Seni budaya rakyat, semakin lama kian tergantikan oleh seni modern. Lagu, tarian berbagai budaya Barat lebih digandrungi mulai orangtua, dewasa, remaja, hingga anak-anak. Kondisi ini dialami hampir di semua daerah di Indonesia, tak terkecuali di Bogor, Jawa Barat.

            Seni budaya Sunda mulai ditinggalkan dan dilupakan. Kondisi ini mengusik Ade Suarsa untuk melakukan upaya pelestarian budaya Sunda. Ia tidak mau seni budaya Adiluhung peninggalan nenek moyang kemudian hilang begitu saja.

            Niat tersebut diwujudkan Ade dengan mendirikan Sanggar Seni Etnika Daya Sunda (EDAS) di rumahnya. Sanggar ini mulai dijalankannya pada tahun 2008 dengan beragam kegiatan seperti latihan menari, bernyanyi, serta memainkan alat musik. Bukan hanya anak-anak, orang dewasa di sekitar rumahnya pun banyak yang mengikuti kegiatan tersebut.

            Ade juga berinisiatif menularkan rasa cinta terhadap seni budaya Sunda ke masyarakat yang lebih luas dengan cara berkeliling ke sekolah-sekolah di kawasan Bogor untuk mengenalkan seni budaya Sunda. Ia juga berusaha mengembangkan seni budaya Sunda agar dapat diterima oleh anak muda dengan membuat wayang hihit yang terbuat dari bambu.

Berbeda dari wayang yang biasanya mendasarkan cerita dari kisah Ramayana atau Mahabarata, Ade menggubah cerita dari kegiatan sehari-hari dan memadukannya dengan alur kejadian yang sesuai konteks saat ini agar tidak membosankan dan disukai oleh generasi muda.
            Tak puas dengan mendirikan sanggar dan membuat wayang hihit, Ade pun memproduksi berbagai macam alat musik dan perlengkapan pertunjukan tari hasil kreasinya. Kali ini, tujuannya sembari memberi lahan pekerjaan bagi warga sekitar sanggar. Secara tidak langsung, masyarakat juga tahu bahwa seni dan budaya dapat menjadi sumber penghasilan.

            Kegiatan yang digulirkan Ade di EDAS menggugah Tanoto Foundation untuk ikut berpartisipasi. Yayasan sosial yang didirikan oleh keluarga Sukanto Tanoto ini mendukung Ade dan timnya dengan memberikan dukungan finansial agar sanggar EDAS bisa berkembang dan bermanfaat lebih baik lagi.

            Momen tersebut dilakukan bersamaan dengan acara yang digelar oleh presenter kenamaan Andy F, Noya di Metro TV. Ia mendatangi EDAS dalam rangka acara Kick Andy on Location pada 20 Maret 2015.

            Kegiatan Tanoto Foundation memang selalu mendukung kegiatan bermanfaat yang dipandang sebagai bentuk dari pembelajaran tanpa henti. Pendidikan dipandang sebagai salah satu sektor yang digarap selain pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup bangsa Indonesia.


Waktu di Malaysia, saya pernah diajarkan menjahit oleh Ibu majikan. Ibu, mengajari saya membuat baju kurung khas melayu. Yang memotong kainnya, tentu saja Ibu. Saya tahu beres  saja. Meski masih melenceng dan nggak lurus, sepasang baju kurung itu jadi juga dengan kecelakaan di sana sini. Miring, tentu saja menjadi bagian tak terpisahkan. Kalau membuat garisan di buku saja tidak lurus, apatah lagi menjahit :D 

Tapi, percayalah bahwa sejak kecil hal yang ingin sekali saya bisa melakukan selain menulis adalah menjahit. Persoalannya, sederhana. Ketika kecil, saya memiliki tetangga yang bisa menjahit. Setiap musim lebaran tiba, begitu ramai orang yang datang untuk menempah baju persiapan hari raya. Tak hanya dari kampung, tapi juga tetangga kampung. Saya, seumur-umur hidup di kampung ketika itu tak pernah sekali pun menjahitkan bajunya. Jadi saya membayangkan, andaikan bisa menjahit, tentunya bisa membuat baju lebaran sendiri. 

Sesederhana itu...

Kemudian, beberapa waktu lalu, saya melihat Mbak Astri Damayanti menulis status di facebooknya kalau akan ada kelas menjahit untuk blogger bersama dengan brother di ICE BSD. Saya, langsung gembira tentu saja. Ini sesuatu hal yang berbeda di acara blogger. Menjahit . Membuat kulot. Kemudian, mendaftarlah dengan mencantumkan nama, alamat blog juga alamat email.

Selang beberapa minggu, pengumuman itu datang. Saya menjadi salah seorang blogger yang beruntung untuk mengikuti Kelas Kriya tersebut. Bertempat di ICE BSD, kelas kriya tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Oktober 2016. Senang tentunya mendapat kesempatan belajar menjahit. 

Sabtu pagi, di tanggal yang sudah ditentukan saya berangkat ke ICE BSD dari Serang. Alhamdulillah, perjalanan lancar. Beruntungnya, saya sudah beberapa kali mengunjungi tempatnya. Jadilah tak ada adegan sasar menyasar ^_^. Sampai di depan gedung, ada Mbak Waya, Mbak Tanti, Lita juga Mbak Astri. Merasa beruntung, karena nggak harus saling mencari.

Rupanya, ini salah satu bagian dari acara Pekan Raya Indonesia. Dan saya baru tahu kalau tidak mengikuti kelas menjahit ini. Duh, ke mana aja saya? Nggak gaul bangettt :D. Bersama dengan teman-teman blogger, kami langsung menuju booth brother. Selain kami, ada beberapa teman blogger lainnya yang sudah sampai terlebih dahulu. Hari itu, kami bersepuluh.

Ramai banget

Setelah menghadapi mesin satu-satu, dengan sabarnya Mbak Astri membagi-bagikan bahan, gunting, peniti, oran, kertas merah sama satu lagi alat yang namanya saya lupa :D (lupaan aja saya, maklum menuju tua) Saya langsung cengok. Meski sudah pernah memegang mesin jahit, waktu itu saya benar-benar gagap melihat brother. Maklumlah, dulu waktu di Malaysia ngadepin mesin jahit jadul ^_^ masalah lagi juga dipotong kain, saya nggak bisa -_-. Bersyukurnya, Mbak Astri yang baik hati itu mau mengajarkan saya dengan sabar.

Selesai memotong, masalah selanjutnya adalah saya tidak bisa mengoperasikan mesin jahit! Bahahahaha... Parah! Lalu, muncul lagi orang baik, yaitu Mbak Waya. Dengan sabar ia mengajari saya mencantumkan baju yang akan dijahit, juga menggunakan mesin jahitnya. Duh, ya... Puji syukur, saya selalu ditemukan dengan orang-orang yang baik. Kedudulan saya selanjutnya,  mencari-cari kain sepotong yang saya anggap hilang. Padahal, ia ada di bawah. Saya nyarinya dua helai kain. Padahal, nyata-nyata potongan selanjutnya adalah satu helai! #LangsungNyungsep

Eh iya, kami batal membuat kulot. Karena entah kenapa, saya juga lupa penyebabnya. Waktu itu kami praktek membuat cardigan warna hitam polos. Selesai dijahit, saya dan Mbak Riski shalat dhuhur. Mbak Riski juga banyak bantuin saya waktu itu :D. Dan Mbak Astri, dengan baik hatinya melanjutkan jahitan saya yang belums selesai. Loh, katanya sudah tadi? Iya, sudah dijahit oleh saya. Tapi belum diobras :D yang ngobras akhirnya Mbak Astri dan yang memberikan rupa-rupa tambahan jahitan di cardigan juga Mbak Astri. Ya Allah... Ini saya belajar menjahit, apa niat dijahitin, sih? Wehehehe.... Terima kasih banyak, Mbak Astri yang baik hati ^_^

Jadi, kalau saya perhatikan itu mesin jahit brother itu bisa macam-macam. Kalau mesin jahit yang saya kenali dulu itu hanya bisa untuk menjahit saja. Sementara yang ini, bisa untuk ngobras dan lain lagi dan lain lagi. Fungsinya banyak, saya masih belum begitu paham. Hanya melihat hasil jahitan teman-teman yang dibuat macam-macam. Terima kasih kepada Mbak Astri dan mesin jahit brither yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk ikut mencoba menggunakan mesin jahit hebatnya ^_^. Semoga ada waktu untuk mencoba lagi :)


Mbak Astri sibuk ngukur badan

Ramai

Sabar memberikan arahan

Lita serius potong-potong

Mbak Waya penyelamat! Hahahahaha

Sok-sokan menjahit. Koleksi foto milik Mbak Riski

Yang menyelesaikan tetaplah Mbak Astri

Sudah jadiiiii ^_^



Batik sejak dahulu sudah menjadi motif yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Mulai dari motif batik Solo, Yogyakarta, Cirebon, hingga daerah lainnya banyak digunakan sebagai motif pakaian.

Sejatinya, batik merupakan motif yang digunakan pada kain. Kain tersebut banyak digunakan untuk sarung, kemben, blangkon, dan juga pakaian tradisional lainnya. Namun kini, batik sendiri sudah banyak digunakan untuk pakaian modern. Mulai dari pakaian gaun untuk perempuan, hingga kemeja untuk laki-laki. Bahkan, ada juga yang membuat celana dengan motif batik.

Nah, bagi Anda yang memiliki rumah dan ingin untuk mendesain rumah Anda dengan suasana baru, batik bisa dijadikan pilihan. Motif batik sendiri adat dimunculkan di ruangan rumah Anda baik itu di ruang tamu, ruang makan, hingga kamar tidur, juga kamar mandi.
Berikut adalah tips menampilkan batik di rumah Anda. 

Sofa

Bosan dengan motif atau bentuk sofa yang itu-itu saja? Anda bisa mengkreasikannya dengan memasang motif batik di sofa Anda. Kini sudah banyak orang yang menjual sofa dengan motif batik. Jika Anda kesulitan menemukannya, tidak perlu khawatir, karena Anda tinggal mencari pengrajin sofa untuk membuatkan model yang anda inginkan. Cobalah untuk menyesuaikan motif dan warna batik sofa dengan konsep ruangan di rumah Anda. Agar nantinya rumah jadi terlihat lebih menarik.

Bed Cover

Tidak hanya di sofa, anda juga bisa menampilkan motif batik di kamar tidur Anda. Caranya adalah dengan menggunakan Bed Cover dengan motif batik. Pilihlah set perlengkapan kasur dengan motif serupa. Tidak harus sama motifnya, namun masih serasi untuk digunakan. Misalnya, untuk selimut Anda menggunakan model batik mega mendung dengan dominan warna putih, untuk bantal dan guling tinggal menggunakan motif batik serupa dengan dominan warna cokelat, hitam, atau warna yang lebih gelap. 

Hiasan Dinding

Dinding rumah minimalis Anda membosankan? Cobalah untuk mengumpulkan kain batik bekas yang sudah tidak digunakan. Atau, anda bisa memanfaatkan kain perca batik. Lalu, letakkan kain tersebut dalam pigura. Setelah itu, pajanglah pigura tersebut di ruang keluarga atau ruang tamu Anda. dengan begitu, suasana ruangan pun akan lebih terasa kesan batiknya.

Karpet

Anda juga bisa menggunakan karpet dengan motif batik. Karpet ini dapat menjadi pilihan dan banyak dijual di pasaran. Sesuaikan karpet dengan sofa yang Anda gunakan. Dengan begitu, ruangan akan menjadi lebih menarik.



Membangun rumah memang lebih mengasyikkan. Anda bisa memilih bentuk, jenis material bangunan, hingga beberapa bagian penting lainnya. Berbeda dengan membeli rumah dijual di Surabaya, Bandung atau kota lainnya yang tentunya sudah didesain oleh para pengembang. Jadi, membangun rumah memiliki kepuasan tersendiri.

Salah satu hal yang bisa dipilih sendiri ketika membangun rumah adalah memilih pintu. Ada berbagai jenis pintu yang dapat digunakan. Mulai dari pintu engsel, hingga pintu putar di rumah. Anda hanya tinggal memilih pintu yang sesuai dengan konsep rumah, kondisi finansial, dan juga tentunya selera Anda sendiri.
Maka dari itu, ayo kenali berbagai jenis pintu yang bisa diaplikasikan di rumah berikut.

Pintu Engsel

Pintu ini adalah jenis pintu yang banyak digunakan oleh rumah di Indoensia. Pintu ini dapat dibuka dengan cara didorong atau ditarik, dan salah satu bagiannya bertumpu pada engsel pintu. Biasanya pintu ini juga hadir bersama dengan kusen pintu tempat menyimpan engsel pintu. Karena bentuknya yang simpel, biasanya pintu ini cocok untuk digunakan di seluruh penjuru rumah. mulai dari pintu depan, hingga pintu kamar mandi.

Pintu Geser

Pintu geser kini sudah mulai banyak digunakan oleh masyarakat. Pintu ini banyak digunakan karena dapat menghemat tempat. Tidak seperti pintu engsel yang perlu untuk mengosongkan bagian buka dan tutupnya, pintu geser tidak membutuhkan itu. Pintu ini dapat dibuka dengan cara digeser sehingga tidak memakan tempat. Untuk ruang tamu dan ruang keluarga, motif dan material pintu dapat menyesuaikan dengan gaya rumah Jepang. Sementara untuk bagian ke luar taman, pintu dengan bahan kaca dapat menjadi pilihan agar cahaya dapat masuk dengan baik ke dalam rumah.

Pintu Bi-Fold

Bi-fold door atau pintu lipat geser merupakan pintu yang dapat dibuka dengan cara dilipat kemudian digeser sehingga pintunya akan menempel satu sama lain ketika dibuka. Jenis pintu ini biasanya dapat digunakan sebagai pintu garasi. Materialnya biasanya berupa kayu yang kuat.
Pintu Pivot

Pintu jenis ini adalah pintu yang dibuka dengan cara berputar. Biasanya poros pintu ini berada di tengah pintu sehingga pintu dapat diputar ketika akan dibuka atau ditutup. Sama seperti pintu engsel, pintu ini akan memakan banyak ruang karena cara membukanya yang memutar. Namun, jika dalam ukuran kecil, pintu ini dapat menjadi cantik saat dibuat berjajar dengan jumlah pintu lebih dari satu. Apalagi, pintu tersebut adalah pintu menuju halaman Anda. material yang digunakan bermacam-macam, mulai dari kayu, besi, hingga kaca.


Dalam metode untuk memasarkan Rumah dijual di depok memang sangat banyak sekali. Mulai dari pemainan harga, promosi besar-besaran dan lain sebagainya. Hal ini tidak lain adalah untuk agar rumah tersebut cepat terjualkan. Selain itu dalam memainkan harga biasanya penjualan rumah tersebut di pegang oleh calo. Nah, calo ini yang nantinya akan mecarikan pembeli dengan kesepakatan meminta bayaran dari berapa persen dari harga yang terjual.

Akan tetapi terkadang seseoranr calo atau penjual rumah yang tidak terlalu mengetahui informasi terkini tetang penjualan rumah mereka akan membuat harga seenaknya. Bahkan mereka memasang harga tertinggi tanpa mereka ketahui harga dipasarannya berapa. Selain itu terkadang mereka juga memasang harga terlalu rendah sehingga menguntungkan pembeli dan penjual tidak mengetahui kalau sedang di rugikan. Maka, dari itu ketikan Anda menjual rumah Anda juga harus mecari informasi secara mendetail tentang harga-harganya.

Nah, terkadang juga banyak seseorang yang menjual rumah mengatahui harga pasarannya berapa. Akan tetapi dia lebih mematok harga yang paling tinggi dari pada harga normalnya. Hal ini akan menyebabkan Rumah diJual tersebut akan laku lebih lama atau bahkan tidak bisa laku sama sekali. Sehingga cara tersebut menjadi boomerang bagi diri si penjual sendiri dengan kelamaan menunggu rumahnya laku.

Dengan demikian akan lebih baiknya agar rumah Anda cepat terjual dan kebuhan akan uang tersebut segera terpenuhi. Maka, patoklah harga yang pas saja dan sesuaidan dengan harga pasaran pada saat itu. Selain menyesuaikan dengan harga pasaran Anda juga harus menyesuaikannya dengan kondisi rumah baik lokasi maupun fisiknya. Hal ini untuk memberikan efek kenyamanan untuk pembelinya agar tidak kecewa ketika membeli rumah Anda.
Karena apabila Anda memasang harga yang terlalu tinggi, orang lain atau pembeli akan sungkan untuk melihat-lihat rumah Anda. Perkiraan mereka bahwa Anda tidak benar-benar menjual rumah Anda karena perkiraan mereka susah untuk diajak bernegosiasi. Selain itu juga perlu diperhatikan ketika Anda menjual rumah dengan perantara orang lain. Anda juga harus memiliki harga pas baik harga dari penjual maupun patokan harga yang akan di jualkan oleh perantara atau calo.

Sehingga dengan demikian And bisa memantau harga jual rumah Anda. Demikianlah sedikit Informasi tentang Rumah di Jual dengan menggunakan metode harga pas. Semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semua, terimakasih.






Mendadak pengen nulis tentang Ciwa cafe di Cilegon. Sebenernya, saya nggak tahu banyak tentang cafe di Cilegon dan memang sepertinya belum begitu banyak cafe. Ini gara-gara pagi-pagi membuka album foto lama untuk mencari file foto, eh, malah menemukan foto waktu kami nongkrong di cafe Ciwa. Seingat saya, kami nongkrong di sini tahun 2013. Ampun, dah! lama bangettttt! Sebetulnya, bukan sekadar nongkrong. Karena kami berkumpul untuk mengerjakan sedikit persiapan Banten Science Day Desember 2013 lalu.

Bersama dengan Kak Magda, Kak Aip, Haqi, Lala, Kak Lisda, Ijal, temannya Haqi sama siapa lagi entah saya lupa. Kayaknya, ini cafe ramah pengunjung yang suka nongkrong lama-lama. Kami kumpul di sini dari jam dua siang, sampai menjelang maghrib. Tapi kami nongkrongnya di lantai atas, sih. Kalau yang di bawah itu berisik sama orang karokean. 

Untuk nongkrong, cafe ini bolehlah. Makanannya juga standar cafe-cafe kopi lainnya. Spageti, mie instant dan beberapa camilan. Alamat Ciwa Cafe, Cilegon City Square Blok E2 (Jalan Pondok Cilegon Indah) Cilegon-Banten

Ah! Kayaknya saya cuman mau pajang foto-foto doang di sini ^_^ ini kami nongkrong di atas aja. Dan saya pun cuma ambil foto di atas, tidak di lantai satu.




Serius bekerja

Ini beneran lagi makan

Kalau ini beneran kerja :)

Kerja, nih? :P

Eksyen jugak :D

Nggaya doang :D

Bisa lihat pemandangan ini
Pake pelita


Spagetinya lumayan enak


Sampai menjelang senja

Berapa orang yang sudah menikah? ^_^





Tiba-tiba, saya sampai pada tulisan enam tahun lalu, "Inul, Pembantu dari Indonesia" saya baca lagi satu-satu, juga komentarnya. Ada banyak sekali kesalahan eyd di sana-sini. Penggunaan titik koma yang nggak pas pemakaiannya. Ah! Tapi saya tak ingin membahas segala isinya. Tapi lebih kepada individu yang saya tulis enam tahun lalu. 

Saya terdiam sejenak. Tertegun. Inul, kembali membuat saya berdecak kagum, mengucap syukur. Sungguh, Allah sebaik-baik Maha rencana, Pemilik cerita. Kalau saya tidak membuka lagi tulisan lama, pastinya saya sudah lupa dengan garis hidup Inul di masa kecil dulu. Inul kecil yang mengikuti orang tuanya sebagai transmigrasi di Sumatera. Inul kecil bertelanjang kaki menuju sekolahnya merentasi hutan bersama dengan Ayahnya. Otak kerdil saya bertanya-tanya, apakah Inul masih mengingat detail cerita kisah hidupnya kini? Entahlah.... Saya tak pasti. 

Tapi, ada keyakinan di hati kecil saya, bahwa orang seperti Inul itu dibesarkan oleh masa lalunya. Ia menjadi orang yang kaya hati. Barangkali, ia kini tersenyum bangga mengingat masa lalunya di usia tiga belas tahun. Merentasi pulau Sumatera menuju Pulau Jawa, hanya dengan secarik kertas. Mengikuti kisah hidup Inul di masa lalu, betapa sekarang saya selalu tersenyum melihat kehidupannya. Jombloku, sudah tidak jomblo lagi. Inul, sudah menikah dengan salah seorang teman blogger. Mereka, kini sudah dikaruniai seorang anak. 

Sampai hari ini, saya belum pernah bertemu dengan Inul. Tapi kami sering mengobrol di inbox. Dia, yang acap mengajari saya mencari uang melalui blog. Dia, yang kerap pula memaksa saya "menguangkan" blog. Sampai kemudian saya luluh dan mau belajar darinya. Inul keren, ya? Terima kasih, Inul ^_^

Inul, kini sepenuhnya menjadi ibu rumah tangga. Tapi, tak sembarang ibu rumah tangga, karena di sela-sela kesibukannya mengurus rumah dan mengasuh anak, ia masih sibuk juga mencari uang di blog. Kalau saya, sih, sudah berhenti :D hahahaha. Semoga keberkahan dan keselamatan selalu bersama Inul ^_^

Dulu, ada teman yang bertanya kepada saya, kenapa saya tidak menyukai para motivator-motivator yang beredar di layar kaca? Jawab saya sederhana saja, saya lebih suka bertemu dengan orang-orang seperti Inul secara langsung. Belajar dari kisah hidupnya, bukan teori semata-mata. :)
Kelas Dongeng Pemula yang dilaksanakan tanggal 10 September lalu. Ramai banget ^_^

Bagaimana Mendongeng dengan Audience Orang Dewasa? Saya sudah bisa mendongeng? Sampai-sampai menulis tutorial?  Owh, sama sekali belum tentu saja. Meski sudah hampir tiga tahun tergabung di Komunitas Ayo Dongeng Indonesia (Ayodi) besutannya Kak Aio, saya tetaplah saya. Yang masih belum bisa mendongeng. Atau tepatnya, saya masih malu memulai mendongeng di depan anak-anak (yah paling bisanya di depan keponakan-keponakan :D ahahahaha). Nah, di depan anak-anak saja belum berani, apatah lagi di depan orang dewasa? -_-

Kak Aio adalah mentor yang baik buat kami. Dia memang senior untuk urusan dongeng. Nggak heran, karena jam terbangnya yang sudah tinggi. Kepiaiwaiannya dalam hal dongeng tak bisa diragukan lagi. Karena kelebihan yang dimiliki itulah, ia selalu support kami, para relawan untuk bisa mendongeng juga. Dalam setiap event undangan dongeng, ia selalu mengharapkan relawan-relawan untuk tampil. Menambah jam terbang, juga mengasah kemampuan kata dia. Kak Mila, Kak Yanie, Kak Ana, Kak Fadila dan teman-teman lain sudah mulai sering mendongeng. Buat Kak Aio, keberanian mencoba adalah kunci utama (halaghhhh... saya serius banget, sih?) :D tapi emang iya, sih. Hahahahaha... Kalau Kak Budie dan Kak Bonchie, jangan ditanya lagilah ^_^

Kembali ke awal judul. Jadi, ceritanya tadi malam ada Kelas Online di group whatsapp Ayodi untuk pertama kalinya. Kelas dongeng offline, kami sering lakukan. Tapi untuk online, baru malam tadi mulainya. Dengan tema Mendongeng untuk Audience Dewasa, inilah sedikit rangkumannya yang saya copy paste semena-mena.

Kak Aio: Sejak Kuliah Dongeng terakhir beberapa waktu lalu, kemudian ada yang mengusulkan bahasan tentang "Bagaimana Mendongeng dengan Audience Orang Dewasa?". Nah, ini yang akan gw coba bahas sedikit dan nanti bisa dibahas kemudian atau bagus jika ada yang tanya. Point satu yang harus diingat dulu, sambil pengingat buat semua juga...

Pertama, Mendongeng itu adalah Accrued Skill  
                       
Mendongeng itu adalah keahlian yang butuh dilakukan berulang dan memakan waktu hingga merasa cukup baik nantinya. Contoh sederhananya adalah naik sepeda, nggak bisa jago mengendarai sepeda jika baca buku panduan saja.
                         
Kedua, yang harus AyoDears ingat... Mendongeng adalah KOMUNIKASI. Jadi modal utama adalah elemen dalam komunikasi juga... cerita, suara, ekspresi, dan gesture. 
                        
Nah sekarang kita masuk ke pokok bahasan...

Bagaimana mendongeng ke orang dewasa?   
                      
Pada dasarnya, siapapun senang bercerita dan senang mendengarkan cerita yang baik. Siapapun itu bisa anak, dewasa, orang tua, dewasa atau tua yang terperangkap di tubuh anak-anak, hingga anak-anak yang terperangkap di tubuh tua tapi tidak dewasa atau mungkin cukup dewasa juga. 
                        
Cerita yang baik itu bagaimana?        
            
Kalau pada anak-anak, cerita yang baik itu yang sesuai dengan perkembangan usianya. Kalau pada orang dewasa,  cerita itu yang juga sesuai dengan perkembangannya.

Ini yang tricky.               
          
Buat orang dewasa, alat terkadang tidak mempengaruhi. Buat anak-anak juga sih. Asal kita punya cerita yang kuat. Jadi POINT penting di sini, kita harus punya cerita yang kuat sesuai dengan usia audience yang akan kita hadapi. Kalau orang dewasa, maka ceritanya SESUAI DENGAN atau MENANTANG pengetahuan mereka, pengalaman mereka atau logika mereka. Ini kuncinya.

Dari penjelasan Kak Aio di atas, barulah dibuka tanya jawab. berikut tanya jawab yang diajukan oleh teman-teman, 

Kak Yanie, Gimana, sih, cara taunya cerita itu kuat atau ngga? Ini PR aku dr dulu milih cerita suka susah. Pertanyaan Kak Yanie, yang sudah sering mendongeng di beberapa event dongeng.

Kak Aio: Untuk tahu cerita kuat atau enggak itu sama seperti nonton film. Film dengan cerita yang kuat itu nggak akan mudah dilupakan. Di jalan akan dipikirkan, akan ada perasaan tertentu yang berkecamuk di kita dan beragam lainnya. Tapi film tidak cukup hanya cerita, dia didukung visualnya (cinematography, tatacahaya, dll yg terlihat), audionya (tatasuara, sound effect, theme song, dll yang terdengar), pemainnya.   

Itu kekuatan pendongeng. Cerita, kalau sudah di kuasai. Hanya dengan permainan Nada suara (intonsi), kecepatan (pace) dan tehnik suara lain tanpa meng-UBAH suara,  tapi didukung ekspresi dan gesture yang tepat juga cukup kuat kok. Cara taunya, banyak baca dan rasakan ceritanya. Apakah ada "sesuatu"? Apalagi jika cerita itu bisa menggerakkan seseorang. Itu cerita yang kuat.  

Anis,  Lalu, kalau ke orang dewasa sepertinya kaya "motivator" gitu, ya, Kak? Karena penyampaian nggak pakai imajinasi, atau apa, Kak? Mohon diluruskan. 

 Kak Aio; gw nggak percaya seseorang bisa menjadi motivator. Orang yang bisa memotivasi hanya orang itu sendiri. Karena dia yang mengambil keputusan. Kemudian dia memotivasi dirinya untuk bergerak. Dia bisa mengambil inspirasi dari orang lain, dari kisah orang lain. Nah, dongeng itu kerjanya seperti itu. Dongeng yang menginspirasi itu yang kuat buat orang dewasa. 

Rahmat; Kalo orang dewasa, perlu ekspresi berlebih terutama vokal?  

Kak Aiokalau dirasa perlu dan jadi penguat cerita, kenapa enggak?

Kak Budi, jika tetap ingin menggunakan 'partner', bagaimana memaksimalkan alat peraga bonek? Apa bisa dibuat konsep tanya jawab/ komunikasi dengan si partner?  

Kak Aio, Nah ini bisa aja sih, tapi orang dewasa sudah tau "partner" nya itu apa. Tapi kalau ceritanya kuat, nggak masalah apapun yang kita pakai. It will work.     

Destri, Kak mau tanya, kalo sama anak-anak, kan, naikin moodnya pake lagu atau tarian. Kalau dongeng untuk dewasa naikin moodnya gimana, ya, caranya?


Kak Aio; bisa iya, bisa enggak. Tergantung ceritanya. Nggak bisa pakai lagu. Orang dewasa akan dengar kamu jika sesuai dengan kebutuhan mereka, Minat mereka, atau malah menantang minat mereka dan kamu malah menyadarkan kalau mereka butuh. Ini pasti bisa kena.

Kak Yanie; Kalau orang dewasa, maka ceritanya SESUAI DENGAN atau MENANTANG pengetahuan mereka, pengalaman mereka atau logika mereka. Contohnya apa? #bantukakAna

Kak Aio;  Dalam setiap cerita ada value, pesan dan nilai. Nah, cara penyampaian yang tersirat atau tidak secara langsung itu yang kuat pengaruhnya. Itu yang kadang bikin orang "Ooo..." diakhir. 

Dari tanya jawab di atas, untuk memberikan contoh barangkali memang sulit. Karena, emndongeng itu bukan sekadar teori. Tapi lebih ke praktek. Kak Aio, memberikan penjelasan lagi, 

Kak Aio: Sebenarnya agak sudah juga di WA hahaha. Beda cerita tertulis dan cerita dituturkan lisan.  Beda cara dan beda pengaruh. Nah, dongeng itu kerjanya seperti itu. Dongeng yang menginspirasi itu yang kuat buat orang dewasa. Tertulis itu akan banyak narasi mendeskripsikan hingga kita bisa membayangkan dan mengimajinasikan. Dalam penuturan lisan, kadang deskripsi masih ada, tapi terkadang digantikan ekspresi dan gesture.

Kita suka atas sesuatu itu beda-beda. Kita suka akan sesuatu itu karena kita menemukan keindahan di situ. Indah itu bukan lagi masalah logika. Sesuatu jadi indah itu ketika menyentuh perasaan. Tujuan dongeng itu subyektif dan bisa obyektif. Bisa beda bisa sama.

Putu; Jadi untuk kasus pikih cerita.. Kita boleh subjektif ya kak? Asal kita menguasai dan kita nyaman sama creita itu.. Itu modal pede kita buat dongeng ke org lain?

Kak Aio; Bisa, tapi kalau mau valuenya sampai, harus sedikit menyesuaikan dengan audiencenya.   

Eha; Intinya kekuatan cerita dan teknik yang digunakan, yah, Kak?

Kak Aio: Tehnik bisa sederhana, tapi cerita itu harus kuat. Itulah kenapa, dongeng itu bisa dilakukan siapapun.

Film yang menggugah itu karena ceritanya kuat, cerita yang kuat pasti ada pesan yang kuat.  Sama rumusnya. Dongeng yang menggugah itu karena ceritanya kuat, cerita yang kuat pasti ada pesan yang kuat. Kadang jadi menggugah dan mengganggu. Menggugah perasaan, menggangu pikiran.   


Eha, Gimana caranya membuat cerita yang kuat, Kak?

Kak Aio: Good question. Banyak baca dan rasa. Ceritakan, ceritakan. Terus berulang hingga dapat.

Demikianlah yang bisa saya rangkum. Terima kasih buat Kak Aio. Semoga bermanfaat buat kami. Dan terutama sekali buat saya, semoga setelah ini berani mendongeng. Biar nggak cuman jadi tim medsos aja sama dokumentasi! Ahahahahaha....