Saung Bambu Rumah Ilmu

Suasana belajar di Saung Bambu


"Pulang, adalah ketika kita mampu mempelajari banyak hal"

Saya menulis kalimat di atas setelah pulang dari Anyer menuju Serang. Lupa tepatnya tanggal berapa saya berkunjung ke sana, tapi kalau tidak salah bulannya adalah Februari 2015. Saya mengikuti Kak Magda untuk lagi-lagi Piknik Buku.

Berawal dari tulisan Nurul Noe di facebook yang mengunggah foto kegiatannya di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pematang Warung di Desa Kemasan, Kecamatan Cinangka. Nurul sedang berdiri di depan kelas bermain dan belajar bersama dengan anak-anak SD. Dari komentar-komentar di foto tersebut, akhirnya kami (Rumah Buku Cilegon) sepakat untuk Piknik Buku ke sana. Aty, Nurul Noe dan anak-anaknya satu mobil dengan kak Magda dan saya satu mobil dengan Kakak, suami juga anak-anaknya. Iya, Kakak saya tertarik ikutan Piknik Buku :D :))))

Kami berangkat beriringan, Kakak ipar saya di garda depan, menuju Anyer melewati jalan lingkar selatan. Eh, waktu berangkat kayaknya Nurul bareng semobil sama kami jadi penunjuk jalan, barulah ketika pulang Nurul semobil sama kak Magda. Lanjut ke cerita, medan jalan menuju Anyer lumayan sulit. Selama perjalanan, saya keingetan Kak Magda, dia ini kan kalau ke jalanan kecil ke desa-desa lumayan ngeri :D tapi, alhamdulillah kami selamat sampai tujuan. 



Sampai di SDN Pematang warung, terdengar riuh suara anak-anak yang sedang belajar Bahasa Inggris di dalam kelas. Nurul mengenalkan kami dengan Lia, seorang gadis yang menjadi inisiator berdirnya Saung Bambu.

"Loh, Kanaz kan saya udah kenal. Inget nggak yang waktu itu kita ketemu di Pelabuhan Sunda Kelapa? Sama Rahmat?" eh, saya bengong dan mengingat-ingat di mana mengenal Lia. Maklum, faktor U saya jadi mudah lupa :)))) "Yang Kanaz motrein kami di Pelabuhan."

Dan akhirnya, saya mengingat Lia. Ya, November 2014 saya pernah bertemu dengan Lia di Pelabuhan Sunda Kelapa ketika saya sedang berburu foto bersama dengan teman-teman Kampret. Waktu itu saya masih demen-demennya bawa-bawa kamera DSLR :D. Setelah basa-basi kenalan, kami mulai mengangkut buku dan memasukannya ke dalam kelas. Beberapa kelas masih belajar bahasa Inggris. Kami juga berkenalan dengan para relawan Saung Bambu yang masih amat sangat muda belia. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak yang baru lulus SMA dan ada juga yang masih sekolah di SMA. keren banget, kan? Masih sekolah, baru lulus juga tapi sudah mau berbagi ilmu kepada adik-adiknya. Gimana caranya, Lia bisa mengkoordinir ini semua? (nanti ditulis lain aja kalau ini) :D

Beberapa anak mulai berebut mencari buku yang digemari. Sementara di kelas sebelah, setelah belajar bahasa Inggrisnya selesai, Kak Magda maju ke depan untuk mendongeng. Selalunya memang begitu, Kak Magda kalau tidak membacakan buku untuk anak-anak dia juga akan mendongeng. Keren, kan? ^_^ Ceritanya masih seputar Nirino, burung hitam yang dikucilkan oleh saudara-saudaranya yang berbulu lebih cantik dan lebat. Anak-anak mendengarkan dongeng dengan khidmat. Kak Magda juga meminta anak-anak untuk maju ke depan untuk mendongeng apa saja. Tak semuanya berani maju ke depan, salah satu yang maju adalah keponakannya Lia. Wah, ini mah buah jatuh tak jauh dari saudara-saudaranya ^_^

Pada rajin baca buku


Yang menyenangkan dan mengenyangkan juga membahagiakan dari Piknik Buku adalah sesi makan-makannya. Kakak saya membawa bekal (dia mah rajin bawa makanan kalau jalan) nah, rupanya di rumah Lia kami juga sudah disediakan makanan. Ya Allah, indahnya silaturrahim. Sebenernya, kami makan di kebun, jadi ini bukan rumahnya. Karena rumah Lia ada di kampung, di bawah tempat kami Piknik Buku sebelumnya. Enaknya makan di kebun rambutan, keponakan saya, anaknya Nurul dan anak-anak lainnya pada sibuk manjat pohon rambutan. Kami makannya banyak, beberapa kali nambah. Soalnya sambal buatan Ibuknya Lia enak banget. Abis makan, kami disajikan nangka, coklat dan buah rambutan jangan ditanya banyaknya. Karena sambil makan, kami pun bisa sambil metik :))))

Selesai makan siang, Lia mengajak kami ke Saung Bambu, saung di mana tempat mereka belajar ilmu. Di Saung itulah Lia mengajak adik-adik relawan untuk mencharger semangatnya, di Saung itulah Lia mengajari adik-adik relawan tentang kosa kata bahasa Inggris yang sederhana. Dari saung itu juga semangat adik-adik relawan menyala-nyala untuk membagikan lagi ilmunya kepada adik kelasnya di SDN Pematang Warung. Melihat mereka belajar, saya menyingkir sebentar mengesat air mata yang tak sengaja ada. Saya malu melihat mereka, malu melihat semangat mereka.

Adik-adik relawan yang super keren. Lia yang pake kerudung hitam memakai kacamata


"Merasa kaya bukanlah pada sebanyak mana harta yang ada, tapi sebanyak mana menjadi manfaat untuk sesama." dan adik-adik relawan di Saung Bambu yang menjadi seperti Rumah Ilmu mengajarkan kepada saya, tanpa mereka berkata-kata. Terima kasih banyak, Lia dan teman-teman relawan. Terima kasih banyak buat Kak Magda, Aty, Nurul Noe juga Kakak saya sekeluarga. Terima kasih tak terhingga untuk orang tuanya Lia, yang ngebawain kami rambutan sekarung. Bener-bener sekarung :)

Ini edisi makan-makan ^_^ yang paling ditunggu dan spesial :))))))

Kangen sama Aty 

Games edukasi

Kak Magda lagi mendongeng

Ayo siapa berani mendongengggg?

Rame!

Enak ^_^

Panennnnnnnnn

DIBAWAIN SEKARAUNG! :))))))))



14 komentar:

  1. Serunyaaa.... itu yg sekarung rambutan ??? huaaaaa.....

    BalasHapus
  2. Saung bambu...terlihat begitu nyaman untuk belajar, dan...buah nangka nya itu loh buat saya ngiler...hihii....

    BalasHapus
  3. Suasana desa yang ngangenin :) enaknyaaa jalan2 mulu nih Kanaz :) *jeles*

    BalasHapus
  4. Anak2 muda yang keren. Semoga menginspirasi anak muda lainnya.

    BalasHapus
  5. Seru ya bisa menjadi relawan mengajar, saya pengen sekali...

    BalasHapus
  6. Aku sih ng-iya-in kalau KaNaz itu memang pelupa. :P

    Kangen buku buku buku. . .

    BalasHapus
  7. Wuih keren. Salut dengan anak-anak muda yang berdedikasi ini. 4 thumbs up!

    BalasHapus
  8. Naz, jadi ingat ke Subang rambutan 100 perak sebiji ^_^

    BalasHapus
  9. Tante... aku minta rambutannya dooooong....
    hehehehhee

    oh ya Tante Anaz, Dija sekarang sudah bisa membaca loh
    tapi masih terbata bata

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P