Pak Raden Tidak Membutuhkan Gelar Pahlawan

Koleksi foto milik Kak Uwie, ketika Pak Raden sedang mendongeng tentang sepasang suami istri (seingat saya, istrinya pengen kaya)


Jumat, 30 Oktober 2015 Pak Raden berpulang untuk selama-lamanya. Di saat kami berkemas dan bersiap untuk acara Festival Dongeng Internasional Indonesia (FDII) 2015. Tak banyak yang saya kenali dari sosok bernama asli Drs Suyadi ini selain tokoh buatannya Unyil. Dulu, masa kecil saya setiap hari Minggu adalah menanti kehadiran sosok Unyil di layar kaca stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) hitam putih empat belas inchi milik tetangga. Kami menanti dengan setia kehadiran sosok boneka Unyil, Pak Ogah, Bu Bariah dan tokoh lainnya. Terutama sekali adalah kehadiran Pak Raden dengan kumis baplangnya. Dulu, dulu banget saya melihat sosok Pak Raden adalah menakutkan. Kumis baplangnya, tawa menggelegarnya itu yang membuat saya takut. Sehinggalah remaja, saya masih suka menonton acara Unyil. Tontonan yang menghibur dan sarat edukasi. 

Berpuluh tahun kemudian, ketika saya sudah dewasa (baca tua) saya tidak pernah menyangka kalau akan bertemu dan berjabat langsung dengan Pak Raden. November 2013 lalu, ketika menghadiri Festival Dongeng di danau Universitas Indonesia (UI) saya bisa melihat langsung beliau mendongeng. Tak bisa digambarkan rasanya saat itu. Tapi saya beneran seneng banget. Nun jauh belasan tahun lalu, ketika saya masih kecil dan berada di desa, saya sering menonton acara Unyil. Dan siang itu, di danau UI saya melihat langsung Pak Raden mendongeng sambil menggambar. Dari acara tersebut, saya mengenal sosok Kak Aio. Pendongeng, yang konon banyak belajar langsung dari Pak Raden.

Dari Kak Aio juga, saya mengenal komunitas Ayo Dongeng Indonesia yang diprakarsai oleh pak Raden dan kak Aio eksekutornya. Dari situ pula saya terlibat di kepanitiaan Festival Dongeng Internasional Indonesia. Sebuah kepanitiaan yang kembali membawa saya bertemu dengan Pak Raden. Seperti yang pernah saya tuliskan di sini, teman-teman relawan Pak Raden meluncurkan sebuah program baru, "Piknik Dongeng" Piknik dongeng adalah bentuk sederhana dari cara mendongeng dari dekat. Teman-teman bisa datang langsung ke rumah Pak Raden. Mendengarkan dongeng, melihat panel Timun Mas atau dongeng HC Andersen yang visualnya sudah digambar langsung oleh pak Raden. Di rumah Pak Raden, nantinya teman-teman bisa juga melihat si Unyil dari dekat juga melihat langsung karya lukisan Pak Raden yang terpampang di dinding rumah Pak Raden.

Piknik Dongeng "lahir" pada bulan Agustus lalu. Tapi belum lama ada, Pak Raden sudah dipanggil yang Kuasa. 

Pada Piknik Dongeng itu pula, saya mengenali sisi lain dari Pak Raden. Pak Raden dengan kumis baplangnya, Pak Raden dengan gelegar tawanya hilang dari benak kepala saya. Yang tertanam di benak saya saat itu adalah sosok yang sangat idealis dari Pak Raden. Pak Raden, setelah mendongeng kisah sepasang suami istri bercerita kalau beliau pernah diminta salah satu stasiun televisi untuk mendongeng dengan tokoh nabi-nabi pada bulan Ramadhan. Tapi, Pak Raden menolak tawaran tersebut. "Saya tidak mau mengajarkan kebaikan kepada anak-anak dari salah satu sisi agama. Karena buat saya kebaikan itu universal." kalau saya tidak salah ingat, Pak Raden mengatakan demikian.

Saya tercengang. Menyadari dan melihat di sekeliling rumah Pak Raden yang tidak ada barang-barang mewah menyadarkan saya kalau beliau tidak memiliki barang berharga di rumahnya. Saya juga ingat ketika beliau diekspose oleh beberapa media ketika isu hak cipta si Unyil beliau tidak mendapatkan royalti. Artinya, Pak Raden hidup dalam kekurangan. Tapi, lihatlah.... beliau menolak sebuah tawaran dari salah satu stasiun TV yang saya yakin bakalan membayar beliau, tapi beliau menolaknya dengan alasan tidak mau mengajarkan kebaikan dari salah satu sisi agama.

Pak Raden begitu mahal, beliau tidak mau menggadaikan sebuah kebaikan dengan nilai-nilai uang. Di zaman sekarang ini, berapa banyakkah seniman yang seperti Pak Raden? Kemarin, ketika saya menceritakan hal ini kepada beberapa teman, salah seorang teman berujar, "Itulah seniman sejati. Dia tidak akan menggadaikan apa pun demi uang." Ah! betapa hebatnya Pak Raden. Semoga Allah melapangkan kuburnya, menjadikan kebaikannya di dunia sebagai bekal di akhirat. Aamiin....

Tentang penandatanganan di change org yang menginginkan Pak Raden menjadi seorang pahlawan, andai Pak Raden masih ada, tentu beliau akan menolak keras. Tapi, penghargaan pahlawan adalah satu-satunya cara menghargai beliau yang tidak pernah terbeli harga dirinya oleh apa pun, bahkan oleh uang sekali pun. Semoga semakin banyak seniman-seniman semacam Pak Raden.

18 komentar:

  1. Salut dengan idealisme beliau, semoga generasi selanjutnya tidak akan melupakan ada tokoh yang mengajarkan nilai-nilai lain selain uang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga semakin banyak pak raden-Pak Raden lainnya, Om
      Aamiin

      Hapus
  2. itulah seniman sejati tidak terbayarkan dengan uang,,,
    semoga semua kebaikannya menjadi pelapang kuburnya ya,,

    BalasHapus
  3. Semoga Allah melapangkan kuburnya ya, Kak..

    BalasHapus
  4. Pak Raden itu pahlawanku. Aku tonton semua episode si Unyil smp pengisi suara si Unyil berubah krn akil baliq.

    BalasHapus
  5. Pak Raden adalah pahlawan bagi anak-anak Indonesia, semoga nanti muncul para seniman yang idealisme dan kreaftifitasnya seperti beliau, aamiin.

    BalasHapus
  6. Semoga Pak Raden mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah....

    BalasHapus
  7. Selamat jalan pak raden, jasa mu akan selalu kami kenang

    BalasHapus
  8. Pak raden juga punya tempat spesial di hatiku...rasanya saat kecil penuh penantian untuk bisa nonton Unyil yang sarat pesan baik itu..

    BalasHapus
  9. Pak Raden itu kesannya galak, takut aku sama lirikan mata sama kumisnya. Itu waktu di Unyil ya..tapi melihat kesederhanannya beliau dan begitu mulia hatinya. Beliau hanya menginginkan anak-anak bahagia ya Naz

    BalasHapus
  10. Semoga banyak "Pak Raden" lainnya yang lebih terperhatikan

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P