Bersama dengan adik-adik Kampung Serigala dan Poji tentu saja


Kampung Orang Asli Serigala, apa yang terbayang di benak kita ketika mendengar kalimat tersebut? Sebuah cerita tentang asal muasal serigala? Atau kampung yang dulunya banyak serigala? Kembali, pertanyan-pertanyaan itu juga bergelayut di pikiran saya. Ini masih dalam rangka menghadiri  Eat Travel Write 3.0 (ETW 3.0) di Selangor pada bulan April lalu, lanjutan dari tulisan sebelumnya yang ini di Kampung Felda Kedangsa.

Mendekati pukul empat sore, kami beranjak meninggalkan Kampung Felda Kedangsa, menuju perkampungan orang asli. Lagi-lagi, perut dalam keadaan kenyang lenang. Cuaca panas tidak menyurutkan semangat teman-teman mencicipi lontong yang katanya enak sekali. Perut saya memang sudah tak muat. Inilah kenapa saya tak ikut mencicipinya. 

Menuju Kampung Orang Asli, lagi-lagi kami harus berganti kendaraan dari bus menaiki lori. Melewati jalanan yang sempit, kanan kiri hutan kelapa sawit, kami disambut hujan lebat. Tapi ia tak mengurangi kegembiraan, curah hujan yang tempias ke dalam lori membuat kawan-kawan yang ada dalam lori tertawa gembira. Apalagi, kalai lori menabrak ranting-ranting pohon yang berjuntai di tepi jalan.

Sampai di Kampung Orang Asli Serigala, hujan masih belum reda. Kami disambut oleh para tetua kampung dan anak-anak muda di depan sebuah tempat seperti aula. Berderet-deret meja telah disiapkan berisi lagi-lagi makanan. Ya, dalam itinerary sore itu, kami akan melihat proses memasak Nasi Buluh dan Ikan Buluh. Sekumpulan remaja menyambut kami dengan mengalungkan janur juga memasangkannya di kepala kami. Rangkaian janur yang dibuat kalung dan topi disarungkan kepada seluruh peserta yang hadir. 



Iringan ketukan bambu di atas kayu langsung terdengar. Tiga  orang lelaki di depan kami sedang menyiapkan musik tarian orang asli di antara renya hujan. Disusul beberapa remaja perempuan yang menari mengikuti ketukan bambu di atas kayu tersebut. Dengan make up tipis-tipis juga mengenakan kalung dan topi yang dibuat dari janur pelepah kelapa beberapa anak remaja perempuan menari mengikuti irama ketukan bambu di atas kayu. Terlihat sederhana, tapi istimewa buat saya.



Usai pertunjukan sambutan, dua orang pak Cik langsung beraksi di depan kami. Menunjukan beberapa buluh bambu untuk persiapan memasak Nasi Buluh dan Ikan Buluh. Konon, menurut Pak Cik Buluh bambu yang digunakan untuk memasak bukan sembarang buluh. Ia dicari dari hutan dan sekarang sulit ditemukan. "Kalau bukan untuk sambutan tamu, kami sudah jarang yang mencarinya." Kata Pak Cik yang menyiapkan masakan. Ia meraih buluh bambu, menunjukannya kepada kami. Kemudian, ia menunjukan ikan nila yang sudah direndam dengan beberapa perencah tradisional. 

Ini buluh bambunya


Eh, bumbu tradisionalnya daun lilih aja, sih. Lain-lain itu garam saja dan perisa jika suka. Kemudian, ikan-ikan tersebut dimasukan ke dalam bambu, setelah itu ikan siap untuk dibakar. Setelah selesai pertunjukan ikan, Pak Cik pun menunjukkan bagaimana caranya memasak nasi menggunakan buluh bambu. Caranya, lebih kurang sama. Hanya medianya saja yang berbeda.

Tanpa menunggu lama, kami bisa langsung menikmati sajian Ikan Buluh dan Nasi Buluh. Rupanya, warga Kampung Serigala sudah menyiapkan maskaan untuk kami. Karena proses memasaknya memang lama. Baik nasi mau pun ikannya, rasanya sama-sama enak. Makanan khas tradisional dari Kampung Orang Asli Serigala. Yang bikin saya berkerut kening, sebenernya mengenai daun lilih ini. Mungkin, daun ini hanya ada di hutan-hutan Malaysia.

Poji, mengajak saya ke tepi rumah. Kononnya, mau diminta buat testimoni ala-ala jalan-jalan cari makan yang menyebalkan. Iya, menyebalkan karena ini ada sesi pengambilan video dan saya harus berlakon gitu :D nyahahaha... Rasain banget ini, mah :D tak lama pengambilan gambar, Sham dan panitia lainnya meminta kami cepat-cepat beranjak meninggalkan Kampung Serigala menuju penginapan karena hari sudah semakin petang. Sebelum meninggalkan Kampung Serigala, saya dan Poji sempat mengambil gambar dengan anak-anak Kampung Serigala. Buat saya, hari itu yang paling berkesan adalah di Kampung Serigala. Sayangnya, waktu sangat terbatas. Karena menurut Sham, penginapan Sri Berkat yang akan kami tuju itu sangat jauh dari Kampung Serigala.

Kenapa namanya kampung Serigala? Karena dulunya, di kampung ini banyak serigala berkeliaran.

Ikannya dimasukan dalam bambu


Mbak Olip semangat nyicip

Dikerjain Poji, ala-ala Jalan-jalan Cari Makan :))))))

Semua foto-foto yang bagus di sini milik @akugraphy ^_^ 
Bersambung....


Dokumentasi milik aku graphy :)


Rangkaian tulisan Eat Travel and Write 3.0 Selangor International Culinary Adventure. 13.00 Depart to Felda Gedangsa, Tart Bengkulu Making. Bengkulu tar is an old traditional cookie/dessert by the bengkahulu ethnic from Kuala Kubu Bharu. Sejak pertama kali menerima itinerary Eat Travel Write 3.0 (ETW) 3.0 saya penasaran dengan jadwal tersebut. 

Kamis, 21 April 2016. Selesai dari Sungai Dusun Wildlife menjenguk tapir, kami langsung beranjak meninggalkan tapir-tapir manis nan cantik berkulit licin menuju Felda Kedangsa. Di kepala saya terngiang-ngiang kalimat Bengkulu, salah satu kota di Indonesia. Pun dengan Mbak Olip, saya bertanya penasaran dengan kalimat bengkulu tersebut. Dan rupanya, tukang kuburan itu memiliki rasa penasaran yang sama dengan tart bengkulu.

"Mari kita naik bus lagi dan mari kita makan lagi di tempat yang baru." Ujar Mbak Olip ketika kami hendak menaiki bus menuju Felda Kedangsa.

"Ini sih, namanya eat travel and sleep." Kata saya menimpali sambil tertawa. Dan diikuti gelak yang sama oleh Mbak Olivia..

Jarak tempuh dari Sungai Dusun menuju kampung Felda, saya tak begitu pasti. Tapi, rasanya memang tak begitu lama. Di jalanan yang mulai sempit antara perbatasan kampung Felda, bus menepi dan kami diminta turun semua. Sebuah lori pekerja felda, sudah menunggu kami. Satu persatu, kami turun dan diinstruksikan untuk menaiki lori tersebut. Gelak tawa gembira bersahutan di antara kami, apalagi, ketika Pak Cik lori menaikan dan menurunkan kami melalui tanjakan (halagh, ini saya nyebutnya apa, sih? hahahah) jadi, naik ke lori itu ada tuasnya. Trus, tuasnya ditarik otomastis itu tempat naik turun penumpang bisa dikendalikan. Kita tinggal berdiri aja. Kemudian saya bingung dengan penjelasan sendiri :D :P

Rumahnya asri...


Matahari, sedang terik-teriknya saat kami tiba di Felda Kedangsa. Warga Felda kedangsa sudah menunggu kami di salah satu rumah yang asri, dengan banyak tanaman bebungaan di halaman depan juga samping rumah. benar seperti tebakan kami, makanan yang menyelerakan sudah tersedia dengan manisnya di atas meja. Tinggal menunggu kami saja untuk menyentuhnya. Teman-teman berebut menuju minuman dingin dengan perisa kedondong. Tidak menunggu lama, minuman dingin tersebut habis sekelip mata. Rasanya, enak dan segar ^_^

Ramai menonton dan menyimak 


Tak lama, kami langsung diajak menuju ke belakang rumah. Rupanya, di belakang rumah ada sebuah gubuk yang sepertinya memang khusus dijadikan tempat untuk memasak kue tar bengkulu, atau bahkan kue-kue lainnya. Teman-teman media dan blogger langsung berebut masuk mengerubungi Mak Cik yang sudah duduk menghadap adonan kue. Bahan-bahan tar bengkulu tepung terigu, telor, gula, minyak dan santan. Semua diuleni dalam satu wadah dan manual menggunakan tangan. Mak Cik  piawai sekali mencampur dan mengaduk bahan-bahan. Sementara anaknya, menerangkan kepada kami mengenai muasal tar bengkulu kepada kami.



Setelah bahan semua diuleni dalam satu wadah, ia dibentuk dua macam. Dibentuk seperti daun dengan isi kelapa dan bentuk bulat diisi selai nanas. Melihat Mak Cik bekerja, cepat saja sepertinya. Cekatan sekali tangannya membentuk puluhan tar bengkulu. Setelah selesai dibentuk, baru kemudian dipanggang di atas api dengan bahan kayu bakar. Ya, kayu bakar. Bukan di oven kekinian. Konon, untuk menjaga keaslian kue. Cuaca panas, ruang yang sempit dan adanya tungku kayu membuat badan ini basah oleh keringat.  Tapi, teman-teman media dan blogger tetap antusias memperhatikan.

Selagi menunggu tar bengkulu masak, saya berbincang dengan salah seorang Pak Cik yang saya lupa namanya karena catatan hilang (tepatnya ketinggalan di salah satu penginapan). Pak Cik ini keturunan Indonesia.. Datuk neneknya asli Bengkulu-Sumatra ia dilahirkan di Malaysia dan sesekali masih pulang ke Indonesia. Darinya, saya tahu kalau tart bengkulu merupakan salah satu kue tradisional di Felda Kedangsa. Dinamakan tart bengkulu, karena awalnya mereka belajar membuat kue tersebut dari nenek dan ibu mereka yang asli Bengkulu-Indonesia.

Selesai ngobrol dengan Pak Cik, rupanya teman-teman sudah mencicipi tar bengkulu. Aroma kue tercium dan tak sabar ingin mencobanya. Sayangnya, perut ini dalam keadaan kenyang, sehinggalah tidak bisa banyak mencicipinya. Rasanya enak, gurih santannya terasa, apalagi ditambah isi kelapa semakin menyatulah perpaduan kelapanya. Kalau kata Mbak Olip dan Mas Danang, tar bengkulu sekarang dikembangkan menjadi nastar :D hehehehe.

Selesai mencicipi kue, saya beranjak ke depan dan teman-teman yang lain rupanya sedang menikmati lontong dan lainnya. Saya sudah angkat tangan, tidak muat lagi perutnya menerima apa pun. Meski Mbak Olip dan Mas Eka manas-manasin kalau rasanya enak. Huehehehe... Sebelum pulang, saya sempat bertanya dengan Mak Cik-Mak Cik yang masih membuat kue, katanya kalau dijual harga tar bengkulu adalah RM. 70/100 biji. Berarti kalau dijual satuan 70 sen per biji. Dan, kalau musim lebaran pesanan tar bengkulu ini banyak.

Tar bengkulu, kenapa ada di Felda Kedangsa Malaysia? Pertanyaan saya terjawab sudah. Dan hebatnya, mereka masih mempertahankan kue tradisional turun temurun tersebut. Di Bengkulu sendiri, saya belum tahu.

Dibakar di atas tungku dan di atasnya pun ada kayu bakar yang menyala

Tar bengkulu yang sudah jadi


Mak Cik ni tekun sekali










Bertempat di Empiricia Jakarta, hari ini 26 Mei 2016 Vivo kembali meluncurkan produk terbaru mereka, V3 dan V3 Max. Produk terbaru V dari vivo mengedepankan kecepatan dalam performanya sebagai pelengkap kebutuhan kaum Urban yang fun dan energetic. Tak hanya itu, vivo memperkenalkan seorang artis papan atas Indonesia sebagai brand ambasadornya yaitu Agne Monica. Agnes Mo, dianggap mewakili kepribadian yang sangat dekat dengan nilai-nilai yang diusung oleh vivo, fun, energetic and young

Duran Dong, Chief Executive Officer vivo Indonesia menjelaskan “Baik bisnis smartphone secara global maupun bisnis smartphone di Indonesia, setiap harinya pasti mengalami pertumbuhan. vivo mempunyai semangat untuk berani mengejar kesempurnaan yang sesungguhnya, sambil terus menciptakan kejutan-kejutan yang inovatif. Berdasarkan hasil riset IDC, pada kuartal pertama vivo berhasil menduduki posisi ke-5 dan melampaui produsen asal Cina lainnya seperti Xiaomi dan Lenovo. Vivo juga menjadi salah satu produsen smartphone yang memiliki pertumbuhan paling cepat di dunia. Sementara itu 4 vendor lainnya yaitu Samsung, Apple, Huawei dan Oppo. ”

Vivo Seri V terbaru yaitu V3 dan V3Max memiliki fitur unggulan, antara lain:  

Faster Than Faster 
Lini produk seri V memperkenalkan fitur akses sidik jari  (faster finger print unlocking) yang cepat, dengan mode 360 derajat yang sangat cepat. Menggunakan sistem pengenalan sidik jari dengan sentuhan yang mampu membaca data sidik jari hanya dalam tempo 0,5 detik. Lebih cepat dan responsif
Fast Split Screen Multitasking, fitur ini memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para penggemar smartphone dalam melakukan multitasking. Pengguna dapat menonton video streaming sekaligus membalas pesan
Fast Charging, V3 Max memiliki teknologi penghematan daya yang inovatif dan pengisian ulang daya baterai yang cepat. Pengisian daya baterai dalam 5 menit dapat memutar musik selama 2 jam

4GB RAM, produk V3Max memadukan 4GB RAM dengan Snapdragon Octa-Core CPU untuk meningkatkan kestabilan dan kecepatan yang kinerjanya 100% lebih baik dari produk sebelumnya.

Smartphone pertama yang dilengkapi dengan VIVO AK4375 Hi-Fi Chip yang memberikan kualitas pemutaran audio dan video bermutu Hi-Fi.  
vivo smartphone menciptakan produk bagi orang-orang yang energik, trendi, kaum muda urban yang suka mencari kesenangan. 
vivo smartphone memiliki penampilan yang luar biasa, audio kelas profesional, dan performa ponsel yang memberikan pengalaman yang cepat dan halus bagi pengguna

Digandengnya Agnes Mo dalam kolaborasi ini karena dianggap mewakili kaum urban, “Karakter Agnes yang identik dengan suara tinggi serta penampilan energetik memberikan kesenangan tersendiri bagi para idolanya yang sebagian besar adalah anak muda. Ia juga tak hanya menyuguhkan seni tarik suara dalam tiap penampilannya tapi juga tarian penuh semangat. Agnes memiliki performa yang merepresentasikan nilai-nilai vivo dan juga semangat yang tinggi serta langkah cepat dalam mencapai tujuannya.” Imbuh Duran Dong, Chief Executive Officer vivo Indonesia.

"Semangat vivo untuk terus selalu berinovasi, mengedepankan performa cepat sangat dekat dengan dunia entertainment yang saya jalani ini. Desain yang fashionable, kualitas audio kelas profesional dan performa kecepatan yang diusung oleh V3/V3Max melengkapi kebutuhan kaum urban yang memiliki jiwa fun, young dan energetic. Tiga semangat vivo tersebut juga saya rasakan dalam segala aktivitas saya sehari-hari sebagai public figure." Jelas Agnes Mo. 



Akhir-akhir ini, kita sering melihat persaingan ketat yang terjadi antara satu online shop dengan online shop yang lainnya, terutama dalam hal harga untuk menarik minat konsumen. Bagi kita yang awam sih paling nanggepin persaingan itu dengan hati yang senang karena yang pasti, kita lebih banyak diuntungkan dengan harga-harga yang murah. Lebih-lebih kalau diskonnya benar-benar diluar akal sehat. hehe...

Kali ini nih, salah satu olshop di Indonesia yang cukup terkenal sejak dulu sering memberikan diskon gila-gilaan pada momen-momen tertentu salah satunya adalah Lazada. Pernah dengar nggak sih kalau olshop yang satu ini sudah menyediakan ‘page khusus’ untuk Ramadhan Sale dengan tema Ramadhan Festival dimana kamu akan menemukan diskon besar-besaran hingga 80% di hari spesial tersebut mulai dari tanggal 28 hingga 30 Juni 2016.

Tapi kalau kamu membutuhkan sesuatu untuk mempersiapkan diri dalam rangka menyambut Ramadhan terutama jika kamu ingin memperbanyak ibadah dengan membaca al-quran, atau ingin tampil lebih syar’i di moment--dimana ibadah mendapatkan ganjaran berkali-kali lipat ini, kamu bisa mengecek beberapa al-quran keren dan cantik serta beberapa pakaian muslim seperti gamis, baju koko, hingga mukena dengan harga yang sudah pasti murah.

Tapi murah aja tentu tidak cukup. Selain murah kita juga membutuhkan barang yang berkualitas. Nah, Lazada adalah salah satu tempat dimana kita bisa berbelanja tanpa perlu khawatir mengenai kualitas barang karena di sini yang pasti ada banyak barang berkualitas namun dijual dengan harga yang miring. Lebih-lebih, pilihannya sangat banyak sehingga kamu yang memiliki minat khusus terutama dalam bidang fashion akan leluasa untuk memilih pakaian yang kamu sukai.

Gak tanggung-tanggung, pesta diskon Ramadhan Festival ini menyediakan pakaian muslim terbaru dan memiliki koleksi yang cukup lengkap baik untuk anak-anak, pria, maupun pakaian fashion wanita. Selain itu ada juga tasbih, alquran, buku-buku agama islam, alquran digital, hingga peralatan elektronik dan kebutuhan dapur untuk memasak selama Ramadhan juga tersedia.

Lebih-lebih, di online shop Lazada Indonesia kita bisa membeli dengan cicilan 0% menggunakan kartu kredit, menyediakan hampir semua bank untuk transfer, bahkan online shop yang satu ini juga sudah bekerjasama dengan Klikpay, Hellopay, dan tidak ketinggalan juga tersedia cash on delivery atau COD yang membuat kita aman dan merasa nyaman saat berbelanja karena kita bisa membayar sesaat setelah barang diterima. Begitu juga dengan free ongkir atau gratis ongkos kirim ke beberapa kota besar di Indonesia seperti Jabodetabek hingga kota-kota di luar pulau Jawa seperti Balikpapan, Makassar, Denpasar, Palembang, Samarinda, dan lain-lain. Seru kan!? Buruan OTW ke Lazada Ramadhan-Sale!

Desi bersama dengan majikannya Puan Munirah

“Mbak Anaz di mana? Aku di parkiran.” Setelah sibuk mencari wifi gratisan di bandara, akhirnya saya bisa berkomunikasi dengan Desi, salah seorang teman yang akan menjemput saya di Bandara Kuala Lumpur Insternastioanl Air Port (KLIA) 2 pada 12 Oktober 2015.

“Mbak Anaz di parkiran depan. Di pintu kedatangan internasional.” Rupanya, Desi masih berada di dalam area parkiran bandara. Akhirnya, saya kembali masuk ke dalam area mall KLIA 2 untuk mencari Desi. Alhamdulillah, kami langsung bertemu. Desi mengajak saya menuju mobil yang berada di area parkiran setelah kami bersalam bertanya kabar dan langsung membawa saya ke Shah Alam. 

Saya duduk di samping kemudi. Desi terampil mengendarai mobil, menembus jalanan Sepang yang lengang. Selama perjalanan, kami asyik berbincang berbagai macam topik. Dari mulai menanyakan kabar biasa secara personal, juga sedikit membahas tentang dunia tenaga kerja. Sampai tak terasa, kami sampai di Shah Alam di rumah majikannya Desi. Ya, Desi merupakan salah seorang teman yang bekerja di Malaysia di sektor rumah tangga. 

Ia menyilakan saya masuk ke rumah majikannya. Melewati ruang tamu yang sangat besar, menuju ruang tengah, melewati meja makan, dapur dan sampai ke kamarnya Desi yang berdekatan dengan dapur. Jangan dikira kamarnya sempit dan sumpek. Kamar Desi besar, kamar mandi pun ada di dalamnya. Desain minimalis berwarna putih mendominasi kamar Desi. Juga seperangkat lemari, meja yang ada di dalamnya. 

“Mbak Anaz istirahat aja. Capek di perjalanan.” Saya tertawa menanggapi tawarannya. Perjalanan Jakarta-Kuala Lumpur tidaklah sejauh mana, jadi saya mengabaikan pesan Desi. Saya lebih tertarik melihat dia melakukan aktivitas di rumah majikannya.

Desi Lastati, gadis berusia 24 tahun ini sudah bekerja selama lima tahun di Malaysia. Bekerja di sektor rumah tangga dengan majikan etnis melayu. Perempuan yang mempunyai hobi traveling ini ketika kecil bercita-cita menjadi seorang penulis. Tapi, siapa sangka, garis hidupnya mengantarkan ia menjadi seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) di Malaysia. Lulus dari salah satu Sekolah Menengah di Temanggung, ia mengikuti jejak kakaknya merantau ke Malaysia. Berbekal passport dengan visa pelancong, ia mengadu nasib berharap dapat mengubah garis hidup yang lebih baik.

Desi dengan bukunya


“Saya terdesak, Mbak. Yang penting dapat kerjaan majikan muslim. Karena sebelumnya, waktu di Indonesia saya pernah bekerja dengan beberapa majikan berbeda etnis, tapi saya nggak cocok.” Itu jawaban Desi ketika ditanya niat dan tujuannya bekerja di Malaysia. 

Desi, barangkali menjadi salah satu TKW yang beruntung di Malaysia. Selama dua tahun, ia menjadi pendatang ilegal tanpa ada permit kerja. Saat ia masuk ke Malaysia, usianya belum mencukupi untuk bekerja (saat itu, Malaysia menetapkan minimal usia pekerja adalah 25 tahun). Itulah kenapa majikannya tak membuatkan permit kerja. Selama dua tahun menjadi pendatang ilegal, majikannya memberikan peluang ia belajar bahasa Inggris di Cambridge. Buatnya, kesempatan belajar di Cambridge adalah pengalaman berharga. Di kelas, ia satu-satunya pelajar Indonesia.

“Bahkan saya pernah dikira anak duta besar, karena tinggal kawasan mewah.” Cerita Desi sambil tertawa. Ya, majikan Desi tinggal di perumahan mewah di daerah Shah Alam. Sore itu, setelah saya tak menghiraukan tawarannya untuk beristirahat, saya mengtuntit Desi yang akan menyiapkan masakan malam. Rumah dua tingkat yang sangat besar itu dihuni oleh satu keluarga. Majikannya memiliki tiga orang anak. Selain Desi, ada juga salah seorang PRT yang khusus mengasuh anak bungsu majikan. Ia sama-sama berasal dari Tulungagung. 

Jalan-jalan ke Australia bersama dengan keluarga majikan


Desi, selain sibuk mengurus rumah, ia juga mengurusi beberapa pekerjaan lainnya. Saat majikannya mengelola butik, Desi pun diminta mengurusnya. Bolak-balik rumah butik menjadi salah satu rutinitas pekerjaannya sehari-hari setelah menyelesaikan pekerjaan rumahnya. Karena kesibukannya itulah, majikannya memberikan kepercayaan untuk mengambil lesen (SIM) di Malaysia. Satu buah mobil Myvi menjadi pegangan Desi sehari-hari. 

Tahun 2012, Desi mengambil sesi kuliah di Universitas Terbuka Kuala Lumpur. Mengambil jurusan komunikasi, Desi berharap bahwa ketika ia pulang ke Indonesia, mampu bersaing mencari pekerjaan dengan ribuan orang-orang berijazah lainnya. 

Esok paginya, saya kembali menyaksikan aktivitas Desi. Menyapu, mengemas, mengepel rumah dan membuat sarapan pagi. Ia cekatan sekali bekerja. Badan kecilnya, dengan gesit menyapu bersih semua pekerjaan dalam sekejap. Setelah ia selesai mengerjakan semua tugasnya, ia mengajak saya sarapan, menyiapkan diri untuk berangkat ke Chow Kit, menghadiri acara workshop bloging.

Saya terkesima melihat Desi dengan segala aktivitasnya. Desi, mematahkan stigma TKW Malaysia yang acap terlihat dan terdengar di berita-berita. Teraniaya, disiksa majikan dan serupa kabar-kabar buruk lainnya. Semoga keberkahan selalu menyertai Desi. Baik ketika di Malaysia, mau pun setelah kembali ke Indonesia. Senang bisa mengenal Desi. 

Sebab bekerja menjadi PRT di Malaysia, mengantarkan Desi menjadi penulis. Beberapa buku antologi telah selesai dibuatnya. Pun ia selalu rajin menulis di blog pribadinya. Ditunggu buku ketiga, keempat dan seterusnya ^_^ 

Rumahnya besar beudddd

Ukuran meja makan segini, Desi acap masak sendiri untuk memenuhi isi meja

Bahkan menguras kolam pun ia kerjakan. Edyan!






Tempat Desi banyak berkutat, dapur :)



Sukses dimulai dengan rencana yang baik. Sebuah rencana yang baik, pada gilirannya, dimulai dengan penelitian untuk memahami solusi yang mungkin menawarkan hasil terbaik untuk tantangan Anda seperti digital marketing powerfull Empat studi baru tentang digital marketing menjawab siapa, apa, di mana, mengapa, dan ketika pemasaran digital, memberikan kita wawasan tentang solusi tepat untuk merek dalam setiap vertikal.

Konten sosial Kalender. Sebuah upaya pemasaran yang sukses bergantung pada kemampuan Anda untuk memberikan konten yang penonton inginkan, ketika mereka menginginkannya. Mencari tahu dua komponen ini dapat menantang, sehingga BuzzStream dan Fractl (majikan saya) melihat lebih dekat pada pembagian antara 11 vertikal yang berbeda selama enam bulan untuk menemukan pola dengan konten populer.Format ini puncak pada bulan Oktober, namun mendapatkan saham yang kuat pada bulan Agustus dan November juga. Bagaimana-untuk artikel ini adalah format yang paling sukses untuk makanan vertikal, mendapatkan 37% dari seluruh saham selama periode penelitian kami. Bagaimana-untuk artikel juga melakukan kuat untuk berita vertikal - mendapatkan tempat dekat kedua - dengan 22% saham.

Daftar memimpin berbagi konten di musim panas. Pada bulan Juni sampai Agustus, format ini menghasilkan antara 17K dan 24K saham secara konsisten setiap bulan. Daftar juga jenis konten terkuat untuk kesehatan dan perjalanan vertikal, dan dasi untuk format yang paling-berbagi dalam makanan vertikal. Jenis konten ini, yang biasanya mengajukan pertanyaan atau menggambarkan wawasan seperti apa Bartender Sebenarnya Pikirkan Minum Pesanan Anda, muncul sebagai format paling berisiko dalam penelitian kami, produktif baik yang tertinggi tinggi dan terendah rendah di berbagi sosial lebih dari enam bulan. Apa-posting dibubuhi 29K saham pada bulan Oktober dengan lonjakan berita vertikal; Namun, apa-posting jarang menerima bahkan 1K saham pada bulan Juni atau Juli.

Mengapa Tulisan. Konten yang menjelaskan - disebut mengapa-posting - adalah kedua format yang paling-bersama dan menerima perhatian yang besar di musim gugur, penghasilan rata-rata 24K saham per bulan pada bulan September, Oktober, dan November. Mengapa-posting berpenghasilan sangat kuat dalam gaya hidup vertikal, akuntansi untuk 36% saham secara keseluruhan. Video meraih 27-35% dari saham dalam pendidikan dan hiburan vertikal, tetapi peringkat terakhir bagi banyak vertikal lainnya. Tren Video mungkin orang untuk menonton karena keduanya Facebook dan Twitter bersaing untuk saham dalam format ini.


Membeli mobil bekas merupakan salah satu pilihan alternatif bagi anda yang memiliki anggaran dana yang pas-pasan untuk membeli mobil. Anda harus pintar menyesuaikan kebutuhan dengan dana yang anda miliki. Jika anda menginginkan mobil yang bisa digunakan untuk berkendara bersama keluarga, beli Daihatsu Xenia bekas dengan harga miring bisa jadi merupakan pilihan yang tepat untuk anda dan keluarga.

Sebelum anda memutuskan untuk beli Daihatsu Xenia bekas, anda perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut ini
1. Keadaan mobil
Dikarenakan mobil yang akan anda beli merupakan mobil bekas, anda harus benar-benar memastikan kalau kondisi serta keadaan mobil tersebut masih dalam kondisi yang baik dan layak pakai. Dengan memastikan kondisi mobil, anda bisa menentukan harga yang pantas untuk mobil tersebut. Selain itu, anda bisa mengetahui kerusakan dan perbaikan apa saja yang sekiranya perlu dilakukan kepada mobil bekas tersebut. 

2. Harga mobil 
Sebelum membayar mobil Daihatsu Xenia bekas yang anda inginkan, ada baiknya apabila anda mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai harga pasaran mobil bekas Xenia agar anda bisa melakukan perbandingan serta tidak merasa tertipu oleh pihak penjual. Kisaran harga mobil Xenia bekas dimulai dari harga 80 juta-an tergantung dari kondisi, model, serta tahun produksi

3. Tentukan metode pembayaran
Harga mobil bekas tentunya lebih murah dibandingkan harga mobil baru. Untuk itu, akan lebih baik apabila anda sudah menyiapkan uang tunai untuk segera melunasi pembayaran mobil bekas tersebut, karena melakukan pembayaran secara kredit bisa membuat anda merasa dirugikan walaupun sedikit dikarenakan harga pembayaran kredit bisa jadi menyamai harga awal mobil baru.

Beli Daihatsu Xenia bekas setelah mempertimbangkan ketiga hal tersebut diatas akan menjadi lebih mudah, terlebih lagi dengan bantuan showroom online profesional, Mobiloka. Mobiloka akan membantu anda mendapatkan mobil yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan anda. Dengan mengakses situ Mobiloka.com, kapanpun dan dimanapun anda bisa melakukan transaksi jual-beli mobil baru maupun bekas bersama Mobiloka.com. Transaksi jual-beli mobil kini lebih mudah, nyaman, dan aman dengan hadirnya Mobiloka.



Meta Description: Jangan hanya gemar menggunakan mobil kesayangan untuk bepergian. Kondisi mesin dan sistem pada mobil juga harus dijaga dengan baik untuk mendukung performa mobil.
Blogger: anazkia.com


Bila sudah memutuskan untuk memiliki mobil kesayangan , tentu saja perawatan mobil juga wajib diperhatikan. Memiliki mobil bukan sekadar memilih yang terbaik dari Mobil123.com . sebab ada banyak hal lain yang patut dirawat dengan seksama agar kondisi mobil senantiasa prima.

Kaum wanita tidak perlu khawatir dengan cara menjaga kondisi mobil. Sebenarnya proses merawat mobil sama sekali tidak sulit. Hanya perlu memperhatikan beberapa hal penting ini secara teratur.

Mengecek Kondisi Ban

Ban adalah komponen mobil yang paling sering rusak. Wajar saja sebab ban merupakan bagian yang bersentuhan langsung dengan jalan raya. Kondisi jalan raya yang rusak dan intensitas pemakaian mobil yang tinggi membuat ban jadi semakin mudah bocor atau rusak. Jadi, sebelum bepergian usahakan untuk selalu mengecek kondisi ban mobil.

Mengganti Oli Secara Teratur
Bukan hanya wanita, para pria pun sering lupa mengganti oli secara teratur. Padahal performa mesin mobil sangat ditentukan oleh penggantian oli. Cara paling mudah untuk menentukan waktu ganti oli adalah melihat jumlah kilometer yang sudah ditempuh. Cara ini biasanya juga digunakan oleh bengkel mobil resmi ketika menangani perawatan mobil yang masih memiliki jaminan servis gratis.

Pemeriksaan Rem Mobil
Pemeriksaan rem mobil biasanya dilakukan bersamaan dengan proses penggantian oli. Rem mobil yang berada dalam kondisi baik akan menjamin keselamatan pengemudi saat berkendara. Sebab kondisi jalan raya yang padat menuntut pengemudi untuk ekstra hati-hati ketika melakukan pengereman.

Jangan Lupa dengan Sistem Listrik
Sistem listrik pada mobil mencakup lampu, pendingin udara, dan sistem untuk menyalakan mobil. Jika sistem listrik mobil masih berada dalam keadaan baik, menyalakan mobil, lampu, dan pendingin udara bukanlah hal yang sulit. Ketika mengganti oli dan melakukan pemeriksaan mesin, sempatkan pula untuk memeriksa sistem listrik pada mobil.

Wiper Pun Tak Kalah Penting
Wiper adalah bagian kendaraan yang kerap diabaikan ketika berkendara, terutama di musim panas. Padahal wiper sangat penting untuk menjaga jangkauan pandangan mata ketika sedang hujan. Sesekali sempatkan diri untuk memeriksa kondisi wiper mobil. Pastikan gerakan wiper masih gesit dan tidak menimbulkan goresan-goresan pada kaca depan mobil.

Karena menjaga kondisi mobil sesungguhnya tidak sulit, kaum wanita pun bisa melakukannya. Cukup luangkan waktu sebentar saja untuk menjaga performa mobil agar tetap prima dan aman untuk dikendarai setiap saat.


Sumber:
herworld.co.id/mobile/article/2015/4/2787/Yang-Perlu-Wanita-Tahu-Tentang-Perawatan-Mobil
vellimarwan.com/kiat-praktis-merawat-mobil-bagi-para-wanita/