Slide 1 Slide 2 Slide 3 Slide 4 Slide 5
Diposting oleh Anazkia | 5 komentar

Arisan Buku Blogger 2014

Arisan Buku Blogger ini dimulai sejak Juni 2012. Untuk yang belum tahu mengenai Arisan Buku Blogger ini bisa dilihat di tulisannya Ari Tunsa di sini, juga tulisan saya yang ini. Sebelumnya ada tulisan saya di blog satunya dulu, tapi sudah hilang karena domainnya nggak bayar. Maklum, pake domain Malaysia, setahunnya lumayan mahal karena saya udah nggak kerja di Malaysia lagi :D #Nyengir.

Mas Alam Endah, menyerahkan langsung ke kepala sekolah :)

Baiklah, lanjut mengenai Arisan Buku Blogger, akhir tahun lalu tak berapa aktif. Terakhir kirim uang ke salah satu pengelola TBM di Kudus dan sebelumnya pernah ikut kontribusi juga di Book For Mountain (BFM) pernah juga ke rumah Pelangi Bandung waktu bulan Oktober kami bersama dengan teman-teman Semestarian ke sana, bertemu dengan Kang Asep juga teman-temannya. Tak kalah seru ketika ke Rumah Pelangi adalah bertemu dengan adik-adik binaannya Kang Asep pemilik Taman Baca Rumah Pelangi.

Lanjut ke Arisan Buku Blogger, awal tahun ini mulai digerakkan lagi. Meski pengikutnya belum sebanyak pada putaran sebelumnya, tapi alhamdulilah teman-teman baik dari blogger mau pun bukan blogger banyak yang terlibat kembali. Untuk tahun pertama ini (Januari-Februari) kita mengirim buku ke dua tempat di Jawa Tengah. Awalnya, buku akan dikirim ke  Dusun Gendohan RT. 03 RW. 04 Desa Sarimulyo Kecamatan Winong Kabupaten Pati Propinsi Jawa Tengah kode pos 59181. Kalau melihat foto di email pada saat mengajukan, keadaan sekolah itu masih sangat minim fasilitasnya. Sempat ditanya nomor telponnya, tapi tak berbalas sampai hari ini. Dan akhirnya, buku yang dikirim nggak bisa diambil karena jaraknya cukup jauh dari tempat pengriman barang. Alhamdulilah, berkat bantuan Mas Alam Endah buku diambil oleh beliau, kemudian disumbangkan ke sekolah terdekat di tempatnya Mas Alam Endah. Menurut Mas Alam, guru di sekolah tersebut sangat berterima kasih karena di sekolah tersebut baru saja kebanjiran. Alhamdulilah.... Semoga bukunya bermanfaat di sana.

Tempat kedua, juga sebuah sekolah di Jawa Tengah. SD Sigit 2 Keyongan RT 10Desa Sigit
Kec. TangenKab. SragenJateng 57261 0823 1424 6463Meski ini juga memakan waktu lama sampainya, tapi alhamdulilah buku sampai ke tempat tujuan. Selanjutnya, insha Allah Arisan Buku Blogger akan kembali mengirim buku ke dua TBM yang sudah kami list dan yang sudah masuk ke email hibah buku.


SD Sigit 2 Keyongan RT 10Desa SigitKec. TangenKab. SragenJateng 57261

Buat teman-teman blogger mau pun netter yang ingin bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Arisan Buku Blogger, silakan bergabung di group facebook Arisan Buku Blogger. Owh ya, pengiriman buku dilakukan setiap satu bulan sekali ke satu buah tempat yang sudah ditentukan. Waiting list di email sudah menunggu, jadi saat ini Arisan Buku belum bersedia membuka kembali permintaan buku :) untuk dua bulan berturut-turut kemarin dan bulan Maret April, bajet Arisan Rp. 450.000.

baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia | 11 komentar

Jerawat Oh Jerawat

Jerawat oh jerawat. Wajah saya itu berminyak, parah banget gitu. Dulu kalau becandaan sama teman-teman sekolah selalu bilang gini, "Kalau masak nggak usah pake minyak goreng, tinggal peres aja tuh, minyak dari muka" Muehehehe... Sadis banget, yaks :D. Resiko wajah berminyak itu yah jerawatan. Jadi sejak SMP itu saya udah terbiasa dengan jerawat. Memang nggak parah-parah amat, tapi bisa jadi lebih parah kalau saya nyoba-nyoba pake kosmetik apapun itu bentuknya. Asli, itu bikin bt. Eh, tapi kalau pembersih muka doang sama sabun cuci muka enggak, sih.

Jadi, sejak awal-awal pake facial wash, saya selalu memilih satu produk yang selalu ada labelnya anti acne. Tapi, nggak sebua yang ada label anti acne itu bisa dipake. Saya mengalami jerawat paling parah itu pas di Malaysia. Gara-garanya itu spele banget, sebelum berangkat itu saya beli pembersih wajah dan facial wash yang labelnya itu jelas-jelas anti acne. Tapi ndilalah kok, yah, saya panen jerawat. Asli bener-bener panen. Waktu di Jakarta itu udah mulai kelihatan pertumbuhannya. Nah! Pas sampai di Malaysia itu jerawat asli sak ndhayah-ndhayah (bahasa opo iki?)

Nggak cukup di wajah aja itu sampai ke leher wis pokoke lengkap banget. Itu adalah jerawat terparah sepanjang hidup :D. Saya pikir ia akan cepat membaik, rupanya tidak. Mungkin perubahan cuaca, meski Malaysia dan Indonesia tak jauh berbeda, tapi suhu udara di Malaysia lebih tinggi panasnya berbanding di Indonesia. Saya sempat meminta bantuan kepada menantu majikan saya yang orang farmasi untuk membelikan obat jerawat. Saya lupa nama obatnya, tapi baunya itu tak berapa enak, seperti alkohol. Tapi alhamdulilah, setelah itu membaik.


Ini jerawat yang bertengger sekian lama waktu masih di Malaysia :P

Setelah membaik, kadang saya kembali mencoba-coba membeli kosmetik seperti pelembab. Tapi, ya, dasar kulit saya memang tak bersahabat dengan kosmetik, tetap saja setelah memakainya akan keluar jerawat di sana sini. Pernah pula dibelikan kosmetik yang terkenal itu, yang mahalnya pake banget, tetep juga nggak ada cocok-cocoknya. Emang alhamdulilah wajah saya ini tak berteman dengan kosmetik muehehehe...

Sekarang, pas udah di Indonesia alhamdulilah jerawat parah banget itu jarang muncul, kecuali waktu-waktu tertentu aja dan itu pun satu dua. Meski besarnya tetep nyeremin :D pernah ketemu Kang Isjet waktu di acara kompasiana, lah yang ditegur jerawatnya gitu. Sama kayak mbak Haya yang gemes kalau lihat jerawat saya yang segede-gede gaban itu pada keluar waktu ajang Srikandi Blogger bulan lalu :P

Terus, ya, terus, ya, saya dibawain produk Sari Ayu pas udah selesai acara Srikandi itu. Awalnya saya ragu buat pake itu produk. Seriusan, belajar dari sejarah kulit muka yang nggak ada bagus-bagusnya kalau pake kosmetik saya jadi lebih hati-hati. Tapi, tak lama kemudian saya memakainya dan alhamdulilah kulit saya bersahabat dan jerawat pun tak begitu lekat menempel di wajah. 


Dari semua produk yang ada, sampai saat ini saya hanya baru memakai dua saja, pencuci muka sama lotion jerawat. Ini demi kehati-hatian kulit wajah yang tidak akur sama kosmetik :) tapi melihat perubahan jerawat, produk yang lain sepertinya emang kudu segera dipakai.

Nggak ada foto setelah, Naz? Ada di laptop kantor :D lah ini online di kosan jew, nggak bisa selfie :P
baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia | 13 komentar

Jangan Komen Pake Google Plus


Jangan komen dari google plus! Serius! Beneran! Hehehehe... Ini buat teman-teman blogger yang memang gemar blogwalking membaca tulisan teman-temannya, sebisa mungkin jangan menggunakan google plus kalau berkunjung ke teman sesama pengguna blogspot. Kenapa? Karena pemilik blog yang akan kembali berkunjung ke blognya itu jadi sedikit lebih repot. Repot harus berkunjung ke google plusnya dulu, baru kemudian mencari alamat blognya.

Nah, masalahnya adalah ketika pemilik akun google plus ini jarang sekali memposting di akunnya. Selain jarang posting di akunnya, ia juga tak melengkapi tentang dirinya di profile. Ini benar-benar repot. Jadi, saya pernah dikunjungi oleh blogger yang menggunakan akun google plusnya. Saya kliklah itu link, langsung menuju profile akun google, nah di situ pemilik akun nggak pernah nulis di wallnya, saya klik lagi profilenya, nggak pula mencantumkan alamat blog. Yah, wis, jadilah saya nggak pernah main lagi ke blognya.

Kalau pun iya pemilik akun google plus itu sering nulis di laman google plusnya, ditambah dengan mencantumkan alamat blog di profilenya ini masih mendingan. Jadi kita bisa melihat apa nama blognya.

Nah, itu misalnya di profilenya dicantumkan nama blognya :D (pamer google plus sendiri ajah, sih :D 

Nah, coba lihat itu google plusnya kosong mlompong, kayak mana mau berkunjung ke blognya? padahal yah komennya pake akun google plusnya :)

Dulu saya ingat tulisannya Pak Iwan blogger Makassar yang membahas komen jangan menggunakan akun google (waktu itu belum ada google plus) ada beberapa hal seingat saya. Pertama, untuk memudahkan orang yang kembali mengunjungi blognya itu tak harus bersusah payah ke laman profilenya sehingga langsung menuju ke alamat blognya. Kadang ini juga jadi masalah, pas lihat ke profilenya blognya segambreng, tapi kita nggak tahu yang mana satu blognya yang aktif :D 


Nah, kalau klik nama dan menyertakan url link itu kalau berkunjung langsung ke laman blognya (ini kan bisa hemat bendwitch :). Udah ini aja, draft tulisan sejak hari Sabtu kemarin baru dipublish hari ini hehehe









baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia | 27 komentar

Yang Menarik Dari Sepetang Bersama Blogger

Perjalanan pulang dari LCCT Sepang seawal jam enam pagi dan tetap menggunakan air asia

Ini masih melanjutkan tulisan mengenai Sepetang Bersama Blogger yang diselenggarakan oleh denaihati.com 8 Maret lalu. Dalam acara Sepetang Bersama Blogger, banyak sekali bertaburan hadiah sebagai door prize. Nama saya dengan Novi, tentunya tiada dalam undian, karena kami masuk kepada jajaran tamu undangan bukan peserta. Jadi nggak boleh ngarep door prize yang segambreng itu :D. Kebanyakan door prizenya gadget. Kalau hadiah gamesnya ada yang kaos juga produk dari Yeos sebagai salah satu sponsor utama. Ada juga door prize jalan-jalan ke Krabi, tempat wisata yang lagi booming di Malaysia.

Ngomongin door prize, ada lho yang dapet door prize sampai nangis. Door prizenya gadget, iphone atau samsung saya tak ingat pasti. Jadi, dalam door przie ini Encik Ilham meminta peserta untuk naik ke atas panggung membawa 45 kartu nama. Soalnya menurut Encik Ilham, dalam pertemuan-pertemuan blogger inilah saatnya kita memperbanyak networking, memperluas jaringan dan menambah teman di dunia nyata untuk bersambung nantinya di dunia maya.

Beberapa blogger langsung berlari  naik ke atas panggung. Blogger pertama gagal, karena kartu nama yang dikumpulkan tak sampai 45, blogger kedua pun gagal. Dan muncullah blogger yang mengenakan kaos berwarna merah. Saya lupa juga ini blogger ketiga apa keempat, selagi Encik Ilham menghitung kartu nama yang disodorkannya sesekali blogger ini memegang dadanya. Kayaknya dia nervous banget gitu. Dan tak lama, setelah kartu nama dihitung jumlahnya benar-benar 45. Wow! Setelah hadiah diberikan, ini blogger bener-bener terisak-isak terharu menangis di atas panggung.

Nah, usut punya usut pas acara sudah selesai Kak Siti cerita kalau blogger yang dapat door prize itu datang dari jauh (saya kembali lupa tepatnya dari mana) dia menginap di terminal bus. Nggak heran kalau dia sampai nangis pas dapat gadget tersebut. Tahniah!

Inilah yang mendapatkan door prize dan ia menangis saking terharunya :). tahniah... 

Ngomong-ngomong kartu nama, dalam event-event seperti ini sangat dibutuhkan. Sayangnya, saya lupa membawa kartu nama huhuhuhu. Dan Novi pun sama tak membawanya.

So far, kembali saya bilang bahwa majlis Sepetang Bersama Blogger ini keren! Tidak menjemukan karena tidak banyak seminar. Yah iyalah, kalau mau ada seminar, mah ikutan aja Akademi Denaihati :) di Akademi Denaihati bisa dikupas tuntas ilmu perbloggeran, baik dari SEO, meningkatkan trafic dan lain-lain :) Ini serius! 

Terakhir, saya nak ucap banyak-banyak terima kasih kepada penganjur majlis Sepetang Bersama Blogger ni. Teruntuk Encik Ilham, time kasih banyak-banyak kerana sudi menjemput saya dengan free tiket dari Air Asia. Time kasih juga untuk Air Asia atas tajaan tiketnya. Untuk jajaran tim denaihati, saya ucap time kasih banyak-banyak. Encik Melastik Bintang yang dah hantar kami pegi KL Sentral ambik tiket pesawat pulang. Kak Siti yang dah bagi tiga tudung free. Semua, semuanya, time kasih banyak-banyak. Semoga Allah pertemukan kita kembali di event SBB2015, aamiin... terakhir, untuk keluarga besar majikan saya, saya juga ucapkan terima kasih banyak.

Ini mah waktu masih di Soeta sebelum berangkat

Sempat singgah ke sini sebentar, alias cuman lewat

Ada yang motretin (Anas Abas kalau nggak salah) :)

Nah, ini sama Ashman Mahfudz dari Air Asia :) (boleh ngajuin proposal kerja sama katanya) asal dengan bahasa yang dimengerti :)

melastikbintang.com, parenting blogger (bisaan aja inih)


Dari sekian banyak ulang alik jakarta-KL, KL-Jakarta kebanyakan saya selalu naik Air Asia




Oleh-oleh kartu nama :)


T-shirt yang ada dalam goodie bag

Tudung pemberian kak Siti :)
baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia | 14 komentar

Cuma Pengen ke Papua

Surat ini buat Kakak Anazkia di mana Kakak berada itulah surat ini miliknya

Tarak, 10 Oktober 2011

Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Apa khabar, Kakak? Perkenalkan, nama saya Supri Patur. Bisa dipanggil Upi, saya murid Pak Guru. Sekarang saya sekolah di SD Negeri Tarak, Distrik Karas, Kabupaten Fakfak bagian Timur.

Sekarang saya cerita tentang kampung saya. Di kampung saya ada sekolah. Sekolah saya terletak di ujung kampung dan sekolah saya di pinggir pantai atau pesisir. Pasir yang bagus dan pemandangan kampung saya indah. Dan pemandangan di kampung saya juga bagus. Di sekolah setiap hari jum’at kami semua olahraga. Ada yang bermain bola kaki dan ada yang bermain bola voley. Di sekolah kami ada dua lapangan, yaitu lapangan bola kaki dan lapangan bola voli.




Anak-anak sekolah di kampung Tarak dan saya bersama teman-teman pergi ke hutan untuk memburu burung atau menembak burung di hutan. Ada burung maleo, burung kakak tua, burung cendrawasih dan ada kuskus, kasuari dan rusa.

Dan laut saya sangat luas dan banyak ikan-ikan yang ada di dalam air. Yaitu ikan bubara, ikan kerapu, ikan tengiri, ikan komo, ikan serui dan ikan lumba-lumba atau mangiwan. Dan di laut ini banyak nelayan memancing ikan.

Setiap sore, saya bersama teman-teman shalat di masjid dan selesai shalat, Pak Guru berbicara tentang rukun agama, rukun islam dan lain-lainnya. Masjid kami, bernama masjid Jamaludin Nurdin. Suatu saat nanti pasti kakak Anazkia datang baru kakak lihat sendiri apakah masjid kami ini bagus atau indah.

Masjid ini di dalamnya luas.

Mimpi saya ingin menjadi guru di Eropa. Dan Kakak Anazkia, aku minta pertolongan dari Kakak Anazkia. Mudah-mudahan kakak pasti bedo’a, aku maupun teman-teman sekalian, semoga kami semua mendapat doa. Amin.

Penggal-penggal kalimat di atas adalah potongan surat dari Papua. Penggalan surat yang isinya saya hampir hapal semuanya dari lebih tiga puluh surat. Penggalan surat yang kalau saya membaca ingin segera angkat kaki dan beranjak ke Papua. Penggalan surat, yang pernah membuat saya menitikan air mata ketika melihat secarik kertas yang digunakan untuk menulis surat. Penggalan surat yang mengingatkan saya betapa jarak antara Papua, Jakarta dan Malaysia itu berjengkal-jengkal jaraknya. Tapi ia menjadi bermakna ketika surat itu sampai, ketika surat itu ada di tangan dan ketika cerita anak-anak itu membekas di angan-angan.

Ah! Sayangnya Papua tak sedekat Malaysia negeri tetangga. Sayangnya Papua harus ditempuh dengan jarak yang berkilo-kilo dan berliku tempuhnya. Padahal, padahal saya ingin berlibur ke sana. Melihat keindahan alamnya dan bertemu dengan anak-anak yang berkirim surat kepada saya. Iya, mimpi liburan saya adalah ke Papua. Berkunjung ke pantainya, berada di kampungnya, melihat sekolahnya dan berkunjung ke Bom yang ada di belakang kampung dekat hutan.




Nama saya Saharudin
Assalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh

Surat ini untuk kakak Anazkia yang baik. Kakak, saya mau cerita tentang kampung saya. Kampung saya sangat indah dan lautnya sangat luas dan juga gunungnya besar, banyak burung-burung maleo.

Sekolah saya ada dua ruangan dan juga dua guru. Yang satu, Pak Guru Arif Lukman Hakim, kedua, Ibu Guru Suhemi. Mereka berdua sangat baik, kalau kakak akan datang di kampung saya, kita semua senang. Dan mengajak kakak berenang di laut dan juga kita mengajak kakak pergi ke hutan bersama. Kita akan mengajak kakak piknik di Bom. Semoga kakak datang di SDN Tarak kabupaten fakfak.  Kita sudah latihan pramuka bersama-sama.


Surat dari anak-anak (dokumentasi pribadi)

Waktu itu kita semua pergi piknik di Bom, lautnya indah, gunungnya besar dan juga banyak besar. Kita semua ke laut menembak ikan-ikan. Ketika kita ke darat, kita bermain bola, bola kita adalah gabus. Pak guru sangat baik dan suka bercanda, saya senang dengan Pak Guru.
Kita pulang, kemudian kita naik ke masjid untuk shalat berjam’ah. Selesai shalat, Pak Guru memberi kita semua nasihat bersama di masjid.

Kita semua ajak Pak Guru ke hutan, menembak burung maleo. Kita pulang dari hutan, kita pergi ke jembatan, bermain, mandi dan berlompat dari jembatan.

Di sini saja kakak, terima kasih.
Wassalamu’alaikum warrahmatullahi wabarakatuh
Saharudin

Ah, sudah. Mimpi liburan saya sementara ini masih ingin ke Papua. Lainnya, banyak berkunjung dan mengelilingi Indonesia. Tapi, sementara ini saja :). Tulisan ini diikutkan di GAnya Mbak Indah Nuria Savitri My Dreamy Vacation. Mbak, kalau dah di luar negeri lagi saya minta post cardnya, yah? :) mau dikirim buat adik-adik di Papua :)


menuju ke hutan



Semua foto-foto di atas miliknya Pak Guru Lukman Hakim :) 

baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia | 11 komentar

Menyangkal Pernyataan Virda di Lentera TV


Kenangan di Pulau Tegal Juni 2013

Sabtu 15 Maret 2014 lalu, saya menonton video dokumenter Pulau Tegal yang sudah diunggah ke youtube oleh teman-teman dari Lentera TV. Kata Ranny, teman di FB video dokumenter ini sudah tayang di Net TV pada Sabtu 9 Maret lalu. Kebetulan, hari Sabtu lalu saya lagi di luar jadi nggak sempatlah menengoknya di televisi. Nah, Sabtu lalu itulah ada teman yang mengabarkan lagi kalau videonya sudah diunggah ke youtube.

Senang rasanya melihat anak-anak pulau di video itu. Jadi kangen ke sana lagi pastinya. Senang juga melihat ular tangga raksasa yang dibuat Kak Lisdong yang dibawa ke pulau pada 14 Juni 2013 lalu masih ada dan dimainkan oleh anak-anak beserta dengan volunteernya. Ya, saya dengan teman-teman Semestarian pernah ke Pulau Tegal pada tahun lalu dan saya kembali ke sana pada awal Januari 2014 kembali bersama dengan teman-teman, Kalisda, Karia, Kayuli, Kari, Kati, Kaisman, Yayan.

Senang juga melihat pulau itu diangkat dan terekspos terutama dalam hal pendidikannya. Yah, di pulau yang dihuni oleh sebanyak 33 kepala keluarga ini memang tak ada sekolah. Hanya ada bangunan sederhana yang sebelumnya digunakan untuk madrasah. Dan sebelum ke sana, guru yang mengajar di madrasah tersebut, Pak Sarwani sudah berhenti. Saya ingin menceritakan awal mula mengenal Pulau Tegal dan kenapa saya menyangkal kalimat Virda dalam video tersebut. Ya, ada kalimat Virda yang membuat saya berkerut kening di menit ke 18:42 detik "Kegiatan ini sudah menjadi rutinitasku selama setahun terakhir." begitulah petikan narasi dalam pengantar video dokumenter yang diangkat oleh Lentera TV.

Mari sedikit saya bercerita,

Kepergian saya dan teman-teman Semestarian pada bulan Juni tahun lalu berawal dari pertemuan saya dengan teman-teman Komunitas Canting di event Kompasianival 2012 lalu bertempat di Gandaria City. Mas Gugun, dari komunitas Canting datang ke Booth Blogger Hibah Buku, ia mengatakan kalau komunitas Canting ingin kembali ke Pulau Tegal dengan membawa buku. Mas Gugun pun mulai bercerita tentang seluk beluk Pulau Tegal, yang di sana nggak ada sekolah, hanya ada madrasah dan sebagainya. Teman-teman komunitas Canting setahun sebelumnya memang sudah ke sana, membuat video dokumenter yang ditayangkan saat event kompasianival tahun 2011 dan inilah videonya,



Dari situlah saya tertarik juga ingin ke Pulau Tegal. Kebetulan, @HibahBuku masih memiliki persediaan buku anak-anak yang belum dikirimkan. Akhirnya, enam bulan kemudian saya bersama dengan teman-teman Semestarian baru berangkat ke Pulau Tegal. Sebelum berangkat ke Pulau Tegal, saya komunikasi dengan teman-teman Canting yang sudah pernah berkunjung ke sana, Mas Gugun dan Ika Maria. Tak lupa juga mereka mengenalkan saya dengan Mas Paeng, relawan Pulau Tegal yang sudah berkunjung ke Pulau Tegal sejak tahun 2010.

Laporan perjalanan kita bulan Juni lalu ada di kompasiana, "Berbagi Buku Berbagi Rindu"  masih ada juga tulisan teman-teman yang lain (males nyarinya) :D ada juga video dokumentasi yang diunggah oleh kak Lisdaong di youtube,



Oktober 2013, Saya mengenal teman dari group Semestarian. Konon, dia dan teman-temannya (saya tidak tahu kalau ada Virda di dalamnya, karena saya mengenal Virda, eh, tepatnya saya tahu Virda baru dari video tersebut)  bersama dengan komunitas Rumah Baca Asmanadia Lampung (RBA Lampung) akan mengunjungi pulau Tegal dan menjadi tenaga pengajar sukarela di sana setiap minggunya. Saya ingat, pasca perkenalan itu saya menuliskannya di kompasiana "Apa Kabar Komunitas Canting?" Mengingat Pulau Tegal, itu sama juga dengan mengingat saya mengenalnya dari teman-teman Canting. Kami memberikan referensi catatan teman-teman dari Canting juga video yang dibuat oleh Mas Gugun. Teman-teman RBA Lampung juga kami kenalkan dengan Mas Paeng yang kebetulan sama-sama tinggal di Lampung. Tak lama setelah berkomunikasi, teman-teman RBA Lampung berkunjung ke Pulau Tegal dan setelah itu kami kerap mendapat kabar kalau mereka menjadi relawan setiap akhir pekan mengajar anak-anak di Pulau Tegal.

Dan kembali mengingat keberatan saya dengan Virda di video tersebut yang mengatakan sudah satu tahun menjadi relawan di Pulau Tegal, sejak kapan Virda menjadi relawan di sana? Bukankah kalau Virda ke sana dengan teman-teman RBA Lampung, seharusnya baru enam bulan? :). Apa yang dipaparkan dalam video tersebut memang benar adanya, tentang Pulau yang tak ada tenaga pengajar dan tentang tenaga relawan yang mengajar setiap akhir pekan. Tapi itu belum satu tahun, Kakak :)

Sudah ini saja tulisannya :) buat Kak Virda, tetaplah menginspirasi dan berbagi :)




baca selengkapnya...