Nama-nama Spesial

"Na, itu beneran namanya Suraip?" Nita memastikan kebenaran nama Suraip yang saya unggah di instagram perihal namanya yang saya cantumkan di blog dan dimuat di koran Tempo beberapa waktu lalu.

"Eh, bukan, Nit. Nama aslinya Arif Hidayat Adam." dan Nita hanya menggeleng-gelengkan kepala mendengar jawaban saya.

Pada sebuah percakapan tadi malam di whatsapp,

"Eh, saya greget pengen nanya," saya khawatir membaca chatnya, jangan-jangan ada yang salah dengan kalimat-kalimat sebelumnya. "Sekarang kalau saya manggil sampeyan dengan sebutan yang gimana? Mbak Anaz, Mbak Anazkia atau Mbak Kanaz?" hak des! asyem bangetttt. Saya kira mau nanya apa -_-

"Terserahhhh." saya menjawab malas.

"Hai, Mbak Kanaz."

"Apa, sih, itu pun dibahas."

"Penting, Mbak Kanaz."

"Saya nggak suka dipanggil gituuu."

"Saya jadi keidean. Gimana kalau namanya jadi Surkanaz? Surkanaz. Brand yang bagus." tak pelak, saya tertawa membaca chatnya. Saya bilang, kalau Suraip dan kak Magnet sudah memanggil saya dengan sebutan Suranaz.

"Yah, itu urusan Aip, ih! Dari saya cocoknya Surkanaz." bahahahaha... beneran saya ketawa, ih. Ini mungkin orang nggak terima gara-gara namanya saya ubah jadi Surnaim :))))

"Terserahhhhh. Yang penting Mas Surnaim bahagia."

Nama-nama spesial. Entah sejak kapan mulanya, ketika saya mulai memanggil nama-nama spesial kepada teman-teman dekat. Kalau saya tidak salah ingat, sejak di Malaysia, saya sudah melakukan panggilan-panggilan tersebut, pun saya letakan namanya di handphone demikian. Korban pertama adalah Hanani, anak bungsu majikan. Ia anak bungsu, di rumah dipanggil Adek dan saya mengubahnya menjadi Todek atau kerap dipanggil Martodek :D. Ada lagi, cucu majikan yang saya asuh. Namanya Aufa, dipanggil Markofa :))))) tapi pada akhirnya, nama-nama spesial itu bukan saya saja yang memanggil, tapi juga anak-anak majikan yang lain.

Nah, beranjak ketika pulang ke Indonesia saya pun kembali melakukan hal yang sama. Memberikan nama-nama spesial kepada teman-teman yang sering berinteraksi. Awalnya di kantor lama, di Layanan kesehatan Cuma-cuma (LKC) Dompet Dhuafa ada Mbak Aci yang menjadi Aci Suraci, Ina menjadi Surina, Mas Oing menjadi Markoeng dan sebagainya.

Dan di bawah ini beberapa nama-nama spesial yang acap saya sapa dalam percakapan-percakapan


Namanya Magda Suparlim. Founder Rumah Buku Cilegon dan juragannya Pinkik Buku sama juragan tuperware :P. Selain itu, ia juga supir serba bisa yang selalu jadi supir kalau ke mana-mana :D. Koleksi bukunya banyak, jadi kalau main ke rumahnya, jangan takut kalau dicuekin sama Kak Magnet ini. Soalnya bisa nyantai-nyantai sambil baca buku. Nama spesial untuknya adalah Magnet. Nah, kalau Magnet ini saya tahu sejak awal-awal kenal. Yang kasih julukan kayaknya Kak Arump sama kak Lisdong (ini pasti nama spesial :D) Kak Magnet, manggil saya Suranas  ^_^.


Nama aslinya, sih, bagus, Ayu Prima Aksari. Tapi ia memiliki nama spesial, Surayu atau biasa disingkat Kayu :D :P Pegawai Negeri Sipil yang sering bergelut dengan pajak ini tinggal di Lampung dan acap mudik ke Palembang kalau memiliki waktu liburan. Ia, pernah saya omeli karena kenekatannya mengikuti kegiatan-kegiatan dengan kenekatan #Eh :D lah, pokoknya dari beberapa teman relawan, Kayu ini salah satu relawan yang super nekat. Bayangkan, dari Lampung kadang ia naik pesawat turun di Jakarta, baru kemudian ia ke Anyer (pertama kali kenal saat kegiatan Banten Science Day 2013 di Anyer) dan ia lakukan bukan cuman sekali, tapi berkali-kali. Kayu sering manggil saya lidi, katanya suka cling sana cling sini -_-


Ryzkita Prima Amanda, dipanggil Kiki, nama spesialnya Suraki :))))) ni anak gak beda jauh sama Surayu. Awal mengenal dia waktu dia masih di Lampung, belum menyelesaikan kuliahnya. Ia dulu aktif menjadi relawan di Pulau Tegal. kemudian ketika teman-teman Semestarian mengadakan kegiatan Suraki jauh-jauh datang dari Lampung mengikuti kegiatan kami, bahkan sampai di Kediri. Kiki ini anaknya super baik sekali, karena kebaikannya itulah kadang saya nggak nyaman. Karena, baiknya dia itu merebut peluang orang lain berbuat baik :P (Ki, kalau buat baik itu bareng-bareng biar rame) :D :P Kiki juga satu-satunya relawan yang takut ama saya. Kalau Kiki nggak ada panggilan spesial buat saya. Eh, jadi kangen Kiki :( maaf buku belum dikirim ya, Ki.


Arif  Hidayat Adam, founder Adam N Sun, astronomer amatir juga Pegawai Negeri Sipil di salah satu perpajakan di Cilegon. Nama spesial dia, sih, banyak. Dari mulai bangke, bul-bul, Paman Gembul juga Suraip :)))))) dari sekian banyak teman yang sudah menikah, hanya dengan dialah yang saya masih berkomunikasi terus-menerus. Nggak canggung merudungnya mati-matian, nggak segan pula saya memanggilnya bangke. Padahal, dulu saya paling sebel dengan kalimat itu :D P :)))))))). Suraip ini kalau ngobrol di group sumpah nyebelin, apalagi kalau sudah dicampur dengan typo-typo yang disengaja, duh.... :( . Hobinya membaca buku membuat dia menjadi orang yang banyak tahu, ada banyak hal yang saya tak ketahui kemudian menjadi tahu karena dia penyebabnya. Owh ya, Kayu sama Kaip ini mempunyai dua hobi yang sama. Sama-sama hobi baca buku. Suraip manggil saya Suranas, atau kadang Markonas (pengen nulis tentang Suraip, tapi malas) udah, ah! Eh, iya... nama Suraip ini muncul di koran dan dia misuh-misuh bahahaha... maafkan saya, Suraipppp


Nama aslinya Naim. Ya. Cuman Naim. Sedang kalimat Ali adalah nama almarhum bapaknya. Itu kata Mas Naim dulu pernah cerita waktu saya main ke Mahanani. Mas Naim ini founder Mahanani, saya pernah nulis tentang Mas Naim dan Mahanani di sini. Jadi, saya nggak usahlah nulis panjang-panjang lagi mengenai dia. Eh iya, saya manggil dia Mas Surnaim :D :))))) kayaknya dia dendam, makanya sekarang dia manggil saya Surkanaz, entah apa maksudnya. Meski kata dia, lebih bahagia memanggil saya Mbak Kanaz -_- (itu sih karena dia tahu saya nggak suka dipanggil begitu). Eh, ya, ada yang saya tak bisa lupa dari Mas Surnaim ini. 5 Oktober 2014 kami pernah ngobrol di whatsapp, jadi kata Mas Surnaim, "Sudah saatnya media massa menerima sampeyan dan mengabarkan kepada dunia..." serta bla... bla lainnya. Dan, tepat sebulan kemudian saya beneran banyak muncul di media massa, baik elektronik mau pun cetak. Terima kasih Mas Surnaiiimmmm :P


Afrizal Hidayatullah, dipanggil Ijal, nama spesialnya Markijal. Masih kuliah. Bisa stand up, jago beatbox, hebat juga ngutak-atik HTML dan css web. kalau ada customer yang pesen desain webnya nanya bayaran, dia bakalan menjawab, "Berapa aja, Kanaz. Kalau nggak bayarannya untuk Blogger Hibah Buku aja." Ijal keren, kan? Eh, tapi di balik kekerenannya, Ijal ini kadang amat sangat menyebalkan, dia yang mengumumkan diri menjadi haters sejati. Haters sejati di instagram -_- "Kanaz, pokoknya aku jadi haters Kanaz aja. Dan tanpa segan, ia bakalan ngajak teman-temannya untuk sama-sama berkomentar yang menyebalkan di instagram. "Pokoknya, saya kalau udah menganiaya Kanaz berasa bahagia." -_-

Nama-nama spesial part 1... Nanti akan ada Nama-nama Spesial lainnya :) (semoga rajinnnnn)

6 komentar:

  1. surkanaz emang bagus ih, kayak nama pesawat

    BalasHapus
  2. Nama aku pun suka diubah sama kak anaz 😞

    BalasHapus
  3. titin pernah nulis nama-nama aneh juga. tapi lupa di mana. jaman masih MP kayanya :D

    ehehe sama. nama orang dis ekitar titin jd berubah semua :D

    BalasHapus
  4. Alhamdulillah...untung nggk selalu berintraksi sama Mba Naz

    BalasHapus
  5. PELANGSING
    Trimakasih informasinya,sangat Bermanfa'at buat kita semua,di tunggu info cantik lainnya...

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P