Orenji, Salah Satu Restoran Jepang di Cilegon



"Halal nggak, Kak?" pertanyaan itu muncul dengan tiba-tiba ketika Kak Magda hendak mengajak saya makan di restoran Jepang sebelum pulang setelah mengadakan kegiatan seharian. 

"Wih, halal, Kananaz. Makanannya enak lagi." 

Lagi-lagi, saya memang tidak tahu menahu dan tak pernah tahu tentang berbagai macam rumah makan di Cilegon. Selain memang bukan kaki makan yang sibuk mencari tempat makan, saya memang bukan penggemar kuliner. Pikir saya, asal bikin kenyang dan enak di mulut itu sudah cukup. Jadi tidak pernah sibuk mencari tempat makan dan tak mengenal pula tempat-tempat makan di sekitaran Cilegon. Sering nongkrong di beberapa tempat makan, setelah mengenal para lingkaran-lingkaran Semestarian.


Hari sudah mulai gelap. Kami sepakat untuk mencari makan di sekitaran Cilegon. Tidak perlu jauh-jauh ke Serang. Nah, kalau di Serang juga saya mah asal ngikut aja. Asal ngikut Kak Magda dan teman-teman :D iya, saya mah, mau-an orangnya :))))). Maka meluncurlah kami ke sekitaran Pondok Cilegon Indah (PCI). Di barisan ruko-ruko yang banyak berisi bermacam-macam jualan, ada salah satu restoran Jepang yang terselip di situ, "Orenji Sushi"

Kak Magda memarkir mobil tak jauh dari restoran. Kami langsung menuju restoran. Sesuai namanya, memasuki restoran saya disambut cat warna oren yang memenuhi dinding-dinding ruangan. Kak Magda, sepertinya sudah terbiasa dengan restoran tersebut. Ia langsung mengajak saya ke lantai dua, dan memilih meja yang ada di pojokan. "Kalau nggak ada kamu, Kanaz, kadang aku ke sini sendirian, bawa buku. Duduk di sini sampai dua jam." Kak Magda emang kaki buku, ke restoran pun setia membawa buku ^_^

memasuki lantai dua


Berbeda dengan lantai satu yang dipenuhi warna oren, di lantai dua suasana hitam minimalis begitu terasa. Ada meja dan kursi kayu yang memanjang untuk diisi delapan orang, ada juga kursi sofa masih berarsitektur minimalis. Di bagian ujung dekat jendela, disajikan suasana lesehan. Meski ternyata, ketika kita duduk di atasnya kaki kita masih bisa terjuntai (ini tanaman apa kaki? sampai terjuntai segala :D) lampion tergantung di atas meja di ujung jendela.

Kami langsung memesan makanan. Atau lebih tepatnya, Kak Magda yang memesan. Almaklum, saya tidak begitu mengenali makanan Jepang, kecuali yang sushi saja, urusan pesan memesan dipercayakan sepenuhnya kepada Kak Magda. Melihat menu makanan yang tersedia, harganya masih sangat terjangkau. Apalagi, kalau dibandingkan dengan yang di Jakarta. Ya iyalahhhhh :D. Untuk makanannya, saya kemarin beneran lupa memesan apa. Sepertinya sushi entah apa namanya dan sayuran yang saya juga lupa namanya #Ditoyor. Tapi sayurnya itu sama seperti steamboat :D



Buat teman-teman di Cilegon, yang mau nyobain makanan Jepang dengan harga terjangkau, Orenji Sushi bisa menjadi salah satu pilihan alternatif. tempatnya di Ruko PCI, pas di depan Martabak Hokky (alamatnya juga saya nggak nyatat -_- payah banget, ih! Buat Kak Magda, terima kasih traktirannya dan terima kasih banyak atas obrolan-obrolan inspiratifnya :) Kapan kamu menulis dengan isi-isi pemikiranmu yang sebegitu rupa?

Owh ya, tambahan. Di restoran ini, ada musholanya dan kamar mandinya juga bersih terawat ^_^. Pas untuk keluarga, juga untuk kumpul ngobrol bareng teman.




Embuh nggak tahu namanya :D

Bungkus sumpitnya cantik


2 komentar:

  1. Aku sukaaa banget makanan Jepang kaka Anaz :)..dan sabu-sabu segeeer yaaa :)

    BalasHapus
  2. mau makan masakan JEpang ke CCilegon aja deket ya daripada ke Jepang :)

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P