Terjebak di Dunia Relawan

Lima tahun Blogger Hibah Buku


Mengenal Dunia Relawan

"Apa yang Mbak Anaz cari dalam dunia relawan ini?" saya terdiam, memikirkan apa jawaban yang tepat dari pertanyaan reporter televisi di depan saya. Puas saya memikirkan jawaban yang tepat, tapi tak satu pun jawaban terbaik pun mampu saya dapat. 

"Apa ya, Mbak? Saya seneng aja, sih." akhirnya, hanya jawaban itu yang bisa saya utarakan. Ya, cuma itu jawaban sederhana saya. 

Sebetulnya, pertanyaan-pertanyaan itu acap saya dapatkan dari banyak teman di berbagai tempat. Ketika bertemu dan berkunjung ke sebuah kota, pertanyaan apa yang saya cari dalam dunia relawan sering diungkit dan saya selalu memberikan jawaban yang nggak konkrit. Entahlah, pertanyaan itu terlalu sulit untuk dijabarkan dalam sebuah jawaban. 

Bermula ketika tahun 2010 lalu, ketika terjadi erupsi Merapi di Jogja. Saat itu saya sedang berada di Indonesia, cuti bekerja dari Malaysia sebagai seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia. Tatkala erupsi terjadi, saya ingin sekali datang ke Jogja menjadi salah seorang relawan di sana. Waktu itu saya banyak waktu luang, jadi saya menyempatkan diri untuk bergabung dengan Mom and Baby Center yang dikelola oleh teman-teman dari Universitas Indonesia (UI) bekerja sama dengan Dompet Dhuafa. 

Jauh sebelum saya terlibat sebagai relawan erupsi Merapi di Jogja, saya mengenal sebuah komunitas sosial dunia maya bernama Blogger Hibah Sejuta Buku (BHSB). 

Berkenalan Dengan Blogger Hibah Sejuta Buku (BHSB)

Waktu bergulir. Saya kembali ke Malaysia dan bergelut dengan rutinitas sama sebagai seorang tenaga kerja yang bekerja di sektor rumah tangga. Menulis di blog, membuat saya mengenal banyak jaringan dan pertemanan. Salah satu yang saya kenali adalah komunitas Blogger Bertuah Pekanbaru. Dimana salah satu anggotanya mencetuskan gerakan sosial dunia maya Blogger Hibah Sejuta Buku (BHSB).  BHSB adalah sebuah gerakan sosial dunia maya di mana mereka mengumpulkan buku kemudian menyalurkannya ke tempat-tempat terpencil di luar Pulau Jawa. Gerakan ini digulirkan pada akhir tahun 2009. Saat itu, saya hanya terlibat sebatas donatur buku. Selesai buku dikirimkan pada pertengahan tahun 2010, gerakan sosial dunia maya ini terhenti. 

Hingga pada suatu waktu, salah seorang teman blogger menjadi Pengajar Muda di Karas Fak-fak Papua Barat. Ia sering menuliskan pengalaman-pengalamannya di sana. Dari keindahan alamnya, karamahan warganya, tentang sekolah yang terdiri dari dua kelas juga semangat belajar anak-anaknya dan minimnya bahan bacaan di sana. Dari cerita-ceritanya tersebut, saya menghubungi teman-teman blogger di Pekanbaru. Mengajak mereka untuk kembali menggerakan BHSB. Mereka setuju mengumpulkan buku untuk dikirim ke Karas, Fak-fak Papua Barat. Dan mereka meminta saya untuk menjadi koordinatornya.

Permintaan yang berat. Tapi alhamdulillah, semuanya bisa berjalan lancar dengan segala kekurangannya. Oktober 2011 saya diberikan kepercayaan untuk menjadi koordinator. Awalnya saya mengira kegiatan ini akan berhenti selama tiga bulan saja. Tapi rupanya teman-teman mendukung untuk kembali menggerakan BHSB dan mengumpulkan buku untuk daerah-daerah lain. Bekerja sama dengan banyak pihak, terutama dengan teman-teman blogger di beberapa wilayah di Indonesia....

Dan tulisan ini terlalu panjang untuk diteruskan....

0 komentar:

Poskan Komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P