Slide 1 Slide 2 Slide 3 Slide 4 Slide 5
Diposting oleh Anazkia Aja | 9 komentar

Berkunjung ke Saungelmu

Kak Fly lagi ngajarin anak-anak

"Jadi, boleh dibilang gue itu kasih slogan ke anak-anak biar miskin asal sombong. Gue nggak peduli orang mau ngomong apa, yang penting gue dan anak-anak di sini nggak kayak gini, menadahkan tangan meminta-minta," Bang Sating beria-ria bercerita. Kami (saya, Kak Ria, Rudi dan Tiwwi menyimak dengan seksama) Bang Sating duduk di kursi plastik, di hadapannya segelas kopi tanpa alas terhidang. Fly didekatnya kerap banyak mengangguk dan mengiyakan apa yang diucapkan oleh Bang Sating.

Minggu sore, kami berenam duduk melingkar di beranda saungelmu. Bang Sating dan Fly, adalah orang yang baru saya kenali beberapa jam sebelumnya. Belum dua jam tepatnya, tapi kami seperti sudah akrab. Kadang, kami terdiam sesaat ketika masing-masing dari kami seperti kehilangan bahan untuk diucapkan. Ada decak kagum dalam hati, ada keirian yang diam-diam menjalari dan juga rasa malu yang mulai menggelayuti.

"Gue yakin, kalau niat kita baik, tujuan kita baik apa pun bentuknya, dari mana pun jalannya Tuhan itu pasti kasih jalan. Jadi, kalau kita mengerjakan sesuatu yang dianggap baik, tapi penyelesaiannya tidak baik, berarti Allah belum menganggap itu baik," kembali Bang Sating berapi-api dengan logat betawinya. 

"Gue juga nggak nyangka bisa nyasar di sini. Dulu gue kuliah di Universitas Indonesia (UI) ngambil jurusan Sastra Arab, tapi gue hengkang dan terdampar di sini," Fly sedikit demi sedikit mulai bercerita.

Saungelmu, adalah sebuah rumah atau sanggar belajar untuk anak-anak pemulung di kawasan Jl. Jatipadang gg. Menara depan SMP 218 Pasar Minggu Jakarta Selatan. Saung ini didirikan pada 10 November 2012 atas inisiatif Bang Sating. Menurut Bang Sating, yang sudah didaulat menjadi kepala sekolah di Saungelmu, sanggar belajar anak-anak ini didirikan dengan semangat dan kemauan untuk sedikit berbagi dan bersenang-senang dengan anak-anak pemulung. Supaya anak-anak punya keahlian ketika mereka sudah besar, supaya anak-anak tak selamanya menjadi pemulung.

Fly, saat itu sudah bergabung dengan Bang Sating. Konon, awalnya mereka berdua bingung hendak mulai dari mana pembangunan saung. Tak ada duit sepeserpun dan mereka pun tidak bekerja. Segala sketsa saung dibuat di atas kertas, lengkap dengan anggaran-anggarannya, tapi sehari dua hari, saung tak juga berdiri. Akhirnya, dengan modal nekat dibuatlah saung dengan gotong royong warga. Sebelum saungelmu didirikan, anak-anak belajar di mushola. Mushola yang dibangun atas ide Bang Sating lagi-lagi dengan modal nol rupiah tapi terselesaikan karena niat kebaikan.

"Kita kalau kebanyakan wacana dan rencana, tapi kebanyakan mikirnya  itu kagak bakalan jadi. Udah, nggak perlu kebanyakan ngomong, action aja langsung, Tuhan itu selalu kasih jalan kemudahan untuk kebaikan kok. Dan gue percaya itu," sosok Bang Sating yang ngomongnya tegas dan lugas itu selalu membekas di ingatan saya."Si Fly ini, gue kontrak lima tahun! Ya, lima tahun nggak tanggung-tanggung." Fly yang ada di depan Bang Sating tersenyum.

Saya bersyukur hari Minggu lalu bisa berkunjung ke Saungelmu bersama dengan Kak Ria. Kalau diingat-ingat, awal mengenali Saungelmu itu dari Kak Aip. Awalnya, Semestarian ingin berkunjung ke Saungelmu, tapi sampai sekarang belum terlaksana. Kak Ria, yang rumahnya dekat dengan lokasi akhirnya beberapa kali berkungjung ke Saung. Dalam benak saya, nama seorang Fly itu tampilannya urakan, model anak punk. Ya, selama ini itulah sosok dia yang ada di kepala saya.

"Emang Fly nama aslinya siapa, sih, Kak?" sebelum berangkat, saya bertanya dengan kak Ria yang nyamperin saya di kosan.

"Ahmad Rafly Anhar. Fly itu dari Ra(Fly)," ujar Kak Ria

"Hah! bagus amat namanya." saya terkesima mendengar nama aslinya. Dan sosok Fly dalam benak saya benar-benar hilang setelah melihatnya langsung. Fly, penampilannya sederhana, santun dan rapih. Tak ada kesan punk sedikitpun.

Sampai di Saungelmu, saya dan Kak Ria memperhatikan Fly yang sedang mengajar anak-anak. dari mulai bercerita, sampai hitung-hitungan dilakukannya. Lima orang anak ada di depan Fly. Sekilas, di sela kesibukannya Fly menceritakan kenapa sekarang anak-anaknya berkurang yang belajar di Saung. Sekitar satu jam lebih, Fly mengajari anak-anak. Saat anak-anak beranjak meninggalkan saung, satu demi satu mereka menyalami Fly dan kami. barulah setelah anak-anak pulang, kami ada kesempatan ngobrol dengan Fly juga Bang Sating.

"Dulu gue penasaran, kenapa kehidupan pemulung itu selalu terpinggirkan. Kenapa di benak orang-orang itu kata pemulung seolah berkonotasi negatif. Setelah gue masuk sendiri dan melihat langsung, kehidupan mereka memang keras, makanya gue nggak heran dengan mereka," Bang Sating, masih bercerita.

Sore itu, ada banyak hal yang kami ceritakan. Tentang kehadiran volunteer yang datang dan pergi, tentang geliat belajar anak-anak yang juga turun naik. Dari perbincangan yang ada, saya tahu, Bang Sating dan Fly tidak suka dengan kehadiran volunteer yang membawa hadiah langsung untuk anak-anak. Menurut Fly, untuk mendapatkan apa pun, harus ada yang mereka lakukan. Itu cara mendidik mereka untuk tidak menjadi peminta-minta. Diam-diam memperhatikan, diam-diam menyimak segala percakapan saya yakin kalau Fly tak bisa terlepas dari Saungelmu. Kini, setelah Fly menikah ia masih menyempatkan dirinya hadir di Saung setiap satu minggu sekali.

Buat teman-teman yang tinggal di area Jakarta dan sekitarnya, terutama daerah Jakarta Selatan, kalau memiliki waktu luang di akhir pekan sesekali datanglah ke Saungelmu. Datanglah seikhlasnya, ajarkanlah apa yang bisa.

Kak Fly kasih pr buat adik-adik

Bang Sating dan Kak Fly

Pemandangan di depan Saung


baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 16 komentar

Merindukan Air yang Mengalir

Sudah satu Desember, sudah awal bulan dan sudah di akhir tahun. Ya, sudah akhir tahun. Sebentar lagi, dengan menghitung hari maka tak lama nanti tahun berganti. 2015. Ya, 2015. 2014 tertinggal, ditinggal menjauh hanya tinggal melipat kenangan. Menyimpannya menjadi hal yang penuh warna. Dan saya, sedang asyik menghitung semangat dengan rapal doa mengharap kalau semangat itu tetap mengalir seperti air

Menyusuri sungai di kampung halaman saat pulang bulan Juni lalu

Masih pulang bulan Juni lalu

Kembali menyusuri sungai ketika pulang ke kampung halaman bulan Oktober lalu

Menyusuri masa lalu. Dulu, dulu sekali ketika kecil tempat ini kerap untuk mandi dan mengambil air. jangan ditanya jauhnya jarak, karena ia sangat jauh. Sekarang, tempat ini sunyi....
baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 3 komentar

Resep Sambal Asam Tongkol



Resep sambal asam tongkol ini saya dapat pas iseng-iseng aja waktu ada ikan tongkol banyak. Jadi, pada suatu hari, Bude saya ngirim satu ekor ikan tongkol yang sangat besar. Dimasak pun nggak habis-habis, beberapa orang di rumah pun tidak berapa suka. Jadilah saya iseng-iseng merebusnya. Eh, resep ini saya dapat setelah bikin tongkol suwir juga, sih :D

Cara memasaknya masih nggak jauh beda sama ikan tongkol suwir. Ikan tongkol segar direbus menggunakan asam kandis, tambahkan juga garam. Kalau saya sengaja asam kandisnya banyak, biar rasa asamnya terasa. Saat merebus ikan, sisakan air. Ini nanti kuahnya untuk menyiram sambel nanti :) Kalau bisa, membuat sambal asam tongkol ini setelah ikan direbus beberapa hari. (nggak basi? yah enggak, kan bisa dipanasin dulu itu. Atau nggak taro dulu di kulkas)

Sebelumnya, saya bikin percobaan sederhana saja. Saya ambil cabai rawit dalam jumlah yang banyak. Sesuaikan dengan kadar kemampuan kita mengkonsumsi pedas. Saya cuci cabai rawit tersebut, tanpa membuang batangnya saya letakan cabai di cobek, tambahkan garam dan penyedap rasa secukupnya, ulek jangan terlampau halus. Setelah itu, ambil ikan dan campurkan dengan cabai rawit yang sudah diulek. Setelah itu, siramkan kuah asam yang ada di dalam rebusan ikan tongkol tadi. Tambahkan jeruk sambal kalau ada. Tak lama, ikan siap dihidangkan ^_^

Nah, setelah itu saya utak-atik resep lagi. Hya elah, bahasanyaaaahhhh :D huehehehe.... Pada suatu hari *lagi* saya kembali iseng, saat merebus ikan tongkol, saya tambahkan cabai rawit, bawang merah, juga bawang putih bersamaan. Ini rebusnya tidak boleh dalam jumlah yang banyak karena untuk sekali masak doang. Asam kandis tak lupa saya masukan. Kalau nggak ada asam kandis, asam jawa juga nggak apa-apa, sih. Setelah semuanya masak, singkirkan cabai rawit, bawang merah dan bawang putih kemudian letakan di cobek. Kembali masukan garam dan penyedap rasa seperlunya, ulek, terus campur dengan ikan dan langsung siram dengan kuah tongkol. Rasanya, tetep enak kok dan tambah enak #eh :D



Udah, ah, bikin resep iseng-isengnya :D

Gara-gara sambal tongkol ini teman-teman pada banyak yang ketagihan heuuuuu :D


baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 7 komentar

Penulis Blogger Inspiratif


"Eh, iya, kamu ini sekarang jarang nulis,"  

"Iya, Mbak, saya memang udah jarang nulis. Hiks, ini jadi kebiasaan ini kelamaan nggak nulis. Makanya pas tampil di kompas tv itu ada sematan kata penulis blogger inspiratif itu kayaknya gimanaaaa... gitu. Lah blog aja bulan kemarin nggak up date,"

"Makanya, ayo nulis lagi," Mbak Olyv menyemangati

Dialog di atas terjadi kemarin, antara saya dan Mbak Olyia Bendon saat menunggu acara Rembug Provinsi di Oasis Amir. Yah, akhir-akhir ini saya memang jarang menulis. Kalau ditanya apa alasannya, jawaban paling cepat dan simpel adalah malas. Yah, saya masih dan selalu malas menulis. Bahkan, bulan lalu tak ada satu tulisanpun yang tayang di blog anazkia.com. Tapi, di balik segala kemalasan, sesekali saya masih menulis di kompasiana atau tidak di blog hibahbuku.net :D 

Kembali ke judul di atas, sematan kata Penulis Blogger Inspiratif itu saya dapatkan ketika 6 November lalu saya tampil di Kompas TV. Ya, awal bulan lalu saya bersama dengan Kang Iskandar Dzulkarnain atau lebih akrab disapa Kang Isjet, salah satu admin kompasiana hadir dalam segmen ensiklakompas. Selama 30 menit, saya dan Kang Isjet berbincang dengan Ajeng Kamaratih host ensiklakompas.

Pasca tampilnya saya di kompas tv, banyak teman yang bertanya kepada saya saat berjumpa, "Gimana rasanya masuk tv, Naz?" dan saya hanya nyengir aja. Ya, memang biasa saja ngobrol di tv itu, malahan lebih grogi tampil pas mau dipotret dari pada di depan kamera untuk siaran langsung.

Tampilnya saya di kompas tv saat itu mewakili komunitas Blogger Hibah Buku. Pihak kompasiana memilih hibah buku untuk tampil dalam segmen Aksi Untuk Indonesia, yang saat itu menjadi serangkaian perhelatan kompasianival yang sudah terlaksana pada 22 November lalu. Senang tentu saja menjadi salah satu komunitas yang terpilih untuk tampil di kompas tv. Cerita ini juga sudah saya tuliskan di kompasiana, Tampil di Kompas TV Bersama Dengan Admin Komapsiana. Nah, kan, saya nggak begitu malas-malas amat kok nulisnya hehehe

"Jadilah blogger yang menginspirasi, bukan hanya menulis di online saja, tapi juga ada tindakan nyata yang dilakukan juga," kalimat tersebut diucapkan oleh Mbak Ajeng Kamaratih dan sukses membuat saya merenung-renung. Semoga saya bisa menjadi penulis blogger demikian. Kalau aktif off line, ada laporan on linenya. Kalau punya wacana on line, ada tindakan nyatanya. Aamiin...

Bismillah, niat aktif ngeblog lagi. Semoga bukan janji palsu :)






baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 15 komentar

Ngerjain Mbak Indah Juli di Kediri



"Mbak Indah apa kabar? Tanggal 31 Okt-2 Nov ada waktu luangkah? Kalau kosong, ikut ke Kediri, yuk, Mbak?" 6 Oktober 2014 saya menyapa Mbak Indah melalui chat whatsapp.

"Alhamdulilah baik. Anaz bagaimana? Itu hari apa, ya? Bentar kulihat kalender," jawab Mbak Indah tak begitu lama menjawab setelah saya bertanya.  "Jumat-Sabtu-Minggu, ya? Mau banget ke Kediri. Tapi aku izin dulu sama Mas Iwan, ya. Biar enak jalannya," kembali Mbak Indah menjawab.

"Iya, dong, Mbak. Wajip! hehehe..."

"Siapa aja yang ke Kediri?" kembali Mbak Indah bertanya.

"Teman-teman Hibah Buku, teman-teman blogger Kediri, teman-teman Warung Blogger. Ceritanya dalam rangka Hari Blogger Nasional," kembali saya menjawab pertanyaan Mbak Indah.

"Okeeee... Pasti seru :)"

"Kalau Mbak Indah beneran ikut, kami bakalan koprol. Hahahaha..." 

"Eh, kok koprol, sih?"

"Saking senengnya dong, Mbak ^_^ "

"Count me in. Selama dapat ijin dari Mas Iwan, ya? Haeeee.... Daku tersanjung" sambil pasang emot lope-lope ^_^

"Sep-sep, Mbak. Sebetulnya, Anaz pribadi kalau blusukan ngajak teman yang udah nikah agak berat, Mbak. Soale mikir akhir pekan waktu buat keluarga. Jadi, kalau Mbak Indah nggak bisa ikut pun gpp, Tapi kalau bisa ya senang,"

"Hehehehe... Aku senang, kok, blusukan. Yang penting dikasih ijin."

Begitulah, awal mula saya mengajak Mbak Indah untuk turut serta ke Kediri. Itu pun dengan warning dari saya kalau Mbak Indah nggak diongkosin, kudu ongkos sendiri, mau bersusah-susah, nginep di rumah warga dan makan seadanya. Ya, sejak awal memang saya khawatir kalau mengajak teman blogger dari luar yang nggak pernah ikutan acaranya Hibah Buku. Dan Mbak Indah, dengan suka citanya mengabarkan kepada saya kalau beliau tidak apa-apa dan dengan senang hati akan turut serta karena sudah mendapatkan izin dari suaminya.

Dan tibalah harinya 31 Oktober 2014. Kami dari Jakarta berangkat sore hari. Sementara Mbak Indah berangkat tengah malam dari Jogja. Saya selalu kontak dengan Mbak Indah dan beliaulah yang sampai lebih dulu di stasiun Kediri jam 00.30, sedang kami sampai di stasiun Kediri jam 03.20. Bersama Darul, Mbak Indah menunggu kami di kafe. Jam 03.20 kami semua sampai di stasiun Kediri.  Sebagian dari kami langsung menuju ke masjid untuk shalat isya sekaligus menunggu waktu subuh. Setelah shalat subuh usai, kami kembali ke stasiun dan mobil jemputan sudah datang. Puguh dengan teman-temannya sudah menjemput kami. Sejak dari kereta, saya sudah wanti-wanti dengan teman-teman yang lain kalau nanti Mbak Indah naik mobilnya duduk di depan. Pikir saya, takut kena angin pagi.

Tapi ternyata bukan Mbak Indah namanya kalau mau mengikuti saran. Beliau minta duduk di belakang bareng kami, katanya, "Biar bareng-bareng sama yang lain," oke, baiklah... kami menyerah :P 

Tapi, apa yang terjadi? Ternyata angin pagi begitu kuat berhembus dan Mbak Indah mulai kelihatan kedinginan :D :P (Nah, ini Mbak Indah udah mulai dibully aja sama yang muda-muda #Eh) hahahaha....

Sampai di Pamongan, Mbak Indah baru jujur kalau ngerasa kedinginan. Dan kami, pasti dan otomatis mentetawakannya, "Padahal, Mbak, dari sejak di kereta itu udah diatur, kalau Mbak Indah duduk di depan," huehehehe....

Oke, Pamongan selesai. Tibalah kami menaiki sepeda motor untuk sampai di Dukuh Tumpakdoro. Saya belum tahu sama sekali medannya kecuali lewat foto-fotonya Tiwwy, Puguh dan Mas Naim. Dan ternyata? WOW! Sebelah kanan jurang, guysssss!!! Ini saya langsung kepikiran Mbak Indah, Mbak Indah takut nggak, yak?" pikir saya :D

Dan ketika sudah sampai di penginapan warga, bertanyalah saya denan Mbak Indah, "Gimana perjalanannya, Mbak?"

"Wiiihhhh... Luar biasa!"

"Takut ngelihat jurang, Mbak?"

"Takut, tapi merem aja,"

Oke, fine! Dan Mbak Indah sukses berhasil ke Tumpakdoro :)

Pagi itu, kami menikmati sarapan pagi dengan lauk pecel! Wih! Pecelnya enak, tapi padeh bana -__-

Kembali ke Mbak Indah, dalam sesi kelas Mbak Indah akan mengisi kelas "Yuk, Belajar Menulis" Interaksi Mbak Indah dan adik-adik kelas 4,5,6 berjalan dengan baik. 

"Ayo, adik-adik, coba kalian deskripsikan cerita tentang sepeda. Apa aja tentang sepeda, coba kalian tulis. Nanti, yang bisa menyelesaikan tulisannya akan mendapatkan hadiah,"

Begitulah, interaksi kami dan Mbak Indah. Boleh dibilang, Babeh Helmi dan Mbak indah adalah orang yang paling sepuh di antara kami. Tapi bukan kami namanya kalau sudah sama-sama berkumpul pasti kudu siap dibully (etapi kalau saya yang dibully ngambek duluan #eh) :D

Yang paling parah itu ketika sesi makan pempek tengah hari yang dibawa oleh Kiki dari Lampung. Arie, teman kami yang paling pendiem dengan hebatnya menerangkan kepada Mbak Indah prosesi memakan pempek yang paling betul.

"Jadi, selama ini kita itu disesatkan saat makan pempek. Makan pempek yang bener  itu begini, gigit pempeknya, jangan dikunyah baru minum cukonya. Jangan langsung ditelan terlebih dahulu, tapi kunyah bersama dengan pempeknya," Arie mulailah ceramah

Awalnya Mbak Indah ragu-ragu melihat penjelasan Arie. Tapi, tak lama rupanya beliau mencoba. Dan, hasilnya......

"Iya, lebih enak," ujar Mbak Indah.

Lihatlah.... Mbak Indah ini mau aja ngikutin caranya ARie. Saya yang tahu sejak bulan Desember 2013 aja nggak pernah ngelakuin itu makan pempek kayak gitu

Hahahahaha...

Btw, terima kasih banyak, Mbak Indah. Mau diajak blusukan oleh kami terutama oleh saya yan sudah disesatkan :P :))))))))

Semoga nggak kapok! :P

Beres-beres buku
Aih, onlen di warnet syusah eui mau kasih capture foto :/
Off dululah, mau pulangggg ^_^
baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 8 komentar

Pindah Akun Google Plus

Google plus baru, followernya sedikit tapi yang view banyak :D 

Akhirnya, saya mulai berpikir untuk mengaktifkan akun google plus dengan email anazkia@gmail.com. Kenapa baru diaktifkan sekarang? Tidak juga baru sekarang. Sebetulnya, saya sudah memiliki akun google plus sejak lama, sejak pertama kali google plus masih baru dibuat. Saat itu, untuk membuat akun di google plus harus diinvite oleh teman yang sudah memiliki akun di google plus. Tapi, saat itu saya tidak menggunakan email anazkia@gmail, tapi menggunakan  gmail yang lain. 


Google plus lama followernya segambreng, tapi yang view sedikit :D

Kenapa pula berubah pikiran untuk mengaktifkan akun di sana? Terpikir untuk mengaktifkan akun di g+ sejak pertama kali berkunjung ke google Indonesia pada tanggal 1 Maret 2014 lalu. Waktu itu mendengar penjelasan Mbak Keke tentang g+, nyalin dari tulisan lama setelah berkunjung ke google Indonesia. Saya ini pengguna lama google plus, tapi cepat merasa bosan dan sekarang sudah saya tinggalkan :D teori-teori yang sering dipaparkan oleh Mas Erick Gafar tentang google plus Sabtu lalu dijabarkan oleh Mbak Keke. Bahwa iya, katanya google plus lebih aman digunakan berbanding rumah biru. Selain itu, penggunaan circle (lingkaran) teman yang  memiliki hobi yang sama juga memudahkan kita untuk mencari teman yang sepemahaman. Lain-lain lagi, google plus memudahkan trafic SEO (Search Engine Optimization). Disalin dari tulisan lama Berkunjung ke Google Indonesia

Sekilas dulu catatan nggak penting setelah sekian lama nggak up date di sini :) ^_^

Sepertinya nanti akan menghapus akun google plus yang lama dan mengaktifkan akun google plus ke blog ini :)

baca selengkapnya...