Slide 1 Slide 2 Slide 3 Slide 4 Slide 5
Diposting oleh Anazkia Aja | 17 komentar

Gimana Cara Mendapatkan Link URL Foto



Gimana caranya dapatin URL foto? Ada yang tahu? Ada! Pasti ada dan banyak yang tahu. Nah, tulisan ini dibuat karena terinspirasi dengan statusnya Emak Gahol beberapa hari lalu di facebook (nulis ini sambil nyengir, eh, ngakak ndink ahahahaha) beragam komentar diberikan oleh teman-teman Mbak Winda di statusnya dan itu memberikan pelajaran juga buat yang lain. Tapi kalau saya komennya cuman nyindir doang, sih. Nyindir Emak gahol! Nanti kalau ketemu Mbak Winda saya mau langsung sungkem.

Nah, berhubung mengenai URL itu kemarin saya sindir juga di group SBB, saya kok kembali terinspirasi untuk menulis ini (((terinspirasi))) ekekekeke. Terus tulisan ini saya persembahkan untuk Mak Gahol :D

Jadi misalnya gini, saya mau ambil foto Mak Gahol dari blognya Mak Gahol. Tentunya, saya akan berkunjung ke blog Mak Gahol. Pertama klik foto mana yang akan diambil. Kemudian klik kanan, nanti akan muncul tulisan salin URL gambar kayak di bawah ini, 

Nah, nanti bisa langsung disalin di tempat upload foto, Mbak Winda pasti udah hapal tempat upload foto


Klik aja From a URL nanti bisa langsung paste aja

Kalau udah centang berarti berhasil. Nanti akan muncullah gambar seperti yang kita inginkan. Insya Allah semudah itu

Ini semua hasil link URL dari blognya Emak gahollll

Dah, ah! itu aja. terus kabur.... Yakinlah abis ini saya disewotin sama Mbak Winda :D ahahahahaha.... 









baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 9 komentar

Jeng Buku, Jualan Demi Ongkir Buku



Berkecimpung di dunia komunitas buku menyadarkan saya bahwa PR terbesar setelah buku terkumpul adalah mahalnya biaya pengiriman buku yang memakan dana sangat besar. Apalagi ketika buku yang dikirim ke daerah terpencil. Bertemu dengan banyak teman yang sama-sama bergerak di dunia kumpul mengumpul buku ini rupanya tantangan terbesar kita adalah sama, lagi-lagi mahalnya biaya pengiriman buku ke daerah. Jadi waktu ke Halaman Belakang beberapa bulan lalu, kami sempat menggulirkan ide"Gimana caranya kalau kita bisa nyari duit sama-sama?"

Nah, berawal dari obrolan pagi tentang sharing komunitas lahirlah sebuah kegiatan yang kami gagas bersama-sama dengan nama "Jeng Buku" (Jualan demi ongkir buku) kegiatan ini diinisiasi oleh teman-teman komunitas yang bergerak di dunia perbukuan seperti @Sajubu_ID @BukuBerkaki, @HibahBuku @BukuBagiNTT @Sagumaluku @Relawan_KFP  juga didukung oleh teman-teman komunitas dari @Blogfam dan @SekolahRaya. Komunitas Beraksi (KORSI) begitulah kami menamakan diri. Berasal dari latar belakang yang beragam, tapi memiliki kesamaan tujuan kami sama-sama bergerak dan bertindak.



Seperti apa kegiatannya? Jadi kami bakalan mengumpulkan barang bekas yang masih layak pakai semisal pakaian, sepatu, tas. Nantinya, barang-barang bekas itu akan kami jual lagi dan hasil penjualan akan kami jadikan biaya pengiriman buku. Cuman itu? Tidak juga! Karena masih ada barang lain yang akan kami jual untuk garage sale yang akan dilaksanakan pada 4 Juli 2015. Karena kegiatannya tak jauh-jauh dari buku, kami juga akan membuka lapak drop box buku di tempat acara. Dan tak lupa akan ada lapak melodi dan lapak baca. 

Teman-teman blogger tertarik untuk ikutan? Yuk, buruan bongkar lemari dan kemas rumah untuk mencari sesuatu hal yang bermanfaat dan disumbangkan kepada kami. Tak punya barang bekas yang layak pakai? Kan masih ada buku. Eh, nggak punya buku juga? Teman-teman bisa nyumbang uang cash! Apa? Masih nggak punya uang juga? Nggak apa-apa, teman-teman masih bisa membantu menyebarluaskan informasi ini. Ketika kita tak mampu berbuat baik, jadilah perantara kebaikan. #IniBerasaAlimBanget hahahaha.

Untuk informasi lebih lanjut bisa hubungi kami di twitter @aksikami atau bisa menghubungi langsung Novita Anggraini (0856 9717 7051) Salman ( 0812 8029 6647)




baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 2 komentar

Mas Aris Kurniawan Basuki, Kenapa Nggak Nulis Lagi?

Koleksi gambar kak Icha


Beberapa minggu lalu, Kak Icha mengirim foto di group whatsapp tentang penganugerahan cerpen Kompas terbaik 2015. Lihat foto yang dikirim itu saya jadi ingat sama Mas Aris, salah seorang teman yang saya kenali di Kompasiana. Paginya, saya langsung mengirim gambar di atas kepada Mas Aris dengan caption, "Mas Aris nggak kangen ini? Ayo nulis lagi, Mas! Nulissss... Nulisss!"

Selain foto di atas, saya juga mengirim screenshot status facebooknya Mas Guntur Alam tentang para pemenang Cerpen terbaik Kompas. dan Mas Aris cuman jawab gini, "Hehehe... jagoanku yang menang. Aku jagoin Faisal, Vika Wisnu dan Agus Noor. Prediksiku masuk nominasi semua."

Emang siapa Mas Aris itu? Jadi, Mas Aris itu tahun lalu menjadi salah satu orang yang beruntung, yang cerpennya menjadi cerpen terbaik pilihan kompas dan tentunya dibukukan. Ini saya tahunya juga telat, sih, pas main ke rumah Mas Aris, barulah beliau cerita. Dan saya, cuman melongo doang, dong -_- terus kemudian jadi salut. Kenapa salut? yah karena setelah Mas Aris cerita bagaimana beliau belajar menulis.

Jadi, mas Aris itu belajar menulis fiksi di Kompasiana. Mas Aris bener-bener belajar dari nol, dari yang nggak tahu tentang penggunaan tanda baca, eyd atau lainnya. Sampai kemudian tulisan-tulisannya dimuat di kompas.com dan berlanjut Mas Aris mengirimkannya ke kompas cetak. Mungkin memang tuah Mas Aris yang bagus, beberapa kali kirim tulisan dimuat dan salah satu cerpennya menjadi yang terbaik. Kalau melihat antrian cerpen di Kompas yang beribu setiap minggunya, ini memang beneran tuahnya Mas Aris. Selamat, Mas Aris.

Tapi sayangnya, sekarang Mas Aris udah jarang nulis lagi. Bahkan boleh dibilang nggak pernah nulis. Dulu, waktu masih di Malaysia saya sempat nongkrongin tulisan-tulisannya Mas Aris, baca sampai khatam. Apalagi yang cerita orang duduk di atas kuburan demi mengejar wangsit. Bingung mau nulis apa, soale saya suka gitu tulisan macam tulisan Mas Aris itu banyak mengangkat sisi kemanusiaan. Kemarin saya juga sempat bilang gini ke Mas Aris, "Mas Aris keren, ya. Di sata orang lain mengejar dan berbondong-bondong tulisannya masuk Kompas, tulisan Mas Aris dengan mudahnya lolos. Bahkan menjadi salah satu terbaik dan dibukukan."

"Itu dulu... Kan pengen lagi." owh, rupanya Mas Aris masih pengen nulis lagi :D :P

"Makanya sekarang saya komporin lagiiii."

"Siap! Waktunya tapi nggak selega dulu, sih. Maklum, family guy." sambil pasang emoticon ingusan :D

Mbak Egi, Pilar dan Mas Aris ^_^


Yalah, Mas Aris sosok Ayah yang baik, yang rajin nyuapin Pilar kalau saya pas ke sana kalau Mbak Egi lagi istirahat. Semoga ke depannya lagi akan ada tulisan-tulisan fiksi Mas Aris lainnya. Tak melulu di Kompas saja, tapi juga semoga di Kompasiana. Eh, tapi saya juga lupa kapan terakhir nulis di Kompasiana #DiBandemSendal. Ngomporin orang, tapi sendirinya nggak nulis. Tapi, kan saya tetep nulis curcol di sinihhhh.... #NgelesAjaKayakBajaj.

Pokoknya! Masih nunggu Mas Aris nulis! Dah itu ajah :P


baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 32 komentar

Yang Ikut Ke SBB 2015 Bersama Yeos

Ini SBB yang pertama, setelah dua hari sebelumnya diadakan Seminar Wordpress Akademi Denaihati (ikut acara ini, tahun 2012 lalu bayaran saya dikorting lho. Tuh, betapa baiknya Encik Amir kepada saya. Alhamdulillah.... #EaaaaAnazNampang :D 


Mungkin ada yang bertanya, kenapa saya selalu diundang oleh denaihati.com dalam event Sepetang Bersama Blogger (SBB) jauh sebelum ada SBB, saya mengenali pemilik blog denaihati.com melalui google ketika saya sedang mencari informasi mengenai penganiayaan seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) Mantiq Hani saat itu. Sejak komen di blognya kami saling berkunjung dan selalu berinteraksi. Waktu berlalu, saat itu denaihati.com menggunakan platform blogspot. Tak lama mengenal denaihati.com, tiba-tiba resen up date di list blog saya mengenai denaihati menghilang. Rupa-rupanya, denaihati.com pindah ke platform wordpress dan tetap menggunakan denaihati.com. Alasan utama menghapus blog yang di blogspot menurut pemilik denaihati.com ketika itu lebih kepada monetize blog lebih bersahabat berbanding blogspot.

Melihat segala perjalanan yang ditempuh oleh denaihati.com dari awal sampai sekarang, tak heran ketika sekarang denaihati.com sudah menjadi sebuah syarikat dengan beberapa orang karyawan. Ya, blogger personal itu bermetamorfosis mengembangkan bisnis di banyak hal. Konsep yang dilakukan tentu saja sangat unik, bagaimana mereka menaikan PR blog, mengejar SEO tetap berada di laman pertama dengan berbagai macam cara. Yang paling saya ingat ketika denaihati.com selalu memberikan reward kepada para blogger yang komennya paling banyak setiap bulan. Ya, komen terbanyak saat itu diberikan reward sebesar RM. 100 sampai tiga orang. Dan banyak lagi cara yang dilakukan oleh denaihati.com untuk menaikan trafic blog sehinggalah menjadi seperti sekarang.

Selain diundang ke ajang SBB, saya pernah disponsori oleh denaihati.com untuk mengadakan lomba di blog tahun 2010-2011. Selain itu, ada beberapa undangan yang acap disampaikan kepada saya. 13 Desember ketika saya pergi ke Surabaya untuk menghadiri penganugerahan Perempuan Inspiratif Nova (PIN) denaihati.com mengundang saya untuk mengikuti seminar di Malaysia. Pun ketika 22 April lalu, lagi-lagi denaihati.com mengundang saya untuk hadir ada ajang seminar sosial media tingkat dunia,



Seminar 3-4 jam je

22 - 23/4 ada majlis seminar blogger & sosial media peringkat dunia di Kuala Lumpur. Team Denaihati dapat tiket utk join gratis. Kalau minat nak ikut beritahu saya sediakan tiket.

Ya, semudah itu beliau selalu memberikan kebaikan-kebaikan kepada saya. Tapi sayang, sewaktu undangan di atas bertepatan dengan acara Kartini Next Generation di mana saya menjadi salah satu finalis.

Tahun 2015 ini tim denaihati sedang melakukan #Projek2015 di mana mereka mengembangkan bisnis di wilayah Asia Tenggara. bentuk projek kerjanya saya belum tahu seperti apa, tapi beberapa kota di Indonesia sudah didatangi oleh beliau. Setiap kota yang akan didatangi, beliau selalu mengabarkan kepada saya apa saya bisa datang atau enggak, sayangnya belum satu kota pun yang bisa saya ikuti -_- lagi-lagi belum rezeki.

Betapa hebatnya denaihati.com mengubah blognya menjadi sesuatu hal yang bukan main-main. Tak hanya berjaya di dunia maya, tapi juga di dunia nyata. Tak hanya bisnis semata-mata yang ditempuh, program e-qurban yang dilaksanakan sejak denaihati.com platform wordpress digulirkan pun tak kalah hebatnya. E-qurban adalah sebuah ajakan untuk berkurban di mana daging kurbannya disalurkan ke daerah yang membutuhkan. Fokus denaihati.com saat itu adalah Kamboja bahkan pernah di Indonesia (Aceh seingat saya) Nah! denaihati.com hebat dan keren, bukan?

Saya layak belajar dari denaihati.com dan teman-teman yang bakalan ikut ke ajang Sepetang Bersama Blogger 2015 juga layak belajar apa, siapa dan apa yang dilakukan oleh denaihati.com sampai menjadi sebesar sekarang? Dan siapakah teman-teman yang bakalan ikut dan datang langsung ke ajang SBB 2015?

Setelah saya, Mbak Sumarti Saelan dan Mas Dhani menilai tulisan teman-teman kahirnya kami memilih beberapa nama. Mereka adalah: 

1. Mbak Winda Fitriani 


2. Muhammad Darul Mukhlasin


3. Punky


4. Susi Sukaesih


Terima kasih banyak buat teman-teman blogger yang sudah mengikuti Give Away ini. Total semua peserta ada 19 orang. Link lengkap ada di sini. Terima kasih banyak juga buat dua teman yang sudah membantu menjadi juri, Mbak Sumarti dan Mas Ramdhani. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

Mohon nama-nama di atas mengirimkan data diri berupa, nama lengkap, nomor passport, tanggal lahir, beserta expired passport ke anazkia@gmail.com. Terima kasih banyak.
baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 13 komentar

Nunu, Menjadikan Kekurangannya Untuk Maju

Hampir tiga tahun lalu di Makassar :)


"Dengan kondisi fisik seperti ini, apa Nunu sering malu?" suasana surau lantai 7 Gedung Kompas Gramedia  yang berada di Palmerah Barat ini lengang. Hanya ada saya dengan Nunu yang baru saja menyelesaikan shalat ashar setelah sebelumnya mengikuti Digital Library Management Workshop yang diselenggarakan oleh Elexmedia bekerja sama dengan Senayan Library Managmenet System (Slims). Peserta lainnya yang datang dari beberapa daerah sudah pulang lebih dulu.

"Awalnya saya malu, apalagi ketika bertemu dengan suasana baru seperti sekarang ini. Tapi saya lama-lama biasa berhadapan dengan mereka." Nunu menjawab sambil tersenyum pertanyaan saya. Suara cawan beradu dengan pinggan terdengar di luar, di depan ruangan tempat kami sebelumnya mengikuti workshop. Petugas kebersihan sedang mengemas sisa-sisa jamuan makan siang dan minum petang.

Saya memandang takjub Nunu, melihatnya juga mengingat awal mula mengenalinya. November 2012 lalu, saat saya mengunjungi Makassar untuk hadir di ajang Kopdar Blogger Nusantara, saya mulai mengenal perempuan keturunan Bone tersebut. Nunu, nama lengkapnya Nur Sahadati Amir. Ia lahir dan dibesarkan di Ujung Pandang. 

Duduk sebelahan sama Nunu waktu workshop kemarin :)


Sewaktu di Makassar, hari kedua teman-teman blogger menyusuri kota Makassar, saya duduk bersebelahan dengannya di bus. Selama perjalanan, Nunu banyak berkisah tentang kota Makassar, juga beberapa komunitas-komunitas yang ada di Makassar. Dari Nunu, saya mengubah stigma negatif mengenai Makassar yang benar-benar nggak kasar. Terima kasih atas segala ceritanya, Nunu :)

Beberapa minggu lalu, Nunu mengirimi pesan di facebook. Ia mengabarkan kalau dirinya sudah berada di Jakarta sejak 1 April 2015. Saya kembali teringat kalau tahun lalu ketika ia ke Jakarta kami tak sempat bertemu karena tidak menemukan hari yang tepat. Jadi sewaktu beberapa minggu lalu ia mengabarkan sudah berada di Jakarta, saya surprise membacanya. 

"Btw, mba saya kan sekarang tinggal di Jakarta. Kalau ada kegiatan-kegiatan komunitas ajak-ajak saya, Mbak." pesannya di facebook. 

Wah, Nunu sekarang sudah jadi orang Jakarta. Dan kemarin, ketika bertemu Nunu berkisah kalau ia sekarang bekerja di Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian bagian Sumber Daya Manusia. Ya, Nunu kini sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saya mengetahui Nunu menjadi PNS dari status facebooknya. Ia menuliskan di status betapa syukurnya kepada pemilik Semesta yang telah menggariskan rezekinya menjadi PNS.

"Saya baca dan lihat waktu Nunu diterima jadi PNS. Saya juga melihat waktu Nunu mengabarkan di facebook mengikuti Kelas Inspirasi di Makassar dan terpilih sebagai salah satu relawan pengajar. Nunu keren dan hebat. Saya banyak belajar dari Nunu," Saya menyampaikan kekaguman saya di depan Nunu. 

"Waktu saya ngajar di Kelas Inspirasi, sebelumnya sempat takut. Kepikiran anak-anak akan meledek fisik saya. Tapi, alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar. Anak-anak nggak ada yang ngeledek saya, saya juga bisa mengajak anak-anak bermain." Nunu menceritakan ketika ia mengikuti Kelas Inspirasi di Makassar.

Di sela kekosongan waktu menunggu komuter line di stasiun Palmerah, Nunu pun rajin bercerita mengenai perjalanan hidupnya sampai kemudian terdampar di kota Jakarta. Sebetulnya, saya yang banyak bertanya dan Nunu tanpa sungkan selalu menjawabnya, termasuk ketika saya menanyakan apakah boleh saya menuliskan tentang dirinya juga menyebutkan tentang kondisi fisiknya.

"Nggak apa-apa, Mbak. Tulis aja." Nunu menjawab sambil tersenyum.

Ya. Nunu tak sama macam kita yang normal. Kedua tangannya pun tak sempurna, pun dengan kakinya yang lagi-lagi tidak seutuhnya sempurna. Tapi lihatlah, betapa ia tetap semangat menghadapi hidup. Berasal dari daerah di Makassar, kemudian terdampar di Jakarta menjadi seorang PNS. Duduk di sebelahnya kemarin ketika workshop membuat saya merasa bangga mengenalinya. Nunu, buat saya seperti motivator berjalan.

Dulu, ada seorang kawan yang pernah bertanya kepada saya, "Mbak Anaz, kenapa nggak suka sama Mario Teguh?"

Duh, bukan. Bukan saya nggak suka dengan Mario Teguh, tapi saya kurang berkenan menyimak segala macam teori motivasi yang dipaparkan oleh para pakar yang sudah malang melintang. Ada kalanya saya lebih suka membaca bukunya. Dan yang terpenting, saya lebih suka bertemu dengan motivator-motivator yang tak banyak menerangkan mengenai teori. Seperti Nunu orang yang saya kenali kemarin. Ia mengajari saya tanpa dia banyak berkata-kata. Terima kasih banyak, Nunu :) semoga betah di Jakarta dan akan tetap betah, karena pekerjaan bagian Nunu tak ada sistem rolling ke luar daerah, bukan? :)

Nunu mengingatkan saya dengan Yusnita Febri. Seorang sahabt yang sudah pulang ke rumah-Nya. Dan dia memiliki blog dengan tagline Jadikan Kekuranganmu Untuk Maju. Nunu sudah membuktikan bahwa kekurangan yang dimiliki menjadi bekal untuk tetap maju.



Nampang :D :P



baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 64 komentar

Yuk, Ikutan Sepetang Bersama Blogger 2015



Salah satu perhelatan kopdar blogger terbesar di Malaysia kembali diadakan Sepetang Bersama Blogger (SBB) 2015, memasuki tahun ke empat ajang SBB kali ini  kembali ditaja oleh Yeo's Malaysia. Untuk majlis SBB ini, saya selalu up date berita-berita terbarunya melalui status-status facebook Encik Amir, tuan punya denaihati.com. Karena sejak SBB digelar pada tahun 2012, saya sudah dua kali mengikuti SBB. Termasuk tahun kemarin di mana saya diundang oleh pihak penyelenggara denaihati.com. Tahun lalu, saya diundang dan diberikan dua tiket PP air asia tanpa penginapan. Jadi, saya datang ke Malaysia bersama dengan Novi dan menginap di rumah Ibu majikan saya. Catatan lengkap perjalanan SBB tahun lalu bisa dilihat di sini dan di sana.

Tahun 2015 ini SBB kembali digelar. Dengan menggunakan konsep yang berbeda dari tahun sebelumnya, SBB2015 kali ini dilaksanakan bukan dalam ruangan seperti tahun lalu. Bertempat di Taman Cabaran, Presint 5 Putrajaya, majlis SBB dibagi dalam dua sesi. Sesi pagi melibatkan acara blogger Treasure Hunt dan pada petang pula akan ada sesi sharing blogger. Untuk sesi sharing blogger sendiri, saya diberi kehormatan oleh Encik Amir untuk menjadi salah satu panel (menjura) terima kasih banyak Encik Amir atas kepercayaannya.

Eh, eh, emang saya diundang gitu kalau jadi salah satu panel? Yups! Alhamdulilah, tahun ini saya kembali diundang untuk menghadiri Majlis Sepetang Bersama Blogger 2015 dan Yeo's. Kalau tahun lalu saya diundang  dan diberikan dua tiket PP, kali ini saya diundang dan diberikan lima tiket PP. Ya, lima tiket PP beserta penginapan tapi tanpa uang saku, ya? Muehehehe....

Berhubung ada lima tiket PP lebih banyak dari tahun lalu, kali ini saya kembali membuat semacam give away dengan hadiah tiket PP dan penginapan mengikuti ajang SBB 2015. Masih sama seperti tahun lalu, temanya tak jauh-jauh dari "Apa Alasan Teman-teman Ingin Mengikuti Majlis SBB 2015" lima tiket itu minus satu untuk saya, jadi masih ada sisa empat tiket PP pesawat dan penginapan, tanpa uang saku. Yups! Ingat, nggak ada uang saku. Jadi, air port tax di bandara Soeta termasuk ongkos ke Putrajaya ditanggung oleh peserta (eh, ini saya masih belum pasti, sih. Semoga saja dijemput dari KLIA 2 ke Putrajaya) aamiin

Dan beberapa syarat untuk mengikuti give away ini adalah, 

1. Tetep syarat pertama adalah memiliki passport yang masih hidup minimal untuk enam bulan ke depan.
2. Like fan page denaihati di sini
3. Follow akun twitter @denaihati
4. Follow akun instagram @denaihati (kalau nggak punya instagram nggak apa-apa)
5. Boleh diikuti oleh blog dari paltform manapun tanpa terkecuali 
6. Temanya jangan lupa, tuliskan alasan teman-teman ingin mengikuti ajang SBB 2015
7. Jangan lupa tuliskan link hidup pada kalimat denaihati dan yeo's Malaysia (nggak usah banyak-banyak)
8. Give away ini diadakan mulai hari ini 1 Juni sampai 6 Juni 2015
9. Pengumuman tanggal 8 Juni 2015
10.  Berangkat Insya Allah Jumat sore 12 Juni 2015 (tak melulu harus dari Jakarta, bisa dari kota lainnya)

Selain hal di atas, setelah menulis jangan lupa kirimkan link url teman-teman ke email dengan format, Subjek: Sepetang Bersama Blogger 2015 dan Yeo's. Sertakan juga nama, akun twitter juga link url tulisan. Kirim ke email, anazkia@gmail.com cc ke suma_friend@yahoo.co.id dan dhani.ramdhani.nur@gmail.com

Selain kirim email, boleh juga tulis link di kolom komentar dengan format nama dan link tulisan. Misalnya,

Nama: Anazkia
Link URL: http://www.anazkia.com/2014/03/yuk-ikut-ke-malaysia-bareng-saya.html

Tapi yang di email wajib, ya. Soalnya nanti akan ada dua teman saya yang membantu menilai tulisan. Karena kali ini pemenangnya banyak, jadi saya harus menyertakan teman-teman lain, yaitu Mbak Icoel dan Mas Ramdhani. Sudah, segini aja infonya. Maaf baru dipublish, soale abis sok sibuk dan baru bisa bersentuhan dengan laptop tadi malam :/

Mau tahu tentang macam-macam Sepetang Bersama Blogger? Bisa klik di sini


Dan inilah kemeriahan SBB tahun lalu



Rame! ^_^

Encik Amir, sebelah kiri dan beberapa panel tahun lalu, benashari, redmummy juga the umbrela (mbuh aku lali namanya) :D

Barisan sponsor tahun lalu

Tahun lalu hanya berdua dengan Novi, nggak tahu tahun ini sama siapa aja :D

Bersama Encik Amir, tuan punya denaihati.com :)

Novi mau ikutan lagi? :D ahahahaha

Novi bersama dengan Asman Mahfudz dari air asia









baca selengkapnya...