Slide 1 Slide 2 Slide 3 Slide 4 Slide 5
Diposting oleh Anazkia Aja | 8 komentar

Pilihan Tempat Belanja Online Di Indonesia

Sumber foto dari wikiwand 
Pilihan Tempat Belanja Online Di Indonesia. Sekitar tahun 1997, waktu saya belum lama tinggal di Cilegon, Matahari Mall diresmikan di Cilegon. Ia tepat berada di tengah-tengah kota Cilegon, tepatnya di Jalan SA Tirtayasa. Ya, waktu itu Matahari masih di tengah-tengah kota dengan bangunan empat lantai. Ingat bagaimana ramainya warga Cilegon berbondong-bondong datang ke Matahari hanya untuk mencoba menaiki tangga jalan. Dan saya adalah salah satunya ekekekeke....

Waktu itu di Cilegon belum banyak tempat belanja besar, matahari baru yang pertama menjadi ikon tempat belanja besar. Maka tak heran ketika ia menjadi idola warga Cilegon. Saya masih ingat, di lantai bawah Matahari tempatnya makanan dan sembako lainnya. Lantai dua kalau nggak salah bermacam-macam sendal, lantai tiga peralatan alat tulis (ada baju-baju juga) dan lantai empat baju-baju. Masih inget dulu entah tahun berapa, di Matahari Cilegon mengundang model-model dari salah satu majalah remaja. jangan ditanya betapa ramainya pengunjung yang datang. Lantai empat yang tak sbeerapa besar itu dipenuhi oleh muda-mudi Cilegon yang ingin melihat idolanya dari dekat. Termasuk saya tentu saja :D (ketahuan remannya pas masa remaja ahahahaha)

Sekarang, matahri Cilegon sudah pindah ke Supermall Cilegon. Sementara matahari lama untuk kantor pemerintahan. 

Sementara matahari Cilegon pindah ke tempat baru, tak beda pula dengan matahari di zaman sekarang ini. Menghadapi era kemajuan tekhnologi di mana kemudahan belanja tak hanya melulu offline, matahari pun membuat terobosan baru, MatahariMall.com. Matahari mall.com salah satu eCommerce di Indonesia. Mataharimall.com memberikan fasilitas pelayanan yang nyaman dan aman untuk belanja. Kemudahan transaksi yang ditawarkan adalah, transfer antar bank, kartu kredit dengan cicilan 0%, O2O (Online-to-Offline), COD (Cash On Delivery), dan metode lainnya. Sistem O2O adalah, kita membayar, mengambil dan mengembalikan produk di ratusan lokasi di seluruh Indonesia. Nah, untuk yang ini saya nggak tahu apakah di Cilegon sudah ada atau enggak.

MatahariMall.com menyediakan ratusan ribu pilihan produk dengan harga terbaik dari segala kebutuhan, mulai dari fashion wanita, fashion pria, produk kecantikan, handphone, laptop, gadget, elektronik, hobi, makanan & minuman, dan lainnya. (dikutip dari matahari mall.com)
 
Dengan adanya kemudahan yang ditawarkan, mataharimall.com kini menjadi pilihan tempat belanja online di Indonesia.
Selamat untuk perkembangan terbaru dari mataharimall.com. Ini adalah sebuah kemajuan di mana toko ini pertama kali berdiri pada tahun 1958 di Jakarta Pusat. Juga menjadi salah satu pionir toko dengan konsep department store pada tahun 1972 (sumber wikiwand.com)
 


baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 3 komentar

Tentang Waduk Jatigede





Hari baru beranjak malam ketika kami baru saja menyelesaikan makan malam. Kantuk langsung menyerang kami, setelah seharian lelah mengikuti perjalanan melihat waduk Jatigede dengan jalanan yang tak berapa bagus. Kalau tidak diwanti-wanti untuk berkumpul di Mushola setelah makan malam, tentunya kami (terutama saya) enggan untuk menuju mushola beramah tamah dengan warga Kampung Cipaku. Saya menjadi rombongan terakhir yang sampai di mushola. Pak Natahendra, mantan ketua RW Kampung Cipaku sudah duduk di bagian paling depan menghadap kami dan sudah mulai membuka cerita.


Ya, malam itu tepatnya 21 Februari 2015 saya bersama dengan beberapa teman-teman blogger berkunjung ke Desa Cipaku, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang. “Melihat kampung yang bakalan tenggelam kalau nanti Waduk jatigede dioperasikan.” Begitulah ajak kawan saya ketika menawarkan untuk mengunjungi Desa Cipaku.

Sabtu pagi, kami berangkat dari Jakarta, janjian di satu titik depan kampus ITB Jatinangor sebelum akhirnya beriringan 10 mobil menuju Desa Cipaku. Sebagian, ada teman-teman blogger yang turut serta. Sebagian lagi adalah kawan-kawan warga Cipaku yang sedang berjuang dan berusaha supaya Desa Cipaku tidak tenggelam. Kang Asep, merupakan salah satu warga asli Cipaku yang turut serta bersama kami. 

Perjalanan dari Jakarta ke Desa Cipaku memakan waktu hampir lima jam. Sampai di Desa Cipaku, saat adzan dhuhur berkumandang. Kami disambut ramah oleh warga sekitar, hidangan khas setempat sudah berjejer di meja. Kursi-kursi plastik berbaris rapih di antara makanan yang berjejer. Rambutan, rengginang dan makanan lainnya terhidang. Kami, yang kebetulan belum menikmati hidangan sejak pagi langsung menjamah makanan yang dihidangkan. Kang Rahman dan Kang Asep mengenalkan kami dengan warga sekitar.


“Terima kasih, buat Bapak-Bapak juga Ibu-Ibu yang sudah mau hadir di sini. Mungkin, ketika nanti kampung ini sudah ditenggelamkan bisa menjadi cerita kalau pernah datang ke sini.” Ujar salah seorang warga yang menyambut kami. 

Selesai beramah tamah dan berkenalan, kami dipersilakan menikmati hidangan makan siang. Sedianya, setelah shalat dhuhur nantinya kami akan sama-sama bergerak menuju pembangunan waduk jatigede. Melihat lebih dekat seperti apa waduk yang digadang-gadang terbesar di Indonesia kedua sejak era pemerintahan Soekarno sehingga kini masih belum terselesaikan.

Selesai makan siang dan shalat dhuhur, kami beranjak meninggalkan Desa Cipaku menuju waduk Jatigede. Saya kira, jalan menuju Waduk Jatigede itu dekat. Rupanya perkiraan saya salah. Melewati jalan berbatu dan penuh debu, perlahan-lahan kami menuju waduk Jatigede. Saya ikut mobil Kang Asep, warga Cipaku asli. Di situ juga ada istri Kang Asep, mertua Kang Asep juga saudaranya. Banyaklah saya mendapat cerita perjalanan warga Desa Cipaku mengenai sejarah pembangunan waduk Jatigede. Semakin dekat dengan waduk Jatigede, kang Asep menunjukan bangunan besar yang berdiri gagah,

“Lihat, tuh, Teh. Ada bangunan yang sudah longsor. Belum dioperasikan aja sudah ada yang longsor begitu. Ini karena kontur tanahnya nggak sesuai, Teh,” kang Asep menjelaskan kepada saya. Dari dalam mobil, saya langsung mengarahkan kamera ke arah bangunan yang longsor. Tak cukup di sampai di situ, kami juga diajak melihat Waduk jatigede dari atas. "Kalau ini sudah dioperasikan, tenggelamlah sudah semua Desa Cipaku." kata Kang Asep, sambil menyetir mobil.

Maka, malamnya ketika Pak Natahendra bercerita di Mushola, tentang muasal Desa Cipaku, sejak wacana pembangunan waduk Jatigede, tidak semua warga Cipaku menyetujui pembangunan waduk tersebut. Ternginga-ngiang bagaimana Pak Natahendra berkisah, "Kami mau apa kalau sawah-sawah kami ditenggelamkan?" ya, janji perumahan yang disediakan oleh pemerintah buat mereka bukanlah penyelesaian. Rumah ada, mata pencaharian tidak ada pun mau apa? Uang ada, setelah itu nggak bisa apa-apa pun bisa apa? 
 
Berbaris tulisan, setelah kemarin melihat berita di televisi mulai dioperaskannya waduk Jatigede.






 
Salah satu bangunan yang amblas


 Desa Cipaku yang asri 

 kami ketika baru sampai

 Petani Desa Cipaku, merasa kecewa dengan ganti rugi yang ditawarkan oleh pemerintah


 Hijau yang akan menghilang

 Sebentar lagi, ini habis ditelan air waduk jatigede

 Beriringan menuju Waduk jatigede



 Medan yang lumayan


 Minggu pagi, kami menuju hutan di belakang desa Cipaku untuk menanam pohon



 Habis sudah pohon yang kami tanam

Pak Natahendra, mantan ketua RW Kampung Cipaku

Kang Asep dan kang Rahman

baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 23 komentar

Grand New Veloz dan Grand New Avanza yang Baru di GIIAS 2015

Grand New Veloz dan Grand New Avanza yang Baru di GIIAS 2015


Veloz dan Avanza baru di GIIAS 2015. Sabtu lalu, tepatnya tanggal 22 Agustus 2015 bersama dengan beberpa teman blogger saya berkunjung ke Gaikindo  Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 bertempat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang-Banten. Saya berangkat ke ICE janjian dengan Mbak Alaika Abdullah, janjian di Margo City Depok, karena memang ada shuttle bus gratis yang bisa membawa kita ke ICE tanpa harus bermacet-macet dan susah parkir. GIIAS dibuka sejak 20 Agustus 2015. Pameran ini diselenggarakan dari tanggal 20 Agustus sampai 30 Agustus 2015. ICE dibangun di atas lahan seluas 22 hektar, dengan total luas bangunan dua ratus ribu meter persegi. Fasilitas dan sarana yang dimiliki sepuluh Exhibition Hall dengan luasan 50 meter persegi. (sumber bsdcity.com) konon, pameran kali ini adalah yang terbesar di Asia Tenggara. Gedung ICE sendiri baru diresmikan bulan Agustus2015.

Owh ya, untuk menuju pameran GIIAS 2015, beberapa shuttle gratis telah disediakan. Ini untuk meminimalisir penuhnya ruang parkir. Iya, beneran soalnya pas kemarin hari Sabtu ke sana hampir semua halaman parkir penuh. Kalau naik shuttle kan enak, tinggal duduk doang terus sampai di ICE BSD ^_^. 

Sebenernya, ngapain saya jauh-jauh datang ke pameran mobil? Emang saya punya duit buat beli? yah, nggak juga, sih ekekeke.... Jadi ceritanya bisa buat manas-manasi aka referensi Kakak saya yang lagi ngidam beli avanza :D (lambaikan tangan ke Kakak) Jadi, apa yang saya dapat waktu hadir di GIIAS 2015? Meh, mari saya ceritakan....

Karena ICE BSD ini merupakan salah satu gedung baru, saya juga baru pertama kali ke sini dong. ^_^

Masuk keruangan seluas 22 hektar itu rasanya..... Ya Tuhan... gede banget dan rame banget. Tapi, ramai juga cewek cantik dipajang #Ehhhhh #langsungNyusruk

Grand New Veloz dan Grand New Avanza yang Baru di GIIAS 2015
Booth Toyota


Kebetulan, selain Mbak Alaika, saya ketemu sama Nurlina. Jadilah kami bertiga menyusuri gedung ICE sebelum ke Hall 10. Puas berkeliling-keliling kami menuju hall 10 menuju booth Toyota yang memamerkan produk terbarunya, yaitu Veloz dan Avanza selain produk mobil terbaru lainnya.

Yang baru dari Grand New Veloz dan Grand New Avanza 

Grand New Veloz. Warna merah menyala ini menjadikan grand new veloz terlihat elegan, tampilannya juga lebih sporty dan berkarakter. Fitur interiornya terdepan dengan desain kabin lebih elegan. Performa mesin baru dual VVT-I, konon ini yang menjadikan Veloz lebih irit bahan bakar. Untuk keamanan sendiri, Grand New Veloz dilengkapi dengan kabin senyam dengan kursi lebih nyaman, tak hanya penumpang depan yang dilengkapi seatbelt, bagian tengah juga dilengkapi seatbelt.

Grand New Veloz dan Grand New Avanza yang Baru di GIIAS 2015
 Tampilan Grand new veloz
Grand New Veloz dan Grand New Avanza yang Baru di GIIAS 2015
elegan (trus saya mimpi punya mobil ini) :D 

Grand New Veloz dan Grand New Avanza yang Baru di GIIAS 2015
 interior veloz

Grand New Veloz dan Grand New Avanza yang Baru di GIIAS 2015
Avanza yang biru. Susah mau motret pas nggak ada cewek cantiknya :D (tetep nyangkut aja ada cewek cantik)
Grand New Veloz dan Grand New Avanza yang Baru di GIIAS 2015
grand avanza baru 

Grand New Veloz dan Grand New Avanza yang Baru di GIIAS 2015


Sebagai orang yang nggak tahu apa-apa tentang kendaraan, sebetulnya saya jatuh cinta dengan warna biru avanza. Tapi, melihat warna coklat yang berdiri tak jauh di sampingnya saya juga suka (suka tapi nggak punya duit mehehehe) Ada beberapa keunggulan tambahan selain exterior dan interior baru dibanding sebelumnya, keunggulan Avanza kali ini adalah:

Anti banjir, karena hood terletak di atas, jadi ketika air menyentuh batas gril tidak menjadi masalah. Ya, ground clearance avanza lebih tinggi. Mengenai Saftey belt, ia juga tak berbeda dengan Veloz, bisa untuk tujuh orang (ada di bagian kursi tengah juga) Kursi belakang juga bisa dilipat dua. Mesin barunya dual VVT-i, masih dalam rangka penghematan bahan bakar. Begitulah sekilas penampakan dan penglihatan saya ketika mengunjungi GIIAS 2015. Saat berkunjung ke sana, kami sempat berbincang-bincang, menanyakan apa yang membedakan grand new avanza dan grand new veloz. Kata penjaganya, grand new avanza diperuntukan untuk kalangan menengah ke bawah dengan harga yang lebih terjangkau. Sementara Grand New Veloz untuk kalangan menengah ke atas.

Buat yang pengen berkunjung ke GIIAS, pameran ini dibuka sampai tanggal 30 Agustus. Jadi, masih ada waktu beberapa hari lagi untuk berkunjung ke sana. Eh, kapan ya pameran-pameran mobil itu tak dipenuhi cewek-cewek cantik nan seksi? Kesian, euiiiii ngelihatnya, soale di ICE BSD itu suer dingin banget :D

Owh ya, sekaligus mengabarkan kalau bakalan ada juga lomba blog dari Toyota dengan total hadiah puluhan juta rupiah. Selain hadiah puluhan juta, nanti beberapa tulisan terbaik sebanyak dua puluh blogger akan dipilih untuk jalan-jalan dengan toyota. Setelah jalan-jalan, bakalan ada komptisi tulisan lagi menceritakan pengalaman jalan-jalan bareng toyota. Dari situ, nanti bakalan ada hadiah lagi. Walah ndhalahhhh... Iki hadiahe banyak amatttt.Info lengkap bisa klik di sini



Avanza & Veloz Blog Competition 2015
baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 8 komentar

Kebab Turki Baba Raffi

Kebab Baba Rafi di Cirebon Super Block (CSB)


Senin lalu, ketika di Cirebon bersama dengan teman-teman panitia dan relawan inspirator Kelas Inspirasi Cirebon kami main-main ke beberapa tempat. Dan untuk meet up kelompok kami yang ditempatkan di SDN Gunungsari Dalam Cirebon, kami kumpul di Cirebon Super Block (CSB). Saat mencari tempat untuk kumpul, saya melewati sebuah gerai yang ada di dalam CSB. Sebuah gerai yang tak asing ketika saya berkunjung ke Surabaya saat menghadiri Pameran Produksi Indonesia 2015 (PPI 2015) Kebab Baba Rafi. Tapi gerainya sepertinya sedang tutup, jadi sepi tak berpenghuni.

Saya jadi ingat perempuan cantik yang ngobrolin tentang Kebab Baba Rafi di panggung PPI 2015. Mbak Nilam, salah satu founder Kebab Baba rafi. Beliau menceritakan awal mulanya Kebab Baba Rafi didirikan, sampai kemudian sekarang menjadi franchise yang memiliki hampir 1000 outlet. WOW! bayangin, 1000 outlet! Tak hanya di Indonesia, tapi juga sampai di mancanegara seperti Malaysia, Brunei, Kolombo, Sanghai dan Filipina.

"Bermula dari satu gerobak, kini hampir 1000 outlet tersebar."

Kalau bukan karena niat dan kemauan yang kuat, Baba Rafi tentunya tak akan sebesar sekarang ini. Mbak Nilam, ketika di panggung PPI 2015 menceritakan bagaimana jatuh bangunnya Baba Rafi. Bermula ketika tahun 2003, waktu itu beliau mengisahkan kalau masih berada di bangku kuliah. Saat kuliah belum selesai, Mbak Nilam menikah dengan Mas Hendy Setiono. Memulai bisnis dengan modal dari kado pernikahan (yang berbentuk uang tentu saja) Mbak Nilam dan suami membuka usaha kecil-kecilan (bayangin dong, uang hasil kado pernikahan buat modal dagang. Ini sumpah keren banget) dari usaha kecil-kecilan yang dibuat ini ketika Mas Hendy berkunjung ke Qatar, ia kemudian tertarik ingin membuat kebab baba rafi. Setelah mencoba resep dan menyesuaikan dengan lidah Indonesia, Mas Hendy bekerja sama dengan kawannya Hasan Baraja membuka usaha kuliner kebab. (ini kalau nggak salah inget ada pinjam uang tambahan untuk modal. Mohon maaf kalau salah)

Tak disangka, usaha tanpa disengajanya itu banyak diminati di Surabaya. Tak hanya kebab yang dijual, saat itu mereka juga menjual hotdog, burger dan sandwich. Kebab turki baba rafi dijual seharga Rp. 8000-Rp. 12.000. Kebab baba rafi dikemas dengan sangat baik. Menurut Mbak Nilam, mereka berusaha bagaimana caranya biar ketika makan kebab itu tangan nggak kotor ke mana. Jadi kebab baba rafi dibungkus dengan wrap, baru kemudian dimasukan ke dalam kardus. Kemarin, waktu di Surabaya, saya habis makan satu bungkus kebab. Wew.... hebyat! Sejarah saya bisa makan kebab dengan ludes ^_^

Mengikuti perkembangan zaman, kebab baba rafi terus berusaha selalu mengikuti perkembangan tekhnologi. Menjadi partner pada sebuah film, bekerja sama dengan blogger untuk lebih mengenalkan baba rafi ke berbagai kalangan. Lebaran lalu, baba rafi membuat gerakan 5000 kebab gratis. Tak disangka, seminggu setelah launching sebanyak 7500 kebab dipesan melalui aplikasi. Betapa besarnya kekuatan sosial media. 

Maju di dunia bisnis, tak menjadikan baba rafi lupa dengan orang-orang di sekitarnya. Adalah baba rafi akademi, sebuah Corporate Social Responbility (CSR) yang bertujuan untuk mengembangakn para usahawan muda belajar mengenai bisnis. Baba rafi akademi mengadakan kelas selama tiga hari untuk para usahawan muda yang ingin belajar mengenai seluk beluk bisnis usaha, dari mulai mencari lokasi, rekrut karyawan dan lainnya. Menurut Mbak Nilam, ini adalah sebuah usaha timbal balik karena selama ini baba rafi sudah didukung masyarakat luas. Sementara ini, kelas bisnis usaha muda baru diadakan di Jakarta. Menyusul kemudian adalah kota Surabaya. Semoga ke depannya semakin banyak kota yang dijangkau oleh baba rafi akademi dalam mengajarkan kelas bisnis untuk para calon usahawan muda.

Setelah menyebar di banyak tempat di Indonesia dan juga mancanegara, kebab baba rafi tak selalunya berjalan mulus-mulus saja. Jatuh bangunnya usaha kebab baba rafi, menurut Mbak Nilam justru itulah yang menguatkan kebab baba rafi tetap berdiri sampai sekarang ini. Kerja sama dengan banyak pihak, bantuan dari banyak pihak, itulah yang menyebabkan kebab baba rafi masih ada dan bertahan sampai sekarang ini.


 Mbak Nilam menceritakan awal mula berniaga

Sesi diskusi yang banyak dihadiri teman2 blogger (koleksi foto milik Mbak Ika)

Nggak cukup waktu buat diskusi di panggung, sampai di media center, Mbak Nilam dikerubutin buat njawab soalan :)


 Ramainya Kebab Baba Rafi di kunjungan PPI 2015

Seriusan, saya habis makan satu itu :D (maruk)
baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 5 komentar

Advan Produk Indonesia, Bukan Produk Cina

 Rame-rame bareng teman-teman blogger (dokumentasi dari group Whatsapp emak-emak blogger)

"Produk lokal, dengan citarasa nasional. Karena kita ingin memberikan tekhnologi kepada masyarakat Indonesia dengan nuansa lokal. Kalau kita pemain lokal tidak bisa juara di negeri kita sendiri, siapa lagi?" hal ini diucapkan oleh Candra Lianto, Manajer Director ADVAN yang disampaikan sewaktu launching produk tablet ADVAN vandroid X7 bertempat di hotel Fairmont pada 3 Agustus 2015. Launching ini dihadiri oleh teman-teman blogger yang berjumlah sekitar 100 blogger. Saya datang atas nama komunitas Emak-Emak Blogger.

Dalam launching ini, Manajer Director ADVAN, Candra Lukito juga mencontohkan negara India, Filipina di mana mereka mempunya produk unggulan sendiri. Bahkan di Cina, mereka juga memiliki merk lokal sendiri yang sangat dibanggakan, Xiaomi (kalau ini bahkan sampai di Indonesia, ya)

Saya sendiri beneran baru tahu kalau advan itu adalah merk lokal. Saya kira, ADVAN adalah produk dari Cina (heuuuu... ke mana aja saya selama ini?) tapi nggak cuma saya aja, sih yang baru tahu kalau advan adalah produk lokal. Dalam forum tanya jawab pun ada seorang blogger yang menceritakan kalau selama ini ia menganggap advan ini merupakan produk dari Cina, bukan produk dari Indonesia.(nah, jadi bukan saya doang yang kudet :D

Nah, karena berbasiskan produk lokal inilah Candra Lianto mengharapkan advan mampu menjadi trigger bagi perkembangan dunia pendidikan di Indonesia. Perangkat yang ramah dan terjangkau oleh masyarakat Indonesia tentunya akan mempermudah mempelajari beberapa hal yang diminati oleh masyarakat luas. 

Dalam launching produk X7 tanggal 3 Agustus lalu, Advan juga didukung oleh Intel untuk prosesornya. Tak hanya Intel, Indosat juga memberikan paket data yang spesial untuk advan. 

Prakash Mallya, Managing Director  Intel Southeast Asia mengatakan "Intel memahami pentingnya sinergi dengan pimpinan pasar lokal seperti ADVAN, guna mewujudkan komitmen Intel dalam mendorong inovasi tekhnologi dan membuat tekhnologi tersedia dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia."

ADVAN Vandroid X7 dilengkapi dengan prosesor generasi terbaru dari perusahaan semikonduktor  dunia, intel, Prosesor intel atom X3 Quad, Core 1.0 GHz memiliki keunggulan lebih cepat serta ringan dalam mengakslerasikan beragam aplikasi yang memerlukan data besar secara bersamaan (multitasking) dan mampu menghadirkan kualitas game High Definition (HD) tanpa kendala apa pun. Sangat sesuai untuk para penyuka game. Kelengkapan yang ada adalah yang membedakan ADVAN Vandroid X7 dengan perangkat tablet lainnya.

Untuk mengimbangi standar kualitas prosesor yang digunakan, ADVAN telah melengkapi tablet terbarunya dengan beragam fiture hardware yang mumpuni. Dari desainnya yang menawan, Vandroid X7memiliki bentang layar yang memanjakan mata dengan dimensi 7 inchi HD beresolusi 1024 x 600 pixel. Dilengkapi juga dengan kecepatan RAM 1 GB, perangkat tablet ADVAN  Vandori X7 ini dapar dijadikan teman setia  dalam melatih kemampuan belajar sekaligus bermain.

Tidak hanya itu, demi mendongkrak kinerja kecepatan perangkat tablet secara sempurna, Prosesor Intel Atom X3 mengusung tekhnologi komputasi 64-bit. Secara hitung-hitungan, kemampuan kemampuan pengolahan data yang dimiliki oleh tablet berprosesor  generasi komputasi  di bawahnya (32-bit). Artinya, ADVAN Vandroid X7 tidak menjadi lemot ketika kita mengeksplore berbagai jenis aplikasi  dan game seru. 

Fitur lainnya dilengkapi pula oleh kemampuan kapasitas penyimpanan ruang data (internal memory)  yang cukup besar, yakni 8 GB, sehingga mampu menyimpan aplikasi maupun data foto/video lebih leluasa. Serta dilengkapi pula oleh beragam standar perangkat tablet hi-end lainnya seperti, Dual Camera, Dual Sim Card (GSM+3,5G) , bluetooth V4.0, akses wifi yang cepat, USB OTG, battery 2500 mAh dan yang paling seru  telah dilengkapi pula oleh kemampuan wireless display yang mumpuni. 

Demikianlah, sekilas pengenalan tentang ADVAN Vandroid X7 yang saya kutip dari press realese pihak ADVAN. Melihat spesifikasi yang disajikan, ADVAN Vandroid X& tentunya bisa menjadi penyeimbang tablet yang beredar di pasaran. kerennya lagi, ADVAN Vandroid X7 ini asli produk lokal. Mari berbangga dengan produk Indonesia. Eh iya, dengan kualitas yang sudah ditulis di atas, ADVAN Vandromx X7 dibandrol dengan harga Rp. 1.099.000 dilengkapi pula pulsa Indosat mentari sebesar 240 ribu. Yaks! Lengkap banget, kan? Dengan harga yang sudah miring, dapat bonus pulsa pula ^_^


 Dengan harga terjangkau dan mengikuti perkembangan zaman, Candra Lainto mengharapkan Advan menjadi produk kebangaan di negeri sendiri.

 Ramai yang datang ^_^

baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 5 komentar

Halal Bihalal Dan Launching Piknik Dongeng di Rumah Pak Raden

Gaya Pak Raden ketika mendongeng, jadi inget zaman-zaman kecil dulu kalau nonton si Unyil. Tak sangka pula bisa melihat langsung beliau mendongeng ^_^


Ramadhan bulan lalu, Kak Aio founder Ayo Dongeng Indonesia mengajak kami berbuka puasa di rumah Pak Raden. Awalnya, jadwal yang tersusun adalah tanggal 28 Juni, kemudian dibatalkan menjadi tanggal 4 Juli. Tapi, tanggal 4 Juli pun akhirnya batal, dikarenakan di rumah Pak Raden ada banyak tamu di waktu yang bersamaan. Jadilah kami akhirnya batal buka puasa di rumah Pak Raden. Setelah lebaran, Kak Aio kembali mengumumkan di group kalau tanggal 2 Agustus akan dilaksanakan halal bihalal di rumah Pak Raden. Kebetulan, saat itu saya belum memiliki agenda ke mana-mana, jadi saya mengiyakan untuk turut serta halal bihalal Piknik Dongeng.

Tibalah harinya 2 Agustus kemarin. Kami janjian di stasiun Tanah Abang jam 12 siang. Saya, Kak Desi, Kak Aio, Kak Roro juga Kak Ossy bertemu di stasiun, kemudian naik angkot 09 menuju Petamburan. kami singgah makan siang dulu di rumah makan ayam bakar madu (konon, sebelumnya rumah makan tersebut adalah pecel lele lela) Selesai makan siang dan shalat dhuhur, kami langsung menuju rumah Pak Raden. Ini untuk pertama kalinya bagi saya mengunjungi langsung rumah tokoh legendaris zaman saya kanak-kanak dulu.

Sampai di rumah Pak Raden sudah ada beberapa anak kecil yang duduk di kursi yang sudah berderet di depan rumah Pak Raden. Masuk ke dalam rumah, pak Raden sudah duduk di kursi dengan atribut khasnya, baju hitam, bawahan batik, blangkon juga kumis melintangnya. Kami menyalami Pak Raden satu persatu. Setelahnya, beberapa di antara kami berfoto bersama dengan Pak Raden. Saya baru tahu, kalau Pak Raden kini sudah memiliki tim manajemen yang mengatur beberapa jadwal Pak Raden. 

 Ini gaya Kak Aio mendongeng

Acara dimulai sambutan oleh dua orang panitia. Salah satunya adalah pencetus ide "Piknik Dongeng" manajemen dan tim relawan Pak Raden menginisiasi pembentukan Piknik Dongeng dengan tujuan melestarikan tradisi mendongeng. Acara halal bihalal kemarin juga dijadikan ajang launching Piknik Dongeng yang akan mulai dilaksanakan pada bulan September 2015. Piknik dongeng adalah bentuk sederhana dari cara mendongeng dari dekat. Teman-teman bisa datang langsung ke rumah Pak Raden. Mendengarkan dongeng, melihat panel Timun Mas atau dongeng HC Andersen yang visualnya sudah digambar langsung oleh pak Raden. Di rumH Pak Raden, nantinya teman-teman bisa juga melihat si Unyil dari dekat juga melihat langsung karya lukisan pak Raden yang terpampang di dinding rumah Pak Raden.

Ke depannya, rencana Piknik Dongeng ini tidak hanya mendengarkan Pak Raden mendongeng. Di bawah bengkel seni "Rumah Seribu Kucing" milik Pak Raden, Piknik Dongeng juga akan mengundang sejumlah pendongeng, juga membuka diri untuk program lain seperti workshop mendongeng, pelatihan pembuatan boneka Unyil klasik, nonton film (dongeng) bareng pak Raden dan lainnya.

Ya, dalam halal bihalal dan Piknik Dongeng kemarin, segala usia disatukan. Dari anak-anak, remaja dewasa dan para orang tua. Kami duduk bersama untuk emndengarkan dongeng dari pak Raden dan kak Aio. Dongeng Tiga Batu Ajaib menyihir kami menyimak dengan seksama. Seperti kebiasaannya, Pak Raden mendongeng sambil menggambar. Kami yang besar serius menyimak, apalagi anak-anaknya. Setelah Pak Raden mendongeng, bergantian pula Kak Aio. Tetap dengan gaya khasnya dengan mimik muka yang diubah-ubah sesuai perannya, Kak Aio mendongeng tentang Kak dan cucunya (eh, saya kok lupa judulnya) behehehe....

Beranjak petang, acara pun selesai. Ditutup oleh dongeng dari Kak Aio tentang kisah persahabatan monyet dan kelinci acara halal bihalal dan Piknik Dongeng pun usai. Tak lupa, kami foto bersama. Dan sebelum pulang, membahas sedikit tentang persiapan Festival Dongeng Internasional Indonesia yang akan dilaksanakan pada 31 Oktober-1 November 2015. Yah, begitulah halal bihalal dan Piknik Dongeng kemarin. Mendengar cerita, berkumpul dengan teman-teman dari segala usia. Terima kasih buat Kak Aio yang sudah menjadi perantara saya datang ke rumah Pak Raden. Terima kasih juga buat teman-teman Ayo Dongeng Indonesia. Tak lupa, beribu terima kasih untuk tim manajemen Pak Raden dan tim relawannya.

 Tokoh-tokoh legendari itu
 Mereka di masa kecil kita
Foto bersama ^_^ (ada yang udah pulang duluan, karena datang dari Lampung


 Tak lupa, gaya entah hapa-hapa hahahahaha

 Ruang kerja Pak Raden

 Timun mas
Kembali, narsis berjamaah teman-teman panitia Festival Dongeng Internasional Indonesia
baca selengkapnya...