Jambore Relawan Sekolah Raya 2015



Jambore Relawan Sekolah Raya 2015. Saya ingat setahun lalu, salah seorang teman menuliskan kepada saya, "Mbak Anaz, kalau mau belajar komunitas itu di Jakarta aja. Di Jakarta itu gudangnya banyak hal." lebih kurang, seperti itulah pesan dia melalui chat facebook. Seorang teman yang ada di ujung barat Indonesia, Aceh. Tengku Muda namanya. Dia salah seorang relawan Blogger Hibah Buku yang ada di Aceh. Dulu kami acap berkabar dan berkisah mengenai dunia komunitas. Jadi, salah satu alasan saya mau menjadi salah satu orang yang memenuhi Ibu Kota Jakarta adalah, ingin belajar tentang komunitas.

Lantas, tak lama kemudian saya terdampar di Jakarta. Dengan modal nekat menjadi pembantu Rumah Tangga (PRT) pun tak apa, saya memulai kehidupan baru di Jakarta. Dari pada di Serang jadi pengangguran yang nggak punya acara apa-apa :D

Ah, ya... Prolognya terlalu panjang. Sejak di Jakarta, saya mulai mengikuti kegiatan berbagai komunitas. Baik yang saya kenali sebelumnya, atau yang baru saya kenali ketika berada di Jakarta. Dari Indonesia berkibar, Buku Untuk Papua, Kampung Sarjana dan komunitas-komunitas lainnya yang mungkin saja saya sudah lupa. Dan tak lupa, adalah Sekolah Raya. Bukan kebetulan kalau saya mengenal Sekolah Raya (SR)

Kalau dihitung dengan jari, keterlibatan saya di Sekolah Raya belumlah begitu lama. Awalnya gara-gara sering lihat Om Bisot tentang kegiatan-kegiatan di sana. Dilanjutkan dengan Novi yang kemudian berkunjung ke SMP Terbuka Tarumajaya Bekasi, Om Bisot lagi-lagi selalu memperbarui informasi tentang Sekolah Raya. Betapa inginnya saya ke sana, tapi beberapa kali membuat temu janji, saya tak juga kunjung pergi. Sampailah bulan Februari 2015, saya baru bisa mengunjungi SMP Terbuka. Pertama kali berkunjung ke sana, saya menuliskan perjalanannya di sini

28-29 November, SR kembali mengadakan Jambore Relawan (Jamrel) seperti tahun sebelumnya. Karena sudah beberapa kali terlibat di kegiatan SR, saya dimasukan sebagai salah satu panitia SR bersama dengan Novi, Kak Ije, Kak Like, Salman, Hilda, Endah, Kak Nana dan jajaran senior lainnya yang sudah lama di SR tentu saja. Ada Kak Prita dan suaminya, Om Bisot, Om Agus dkk. Dalam Jamrel ini, saya mengusulkan beberapa teman-teman komunitas juga taman baca untuk diundang. Ada teman-teman dari Mahanani, KI Cirebon, Serang, Cilegon, Halaman Belakang juga beberapa lainnya yang saya juga sudah lupa.

Tepat pelaksanaan Jamrel, teman-teman yang datang dari berbagai daerah sungguh membuat saya berdecak kagum. Mereka, datang dengan akomodasi sendiri. Jauh-jauh datang dengan segala macam cerita. Tentunya, setiap individu yang datang baik atas nama komunitas mau pun perseorangan membawa kenangan tak berkesudahan. Ada Pak Adi polisi hutan asal Borneo, ada Mas Eko mahasiswa abadi yang betah berlama-lama di kampus. Juga ada kawan-kawan lainnya yang tak kalah hebatnya ketika digali ceritanya.

Jamrel 2015 dengan segala cerita. Bagaimana kami menyiapkan segala sesuatunya terbatas. Bagaimana kami menyiapkan konsumsi dari dana bantuan teman-teman blogger. Bahkan, sempat mencari sembako :) Alhamdulillah, berkat bantuan dari banyak teman, kebutuhan dapur bisa dipenuhi . Semoga Jamrel tahun depan lebih baik lagi dan saya masih bisa mengikuti.

0 komentar:

Poskan Komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P