampret mengundurkan diri dari Kompasiana. Meski sudah mengundurkan diri, Kampret tetap menggunakan nama Kampret, singkatannya aja yang berbeda menjadi Komunitas Hobi Jepret. Masih sama-sama berkaitan dengan kamera (ya iyalah, masak dengan cobek) :D

Sabtu, 10 Oktober 2015  bertempat di Taman Kuliner The Spring Ciputat Jl. Otista Raya No. 23 Ciputat, Kampret mengadakan kopdar (Kopi Darat) kalau kopdar bareng Kampret, biasanya disusupi dengan materi-materi pengayaan mengenai fotografi. Nah! Berhubung kali ini kopdarnya di tempat makan, jadilah pada waktu itu kami belajar food fotografi. Alias motret-motret makanan. Eh, ngomong-ngomong, meski saya sudah lama bergabung dengan Kampret dan sudah begitu banyak ilmu yang dibagikan oleh Mas Arif, Mas Ajie, Om Didiet dan semuanya teman-teman di kampret saya motretnya tetap aspret. Alias asal jepret :D

Berangkat dari rumah Mak Aul jam 10 lewat. Saya sama Mbak Icoel datang terlambat. Seperti sudah diduga sebelumnya, sepanjang jalan dari Lebak Bulus menuju Ciputat itu padat merayap. Saya sudah hapal kebiasaan ini :D, hampir setahun menjadi warga Ciputat hehehe. Sampai di Tamkul jam dua belas siang. Acara belum dimulai, teman-teman kompasianer yang lain sudah pada datang. Setelah shalat dhuhur, barulah acaranya dimulai. Siang itu, Om Didit yang menjadi narasumbernya.

Om Didiet sama Om Mas Arif seimbanglah :))))


Om Didiet menjelaskan tentang kegunaan foto makanan berdasarkan kebutuhannya ada beberapa macam, bisa untuk promosi restoran untuk dipajang di menu, iklan, banner billboard dan lainnya. Sedang untuk pribadi, bisa untuk kebutuhan blog, media sosial buku dan banyak lagi. Fokus kami waktu itu bagaimana caranya menggunakan kamera hape untuk memotret. Jadi, lebih kepada menggunakan alat apa yang ada. Waktu prakteknya pun kami menggunakan hape.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memotret makanan menurut Om Didiet adalah,


  • Makanan itu sendiri baik dari bentuk, warna makanan, cita rasa, tata penyajian dan tentunya, cara menyantapnya.
  • Unsur yang perlu diperhatikan dalam memotret makanan adalah adanya penunjang seperti, piring, sendok, gelas, sendok garpu dan lain sebagainya. 
  • Unsur selanjutnya adalah cahaya. baik dari cahaya alam, mau pun cahaya buatan.


Kata Om Didiet, ada satu teori foto yang harus diketahui, yaitu bagamana caranya biar orang yang melihat foto makanan kita itu tertarik dan ngiler pengen nyoba. Eh, ini kalau menurut saya setiap foto makanan bikin ngiler, sih, pengen nyoba :D . Tapi ada beberapa kali foto makanan yang nggak pengen nyoba, foto makanan yang aneh-aneh. Kayak foto makanan kaki korengan, foto makanan dengan sajian toilet, fyuhhhh... itu bener-bener nggak pengen nyobain :(

Balik lagi ke topik, beberapa tips memotret makanan yang diajarkan Om Diet antara lain;


  1. Proporsi utama dalam menentukan komposisi.
  2. Saat mulai memotret jangan memasukan semua properti dalam di sekitar meja.
  3. Makanan yang akan difoto harus mendominasi keseluruhan komposisi.
  4. Masukan sedikit elemen atau properti pendukung seperti, serbet, mangkok, piring, sendok garpu atau pun pisau.
  5. Untuk makanan yang terdiri dari dua buah piring/mangkok, utamakan yang utama dari menu tersebut.
  6. Untuk minuman, perhatikan pinggir gelas jangan sampai over dan terputus.

Demikian yang diajarkan oleh Om Didiet. Saya akan cantumkan beberapa foto teman-teman yang waktu hadir menjadi foto terbaik. kalau foto saya mah jelek-jelek :)))))


Foto terbaik pertama, punya Kak Yulia. Dapat hadiah tas kamera sama voucher apartemen sebesar 5 juta

Fotonya Mbak Icul, urutan terbaik kedua (kalau nggak salah ingat)

Fotonya Mas Yudi, terbaik kelima


Terima kasih ilmu-ilmunya, Om Didiet


12 komentar:

  1. Wah, ilmu baru nih... *karungin*
    Tengkyu share-nya Anaz....

    BalasHapus
  2. Waahh ilmu baru nih lumayan buat tambah2 pengetahuan...

    BalasHapus
  3. Fotonya bagus-bagus. Makasih mba ini bermanfaat banget buat newbie kaya akuh

    BalasHapus
  4. Paling fleksibel memang foto pake hp kalau di resto, nggak terlalu menarik perhatian. Tp aku blm pernah nyoba selain auto heheee

    BalasHapus
  5. Dapat ilmu baru nih, sangat bermanfaat. Foto2nya keren mbak. :)

    Salam kenal :)

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P