Stasiun Babakan Cirebon itu Unik

Stasiun Babakan


Stasiun Babakan (BBK) adalah stasiun kereta api yang terletak di Jalan Raya Gebang-Pabuaran, Babakan, Cirebon. Stasiun yang terletak pada ketinggian +12 m ini berada di daerah operasi III Cirebon. Saat ini stasiun Babakan telah dipindah ke barat. Ini hasil googling ke wikipedia, dan hanya mendapatkan pengantar yang hanya sedikit itu mengenai Stasiun Babakan alias BBK. Kenapa menyebut Stasiun Babakan ini unik? Pastinya karena berawal dari kedatangan kami Jumat malam lalu di stasiun kecil tersebut.

Stasiun Babakan lama di sebelah timur


Jumat, 26 Februari 2016 bersama dengan Kak Fadila, Kak Lisda dan Udin kami menuju ke Cirebon, tepatnya ke Desa Dompyong Wetan. Belajar dari kesalahan tahun di mana kami salah turun di stasiun Prujakan Cirebon, padahal stasiun terdekat adalah Babakan. Maka Jumat lalu kami sudah siap sedia membeli tiket dengan tujuan stasiun Babakan. Yah, maklum. Tahun lalu kami belum tahu tujuannya mau ke mana, jadi asal beli Cirebon saja. :D

Pun tak mau ada tragedi seperti tahun lalu di mana kami, hampir tertinggal kereta sebanyak 15 orang, maka Jumat lalu kami memesan tiket sore hari. Menaiki kereta Tegal Arum, kami berangkat jam 16.30 dari stasiun Pasar Senen menuju Babakan. Alhamdulillah, tak ada tragedi mengejar kereta, pun tak ada kejadian kami hampir ketinggalan. Kak Lisda dan Udin dari Serang, sementara saya dan Kak Fadila dari Jakarta.

Sampai di stasiun Babakan, sudah pukul 21.21. lewat sedikit beberapa menit dari jadwal. Sepi. Penumpang tak begitu banyak yang turun, tak seramai di stasiun Prujakan. Fikri sudah menunggu kami di luar. Selesai dari kamar mandi, kami langsung menuju mobil Fikri. Kata Fikri via whatsapp, dia sudah beberapa kali dilihatin oleh bapak satpam :D. Melihat sekeliling stasiun yang sepi, stasiun jadi terlihat angker :D. Pun ketika Fikri menunjukan stasiun lama, lebih angker lagi. Padahal, mah, karena malam hari. Jadi kelihatan angker :)))

Hari Minggu paginya, kami pulang ke Jakarta. Kembali dari stasiun Babakan. Pemandangannya, tentu saja berbeda dari hari Jumat malam sebelumnya. Stasiun lebih ramai, tak ada kesan angker sama sekali. Bahkan, lebih ramai. Karena terlihat orang berkerumun bukan hendak naik kereta, tapi jalan-jalan.

“Yah, mau gimana lagi? Di sini nggak banyak tempat untuk main.” kata Fikri saat melihat ketakjuban saya melihat warga Babakan piknik di stasiun. Semacam turis gagal lokal, kami mengabadikan beberapa momen dengan mengambil stasiun Babakan sebagai latar belakang foto. Ketakjuban kami bertambah, ketika tahu pengantar bisa menemani penumpang menunggu kereta karena belum ada pagarnya. Kami tertawa melihat keajaiban ini.

“Pak, stasiun ini unik banget. Pengantar bisa menemani penumpang sambil nunggu kereta. Kok, nggak ada pagarnya, Pak?” tanya Kak Fadila ketika kami melakukan cek tiket kereta api. Pun kami mengajak Fitri yang bisa masuk menemani kami, sementara Ken dan Fikri sudah menunggu kami di ruang tunggu tanpa pagar :D.

“Iya, soalnya belum ada bajet untuk membuat pagar,” ealahhhhh.... si bapaknya malah curhat :D hahahahaha.... “Tapi nanti temannya jangan ikut masuk ke kereta, ya?” kata si bapak petugas lagi. Dan kami semua tertawa mendengar pesan si bapak petugas. Ya iyalah nggak ikut, pak, wong Fitri nggak ada tiketnya :D


Untuk laluan kereta di Babakan, sepengetahuan dari wikipedia adalah sebagai berikut;


Kereta api. Kelas eksekutif/bisnis, Tegal Bahari ke Gambir dan Tegal
Kelas ekonomi, Matarmaja: ke Pasar Senen dan Malang
Tegal Arum: Pasar Senen dan Tegal
Tegal Ekspres: Ke Pasar Senen dan Tegal

Ada yang curhat :D :P

Sebelah dekat mobil itu, kami masih bisa sama-sama menunggu, penumpang dan pengantar

Terima kasih Fikri dan Ken yang sudah mau jadi "sopir" penjemput dan pengantar kami




0 komentar:

Poskan Komentar

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P