Mengolah Sampah Plastik

Sampah selalu menjadi isu neraga yang semakin hari semakin banyak diperbincangkan, bahkan tidak sedikit orang yang berusaha untuk mengolah sampah menjadi benda-benda yang bisa digunakan kembali. Namun begitu permasalahan sampah sampai hari ini belum menunjukkan solusi yang boombastis dimana sampah yang kita hasilkan, kita buang sembarangan (ngaku ya siapa yang suka buang sampah sembarangan) sebenarnya bukan masalah negara tapi masalah kita semua selaku produsen sampah. Kenapa saya katakan kita adalah produsen sampah, karena sejak kita lahir sesungguhnya kita sudah menghasilkan sampah. Nah, bagaimana kalau sampah-sampah yang kita hasilkan itu bisa kita olah untuk menjadi benda-benda berguna tidak hanya bagi kita tapi juga bagi masyarakat sekitar.

Salah satu jenis olahan sampah yang bisa kita kerjakan sendiri dirumah ada dua yaitu sampah organik seperti daun-daun, sisa makanan, sisa potongan sayur dan lain-lain yang bisa lebur dengan cepat. Sampah-sampah ini pengolahannya juga mudah. Tinggal dicacah halus, letakkan dalam wadah tertutup, beli larutan microba dan taburi dengan gula pasir lalu tutup. Sesekali beri air gula lagi untuk mempercepat microba bekerja. Dalam 3 bulan kita sudah bisa menghasilkan pupuk organik yang bisa digunakan kembali.

Lalu bagaimana dengan sampah plastik? plastik membutuhkan waktu yang lebih lama dalam penguraiannya. Walaupun saat ini sudah banyak perusahaan yang mengeluarkan plastik dengan label go green yang artinya plastik itu akan lebih cepat terurai dengan tanah tetapi jumlahnya masih sedikit. Kebanyakan plastik-plastik tersebut berbahan tebal dan perlu jutaan tahun untuk melebur dengan tanah.  Ada salah satu olahan sampah plastik yang kini sering dikerjakan ibu-ibu rumahan yaitu mengolah sampah plastik menjadi tas cantik, tempat pensil, cluch, baju dan lain-lain.

Untuk mendapatkan bahan-bahan plastik ini para ibu biasanya bekerja sama dengan bank sampah. Ini sangat efektif karena bank sampah sendiri bekerja sama dengan sekolah-sekolah dan masyarakat untuk mengumpulkan sampah dan nantinya akan dibeli oleh bank sampah. Cara seperti ini selain efektif juga dapat menimbulkan kesadaran anak-anak dan orang dewasa akan pentingnya menjaga lingkungan. 

Sampah plastik yang dikumpulkan kemudian akan dicuci


Mula-mula sampah plastik ini akan dikumpulkan lalu dicuci dengan menggunakan detergen dan air bersih. Jemur plastik dibawah terik matahari sampai benar-benar kering. Setelah itu plastik akan dipilah sesuai dengan jenis dan ukurannya. Jika ada yang tidak sama akan digunting sehingga mendapat ukuran sesuai yang diinginkan. Jahit plastik-plastik tersebut dengan pola yang sudah ditentukan, misalnya tas tangan (hand bag) berbagai size, tempat pencil (pencil case), tas map, bahkan tempat menyimpan sepatu/sandal.

Berbagai jenis hasil olahan sampah plastik



Baju karnaval untuk sosialisasi pengurangan sampah

Barang-barang yang sudah siap pakai ini akan dijual kembali kepada masyarakat dengan harga yang relatif murah. Penjualan secara online, mengikuti pameran atau bazar serta sosialisasi ke sekolah-sekolah  juga dilakukan. Bukan keuntungannya yang dicari tapi bagaimana masyarakat dapat lebih menghargai lingkungan dengan mau menggunakan kembali barang-barang yang berasal dari sampah yang sudah terbuang. 

1 komentar:

  1. kereen, salut buat kreatifitasnya, moga banyak yang mengikuti sehingga sampah bisa bermanfaat.

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P