Ternyata Saya Mengidap FoMO, lho!



Sebagai tukang pamer yang norak-norak bergembira, saya senyum dalam hati baca tulisannya Kang Arul. Senyumnya sambil batin gini, "Ealahhhh... ini tulisan saya banget. Tukang pamer segala macam, apa pun saya pamerkan di media sosial, tapi terkadang nggak saya pamerin ke Emak saya." Ahahahaha. Eh, tapi kalau menang lomba, saya nggak pernah pamerin, soalnya saya nggak pernah ikutan lomba, jadi nggak pernah menang. #Kasihan :))))) yang pasti, kalau misalnya saya ikutan lomba nulis, kemudian menang pasti langsung pamerin di media sosial. Yah, gimana lagi? Namanya juga tukang pamer :D ^_^

Kembali ke FoMO, saya baru tahu kalau ada jenis penyakit baru. Kalau mengutip di blognya Kang Arul, pengertian FoMO itu begini, FoMO ? Yup… Fear of missing out atau bahasa sederhananya sindrom takut kehilangan (ketinggalan). Penyakit ini sudah mulai ramai dibincangkan di antara peneliti media sosial, terutama prilaku penggunannya. Uniknya pengidap FoMO tidak sadar apa yang hilang dari dalam dirinya. Yang pasti ia tidak bisa menguasai diri atau merasa ketakutan apabila ada orang lain mendapatkan sesuatu atau berprestasi dan mengumumkannya di media sosial.Tidak hanya blogger, orang biasa pun sering terlibat dalam upaya ingin diakui ini. Misalnya jika kita sering melihat status di media sosial tentang foto liburan, foto sedang terbaring di rumah sakit, sedang membeli sesuatu, sedang mendapat sesuatu, bahkan sedang makan sesuatu pun di upload.

Itu saya dapat ngutip dari blognya Kang Arul. 

Jadi ingat ketika suatu hari saya ngobrol dengan Kak Willy, produser Net 16. Waktu itu saya nanya, kenapa sekarang media-media online banyak memuat berita-berita yang hanya bersumber dari status facebook atau kicauan twitter? Memangnya nggak ada sumber berita lagi yang bisa diangkat dari dunia nyata dan fakta di lapangan?

"Kanaz, bukankah sekarang zaman yang menjadikannya demikian? Era digital banyak mengubah pola pikir manusia. Coba Kanaz lihat di media sosial, berapa banyak orang-orang, termasuk lingkaran pertemanan Kanaz yang mengunggah aktivitas sehari-hari. Bahkan, kejadian yang dulu dianggap tabu pun sekarang dipamerkan di media sosial. Keadaannya memang begitu, Kanaz." yah kalau mengingat penjelasannya Kawilly begitu. Dan saya mengamini pernyataan Kak Willy.

Kembali ke topik FoMO yang ditulis oleh Kang Arul, pada tulisannya itu lebih mengarah ke para blogger. Sebagai bagian dari blogger yang sepertinya sudah ada sekian juta di Indonesia. Saya tidak tersinggung membaca tulisan tersebut. Lah, ngapain tersinggung dan kesindir kalau saya memang pelaku? :))))) saya, sih, malah seneng dapat ilmu baru tentang FoMO itu dan jadi sadar kalau saya mengidap FoMO :D ^_^

Tentang blogger yang datang ke acara pamer segala rupa di kalimat ini, "bayangkan seandainya ada blogger diundang ke sebuah acara: mulai foto bangun, pakaian, barang yang disiapkan, naik angkot, tiba di depan pintu acara, sebelum acara, di tengah acara, di akhir acara, sampai saat mau menikmati hidangan pun before-after-nya diupload di Path dan Istagram." saya menganggap wajar blogger melakukan demikian. Lah, wong itu permintaan yang ngundang, kok. Eh, jadi inget saya pernah kabur dari sebuah acara, gara-gara mau minta minum, tapi kudu mengunggah foto dulu di instagram :D :))))) balik lagi, setelah dipikir-pikir, pasti panitia punya tuntutan dari perusahaan untuk mengejar target berapa banyak foto yang diunggah di media sosial instagram. Dan saya merasa bersalah meninggalkan acara tersebut. Ujungnya, sekarang saya jarang banget ikutan hadir di acara blogger.

Jadi sah-sah aja pamer di dunia maya. Ini pembenaran dari saya tentang kelakuan saya di dunia maya :) cuma soalannya kepada Kang Arul, bagaimana kalau ia sebagai praktisi media sosial diminta sebagai buzzer, apa tulisannya tidak akan dibalikan seperti ini, "kalau di waktu yang sama Kang Arul kudu ngebuzzer terus dibalikin, "Ternyata Kang Arul pengidap FoMO juga" trus kira-kira jawabannya keumahanya? :D heuuuuuu.... ^_^

Mari kembali ke niat masing-masing....

Apakah selain FoMO, Kang Arul juga akan menulis tentang bridezilla juga? Duh, zaman digital ini, semakin banyak penyakit-penyakit baru sepertinya ^_^. Mari berkarya dengan kapasitas masing-masing dan jangan lekas galau dengan hal-hal baru yang baru didengar dan kelihatan keren, tapi menakutkan. Barangkali, yang baru dan kelihatan keren serta terlihat menakutkan itu, ada sisi lain yang saya tak pernah tahu ke mana ujung pangkalnya. Diri sendiri, paling tahu hala tuju.

Gambar dari blognya Kang Arul.



17 komentar:

  1. sepertinya aku juga kategori mengidap Fomo mba anaz heheheh

    BalasHapus
  2. Saya juga fomoooo.. Waktu baru nerbitin buku jg, editor jg nyuruh saya fomo biar bukunya laku. Sekarang jd blogger jg gitu. Fomo itu suatu keharusan. Btw, komentar dimoderasi. Aye ga bisa baca komen2 lain.

    BalasHapus
  3. Ini diskusi sehat... Blog dibalas blog... Cmiiwwww

    Sebenarnya FoMO-nya saya jauh lebih akut loh...

    BalasHapus
  4. Duh kalo kena penyakit itu obatnmya apa kak? :D

    BalasHapus
  5. Aku jarang pamer. Soalnya jarang ikutan lomba n event blogger :D

    BalasHapus
  6. Nah, kayaknya beda persepsi aja ya. Yang rame soal pamer padahal ditulisan Kang Arul dampaknya pamer bagi yang kena pamer, hihihi....

    BalasHapus
  7. Dulu pernah kayak gini. Dpt berita apa blm tau bener atau enggak, buru2 di broadcast. Tp skrg rada males. Bukan karena sdh tobat tp lbh krn irit kuota... Hahahah... Gak ding, saya pernah kena tegur keras teman yg merasa terganggu dgn broadcast via bbm. Jadi sejak saat itu saya stop deh

    BalasHapus
  8. Ya ampun, akupun setuju sama postingan ini haha.

    BalasHapus
  9. pada ribuut aoal fomo, aku gk baca tulisan kang arul tapinya. makanya gk paham apasih fomo itu. baru tau setelah baca ini. hehe.. dan aku gk kesinggung deh kayaknya.

    BalasHapus
  10. Saya tidak termasuk FoMO kayaknya :)
    Apa kabar mbak..?

    BalasHapus
  11. Yang penting kita jadi blogger berkarya terus sesuai niche tema masing masing, :D
    kalau emang waktunya fomo ya fomo, kalau enggak ya enggak. Haahaha

    BalasHapus
  12. hahaha. ya ampun, mba anaz. ternyata ada ya yang harus difoto dulu baru ganti minuman? jadi inget ttg kebab yang kudu foto dl baru makan. wkwk

    BalasHapus
  13. yah terserah aja sih orang mau bilang apa, beda kepala juga :D

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P