Sebagian peserta sudah pulang :) (koleksi foto milik Mas Rob)


Saya acap merasa terlambat mengenal sosok Gie. Bahkan amat sangat terlambat. Zaman sekolah, sempat tertanya-tanya sendiri melihat orang banyak membicarakan sosok Gie. Terutama sekali ketika film Gie baru beredar. Baca bukunya tidak, menontonnya pun apalagi. Jadilah saya remaja adalah orang yang tak mengenal Gie sama sekali. 

Lalu kini ketika menuju tua, sedikit demi sedikit saya mengenal sedikit tentang Gie. Dari gambar-gambar yang beredar di media sosial dengan quotenya, dari tulisan-tulisan teman yang dipublish atau tulisan-tulisan user Indonesiana yang saya baca.Lalu soalan yang menggelitik saya adalah, "Membaca apa saja saya selama ini?" Ah! Tapi tak perlu menyesali nasib. Toh, mungkin lingkaran pertemanan saya ketika remaja dulu tak ada juga yang mengenali Gie. 

Sejak Majalah Tempo mengeluarkan Edisi Khusus (Edsus) Gie, iseng-iseng saya mulai membaca tentang Gie. nah, ini yang saya rasa hadiah paling mahal ketika terdampar bekerja di tempo Media. Saya bisa mengenal lebih banyak sosok-sosok yang jarang sekali saya ketahui. Siapa-siapanya nanti menyusullah, ya... ^_^ semoga saya tetap konsisten menulis.

Lalu, muncullah ide untuk Nonton Bareng Gie dari Mbak Vema. Karena saya tahu Gie lahir pada tanggal 17 Desember 1942 dan meninggal pada 16 Desember 1969, akhirnya dipilih tanggal 16 Desember sebagai Nobar Gie bertempat di Kantor Tempo. Rencana yang awalnya hanya nobar dengan teman-teman dekat saja, menjadi berubah  sedikit besar ketika pihak Kompas Gramediaturt serta mendukung. Ya, ini karena KPG menerbitkan edisi khusus Tempo, Catatan-catatan Gie.  

Disusunlah segala rencana. Termasuk ketika Mbak Isti mengusulkan mengundang sahabat-sahabatnya Gie seperti Herman Lantang, Aristides, Yopi Lasut juga beberapa teman-teman dekat perempuan Gie. Saya mendapat tugas mengetik surat-surat Gie yang tidak pernah terpublish. Dibagi dua dengan Mas Rob tentu saja. Rasanya, menyenangkan sekali mengerjakan menyalin surat ini. Saya seperti berada di jarak yang sangat dekat dengan Gie. Padahal hanya membaca surat-suratnya saja.

Mengetik satu persatu kalimat ejaan lama yang harus saya sesuaikan dengan ejaan sekarang sedikit rumit. Surat yang ditulis menggunakan mesin ketik ini warnanya tentu saja sudah berubah. Kuning. Saya sempat tertawa-tawa ketika tahu beberapa typo yang kemudian disilang itu ternyata sebuah kalimat yang salah. Itu pun setelah dikasih tahu oleh Mas Rob. Menyalin surat pertama saya langsung disadarkan beberapa hal. Betapa sejarah yang lama terus berulang. Sara menjadi isu utama yang mudah sekali diadu domba. 

Surat-surat Gie yang tidak pernah terpublikasi merupakan surat yang dikumpulkan oleh rakan-rakan Gie sendiri. Ini salah satu cuplikan Surat Gie untuk Boediono:

Jakarta 28 Juni 1969

Boedi yang baik,

Gue udah lama bener nggak ketemu sama lu. Seingat gue kita bertemu terakhir bulan September tahun yang lalu. Waktu itu lu mau kawin sedangkan gue ke Amerika. Jadi kita nggak ketemu waktu hari perkawinan lu. Lalu lu tulis surat sama gue dan gue nggak balas sampai sekarang. Tiba-tiba gue ingin tulis surat sama lu, jadinya gue tulis sekarang.

Gue nggak tahu apakah surat ini gue kirim perpos atau gue titip sama teman gue yang mau ke Rumbai. namanya Kartini Panjaitan. Kalau lu ada kesempatan lu temui die, dan lu bisa dengar banyak tentang teman-teman yang lain. Dia anak sastra. Terakhir gue naik gunung sama dia ke Cermai. Lu bisa cocok sama gue (kenapa yaa?- barangkali kita sama-sama sinting: ya), sedangkan gue cocok sama die, jadi gue pikir kalian juga bisa sama-sama pasang orong-orong yang panjang. Rini lu juga cocok, abis dia juga tukang guyon sih. Nah kalau kalian bertiga bertemu, tukang-tukang guyon, gue pikir rame deh, atau rusak barangkali. Dia akan di Rumbai Selasa bulan Juli. Kalau ada waktu temui deh.

Saya sekarang telah selesai dan kerja di FSUI. Rasanya gue nggak punya tujuan hidup. Gue dapat kamar kerja, dapat meja dan dapat jabatan. Jadi birokrat perguruan tinggi. Rasanya aneh sekali.... "Jadi bapak dosen yang terhormat". Kursi tempat gue duduk rasanya ada pakunya. Kalau gue uduk setengah jam saja, pantat gue rasanya panas. Rasanya mau pergi aja. Ke warung beli es atau makan gado-gado. Kalau gue terima tamu gue lebih senang duduk di tempat lain. Kalau tamunya mahasiswa rasanya lebih enak duduk di ubin dekat phon-pohon pisang. Dan gue gelisah , mondar-mandir seperti cacing kepanasan.

Satu hari gue datang ke rapat pemilihan dekan yang dipimpin oleh rektor. Gue datang pakai blue jeans. Ketua jurusan Jepang datang, "selamat ya, sudah lulus. Jij sekarang bukan mahasiswa lagi. Napa pakai blue jeans kaya kwayongan", katanya tertawa. Padahal gue mau naik gunung sama Kartini waktu itu. Pokoknya jadi sarjana susah deh. Gue inget pengalaman lu waktu lu ajak kuli-kuli makan. Rupanya kalau jadi sarjana kita musti sok gaya (tai kucing semuanya-gue lebih senang jadi orang bebas)

Kehidupan menjadi tenang kembali. Orang-orang berpikir tentang kerja-kerja rutin dan rencana-rencana kecil yang mau dilakukan. Sebelum saya lulus tujuan "tujuan hidup" adalah bikin skripsi yang baik. Setelah itu selesai ternyata gue nggak punya lagi gantinya (katakanlah sementara). Hidup gue dirutin. Bangun pagi, pergi ke kantor, lalu ngomong-ngomong atau bikin lelucon, pulang, kadang-kadang bikin karangan atau nonton. Lalu tidur. Kadang-kadang terima tamu dari luar negeri. jadi diplomat sebentar. Untuk saya keadaan ini tidak menarik. 



16 Desember lalu banyak yang datang. Orang-orang yang sudah sepuh, orang-orang muda juga para remaja. Kawan-kawan Gie, jangan ditanya. Mereka juga turut serta. Kadang saya membatin sendiri, yang kemudian diobrolkan dengan teman.Gie, seperti manusia yang diselamatkan oleh zaman. Ia mati muda, tapi semangat dan idealismenya masih menyala. 


Momen istimewa bagi setiap orang itu berbeda-beda. Tergantung dari seberapa sensitifnya hati dan seberapa penting momen tersebut bagi pribadi masing-masing. Namun bagi kaum wanita, biasanya ada momen-momen tertentu yang terasa spesial dan tak terlupakan. Jika momen tersebut terjadi dalam kehidupan seorang wanita, tentu saja wanita tersebut akan merasa istimewa.

Mau tahu momen-momen istimewa apa saja yang dapat membuat wanita jadi bahagia?

Anak Perempuan yang Dekat dengan Ayahnya

Ayah adalah sosok lelaki pertama yang dikenal oleh seorang anak perempuan. Kedekatan antara ayah dan anak perempuannya memang terasa spesial. Momen sederhana seperti diajari naik sepeda, diajak membeli jajanan, atau digendong saat tertidur tentu menjadi hal istimewa yang tidak terlupakan.

Anak perempuan yang memiliki kedekatan dengan ayah tentu punya ekspektasi yang baik terhadap kaum pria. Anak perempuan yang bertumbuh menjadi wanita dewasa pun paham mengenai cara memperlakukan pria dengan penuh kasih sayang.

Lulus Kuliah, Sebuah Pencapaian Besar Dalam Hidup
Wanita yang lulus kuliah juga memiliki kebanggaan tersendiri. Karena lulus kuliah membuktikan bahwa wanita tersebut punya kemampuan akademis yang baik dan tidak kalah dari kaum pria. Kesempatan untuk mengembangkan jenjang karier cemerlang pun terbuka lebar setelah lulus kuliah. Tidak mengherankan deh kalau hampir semua wanita ingin selalu tampil cantik di hari wisudanya.

Berhasil Mendapatkan Pekerjaan Pertama

Jalan untuk mendapatkan pekerjaan pertama memang tidak mudah. Itulah sebabnya momen ini terasa luar biasa bagi seorang istimewa. Masuk ke realita dunia kerja dan menghasilkan uang dari tenaga sendiri terasa begitu menyenangkan. Pasti para wanita juga sudah siap-siap mengalokasikan gaji pertamanya. Selain untuk bersenang-senang, traktiran untuk keluarga dan sahabat pun tidak dilupakan.

Dilamar Oleh Kekasih Tercinta

Peristiwa lamaran bukanlah akhir dari perjalanan cinta, melainkan sebuah awal bagi bahtera rumah tangga yang akan dijalani seumur hidup. Wanita pasti merasa bahagia sekaligus deg-degan ketika dilamar oleh kekasihnya. Apalagi kalau momen lamaran tersebut berlangsung secara mendadak dan romantis. Tentu saja hal ini akan menjadi peristiwa tak terlupakan seumur hidup.

Perubahan Sebagai Seorang Ibu

Menjadi ibu adalah proses pembelajaran seumur hidup bagi seorang wanita. Tidak pernah ada sekolah yang mengajarkan caranya menjadi ibu yang baik. Namun seiring dengan kehadiran buah hati, sifat keibuan seorang wanita pun akan tumbuh dari hari ke hari. Tiada yang lebih membahagiakan bagi seorang wanita selain melihat buah hatinya tumbuh sehat, cerdas, dan menjadi anak yang berbakti.

Saat mendengar tangisan pertama si kecil, rasa sakit dan lelah setelah mengandung selama 9 bulan pun terbayar lunas. Rasanya ingin selalu menyaksikan tumbuh kembang buah hati dan melindunginya sekuat tenaga.

Mendengar Ucapan Terima Kasih dari Anak

Ketika anak-anak sudah beranjak besar, masing-masing punya caranya sendiri untuk mengungkapkan kasih sayang kepada ibu. Pasti ibu tak jarang mengalami selisih paham dengan buah hatinya. Namun bukan berarti hal ini mengurangi kasih sayang ibu terhadap sang anak. Kisah dalan video inspiratif ini adalah contohnya 


Banyak ibu yang mendidik anaknya dengan keras agar sang anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat. Sewaktu mendengar ucapan terima kasih dan ungkapan sayang dari buah hatinya, ibu akan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini. Karena kasih sayang dan perhatian ibu tidak dapat tergantikan oleh apa pun.

Setiap wanita yang berhasil merasakan momen-momen sederhana nan istimewa tersebut adalah wanita paling beruntung di dunia. Sudahkah kita merasakannya?

Mungkin sekarang kita masih berjuang untuk merasakan momen-momen tersebut. Sembari menikmati indahnya hidup sebagai seorang wanita, jangan sampai kita lupa untuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik lagi, ya.



Seni budaya rakyat, semakin lama kian tergantikan oleh seni modern. Lagu, tarian berbagai budaya Barat lebih digandrungi mulai orangtua, dewasa, remaja, hingga anak-anak. Kondisi ini dialami hampir di semua daerah di Indonesia, tak terkecuali di Bogor, Jawa Barat.

            Seni budaya Sunda mulai ditinggalkan dan dilupakan. Kondisi ini mengusik Ade Suarsa untuk melakukan upaya pelestarian budaya Sunda. Ia tidak mau seni budaya Adiluhung peninggalan nenek moyang kemudian hilang begitu saja.

            Niat tersebut diwujudkan Ade dengan mendirikan Sanggar Seni Etnika Daya Sunda (EDAS) di rumahnya. Sanggar ini mulai dijalankannya pada tahun 2008 dengan beragam kegiatan seperti latihan menari, bernyanyi, serta memainkan alat musik. Bukan hanya anak-anak, orang dewasa di sekitar rumahnya pun banyak yang mengikuti kegiatan tersebut.

            Ade juga berinisiatif menularkan rasa cinta terhadap seni budaya Sunda ke masyarakat yang lebih luas dengan cara berkeliling ke sekolah-sekolah di kawasan Bogor untuk mengenalkan seni budaya Sunda. Ia juga berusaha mengembangkan seni budaya Sunda agar dapat diterima oleh anak muda dengan membuat wayang hihit yang terbuat dari bambu.

Berbeda dari wayang yang biasanya mendasarkan cerita dari kisah Ramayana atau Mahabarata, Ade menggubah cerita dari kegiatan sehari-hari dan memadukannya dengan alur kejadian yang sesuai konteks saat ini agar tidak membosankan dan disukai oleh generasi muda.
            Tak puas dengan mendirikan sanggar dan membuat wayang hihit, Ade pun memproduksi berbagai macam alat musik dan perlengkapan pertunjukan tari hasil kreasinya. Kali ini, tujuannya sembari memberi lahan pekerjaan bagi warga sekitar sanggar. Secara tidak langsung, masyarakat juga tahu bahwa seni dan budaya dapat menjadi sumber penghasilan.

            Kegiatan yang digulirkan Ade di EDAS menggugah Tanoto Foundation untuk ikut berpartisipasi. Yayasan sosial yang didirikan oleh keluarga Sukanto Tanoto ini mendukung Ade dan timnya dengan memberikan dukungan finansial agar sanggar EDAS bisa berkembang dan bermanfaat lebih baik lagi.

            Momen tersebut dilakukan bersamaan dengan acara yang digelar oleh presenter kenamaan Andy F, Noya di Metro TV. Ia mendatangi EDAS dalam rangka acara Kick Andy on Location pada 20 Maret 2015.

            Kegiatan Tanoto Foundation memang selalu mendukung kegiatan bermanfaat yang dipandang sebagai bentuk dari pembelajaran tanpa henti. Pendidikan dipandang sebagai salah satu sektor yang digarap selain pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas hidup bangsa Indonesia.


Waktu di Malaysia, saya pernah diajarkan menjahit oleh Ibu majikan. Ibu, mengajari saya membuat baju kurung khas melayu. Yang memotong kainnya, tentu saja Ibu. Saya tahu beres  saja. Meski masih melenceng dan nggak lurus, sepasang baju kurung itu jadi juga dengan kecelakaan di sana sini. Miring, tentu saja menjadi bagian tak terpisahkan. Kalau membuat garisan di buku saja tidak lurus, apatah lagi menjahit :D 

Tapi, percayalah bahwa sejak kecil hal yang ingin sekali saya bisa melakukan selain menulis adalah menjahit. Persoalannya, sederhana. Ketika kecil, saya memiliki tetangga yang bisa menjahit. Setiap musim lebaran tiba, begitu ramai orang yang datang untuk menempah baju persiapan hari raya. Tak hanya dari kampung, tapi juga tetangga kampung. Saya, seumur-umur hidup di kampung ketika itu tak pernah sekali pun menjahitkan bajunya. Jadi saya membayangkan, andaikan bisa menjahit, tentunya bisa membuat baju lebaran sendiri. 

Sesederhana itu...

Kemudian, beberapa waktu lalu, saya melihat Mbak Astri Damayanti menulis status di facebooknya kalau akan ada kelas menjahit untuk blogger bersama dengan brother di ICE BSD. Saya, langsung gembira tentu saja. Ini sesuatu hal yang berbeda di acara blogger. Menjahit . Membuat kulot. Kemudian, mendaftarlah dengan mencantumkan nama, alamat blog juga alamat email.

Selang beberapa minggu, pengumuman itu datang. Saya menjadi salah seorang blogger yang beruntung untuk mengikuti Kelas Kriya tersebut. Bertempat di ICE BSD, kelas kriya tersebut dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Oktober 2016. Senang tentunya mendapat kesempatan belajar menjahit. 

Sabtu pagi, di tanggal yang sudah ditentukan saya berangkat ke ICE BSD dari Serang. Alhamdulillah, perjalanan lancar. Beruntungnya, saya sudah beberapa kali mengunjungi tempatnya. Jadilah tak ada adegan sasar menyasar ^_^. Sampai di depan gedung, ada Mbak Waya, Mbak Tanti, Lita juga Mbak Astri. Merasa beruntung, karena nggak harus saling mencari.

Rupanya, ini salah satu bagian dari acara Pekan Raya Indonesia. Dan saya baru tahu kalau tidak mengikuti kelas menjahit ini. Duh, ke mana aja saya? Nggak gaul bangettt :D. Bersama dengan teman-teman blogger, kami langsung menuju booth brother. Selain kami, ada beberapa teman blogger lainnya yang sudah sampai terlebih dahulu. Hari itu, kami bersepuluh.

Ramai banget

Setelah menghadapi mesin satu-satu, dengan sabarnya Mbak Astri membagi-bagikan bahan, gunting, peniti, oran, kertas merah sama satu lagi alat yang namanya saya lupa :D (lupaan aja saya, maklum menuju tua) Saya langsung cengok. Meski sudah pernah memegang mesin jahit, waktu itu saya benar-benar gagap melihat brother. Maklumlah, dulu waktu di Malaysia ngadepin mesin jahit jadul ^_^ masalah lagi juga dipotong kain, saya nggak bisa -_-. Bersyukurnya, Mbak Astri yang baik hati itu mau mengajarkan saya dengan sabar.

Selesai memotong, masalah selanjutnya adalah saya tidak bisa mengoperasikan mesin jahit! Bahahahaha... Parah! Lalu, muncul lagi orang baik, yaitu Mbak Waya. Dengan sabar ia mengajari saya mencantumkan baju yang akan dijahit, juga menggunakan mesin jahitnya. Duh, ya... Puji syukur, saya selalu ditemukan dengan orang-orang yang baik. Kedudulan saya selanjutnya,  mencari-cari kain sepotong yang saya anggap hilang. Padahal, ia ada di bawah. Saya nyarinya dua helai kain. Padahal, nyata-nyata potongan selanjutnya adalah satu helai! #LangsungNyungsep

Eh iya, kami batal membuat kulot. Karena entah kenapa, saya juga lupa penyebabnya. Waktu itu kami praktek membuat cardigan warna hitam polos. Selesai dijahit, saya dan Mbak Riski shalat dhuhur. Mbak Riski juga banyak bantuin saya waktu itu :D. Dan Mbak Astri, dengan baik hatinya melanjutkan jahitan saya yang belums selesai. Loh, katanya sudah tadi? Iya, sudah dijahit oleh saya. Tapi belum diobras :D yang ngobras akhirnya Mbak Astri dan yang memberikan rupa-rupa tambahan jahitan di cardigan juga Mbak Astri. Ya Allah... Ini saya belajar menjahit, apa niat dijahitin, sih? Wehehehe.... Terima kasih banyak, Mbak Astri yang baik hati ^_^

Jadi, kalau saya perhatikan itu mesin jahit brother itu bisa macam-macam. Kalau mesin jahit yang saya kenali dulu itu hanya bisa untuk menjahit saja. Sementara yang ini, bisa untuk ngobras dan lain lagi dan lain lagi. Fungsinya banyak, saya masih belum begitu paham. Hanya melihat hasil jahitan teman-teman yang dibuat macam-macam. Terima kasih kepada Mbak Astri dan mesin jahit brither yang sudah memberikan kesempatan kepada saya untuk ikut mencoba menggunakan mesin jahit hebatnya ^_^. Semoga ada waktu untuk mencoba lagi :)


Mbak Astri sibuk ngukur badan

Ramai

Sabar memberikan arahan

Lita serius potong-potong

Mbak Waya penyelamat! Hahahahaha

Sok-sokan menjahit. Koleksi foto milik Mbak Riski

Yang menyelesaikan tetaplah Mbak Astri

Sudah jadiiiii ^_^



Batik sejak dahulu sudah menjadi motif yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Mulai dari motif batik Solo, Yogyakarta, Cirebon, hingga daerah lainnya banyak digunakan sebagai motif pakaian.

Sejatinya, batik merupakan motif yang digunakan pada kain. Kain tersebut banyak digunakan untuk sarung, kemben, blangkon, dan juga pakaian tradisional lainnya. Namun kini, batik sendiri sudah banyak digunakan untuk pakaian modern. Mulai dari pakaian gaun untuk perempuan, hingga kemeja untuk laki-laki. Bahkan, ada juga yang membuat celana dengan motif batik.

Nah, bagi Anda yang memiliki rumah dan ingin untuk mendesain rumah Anda dengan suasana baru, batik bisa dijadikan pilihan. Motif batik sendiri adat dimunculkan di ruangan rumah Anda baik itu di ruang tamu, ruang makan, hingga kamar tidur, juga kamar mandi.
Berikut adalah tips menampilkan batik di rumah Anda. 

Sofa

Bosan dengan motif atau bentuk sofa yang itu-itu saja? Anda bisa mengkreasikannya dengan memasang motif batik di sofa Anda. Kini sudah banyak orang yang menjual sofa dengan motif batik. Jika Anda kesulitan menemukannya, tidak perlu khawatir, karena Anda tinggal mencari pengrajin sofa untuk membuatkan model yang anda inginkan. Cobalah untuk menyesuaikan motif dan warna batik sofa dengan konsep ruangan di rumah Anda. Agar nantinya rumah jadi terlihat lebih menarik.

Bed Cover

Tidak hanya di sofa, anda juga bisa menampilkan motif batik di kamar tidur Anda. Caranya adalah dengan menggunakan Bed Cover dengan motif batik. Pilihlah set perlengkapan kasur dengan motif serupa. Tidak harus sama motifnya, namun masih serasi untuk digunakan. Misalnya, untuk selimut Anda menggunakan model batik mega mendung dengan dominan warna putih, untuk bantal dan guling tinggal menggunakan motif batik serupa dengan dominan warna cokelat, hitam, atau warna yang lebih gelap. 

Hiasan Dinding

Dinding rumah minimalis Anda membosankan? Cobalah untuk mengumpulkan kain batik bekas yang sudah tidak digunakan. Atau, anda bisa memanfaatkan kain perca batik. Lalu, letakkan kain tersebut dalam pigura. Setelah itu, pajanglah pigura tersebut di ruang keluarga atau ruang tamu Anda. dengan begitu, suasana ruangan pun akan lebih terasa kesan batiknya.

Karpet

Anda juga bisa menggunakan karpet dengan motif batik. Karpet ini dapat menjadi pilihan dan banyak dijual di pasaran. Sesuaikan karpet dengan sofa yang Anda gunakan. Dengan begitu, ruangan akan menjadi lebih menarik.



Membangun rumah memang lebih mengasyikkan. Anda bisa memilih bentuk, jenis material bangunan, hingga beberapa bagian penting lainnya. Berbeda dengan membeli rumah dijual di Surabaya, Bandung atau kota lainnya yang tentunya sudah didesain oleh para pengembang. Jadi, membangun rumah memiliki kepuasan tersendiri.

Salah satu hal yang bisa dipilih sendiri ketika membangun rumah adalah memilih pintu. Ada berbagai jenis pintu yang dapat digunakan. Mulai dari pintu engsel, hingga pintu putar di rumah. Anda hanya tinggal memilih pintu yang sesuai dengan konsep rumah, kondisi finansial, dan juga tentunya selera Anda sendiri.
Maka dari itu, ayo kenali berbagai jenis pintu yang bisa diaplikasikan di rumah berikut.

Pintu Engsel

Pintu ini adalah jenis pintu yang banyak digunakan oleh rumah di Indoensia. Pintu ini dapat dibuka dengan cara didorong atau ditarik, dan salah satu bagiannya bertumpu pada engsel pintu. Biasanya pintu ini juga hadir bersama dengan kusen pintu tempat menyimpan engsel pintu. Karena bentuknya yang simpel, biasanya pintu ini cocok untuk digunakan di seluruh penjuru rumah. mulai dari pintu depan, hingga pintu kamar mandi.

Pintu Geser

Pintu geser kini sudah mulai banyak digunakan oleh masyarakat. Pintu ini banyak digunakan karena dapat menghemat tempat. Tidak seperti pintu engsel yang perlu untuk mengosongkan bagian buka dan tutupnya, pintu geser tidak membutuhkan itu. Pintu ini dapat dibuka dengan cara digeser sehingga tidak memakan tempat. Untuk ruang tamu dan ruang keluarga, motif dan material pintu dapat menyesuaikan dengan gaya rumah Jepang. Sementara untuk bagian ke luar taman, pintu dengan bahan kaca dapat menjadi pilihan agar cahaya dapat masuk dengan baik ke dalam rumah.

Pintu Bi-Fold

Bi-fold door atau pintu lipat geser merupakan pintu yang dapat dibuka dengan cara dilipat kemudian digeser sehingga pintunya akan menempel satu sama lain ketika dibuka. Jenis pintu ini biasanya dapat digunakan sebagai pintu garasi. Materialnya biasanya berupa kayu yang kuat.
Pintu Pivot

Pintu jenis ini adalah pintu yang dibuka dengan cara berputar. Biasanya poros pintu ini berada di tengah pintu sehingga pintu dapat diputar ketika akan dibuka atau ditutup. Sama seperti pintu engsel, pintu ini akan memakan banyak ruang karena cara membukanya yang memutar. Namun, jika dalam ukuran kecil, pintu ini dapat menjadi cantik saat dibuat berjajar dengan jumlah pintu lebih dari satu. Apalagi, pintu tersebut adalah pintu menuju halaman Anda. material yang digunakan bermacam-macam, mulai dari kayu, besi, hingga kaca.


Dalam metode untuk memasarkan Rumah dijual di depok memang sangat banyak sekali. Mulai dari pemainan harga, promosi besar-besaran dan lain sebagainya. Hal ini tidak lain adalah untuk agar rumah tersebut cepat terjualkan. Selain itu dalam memainkan harga biasanya penjualan rumah tersebut di pegang oleh calo. Nah, calo ini yang nantinya akan mecarikan pembeli dengan kesepakatan meminta bayaran dari berapa persen dari harga yang terjual.

Akan tetapi terkadang seseoranr calo atau penjual rumah yang tidak terlalu mengetahui informasi terkini tetang penjualan rumah mereka akan membuat harga seenaknya. Bahkan mereka memasang harga tertinggi tanpa mereka ketahui harga dipasarannya berapa. Selain itu terkadang mereka juga memasang harga terlalu rendah sehingga menguntungkan pembeli dan penjual tidak mengetahui kalau sedang di rugikan. Maka, dari itu ketikan Anda menjual rumah Anda juga harus mecari informasi secara mendetail tentang harga-harganya.

Nah, terkadang juga banyak seseorang yang menjual rumah mengatahui harga pasarannya berapa. Akan tetapi dia lebih mematok harga yang paling tinggi dari pada harga normalnya. Hal ini akan menyebabkan Rumah diJual tersebut akan laku lebih lama atau bahkan tidak bisa laku sama sekali. Sehingga cara tersebut menjadi boomerang bagi diri si penjual sendiri dengan kelamaan menunggu rumahnya laku.

Dengan demikian akan lebih baiknya agar rumah Anda cepat terjual dan kebuhan akan uang tersebut segera terpenuhi. Maka, patoklah harga yang pas saja dan sesuaidan dengan harga pasaran pada saat itu. Selain menyesuaikan dengan harga pasaran Anda juga harus menyesuaikannya dengan kondisi rumah baik lokasi maupun fisiknya. Hal ini untuk memberikan efek kenyamanan untuk pembelinya agar tidak kecewa ketika membeli rumah Anda.
Karena apabila Anda memasang harga yang terlalu tinggi, orang lain atau pembeli akan sungkan untuk melihat-lihat rumah Anda. Perkiraan mereka bahwa Anda tidak benar-benar menjual rumah Anda karena perkiraan mereka susah untuk diajak bernegosiasi. Selain itu juga perlu diperhatikan ketika Anda menjual rumah dengan perantara orang lain. Anda juga harus memiliki harga pas baik harga dari penjual maupun patokan harga yang akan di jualkan oleh perantara atau calo.

Sehingga dengan demikian And bisa memantau harga jual rumah Anda. Demikianlah sedikit Informasi tentang Rumah di Jual dengan menggunakan metode harga pas. Semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita semua, terimakasih.






Mendadak pengen nulis tentang Ciwa cafe di Cilegon. Sebenernya, saya nggak tahu banyak tentang cafe di Cilegon dan memang sepertinya belum begitu banyak cafe. Ini gara-gara pagi-pagi membuka album foto lama untuk mencari file foto, eh, malah menemukan foto waktu kami nongkrong di cafe Ciwa. Seingat saya, kami nongkrong di sini tahun 2013. Ampun, dah! lama bangettttt! Sebetulnya, bukan sekadar nongkrong. Karena kami berkumpul untuk mengerjakan sedikit persiapan Banten Science Day Desember 2013 lalu.

Bersama dengan Kak Magda, Kak Aip, Haqi, Lala, Kak Lisda, Ijal, temannya Haqi sama siapa lagi entah saya lupa. Kayaknya, ini cafe ramah pengunjung yang suka nongkrong lama-lama. Kami kumpul di sini dari jam dua siang, sampai menjelang maghrib. Tapi kami nongkrongnya di lantai atas, sih. Kalau yang di bawah itu berisik sama orang karokean. 

Untuk nongkrong, cafe ini bolehlah. Makanannya juga standar cafe-cafe kopi lainnya. Spageti, mie instant dan beberapa camilan. Alamat Ciwa Cafe, Cilegon City Square Blok E2 (Jalan Pondok Cilegon Indah) Cilegon-Banten

Ah! Kayaknya saya cuman mau pajang foto-foto doang di sini ^_^ ini kami nongkrong di atas aja. Dan saya pun cuma ambil foto di atas, tidak di lantai satu.




Serius bekerja

Ini beneran lagi makan

Kalau ini beneran kerja :)

Kerja, nih? :P

Eksyen jugak :D

Nggaya doang :D

Bisa lihat pemandangan ini
Pake pelita


Spagetinya lumayan enak


Sampai menjelang senja

Berapa orang yang sudah menikah? ^_^