Slide 1 Slide 2 Slide 3 Slide 4 Slide 5
Diposting oleh Anazkia Aja | 5 komentar

Tiket Kereta Api Jarak Jauh Naik Lagi



Ini untuk ketiga kalinya saya curhat tentang kereta api pertama 13 Januari lalu yang curhat kalau Kereta Ekonomi Tak ada Lagi Subsidi, waktu itu saya menulis tentang kegelisahan saya karena pemerintah mencabut subsidi ekonomi.Tapi empat hari kemudian saya kembali menulis kalau ternyata pemerintah kembali mensubsidi tiket kereta ekonomi di sini. Di situ juga saya menulis jumlah subsidi yang diberikan pemerintah,

"Subsidi ini tak sepenuhnya untuk kereta jarak jauh. Tapi ada pembagiannya sendiri-sendiri. Untuk kereta jarak jauh, subsidinya sebesar Rp 115.068. 716. 485. Sedang untuk kereta jarak sedang adalah Rp. 131. 853. 748. 878. Rp. 44. 304. 482. 366 untuk KRD Ekonomi. Rp. 734. 232. 650. 504 untuk Komuter Line Jabodetabek. Dan untuk subsidi angkutan lebaran 2015 adalah Rp. 13. 797. 438. 819.  Komuter Line Jabodetabek kembali mendapatkan subsidi paling besar karena memiliki jumlah penumpang paling banyak setiap harinya. Selain itu subsidi diberikan untuk tetap menjaga tarif, sehingga masyarakat Jabodetabek lebih memilih naik KRL untuk mengurangi macet.

Lantas kemarin siang, saya dikejutkan oleh Kak Like yang mengabarkan kalau harga tiket kereta ekonomi jarak jauh akan kembali naik. Lengkapnya bisa dibaca di sini. Ya ampun.... Saya bingung, sebingung-bingungnya. Ini peraturan kok yah sering banget gonta-ganti begini? Ini nulis sambil dengerin radio, barusan saya mendengar kalau para pengguna jalan tol akan dikenakan pajak sebesar 10% artinya, tarif tol kembali naik begitu? Aduh..... Menurut berita yang saya dengar, dikenakannya pajak 10% untuk pengguna tol lebih kepada meningkatkan pendapatan uang negara. 

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api, Hanggoro Budi Wiryaman dalam laman kompas.com menjelaskan, naiknya harga tiket kereta jarak jauh dikarenakan ia tidak selalu digunakan setiap hari. Paling sering, seminggu sekali atau sebulan sekali katanya. Aduh, Bapak....


Harga BBM tak stabil, harga gas pun demikian, harga beras apalagi. Mungkin, negara kita sedang tidak baik-baik saja. Tapi saya belajar berbaik sangka, semoga yang sedang berjalan sekarang ini untuk kebaikan. Tidak, saya tidak akan memaki siapapun karena untuk sekarang ini bukan saatnya memaki. Tapi lebih kepada belajar memperbaiki diri menghadapi carut marut negeri.

Ocehan pagi yang entah....
baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 10 komentar

Yang Ikutan Nostalgia Nova

Waw! Beneran nggak nyangka kalau giveaway yang diadakan sangat singkat ini banyak teman-teman blogger yang akan ikutan. Terima kasih buat teman-teman yang sudah meluangkan waktunya untuk sedikit bercerita mengenai pengalamannya bersama tabloid Nova. Jadi tahu, rupanya banyak yang kliping resep dari Nova. Kirain dulu saya aja hehehe. Belum semuanya saya singgahi, tapi beberapa yang sudah saya baca teman-teman blogger pengen gatering bareng Nova. Semoga kapan-kapan bisa terealisasi :)

Nah, inilah teman-teman yang ikutan GA Nostalgia Nova: 

6. Mbak Een: Kliping Tabloid Nova
8. Mbak Hidayah: Hadiah Tas dari Nova
12. Mbak Ade Anita: Nova dan Aku
13. Mbak Eva: Kenangan Bareng Nova
14. Mbak Euis: Nostalgia Bersama Nova
15. Bu Maria: Nostalgia Nova
17. Mbak Hesti: Aku, Nova dan Baby Blue

Give away selama empat hari. Terima kasih teman-teman semuanya :) ^_^
baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 4 komentar

Ngapain ke Cirebon (Lagi)?

Ini mereka saya ajakin ke Cirebon mau aja gitu. Padahal saya nggak tahu mau ke mana dan mau ngapain aja :D :P


Semua berawal dari sebuah keisengan. Halagh! Kapan, saya ini nggak iseng? Kayaknya semua yang saya buat yah iseng. Eh, jadi inget Diaz yang pernah sewot di depan saya, "Kak Anaz ini nyebelin, lihat fotonya bagus, (hanya Diaz yang bilang foto saya bagus. Terima kasih, Diazzzz :P) kalimatnya juga lumayan, eh, pas lihat bawahnya #Aspret, #IsengAja itu nyebelin, ih!" nah, lho.... Hahahahaha... yah Abis gimana, demen gitu pakai kalimat dan tagar #IsengAja di instagram. Lagian Kanaz mana pernah coba bikin sesuatu yang serius? Kecuali untuk ngerjain Diaz ama Nopy #Eh hahahahaha :D :P #DitampolDiaz. 

Balik lagi ke topik...

Tanggal 24 lalu, sepulang dari Open House Nova itu saya membuka-buka tabloid Nova. Saya menemukan artikel mengenai wisata di Cirebon, pas baca kok saya nggak pernah ke sana gitu, kayak Pantai Kejawanan, Bukit Plangon dan Telaga Remis. Nah, akhirnya hal tersebut saya tanyakan ke Mas Dhani, salah seorang teman kompasianer yang ada di Cirebon. Setelah mendapat jawaban, Mas Dhani bilang "Bulan Maret nanti di Sunyaragi ada event Glow In The Night, gak tahu acara apa itu,"

"Eh, tanggal piro?"

"Gak tahu, cuma sempet lihat iklannya di tv lokal,"

"Okeh! Tar aku gugling, Mas. Suwun," dan tak lama setelah gugling saya mendapatkan info kalau event Glow In The Night itu tanggal 28 Maret. Nah, pas saya cerita ke Nita, dia ini antusias banget. Trus langsung nyari tiket dan langsung beli Muehehehe... Padahal, ya, pas saya lihat susunan acaranya kok ada senam aerobik, musik akustik dan lomba selfie. Bayarnya Rp. 75.000 dapat kaos, lilin sama gelang. Saya kok kemudian iseng mikir lagi. Kayaknya kalau cuman main lagi ke Cirebon kok nggak dapat apa-apa, ya? Akhire dari pemikiran iseng itu saya nyetatus mencari Taman Baca di daerah Cirebon. 


Akhirnya saya add, tapi kok nggak dikonfirmasi-konfirmasi hiks. Alternatif saya gogling-gugling nyari taman baca lain. Nemu, sih, tapi pas komunikasi itu kayak mentok aja gitu. Trus saya juga komuikasi sama salah seorang teman lagi yang ada di Cirebon. Dinda. Katanya, dia dengan teman-temannya ada perpus keliling dengan agenda baca buku bareng, mewarnai dan sebagainya. tapi komunikasi menthok dikarenakan sebatas sms dan inbox facebook. Lah ini masalahnya inbox fb gak bisa diakses, rempong kudu buka opera mini sebenernya.

Nah, Kamis malam lalu ketika bertemu di Kopikina dengan genk koplak saya bilang ke mereka kalau saya mau ke Cirebon, ada event di Gua Sunyaragi. Terus saya juga cerita kalau event itu ada aerobiknya, uweeeee... tak pelak saya diketawain, "Kanaz, kanaz, kamu mau ikutan aerobik?" doh! akhirnya saya jelaskan kegalauan saya kalau saya sedang mencari Taman baca biar bisa main bareng dan belajar bareng. Trus tak lupa mereka juga diajakin gitu dan ternyataaaa, mereka mau pada ikut! haisah, gubrakkkk. Biasanya itu kalau kapan kita ke mana itu saya udah ngantongin tempat dan nyusun draft kasar mau ngapain aja gitu. Lah ini, ke Cirebonnya aja belum tahu mau ke mana, tapi pasukannya udah banyak aja. Hahahaha. Tapi Diaz tetep dengan jabatan notulen seksi, dia nyari tiket, mencoba buat draft kasar kegiatan dan lainnya. Dan kami sepakat 28 Maret akan jalan ke Cirebon (tapi belum tahu mau kemana hahahaha)

Pasukan singkong

Masih penasaran sama Fatihatul Imama, saya whatsapp Pungky, menanyakan dia apa ada nomornya, kalau ada biar saya whatsapp aja, soalnya fb saya belum dikonfirmasi. Pungky langsung memberikan nomornya. Dengan wanti-wanti, "Namanya Fikri, ya. Orangnya absurd banget, bersiaplah,"

Wah, dapat wejangan kayak gitu, setidaknya saya aman berkomunikasi, karena bisa bebas ngoplak #Eh. Ngobrollah saya dengan Fikri. Tapi kayaknya dia syok, tiba-tiba dikontak orang nggak jelas dan ngomongin hal nggak jelas pula :D. Tapi, teman, percayakah bahwa sesuatu apapun yang bergerak di alam semesta ini ada yang menggerakannya? Bahkan, sehelai daun yang jatuh juga atas izin-Nya. Pun dengan segala rencana iseng-iseng di atas, bukan hal mustahil bahwa ini adalah garis tangan-Nya kami semua diketemukan. 

Kuasa-Nya menggerakan hati hamba-Nya sungguh luar biasa. 


Geng koplak, berisi dari founder beberapa komunitas literasi, Satu Juta Buku Untuk Indonesia, Buku Bagi NTT, Sagu Maluku, Hibah Buku dan Ruang Baca Kota. Ini untuk pertama kalinya saya mengajak teman-teman peduli literasi mengadakan kegiatan. Biasanya, saya dengan teman-teman Semestarian.Semoga ini adalah awal yang baik, untuk sama-sama berbuat baik dengan cara yang baik, di tempat yang baik pula. Karena sebaik apapun, ketika salah tempat ia sungguh menjadi hal yang tak baik. Alhamdulilah, segala pujian hanya milik-Nya yang telah menggerakan hati hamba-hamba-Nya. Terima kasih, Mas Dhani, Nita, Pungky, seluruh genk koplak juga Fikri. Mbak Irma, Kak Ria, Kak Yulia dan teman-teman Hibah Buku yang juga akan ikut (eh, semoga bisa ikutan, yah?) ^_^

Ah, seharusnya saya tidak berterima kasih dulu, karena ini baru akan bergerak :)

Eh, terus mau ke mana kita? Mau ke siniiiiiiii ^_^
baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 61 komentar

Nostalgia Nova 27 Tahun

Selamat ulang tahun yang ke 27, Nova :)


Kemarin, saya menghadiri acara ulang tahun Nova yang ke 27. Bertempat di Ruang Merbabu Lantai 8 Gedung Kompas Gramedia Jakarta Barat Open House Tabloid Nova dihadiri oleh puluhan peserta dari berbagai kota. Acaranya meriah, semua yang datang mayoritas berbusana merah cerah, ruangan berubah menjadi penuh warna. Acara dimulai sejak pukul delapan pagi, tapi saya terlambat. Sampai di acara sudah pukul sembilan lewat. Biasalah, miss sesat yang nggak hapal jalan. Padahal, kantor itu sering saya lewati kalau turun di Halte Kebon Jeruk -_-

Pemilihan door prize


Waktu saya sampai, acara sudah dimulai (ya iyalah) Chef Robi sudah mulai memasak dipandu oleh MC keren Mas Deva Mahendra. Tak lama setelah itu, Chef Robi juga dibantu oleh salah satu ibu-ibu peserta yang dipilih oleh Cheff Robi karena lahirnya bulan Februari. Yah, acara kemarin adalah serangkaian dari acara ulang tahun Nova yang ke 27. Nova, tepat berulang tahun pada hari ini 25 Februari 2014. Selain Chef Robi, ada juga Mbak Dita Nastiti yang membawakan Make up tutorial. Selain dua acara di atas, kami juga diajak mengelilingi ruang redaksi Nova dan mengenali krunya satu persatu. Meski yakin, tak semua kru kemarin saya kenali semua. Beberapa kru Nova yang bertemu di Surabaya ketika ajang penghargaan Perempuan Inspiratif (PIN) 2014 saya masih ingat tentu saja ^_^

Eh, ngomongin Nova, saya jadi pengen nostalgia sedikit mengenai Nova. Mumpung Nova lagi ulang tahun ^_^ 

Mengenal Nova, sejak saya mulai berada di kota. Entah kapannya, saya juga lupa. Tapi saat itu saya masih remaja. Bahkan, ketika sekolah menengah saya pernah berlangganan Nova. Ehehehe... Keren, tho? Di saat yang lain langganan tabloid remaja, saya malah langganan tabloid Nova. Eh, jadi inget, saya mengenal Nova dari Tante Leli. Beliaulah yang mengenalkan kepada saya. Meski nggak pernah mengenalkan juga sepertinya. Lah iya, kan Tante Leli beli dan saya ikut nebeng baca :) banyak artikel yang saya suka. Saat itu, saya masih menggemari karya-karya fiksi, jadi kalau buka Nova rubrik fiksilah yang saya baca. Setelah rubrik fiksi, berurut kepada peristiwa, psikologi dan dapur kita. Nah, kalau dapur kita biasanya saya gunting-gunting resep makannya buat dijadiin kliping. Tapi kliping itu sekarang entah di mana :D

Tapi setelah di Malaysia, saya tak lagi berlangganan tabloid Nova dan tak lagi up date berita-beritanya. Hinggalah pada akhir tahun 2014 lalu, ketika suatu sore seorang teman blogger, Mbak Ety, menelpon saya mengabarkan kalau saya menjadi salah satu pemenang PIN 2014. Wogh! Ceritanya ada di sini. Sama sekali nggak pernah kebayang, kalau saya bakalan nyantol di ajang perempuan-perempuan hebat tersebut. Terima kasih banyak, Mbak Ety, terima kasih banyak Nova.

Hadir di acara ulang tahun Nova kemarin, mengingatkan saya akan tulisan-tulisan lama Nova. Waktu remaja dulu, sebelum ada gadget, itu tabloid Nova dibaca dari lembar pertama sampai lembar terakhir. Bahkan, ada yang beberapa kali dibaca ulang. Inget kalau Nova bikin acara di kota-kota besar, ingin sekali menghadirinya tapi apakan daya, saya jauh dari ibu kota hehehe. Dan kemarin, alhamdulilah bisa hadir langsung di acara ulang tahun Nova yang ke 27. Selamat ulang tahun, Nova. Semoga semakin bersinar di usiamu yang ke 27. Semoga semakin membawa manfaat untuk perempuan-perempuan Indonesia.

Dua hal yang paling berkesan tentang Nova adalah, dulu saya pembaca artikel-artikel Nova. Sekarang, saya sendiri ditulis di tabloid Nova. Itu sungguh mimpi yang tak direncana kalau bukan karena Kuasa-Nya. Alhamdulilah....

Tujuh pesan untuk Nova, semoga semakin membawa manfaat untuk perempuan-perempuan Indonesia, Semakin menjangkau pedalaman-pedalaman Indonesia, semakin banyak perempuan-perempuan inspiratif yang diangkat oleh Nova, setia menjadi sahabat wanita Indonesia, menjadi penghibur yang mencerahkan ehehehe.. kayak mana itu? :D harga di luar Jawa jangan terlalu mahal dong, sering-sering bikin event trus undang-undang blogger :D

Diajak ke ruang redaksi Nova :)


Diberikan penjelasan

Ke studio pemotretannya Nova juga :)

Merah meriah



Nggak pernah mimpi ada saya di Nova hehehehe



Nah, teman-teman blogger punya cerita kenangan bersama Nova? Yuk, tulisakan cerita teman-teman dengan tema Nostalgia Nova. Yang belum pernah baca Nova juga boleh ikutan, kok. Giveaway ini boleh diikuti siapa saja, blogger perempuan atau lelaki. Platform blog apa saja. Caranya: 

1. Like fan page Tabloid Nova di sini
2. Follow akun twitter @Tabloidnova
3. Tuliskan cerita teman-teman blogger tentang pengalamannya dengan tabloid Nova
4. Usahahakan tulisan berisi 2 kesan selama mengenal tabloid Nova dan 7 pesan untuk tabloid Nova
5. Daftarkan link URL teman-teman blogger di bawah postingan ini dengan menyebutkan Nama, Domisili dan link URL
6. Mention link URL teman-teman  ke twitter @Tabloidnova dan menyertakan tagar #NostalgiNova #Nova27th
7. Pasang juga banner 27 tahun Nova di bawah ini dan sertakan linknya ke blog saya


Hadiahnya apa? Akan ada tiga bantal cantik dari Nova, tiga buah voucher map senilai @Rp. 100.000 juga tiga buah dompet khas Nova untuk tiga orang teman-teman blogger yang beruntung. Yuk, ikutan, yuk. Nostalgia Nova ini diadakan dari hari ini 25 Februari sampai 28 februari. Sebentar banget, kan? Iya, sebentar. Soale dalam rangka ulang tahun gitu. Yang menilai tulisan teman-teman nanti dari redaksi Nova. :)







baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 23 komentar

Kamu Kerja Apa? Kok Bisa Kemana-mana?

Minggu kemarin, jadi tim horehnya Rumah Buku Cilegon yang mengadakan Piknik Buku di Anyer (belum ditulis ini)


Kemarin sekitar jam tigaan, seorang teman menyapa saya via inbox facebook, "Akak, nak tanya. Umi tengok akak banyak terlibat dengan aktiviti yang besar, akak kerja apa ye kat sana?" Umi, salah seorang teman di Malaysia mengirim inbox siang kemarin.

"Hai, Umi. Alaaahhh.. itu saya buat sibuk aje sebab tak banyak aktiviti. Itu kerja sosial murni, pegi sana sini sesuka hati," Sambil tersenyum, saya membalas pertanyaan Umi.

"Owh, ye ke? Nampak seronok je tak terikat dengan mana-mana ye? Akak keje sendiri, ye?" aih, Umi masih penasaran rupanya.

"Sekarang saya keje asuh budak," dan Umi pun menjawab ber ooo panjang.

Nah, siangnya sekitar jam sebelas juga ada seorang teman yang mengirim inbox di facebook. 

"Kak"

"Iya" saya menjawab inboxnya

"Sibuk apa?" tak lama pesan saya dibalas

"Sibuk ngasuh anak aja. Hehehehe."

"Kakak jadi kerja ngasuh anak?" ia sepertinya tak percaya jawaban saya.

"Iya, ngasuh anak." jawaban saya adalah penegasan, bahwa saya sedang tidak bercanda menjawab pertanyaan. Halagh bahasanya huehehehe.

"Yang penting masih bisa eksis, kan, Kak? Ikut acara kemana-mana," deg! mendadak saya kaget mendapat pertanyaan tersebut. Otak kepala saya seperti berbalik ke belakang, melihat acara apa saja yang saya ikuti. Apakah iya betul saya kemana-mana? Ah, sepertinya tidak juga. Saya bilang ke teman tersebut kalau keterlibatan saya di beberapa tempat itu dalam hal menyibukan diri mengisi kekosongan waktu. Dan saat ini, saya sudah jarang mengikuti acara blogger.

Ke kampung Cibuyutan, jadi relawannya Kampung Sarjana

Saya jadi ingat, bulan November lalu ada juga seorang teman yang berbincang melalui whatsapp, "Jujur, daku sering iri padamu. Anazkia tidak bekerja, tetapi dia bebas kemana dia mau. Itu artinya dia orang yang bebas financial. Kalau tidak, nggak mungkin. Karena bagaimana dia memenuhi kebutuhan hidupnya?"

Eh, dapat soalan seperti di atas saya, sih, kalau mau jawabnya simpel aja. Allah itu Maha Kaya, Maha Sempurna dan rezeki orang itu nggak akan pernah salah kok. Tapi saya jawabnya singkat aja, "Hehehe... rumput tetangga itu, kan, lebih hijau. Mbak orang ke sekian kok yang bilang iri sama saya," ya, memang ada beberapa teman, bahkan banyak yang mengatakan hal serupa, mereka iri melihat kebebasan saya. Yah saya mah nyengir aja. Hidup itu pilihan, termasuk ketika saya harus memilih resign dari kerjaan sebagai karyawan.

Reramaian dengan teman-teman komunitas lain dalam workshop kamera lubang jarum.


11April 2014 lalu, saya resmi keluar dari lembaga Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa. Ada banyak alasan saya keluar dari LKC, tak usahlah saya rungkai satu persatu penyebabnya. Sejak saat itu, ada beberapa teman yang kerap menyalahkan saya, kenapa saya harus keluar dari LKC Dompet Dhuafa. Sementara saya, saya tak mau menyesali apa pun keputusan yang sudah saya ambil. Sebelum resign, saya sudah izin dengan Emak, dan Emak menyerahkan semuanya kepada saya. Maka, resignlah jalan yang saya ambil. Dari April-Oktober saya nganggur. Bener-bener nganggur, tanpa ada persiapan tabungan sama sekali :D 

Saya ingat, bagaimana atasan saya mencegah resign dan meminta saya memikirkannya kembali. Tapi saya ini degil sikit, tekad saya resign dan tetap resign. Waktu pamitan, saya bilang dengan atasan saya, "Pak, nanti kalau Anaz mentok nggak dapat kerjaan, Anaz bisa kerja apa saja, yang penting halal, Pak," begitulah, Pak Muhammad akhirnya menyerah. Pun dengan teman-teman yang lain, mereka semua menyayangi saya dan meminta saya tak usah resign (duh, jadi kangen mereka semua) hiks

Eh, terus gimana hidup saya selama nganggur? Yah, gitu, deh. Saya beneran jadi nomaden. Tapi, teman.... percayakah ketika saya menganggur itu begitu banyak teman yang sangat menyayangi saya. Mereka peduli dengan saya. Tak lupa adalah Emak dan Kakak saya yang tak marah melihat anak dan adiknya nganggur. Beberapa kali juga saya melamar kerjaan, ketika dipanggil melihat jarak yang jauh saya nggak datang. Sempat juga tinggal di Malaysia dua bulan dan alhamdulilah, sekarang saya nggak betah kalau mau tinggal dan kerja di Malaysia. Ini sungguh prestasi yang amat saya banggakan ehehehe.

Berkunjung ke Saungelmu. Belum ada yang bisa saya lakukan di sini, tapi di sini saya bertemu dengan orang-orang yang hebat. Fly dan bang Sating pengelola Saungelmu. Insya Allah, dalam waktu dekat akan mengadakan workshop kecil-kecilan kamera lubang jarum. Semoga dimudahkan :)


Nah, bulan Oktober tahun lalu ketika saya sedang berada di kampung halaman, Nita, salah satu teman dekat saya menelpon. Dia mengabarkan kalau sudah kembali dan bekerja di Jakarta. Ia memberitahu juga kalau anaknya berada di Medan dengan Kakaknya. Setelah Nita telpon itu, saya kepikiran untuk mengasuh anaknya, mengasuh keponakan saya. Saya sampaikan kepada Nita niat saya. Awalnya Nita nggak percaya, tapi saya meyakinkan dia. Maklumlah, Nita pun ngeri takutnya saya minta gaji tinggi :D ehehehe.

Iya, ini penyakit saya ketika mencari kerja di sini, orang yang saya tawarkan jasa saya takut nggak bisa bayar saya. Kayak pernah, ketika suatu hari saya mengunjungi Mas Damar ke kantornya, saya bertanya apakah ada lowongan kerjaan yang bisa saya kerjakan? "Wah, saya nggak mampu bayar Anaz," Hiks, sedih. Beneran sedih. Padahal, saya kalau kerja bukan ngukur sebesar mana gajinya, tapi sejauh mana saya merasa nyaman. Makanya, saya memilih menawarkan diri mengasuh anak teman saya, Nita.

Sebelum mulai mengasuh anak Nita, kami sepakat kalau akhir pekan atau tanggal merah lainnya saya boleh keluar mencari kegiatan. Kami juga menyepakati masalah gaji. Standar, bahkan jauh lebih kecil ketika saya masih bekerja di LKC Dompet Dhuafa. Tapi balik lagi, saya merasa nyaman :)

Ke SMP Terbuka minggu yang lalu, niatnya mau belajar jadi relawan media, belajar menyuarakan kebaikan-kebaikan yang dilakukan oleh orang-orang keren dan dari sini juga saya belajar dari orang-orang yang keren.

Dan urusan saya kemana-mana, itu karena saya menyibukan diri dengan banyak hal. Jadi volunteer di berbagai komunitas, bergabung dengan banyak komunitas-komunitas di Jakarta. Karena memang itu tujuan saya ketika mengambil keputusan mengasuh anak Nita, saya ingin belajar banyak hal mengenai komunitas yang ada di Jakarta, terutama komunitas sosial pendidikan. Jadi, tidak benar kalau saya selalu sibuk. Yang benar adalah saya berusaha menyibukan diri mengisi waktu luang yang banyak tersedia di sela-sela mengasuh anak. Tentang eksis? Ah! Entah saya menganggapnya apa, mungkin lebih kepada mengikuti perkembangan zaman di mana beberapa aktivitas yang saya lakukan kerap dibagikan di media sosial. Semua orang bisa melakukannya, terpulang bagaimana ia mau atau tidak. Dan bagaimana orang itu menilai keeksisan saya.

Datang ke acara-acara gratisan di Jakarta yang menambah wawasan

Diskusi-diskusi dari para senior yang terlibat di komunitas
Ikutan festival Ayo Bantu Sekolah

Saya pernah ditanya, "Anaz kamu itu ikut kegiatan volunteer itu apa dibayar?" saya bingung menjawab soalan tersebut. Saya bilang, saya nggak dibayar. Untuk komunitas-komunitas yang saya ikuti, mereka adalah komunitas kecil yang kerap mengeluarkan uang sendiri. Siap capek, siap kelaparan dan siap-siap lainnya ketika mengikuti kegiatan mereka. Terus kamu hidup bagaimana? Balik lagi, bukankah Allah Maha kaya, Maha Sempurna dan rezeki tidak akan pernah tertukar. "Ketika kita melakukan kebaikan, kebaikan itu bukan untuk orang lain, tapi untuk diri kita sendiri," kalimat itu kerap diucapkan oleh Kak Ria, salah satu teman dekat saya yang kami kerap pergi kemana-mana. Sabtu ini, Insya Allah saya mau belajar jadi volunteer lingkungan. Di manapun, jadi tim horeh itu menyenangkan. Nyari eksis? Ah! Terpulanglah kepada penilaian orang :)

Yah, itulah saya sekarang. Bekerja mengasuh anak, kemudian belajar mencari kesibukan di luar. Insya Allah, projek terdekat adalah workshop bloging di area Cilegon-Serang dan membuat Kelas Inspirasi Cilegon. Bismillah, semoga semuanya dimudahkan. Eh, saya baru mau 4 bulan tinggal di Jakarta. Waktu kerja di LKC Dompet Dhuafa, kan, saya tinggal di Ciputat-Banten ^_^

Genk di Jakarta ^_^



baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 11 komentar

Pouch Saya Isinyaaaa.....


Eini mendadak iseng ke blognya emak gahol #Eh. Nggak juga, sih, nggak iseng-iseng banget gitu. Lihat Mak Gahol up date link di group Emak-Emak Blogger saya langsung ngeklik dan sampailah di postingan ini . Isinya Giveaway Mak Gahol yang katanya mau bagi-bagi lipen setip sama eye liner (Eh, ngomong-ngomong eyeliner kuwi pakenya di mana? Hahahaha). Karena mendadak dangdut, saya juga mendadak iseng buka-buka pouch (pouch abal-abal huehehehe) dan ngadul-adul isinya. 

Jiyahhhh... sebenernya malu mau ikutan. Lah Soale pouch saya yang sering dibawa kalau jalan itu isinya enggak banget. Ahahahaha... Apa cobak isinya. Meh, mari kita lihatttttt


kalau di sana ada isinya pouch Emak gahol, di sini pulak ada pouchnya Anaz dudul

  1. Deodorant (Wajib ada)
  2. Pembersih muka
  3. Minyak kayu putih
  4. Lotion
  5. Pelembab muka yang entah saya beli dari kapan karena nggak abis-abis, karena nggak pernah dipake-pake :))))))
  6. Pasta gigi (selalu dibawa kalau lagi jalan, jarang dikeluarin takut kelupaan :D
  7. Kapas muka
Sudah, itu aja isi pouch saya. Nggak ada bedak dan lipen setip, soale saya nggak pernah pake. Kayaknya sampai setua ini saya belum pernah beli itu namanya lipen setip. Dulu, waktu masih di Malaysia saya sering dapat lipen setip bagus-bagus dari anak majikan, soale ada menantu majikan saya yang kerja ngurusin kosmetik gitulah. Kalau dikasih, biasanya saya simpen buat Emak. Waktu dapat hadiah dari Srikandi Blogger itu, bedak, lipen setip sama pembersih muka masih utuh :D itu kemarin pas pulang iseng saya foto, elah ndhalah kok Emak Gahol bikin GA ini. Jadi bisa saya pamerin ekekekeke

hadiah Srikandi Blogger yang masih utuh :D

Ikut-ikutan narses kayak Emak gahollllll... ahahahahaa :P ini sumpah bukan saya yang dandan, pasti hasil dandanan orang. Ya iyalah, mana bisa gitu saya dandan :D :P. Eh iya, dari acara PIN 2014 saya juga dapat satu paket kosmetik, saya kasihkan ke Nita. Percuma, di saya juga nggak dipake :D

Ikutan Giveaway Get this Max Factor eyeliner and lipstick di blognya Emak gahoooollllll



baca selengkapnya...