Yang Mengejutkan di Dongeng Kejutan


Ini pemenang dari kelas 3 dan 4 


Dongeng Kejutan. Tagline ini milik teman-teman dari Ayo Dongeng Indonesia ketika melaksanakan beberapa kegiatan mendongengnya di sekitaran Jabodetabek. Termasuk ketika Kak Aio mendongeng di Panti Jompo, di beberapa rumah sakit juga di tempat-tempat lainnya. Pasca Festival Dongeng Internasional Indonesia yang dilaksnaakan pada akhir Oktober beberapa bulan lalu, saya (atas nama Blogger Hibah Buku) berinisiatif untuk bekerja sama dengan Ayo Dongeng Indonesia untuk melakukan kegiatan bersama-sama.

Minggu, 6 Desember 2016 bersama dengan Kak Fadila, Kinan, Wawan dan Mas Pradna sekeluarga kami meluncur menuju Desa Dermaji dari kediaman Mbak Olip di Purwokerto. Berangkat dari Purwokerto jam 07.30, sampai di desar dermaji pukul 08.45. Puluhan anak-anak sudah menunggu kedatangan kami di pendopo balai desa. Mereka sedang menonton video mengenai Desa Dermaji yang sengaja diputar oleh Pak Kepala Desa, Pak Bayu. Melihat kedatangan kami, anak-anak yang berkumpul di luar mulai bergabung dengan teman-teman lainnya di pendopo.

Tanpa berlengah lebih lama, setibanya kami di Desa Dermaji Kak Fadila langsung mengambil alih membuka acara. Pak Kades memberikan sambutan singkatnya, yang berpesan kepada adik-adik supaya mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh Kakak-Kakak dari Jakarta.

Kak Fadila dan Kak Kinan bergantian mendongeng di depan anak-anak. Dilanjutkan dengan kegiatan anak-anak membaca buku, kemudian setelah membaca mereka diminta untuk menceritakannya kembali. Hampir dua puluh menit, mereka membaca buku. Sempat terjadi kericuhan ketika anak-anak berebut buku di perpustakaan Jagad Aksara, akhirnya mereka membaca buku yang baru dibawa oleh teman-teman dari Blogger Hibah Buku, karena memang stok buku anak-anak di Desa Dermaji masih sangat terbatas. Selesai membaca buku, mereka dibagi kepada beberapa kelompok, kelas 1 & 2 jurinya Mas Rob dan Mas Arif, kelas 3 & 4 jurinya Mas Pradna dan Pak Kades dan kelas 5 dan 6 jurinya saya dengan Om Kelly.

Menghadapi adik-adik kelas 5 dan 6 ini jumlahnya lebih banyak dibanding kelas-kelas di bawahnya. Karena lebih banyak, akhirnya dipisah lagi. yang cowok dengan Om Kelly sementara yang cewek dengan saya. Saya dibantun Mbak Wati istrinya Mas Pradna. Awalnya, sangat sulit mengajak anak-anak untuk maju ke depan, tak ada satu pun yang mau. Kak fadila dengan ikhlas hati "mengancam" anak-anak untuk maju ke depan. Dan sukses menarik mereka untuk maju satu demi satu. Dan, kejutan ini saya dapatkan saat melihat mereka kembali menceritakan tentang apa yang mereka baca.

Pemenang dari kelas 1 dan dua. Kebanyakan yang hadir anak kelas 2


Lulu, gadis cilik yang duduk di kelas enam ini membaca buku mengenai Nabi Musa (eh, ini saya lupa anatara Nabi Musa atau Isa) Lulu percaya diri menghadap teman-temannya, pun tak tertunduk ketika melihat saya. Yang diceritakannya juga mengalir, meski sesekali lupa. Dilanjut dengan Winda yang sama-sama masih duduk di kelas enam, ia pandai mengingat cerita yang baru saja dibaca. Detail. Bahkan ada beberapa anak yang menyampaikan pesan moral secara tak langsung dari buku cerita yang dibaca. Ini beneran bikin takjub, mereka anak-anak yang notabene tinggal di desa  tapi kepercayaan dirinya itu luar biasa. Tinggal bagaimana mengarahkan mereka. Tak hanya satu dua anak yang bisa merekam cerita dengan baik, dari hampir dua puluh anak, 70 % sudah bisa bercerita dengan baik.

Dan kejutan untuk mereka yang bisa menceritakan kembali buku yang dibaca dengan baik dapat hadiah dari kak Fadila ^_^ selamat, ya, adik-adik yang hebat dan keren :)

Terima kasih buat teman-teman semuanya. Semoga kembali ada tulisan-tulisan lainnya nanti. Ke Dermaji kemarin, kayaknya banyak cerita yang didapat ^_^

Masih menganggap generasi sekarang minat bacanya rendah? Coba dekati mereka dan bawa bukunya, baru kita bicara

Om Kelly serius menyimak

Penyerahan simbolik sumbangan buku dari Blogger Hibah Buku
Ramaikan adik-adiknya :)

Ini pilihan terbaik dari kelas 5 dan 6




2 komentar:

  1. Dongeng memang sangat dinantikan oleh anak-anak yang rindu akan sentuhan personal bukan teknologi :( sedih

    BalasHapus
  2. Weh bar dolan Banyumas to. Mendongeng itu umumnya disukai anak-anak. Alangkah beruntungnya mereka dikunjungi orang-orang yang peduli dengan dongeng dan anak-anak.

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P