Slide 1 Slide 2 Slide 3 Slide 4 Slide 5
Diposting oleh Anazkia | 27 komentar

Rumah Buku Cilegon dan Piknik Buku

Koleksi buku pribadi Kak Magda. Awal-awal saya kenal Kak Magda belum begitu banyak buku cerita anak. Sekarang koleksinya udah banyak. Keren pisan, eui! :)


Rumah Buku Cilegon (RBC) dan Piknik Buku adalah dua kalimat yang tak bisa dipisahkan. RBC merupakan sebuah perpustakaan milik pribadi, tepatnya perpustakaan milik Kak Magda dengan koleksi buku-bukunya. Kak Magda hobi membaca. Selain hobi membaca, Kak Magda juga hobi membeli buku. Dari koleksi bukunya yang banyak tersebut ia berinisiatif untuk mengajak orang lain membaca. Atas ide Kak Arum, akhirnya lahirlah Piknik Buku. Eh, lengkapnya mengenai Piknik Buku saya pernah menuliskannya di sini :)

14 September kemarin, saya kembali mengikuti Piknik Buku bersama dengan Aty, Ijal, Haqi dan tentu saja Kak Magda, founder RBC. Hari Sabtunya, melalui whatsapp saya bertanya dengan Kak Magda, apakah ia mau berkunjung ke dua tempat, pagi di Kramatwatu, siangnya ke Gerem. Dan dengan senang hati, Kak Magda mengiyakan ajakan ini, Jam 10 pagi, Kak Magda sampai di rumah Kramat. Seperti biasanya, setelah sampai Kak Magda akan menggelar buku-bukunya, menunggu anak-anak datang untuk membaca buku. Di Kramat sendiri, ini untuk pertama kalinya diadakan. Faiza, keponakan saya dengan semangatnya menjemput kawan-kawan di sekitar rumahnya. Biasanya, selain sesi membaca buku masing-masing, Kak Magda juga akan membacakan buku untuk anak-anak. Dan ini, saya juga ikut belajar dari Kak Magda.

Siangnya, setelah makan siang dan shalat dhuhur kami menuju ke Gerem. Saya dan Aty ikut dengan Kak Magda, Ijal mengendarai sepeda motornya sementara Haqi pulang ke rumah karena dia baru pulang kerja.

Untuk ke Gerem, ini untuk yang kedua kalinya Piknik Buku ke sana. tempatnya sama, ke rumah sahabat saya. Seperti biasa, Sumi, sahabat saya selalu menyambut dengan suka cita kedatangan kami. Ia sudah mengumpulkan beberapa anak kecil di rumahnya, tapi ketika kami datang mereka sudah berkeliaran ke mana-mana.  Dipanggilnya mereka dengan suara lantang ketika kami sudah datang. Tak lebih dari 10 anak mendekat ke bawah pohon mangga. Dua dipan bambu sudah disiapkan oleh Sumi. Dengan cekatan, Aty dan Kak Magda langsung menyusun buku di atas dipan bambu. Sumi sibuk menghidangkan air dan cemilan untuk kami. Anak-anak pun mulai memilih buku, meraihnya dan mengambil tempat yang nyaman untuk membaca.

Yang hadir memang tak banyak, tapi ada salah satu anak yang dia memang gemar membaca. Alfiya Nur fatimah, dipanggilnya Fia. Dia duduk di kelas 6 Sekolah Dasar (SD), konon ia kerap ranking 1 di kelasnya. Sumilah yang bercerita mengenai Fia. Kali itu, tak hanya Kak Magda yang membacakan cerita untuk mereka, tapi juga Fia yang bersedia membacakan cerita untuk teman-temannya. Fia, menghabiskan beberapa buku cerita sebelum ia membacakan cerita untuk yang lainnya.

Setelah adzan ashar berkumandang, Sumi menyuruh kami bergegas membereskan buku, mengalihkannya ke dipan bambu sebelahnya dan menggantinya dengan meletakan hidangan. Nasi, lengkap dengan lauk pauk sayur asam, tempe goreng, tahu goreng, ikan goreng juga sambal. Awalnya kami malu-malu mengambil makanan. Tapi setelah mencobanya sedikit, barulah kami makan dengan lahapnya. Kecuali Aty :)

Piknik Buku kemarin adalah yang paling seru. Selain jalanannya yang memang medannya sulit, tak lupa adalah jamuan makannya ^_^ terima kasih banyak, Sumi dan adik-adik di Gerem.

Spesial terima kasih adalah untuk Kak Magda pemilik dan pengelola Rumah Buku Cilegon. Yang mau membagi waktu rehatnya buat kluyuran membawa buku. Padahal, ia bekerja dari hari Senin sampai Sabtu. Pun dengan waktu pulang bukan petang. Karena terkadang ia pulang sudah pukul 11 malam. Tengkyuh, Kak. Selalu ada hal baru dalam setiap perjalanan, tak mengira perjalanan itu dekat atau jauh. Kak Magda istimewa, dengan kelebihan yang ada Kak Magda mau mengajak mereka untuk membaca. Masih terngiang kalimat Kak Magda, "Betapa gembiranya, ketika buku yang saya bawa dipegang dan dibaca oleh mereka, orang-orang yang tak saya kenal," :)

Selalu ada cara Pemilik Semesta menemukan kita ^_^

Kak Arum, thanks juga atas ide kerennya. Ketika Kak Magda merasa kehilanganmu di Piknik Buku, setidaknya ketika Piknik Kak Magda mungkin akan selalu mengingatmu :) ayo, kapan ikutan piknik lagi, Kak? :)

Kak Magda sedang menunjukan peta Makassar

Alfiya Nur fatimah, dipanggilnya Fia

Yang dibaca Kak Magda ada buku saiya! :D #NorakNorakBergembira :D

Meski salah satu dari mereka belum pandai membaca, tapi mereka tetep semangat memegang dan melihat bukunya :)




baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia | 12 komentar

Lima Massa Dalam Usia

Keraton Surakarta, 15 Nopember 2010

Ketika dewasa menjadi sebuah pilihan,
Maka tua adalah sebuah kepastian
Saat tua menjadi nyata,
Adakah kita akan terlunta-lunta,
Meminta-minta
Kepada sesiapa, yang mempunyai belas kasih dan iba

Ah, tua...
Ternyata engkau menantiku di ujung sana
Adakah aku akan berjumpa?
Atau terhenti, sebelum aku sampai ke sana? 

Foto dan baris-baris kata di atas saya unggah pada 18 Desember 2010 di Facebook. Saat melihat orang tua di manapun keberadaannya, saya kerap menjadikannya cermin diri. Cermin di mana kelak saya akan seperti itu. Menua, renta atau bahkan saya tak akan sampai ke sana.  

Atau pernah suatu ketika, saya menulis status di facebook tentang keberadaan usia saya. Saya tak ingat dengan jelas kalimatnya, tapi saya mengingat jelas kesimpulan status tersebut. Usia, dalam hidup seperti pembagian lima waktu dalam shalat. Mengingat Rasulullah wafat pada usia 63 tahun, maka saya sebagai umatnya kalau diberi umur panjang mungkin tak jauh dari itu semua. 63 tahun dibagi lima waktu. 

12 tahun pertama adalah waktu subuh, di mana kita memulai hari, memulai amalan. 24 tahun adalah paruh waktu kedua dimana ia memasuki waktu dhuhur, 36 tahun adalah paruh waktu ketiga dimana ia memasuki waktu ashar menuju ke senja dan petang. 48 tahun adalah paruh waktu keempat dimana ia memasuki waktu maghribsenja mulai tenggelam dan malam mulai melabuhkan tirai. Dan 62 tahun adalah paruh waktu kelima dimana ia menuju waktu isya. Gelap, akhir hari dan menuju malam untuk terlelap.

Lantas, pada masa apakah saya sekarang ini? Subuhkah, dhuhurkah, asharkah, maghribkah atau justru isya? Menghitung waktu berlalu, sekarang saya sudah memasuki waktu dhuhur menjelang ashar tak lama lagi. Ah, tak lama lagi waktu ashar saya singgahi. Waktu di mana hari masih benderang, waktu di mana hari masih terang. Apa saja yang sudah saya lakukan di saat subuh menjelang dhuhur? Baikkah, burukkah atau tak ada sama sekali  yang saya lakukan. 

Sudah hampir mendekati paruh waktu ashar, beberapa hal yang sudah saya lakukan pada paruh waktu subuh dan dhuhur tentunya saya harapkan ia menjadi bekal di paruh waktu isya. Saya bukan usahawan yang memiliki tabungan milyaran rupiah untuk bekal di hari tua. Saya juga bukan PNS yang memiliki jaminan pensiun untuk masa tua. Saya hanyalah mantan TKW yang tak memiliki harta benda untuk bekal di waktu tua. Sedikit pengalaman dan kegiatan yang dilakukan sekarang ini, kelak saya harapkan ia menjadi simpanan di kemudian hari.

Pulang ke kampung halaman

Pulang. Ya. Pulang ke kampung halaman adalah keinginan saya ketika tua nanti. Menikmati senja menuju isya dan bermimpi mampu mengabdi di kampung halaman sendiri. Membuat taman baca, menuliskan masa kecil, mengajar ngaji di desa membantu guru mengaji yang dulu telah mengajari saya. Ya, itu mimpi dan keinginan sederhana saya menjelang waktu isya. Waktu di mana ia adalah paruh kelima. Gelap, akhir hari dan menuju malam untuk terlelap. 


baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia | 9 komentar

Hari Koperasi Nasional

Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) jatuh pada tanggal 12 Juli. Ini saya ketahui setelah bulan lalu berkunjung ke beberapa koperasi seperti pada postingan saya yangs ebelum-sebelumnya. Dari situ, saya penasaran dengan dunia perkoperasian di Indonesia. Tahun ini, pelaksanaan Harkopnas akan dilakukan di Medan pada 16 Juli 2014. Awalnya, akan dilaksanakan pada 6 Juli 2014. Tapi berhubung berdekatan dengan pelaksanaan pemilu akhirnya diubah menjadi tanggal 16. Lagi-lagi, informasi ini saya dapatkan setelah googling sejak penasaran mengenai perkabaran dunia kperasi Indonesia.

Harkopnas tahun ini adalah yang ke 67. Pada 12 Juli 1947 gerakan koperasi di Indonesia, yang merupakan gabungan dari koperasi pribumi di seluruh Indonesia yang sudah menjamur sejak zaman kemerdekaan dan Jepang, mengadakan Kongres Koperasi yang pertama di Tasikmalaya. Dalam kongres yang sama ditetapkan  berdirinya Sentral Organisasi Koperasi Seluruh Indonesia (SOKRI) baru enam tahun kemudian pada kongres kedua bertempat di Bandung pafa tahun 1953 diubah menjadi Dakopin. Sejak saat itulah tanggal 12 Juli ditetapkan sebagai Hari Koperasi yang diperingati setiap tahun sampai sekarang.

Bapak Koperasi Indonesia

Berbicara koperasi, tak lepas dari salah satu tokoh Bapak koperasi Indonesia, Bung Hatta. Muhammad Hatta yang dilahirkan di Bukittinggi pada 12 Agustus 1902 merupakan tokoh yang gencar membicarakan koperasi pada masanya. Sejak duduk di MULO kota Padang Bung Hatta sudag banyak aktif di beberapa pergerakan. Keterlibatannya sebagai bendahara di Jong Sumateranen Bond menyadarkannya bahwa betapa pentingnya uang bagi kemajuan organisasinya. 

Tahun 1921 Bung Hatta datang ke Belanda untuk belajar di Handels High School di Rotterdam. Bung Hatta lulus dalam ujian handels economie (Ekonomi Perdagangan) pada tahun 1923. Mengikuti sejarah perjalanan hidup Bung Hatta, tentunya saya dibuat ternganga. Segudang kegiatannya di Belanda menjadikannya ia terpilih sebagai Perhimpunan Indonesia (PI) yang menolak bekerja sama dengan Belanda. 

Tanggal 12 Juli 1951, Bung Hatta mengucapkan pidato radio untuk menyambut Hari Koperasi di Indonesia. Karena besamya aktivitas Bung Hatta dalam gerakan koperasi, maka pada tanggal 17 Juli 1953 dia diangkat sebagai Bapak Koperasi Indonesia pada Kongres Koperasi Indonesia di Bandung. Pikiran-pikiran Bung Hatta mengenai koperasi antara lain dituangkan dalam bukunya yang berjudul Membangun Koperasi dan Koperasi Membangun (1971).

Ada beberapa tokoh yang layak dikategorikan sebagai tokoh-tokoh koperasi Indonesia sejak lahirnya bapak koperasi "Bung Hatta". Mereka diantaranya :
  1.  Agus Sudono : Agus sudono yang dibesarkan di lingkungan Kopkar (koperasi karyawan) sehingga ia tahu suka dukanya di dalam lingkungan tersebut sehingga ia terdorong untuk mendirikan Inkopkar (Induk Koperasi Karyawan) pada tahun 1986.
  2.  Dr. Ir.H Beddu Amang : Sosok abdi koperasi yang selalu haus ilmu. Ia bahkan mengejar dan menuntaskan gelar doktornya dikala ia dipanggil untuk mengabdi kepada Koperasi.
  3.  Dr. H Daman Danuwidjaja : Keberhasilanya membangun koperasi susu dari tingkat kabupaten hingga menjadi ketua umum GKSI menjadikan hal kenapa ia patut dimasukkan dalam 10 tokoh koperasi Indonesia.
  4.  Eddiwan : Dikenal salah satunya sebagai bapak koperasi Perikanan Indonesia. Juga mencuat karena perannya sebagai ketua umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) 1980-1983.
  5.  J K Lumunon : Ketua umum kerjasama pengembangan Koperasi Dekopin.
  6.  Ir Muhammad Iqbal : Mantan Ketua Umum Mahasiswa ITB Bandung yang menjadi ketua umum Koperasi Indonesia (Kopindo).
  7.  Mubha Kahar Muang, SE : Wanita kelahiran makassar yang menjadikan aktivitas organisasi sebagai bagian hidupnya. Dedikasinya kepada Kosti Jaya (Koperasi Supir Taksi Jakarta Raya) menjadikan ia masuk dalam kategori ini.
  8.  Muchtar Mandala : Tercatat pernah menjadi direktur utama Bank Bukopin sejak 17 juli 1989.
  9.  Prof Dr Sri Edi Swasono : Menantu bapak koperasi Indonesia yang malang melintang di dunia perkoperasiaan Indonesia.
  10.  Sutrisno Hadi : Jebolan FE UI yang malang melintang di PERURI.


Disalin dari berbagai sumber. dari sini, sini dan sini  

Pada tahun 1953 Bung Hatta, pernah dibuang ke Tanah Merah Boven Dgoel Papua. Dibuangnya Bung Hatta ke sana tak menyurutkan beliau untuk tetap menulis. Berpeti-peti buku ia bawa dari Jakarta sebagai bekal bacaan juga bekal berbagi ilmu pengetahuan dengan teman-temannya di pembuangan.
baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia | 15 komentar

Kurma Berbuah tak Hanya di Timur Tengah



Kurma , (Arab: تمر‎, Tamr; nama latin Phoenix dactylifera) adalah tanaman palma (Arecaceae) dalam genus Phoenix, buahnya dapat dimakan. Walaupun tempat asalnya tidak diketahui karena telah sejak lama dibudidayakan, kemungkinan tanaman ini berasal dari tanah sekitar Teluk Persia[1]. Pohonnya berukuran sedang dengan tinggi sekitar 15-25 m, tumbuh secara tunggal atau membentuk rumpun pada sejumlah batang dari sebuah sistem akar tunggal. Daunnya memiliki panjang 3-5 m, dengan duri pada tangkai daun, menyirip dan mempunyai sekitar 150 pucuk daun muda; daun mudanya berukuran dengan panjang 30 cm dan lebar 2 cm. Rentangan penuh mahkotanya berkisar dari 6-10 m. Sumber wikipedia

Kenapa saya tiba-tiba menulis mengenai kurma? Ini karena ketika bulan lalu berkunjung ke Kelantan saat malam hari diajak mengelilingi Kelantan oleh Kak Wan bersama dengan iparnya, kami singgah di bulatan jam besar, Kota Bharu, Kelantan. Bulatan jam besar ini menjadi salah satu landmark Kelantan. Selalunya, sesiapa yang berkunjung ke Kelantan akan mengambil foto di sini. Menurut Kak Zah, iparnya Kak Wan berbuahnya kurma di Kelantan ini menjadi perbincangan banyak orang dan menjadi tumpuan orang untuk mengambil gambar di sini.

Malam saat kami berkunjung, bersama dengan Emily, Encik Awang, Kak Wan, Shad juga Kak Zah yang membawa kami berkeliling juga melihat keramaian warga yang berada di bulatan jam besar untuk sekedar melihat-lihat pohon kurma dan sekedar mengambil gambar saja.

"Dulu, waktu kurma ini baru dibawa dari Mesir, orang banyak yang bilang menghabis-habiskan duit saja. Tapi sekarang setelah berbuah, jadi pusat tumpuan pula." Kak Zah bercerita mengenai asal muasal pohon kurma sampai ada di bulatan jam besar. Pohon-pohon kurma ini kata Kak Zah dibawa langsung dari Mesir. Masih menurut Kak Zah, panasnya cuaca di Kelantan juga memicu mudahnya kurma berbuah di sana. 

Nah, di Indonesia, beberapa pohon kurma sudah banyak yang berbuah juga. Seperti di Surabaya, Pondok Pesantren Darussalam, Jalan Nginden II/7 Surabaya (sumber) di Bogor juga pernah ada, sumber saya dapatkan dari sini Bekasi, tahu lalu saat Ramadhan juga di pelataran masjid di jalan Veteran ini juga berbuah (sumber) dan di negara-negara lain, masih banyak pohon kurma yang bisa berbuah. Jadi, kurma itu tak hanya berbuah di Timur Tengah ^_^ :)

Dan mengutip lagi dari wikipedia, Kurma telah menjadi makanan pokok di Timur Tengah selama ribuan tahun lamanya. Pohon Kurma diyakini berasal dari sekitar Teluk Persia dan telah dibudidayakan sejak zaman kuno dari Mesopotamia ke prasejarah Mesir, kemungkinan pada awal 4000 SM. Bangsa Mesir Kuno menggunakan buahnya untuk dibuat menjadi anggur kurma dan memakannya pada saat panen. Ada bukti arkeologi budidaya kurma di bagian Arab timur pada tahun 6000 SM. (Alvarez-Mon 2006).

Pada zaman selanjutnya, orang Arab menyebarkanluaskan kurma di sekitar Selatan dan Barat Daya Asia, bagian utara Afrika, Spanyol dan Italia. Kurma diperkenalkan di Mexico dan California, disekitar Mission San Ignacio, oleh bangsa Spanyol pada tahun 1765. Masih sumber dari wikipedia. Dan inilah beberapa foto pohon kurma dengan buah-buahnya. Foto dijamin burem, karena saya memang tak bisa memotret ketika malam hari -_-


Lensanya kurang panjang iki -_-

Landmark Kelantan, bulatan jam besar

Rame





baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia | 6 komentar

Bandara KLIA 2

KLIA 2

Bandara KLIA 2 (Kuala Lumpur International Air Port) yang berada di Sepang adalah sebuah bandara baru untuk pesawat Air Asia. Bandara ini digunakan sejak 9 Mei 2014. Dengan menggunakan konsep modern, bandara ini dibuat jauh lebih nyaman berbanding cargo sebelumnya di Low Cost Carrier Terminal atau biasa disebut LCCT. Setelah 8 tahun beroperasi di LCCT, kini Air Asia memindahkan landasan pesawatnya di KLIA2.

Kalau membaca  Travel 3Sixty majalah inflightnya Air Asia, penggunaan bandara KLIA 2 dilakukan sejak 9 Mei 2014. Artinya, belum dua bulan ini KLIA 2 digunakan. Masih menurut Travel 3Sixty, berpindahnya Air Aisa ke lapangan terbang yang lebih besar dan nyaman dikarenakan semakin padatnya penumpang yang memenuhi LCCT. Kini, di bandara KLIA 2 Air Asia berharap mampu memberikan pelayanan yang lebih maksimal kepada para pengguna Air Asia.

Jalan berliku menuju pintu kedatangan

Berkelok-kelok (lain kali tulislah balai ketibaan) kalau rajin :D


Nah, kalau baru pertama kali ke KLIA 2 kita akan sedikit bingung. Di pintu depan, bangunannya hampir serupa dengan Kuala Lumpur International Air Port (KLIA) 1. Yang lebih membingungkan itu dengan banyaknya mall-mall yang ada di sana. Kalau kita baru keluar dari kedatangan, kita disajikan dengan barisan mall. Pun dengan pintu keberangkatan, kita juga dihadapkan dengan jejeran mall.

Rabu 24 Juni lalu, saya sempat mengalami kesulitan saat hendak keluar dari pintu imigrasi menuju stastion bus. Tak hanya saya tentunya, tapi juga dengan penumpang-penumpang lainnya. Dan, ketika saya hendak kembali ke Indonesia pada hari Selasa 1 Juli lalu rupanya lebih banyak lagi orang terbengong-bengong melihat KLIA 2. Banyak orang yang mengabadikan dengan kameranya melihat KLIA 2.

Kata Kak Wan, teman saya dari Malaysia, banyak orang yang tertinggal pesawat di KLIA 2 ini. Saya baru paham ketika akan pulang ke Indonesia 1 Juli lalu. Pesawat saya berangkat pukul 14.55 waktu Malaysia. Saya sampai di KLIA 2 masih pukul 12. Setelah print boarding pass di kounter, karena menggunakan on line belum berjalan saya duduk santai-santai sambil on line free wifi bandara sampai pukul 14.00. Saya pikir, masuk ke dalam itu dekat saja seperti di LCCT dan ternyata oh ternyata, saya kena batunya. hampir tertinggal pesawat kalau tidak cepat-cepat. Masuknya itu lumayan jauh, tanpa emnggunakan train seperti di KLIA 1. Dan inilah sedikit gambar di KLIA 2, saya jepret menggunakan hape seadanya.

Ini depannya sama kayak di KLIA 1

Nah, masuk aja kita disambut dengan barisan mall -_-

Belum bisa dipakai, guys -_-


Banyak yang bingung di sini :) bukan cuma saya doang

Chek in dan print boarding pass

Mulai mencari pintu Q yang saya pikir dekat -_-

Rupanya masih jauh


Bahkan sangat jauhhhh... -_- dari sini masih berjalan lumayan jauh, lalu belok kanan, kemudian menuruni tangga jalan, lantas ada sebuah lounge untuk penumpang yang akan transit. Nah, lounge di KLIA 2 ini lebih asyik dibandingkan lounge Samsung di KLIA 1 hehehehe

Ini loungenya, asyik buat nongkrong ^_^

Setelah muter2 lumayan jauh, alhamdulilah, akhirnya nemu juga pintu Q dan ini pun masih kudu nyari lagi Q berapanya. 



baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia | 10 komentar

SMK Kota, Koperasi Sekolah Terbaik di Kelantan

SMK Kota, menjadi salah satu koperasi sekolah terbaik di Kelantan. SMK Kota berada sekitar 5 km dari pusat kota, Kota Bharu. Di sekolah ini memiliki 104 guru dan staf juga memiliki  1047 siswa. Koperasi di sekolah ini didirikan pada 31 Januari 1987. Dengan iuran pelajar yang ditetapkan sebesar minimal RM. 2 dan untuk guru minimal RM. 20, koperasi ini sudah memiliki modal iuran sebanyak RM. 15.115.00 per 31 Desember 2013.



Ini melanjutkan tulisan sebelumnya mengenai Jom Jelajah Koperasi Kelantan. Perjalanan dari Kuala Lumpur ke Kelantan memakan waktu 7 jam. Jam lima pagi, kami sudah sampai di Kelantan dan langsung chek in di MGU hotels. Saya sekamar dengan Emily Tang, blogger yang berasal Cheras-Malaysia. Menurut Anas, dalam event JJK Kelantan tak banyak yang diundang, lebih kurang dalam 25 orang baik dari media mau pun blogger, lokal mau juga internasional. Brunei Darussalam, Australia, Korea, Filipina juga Indonesia adalah undangan dari luar negara.

Pembacaan doa


Jam sembilan pagi, setelah kami berehat secukupnya kami menuju cafe untuk sarapan sebelum bersiap menuju Sekolah Menengah Kebangsaan (SMK) Kota. Menaiki bus, kami menuju SMK Kota Baru. Sampai di sekolah, kami disambut oleh pihak sekolah yang sudah menyiapkan tempat di Dewan Kota Jelasin. Puan Rosmaini Ismail dengan suara lembutnya membawakan susunan acara dengan baik. Doa dan sambutan satu persatu disampaikan, juga hiburan dikir barat yang dipersembahkan oleh para siswa SMK Kota.

pengetua SMK Kota, Encik fauzi Muhammad


Dalam sambutannya, pengetua SMK Kota, Encik Fauzi Muhammad mengucapkan banyak terima kasih kepada Gaya Travel juga Suruhanjaya Koperasi Malaysia (SKM) yang telah memilih koperasi sekolahnya untuk dikunjungi dalam program JJK Kelantan (eh, saya bingung ini, pengetua SMK sama dengan kepala sekolah atau bukan. Nanti besok saya tanya kawan orang Malaysialah -_-)

Puan Rosmaini Ismail, suaranya cakep ^_^


Beliau juga mengharapkan dengan adanya program JJK Kelantan ini dapat menaikan kemajuan koperasi SMK Kota baik di tingkat negeri mau pun kebangsaan. Encik Fauzi juga menceritakan berbagai macam pelayanan yang ada di koperasi, dari persediaan sekolah baik alat tulis mau pun seragam sekolah, surat kabar, pelayanan foto copy, layanan telpon berbayar (model wartel kalau di Indonesia) menjual makanan beku, pakaian, kuih muih dan banyak lagi.

"Koperasi kami, sudah beberapa kali mendapatkan penghargaan. Baik peringkat negeri maupun antarbangsa. Di antaranya ialah, Anugerah Koperasi Negara 2013, Juara Kedua Koperasi Sekolah 2013, Pengurusan koperasi terbaik Kelantan 2013, Jualan Teringgi Kebangsaan 2011, Anugerah Koperasi 5 Bintang 2011, Anugerah Koperasi 2010 juga masih banyak lagi anugerah yang kami perolehi." Ujar Encik Fauzi Muhammad dalam sambutannya.

Sambutan selanjutnya adalah dari Encik Kasim Bin haji Abdullah ketua rombongan kami. "SMK Kota, merupakan salah satu sekolah terbaik dalam bidang koperasi di Kelantan," ujarnya. Beliau memberikan apresiasi kepada SMK Kota karena menjadi koperasi yang pertama dikunjungi dan menceritakan kegiatannya. Dengan adanya program JJK diharapkan mampu mengeratkan hubungan SKM dengan banyak pihak termasuk dengan media. 

Encik Kasim Bin haji Abdullah ketua rombongan kami


"Pemberitaan yang dilakukan secara lisan dan tulisan, ianya akan berbeda. Di mana dengan tulisan yang disampaikan oleh media baik online mau pun surat kabar ia lebih luas penyebarannya berbanding melalui lisan." Kata Encik Kasim.

Menikmati hidangan pagi

Nasi tumpang


Tepung pelita


Terakhir, adalah sambutan dari Tuan haji Suhaimi Bin Sulaiman bendahara dari SMK Kota. Di sini beliau memberikan penjelasan juga  awal mula berdirinya koperasi SMK Kota. Sampailah kepada jumlah keuntungan setiap tahun yang didapat. Selesai sambutan, selanjutnya adalah menikmati jamuan makan yang sudah disiapkan oleh pihak SMK Kota diiringi hiburan dzikir barat. Dan terakhir adalah peresmian minimarket baru yang lokasinya berada di dekat pintu gerbang sekolah.  Di dalam minimarket yang baru dijual bermacam-macam barang kebutuhan.

Peresmian minimarket koperasi baru

Penampakan minimarket. Eh, saya mikir kalau ini di Indonesia ada kan bisa mengalahkan sigambar madu sama sebelahnya yang selalu bergandengan itu, ya? :/

Deretan barang yang dijual

Para pengurus








baca selengkapnya...