Slide 1 Slide 2 Slide 3 Slide 4 Slide 5
Diposting oleh Anazkia Aja | 8 comments

Resep Sambal Terong Dicabein



Resep sambal terong dicabein ini beneran resep ngasal :D. Muasalnya, ketika pada suatu hari saya pulang ke kampung halaman, Bude saya bikin sambal terong. Selama ini saya nggak pernah bikin sambal kayak gitu. Trus, pas dimakan kok enak. Beneran enak, hanya saat itu Bude saya komposisi terasinya lebih banyak, jadi pas abis makan itu meski sudah cuci tangan masih terasa bau. Beberapa hari di kampung disajikan sambal tersebut, saya jadi suka. Dan bertanya-tanya apa resepnya. Rupanya sederhana saja, seperti memasak sambal biasa.

Bahan

Terong, digoreng
Cabai merah, cabai rawit
Bawang merah
Bawang putih
Tomat
Terasi
Semua bahan di atas digoreng
Garam+gula+penyedap rasa kalau suka 

Semuanya secukup rasa aja, soale yang nulis ini tukang masak amatir ahahahaha :D. Campurkan semua bahan, cabai, bawang, tomat dan terasi tambahkan gula dan garam kemudian diulek. Kalau kira-kira sudah halus, tambahkan terong goreng kemudian campurkan sambal yang sudah diulek. Baru nikmati sambal tersebut dengan lauk yang lain. Misalnya, daun pucuk ubi yang udah direbus, daun pucuk paku yang udah direbus atau apalah lalapan lainnya. Suka-suka yang makan aja. Ini yang nulis resep ikhlas nggak, sih? :D :))))

Nah, ngomong-ngomong sambal terong di atas, kenapa dikasih nama sambal terong dicabein? Itu karena keponakan saya kalau Bude bikin sambal terong pasti dia nyanyi, "Terong, terong dicabein" bahahahaha...

Sejak dari kampung, saya tak pernah membuatnya lagi sewaktu di Serang. Pada suatu hari, ketika saya berada di Kediri seperti biasa saya singgah di padepokannya Mas Naim, Mahanani. Mahanani, buat saya seperti rumah ke sekian ketika berkunjung ke beberapa kota. Di sana, saya biasa menyiapkan sendiri makanan (kadang tinggal makan doang, karena sudah ada yang masak) sore itu, setelah acara dari Tumpakdoro saya dan Chipto pulangnya jam delapan malam. Maka mendekamlah kami sebelum pulang di Mahanani. 

Malam itu di Mahanani ada acara, jadi makan malam kami menyiapkan sendiri. Geyayapan buka kulkas, di kulkas ada tahu, cabai, tomat dll. Ibu Mas Naim sibuk meminta maaf karena katanya nggak ada apa-apa. Padahal sekulkas penuh isi tahu dan makanan mentah lain hehehe. Di dekat cucian piting ada dua buah terong ungu. Saya tanya Mas Naim boleh dimaska apa enggak.

"Masak aja, Mbak." Ibunya juga bilang, "Masak aja," yah wis, setelah menggoreng tahu, saya goreng terong sambil menyiapkan bawang, cabai dan tomat.

"Mbak Anazkia masak apa?" ahahaha... Khas Mas Naim itu dia kerap memanggil nama saya dengan lengkap. Mbak Anazkia dan itu kedengeran nggak enak di telinga. 

"Nggak tahu masak apa?"

Iya, saya nggak tahu masak apa. Saya inget aja sambal terong yang Bude buat. Malam itu nyoba resep asal-asalan dan iseng. Dan makan malamlah kami dengan sambal iseng-iseng. Langsung tandas tak bersisa dong :)))) dimakan kami berempat, saya, Chipto, Puguh dan Mas Naim. Pulang ke Serang, kadang bikin juga sambal terong. Sekarang, di kosan sering nyambal terong juga. Trus, kemarin hari Selasa, teman-teman pada datang juga dimasakin sambal terong aja ehehehe. Trus mereka suka.

"Kak Anaz buka warung makan aja," kata Kak Willi

"Isk, Kawil ini kayak Nopy aja, nyuruh saya buka warung makan," Selasa lalu itu, Kawili datang siang hari. Dan malamnya, Novy dan Diaz juga datang ke kosan.

"Iya, sih, Kak Anaz. Kak Anaz buka warung makan aja," kembali Novi mengungkit. Sebelumnya, sejak lama dia memang kerap jadi kompor saya disuruh buka warung, jualan sambal :D :)))))

"Iya, buka warung. Nanti yang beli kalian aja," :P

Setelah kasuraip dan teman-teman di Cilegon yang suka dengan sambal asam tongkol, kini kawan-kawan di Jakarta berubah pula menyukai sambal terong dicabein :D. Etapi mereka belum ngerasain aja, sih, sambal asam tongkol ^_^

Koleksi fotonya Puguh

Para kuli kardus :D :P

baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 10 comments

Kereta Ekonomi Kembali Ada Subsidi



13 Januari lalu saya menulis tentang dihapuskannya subsidi kereta ekonomi di sini. Saya menuliskan tentang kekhawatiran penghapusan subsidi karena akan menghambat perjalanan ke luar kota bersama dengan teman-teman dari Blogger Hibah Buku. Sebelum menulis tersebut, saya pernah membaca di salah satu berita on line kalau subsidi akan kembali ada untuk kereta ekonomi, tapi saya tak ingat pasti kapan tepatnya ia akan berlaku. Seingat saya bulan Maret. 

Nah, malamnya di group whatsapp Hibah Buku salah seorang teman, Lia mengirimkan link ini. Di situ ditulis dengan jelas mengenai kembali adanya subsidi untuk kereta ekonomi. Tahun 2015 ini subsidi kereta ekonomi sebesar Rp. 1.523. 737. 021. 893 (Rp. 1, 52 triliun) Katanya jumlah ini naik 240 milyar, lebih besar dari tahun lalu yang hanya Rp. 1, 224 triliun. Ini dikarenakan adanya inflasi kenaikan Tarif dasar Listrik (TDL) dan kenaikan harga BBM.

Subsidi ini tak sepenuhnya untuk kereta jarak jauh. Tapi ada pembagiannya sendiri-sendiri. Untuk kereta jarak jauh, subsidinya sebesar Rp 115.068. 716. 485. Sedang untuk kereta jarak sedang adalah Rp. 131. 853. 748. 878. Rp. 44. 304. 482. 366 untuk KRD Ekonomi. Rp. 734. 232. 650. 504 untuk Komuter Line Jabodetabek. Dan untuk subsidi angkutan lebaran 2015 adalah Rp. 13. 797. 438. 819.  Komuter Line Jabodetabek kembali mendapatkan subsidi paling besar karena memiliki jumlah penumpang paling banyak setiap harinya. Selain itu subsidi diberikan untuk tetap menjaga tarif, sehingga masyarakat Jabodetabek lebih memilih naik KRL untuk mengurangi macet.

Nah, subsidi ini dimulai mulan Maret. Untuk perjalanan bulan Februari masih menggunakan tarif baru tanpa subsidi. Alhamdulilah....Terima kasih kepada dirut dan seluruh jajaran KAI.  Bersyukur. Entahlah, saya merasa begitu senang ketika membaca berita ini :)


Suasana di dalam kereta ekonomi (dokumentasi sendiri) 

kalau ini mah si Arie somplak :P




baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 34 comments

[KEB ] Tidak Percaya Diri yang Membawa Prestasi

Kenangan 2013 lalu saat terpilih sebagai Acer Srikandi Blogger favorit 2013 ^_^


Saya bukanlah orang-orang pertama yang ada di group facebook Kumpulan Emak-Emak Blogger (KEB), saya juga bukan bagian dari asal muasal terbentuknya komunitas KEB. Tapi saya masih ingat ketika awal mula bergabung di group KEB. 2012, saat itu saya masih berada di Malaysia. Entah apa bulannya, saya sudah lupa. Berawal dari pertanyaan-pertanyaan di salah satu group facebook salah satu komunitas, ada teman blogger yang bertanya kepada saya mengenai KEB. "Saya tidak tahu menahu" jawab saya saat itu ketika ada teman yang menanyakan.

Ya, saat itu saya memang tidak tahu kalau ada group KEB. Eh, sebelumnya saat itu twitter saya difollow oleh @Emak2Blogger. Sungguh saat itu saya begitu penasaran. Saya berondong pertanyaan kalau mereka itu siapa, tak ada jawaban. Dan pertanyaan itu menguap begitu saja. Sampai suatu hari, tiba-tiba saya sudah ditarik ke dalam group KEB. Ya, sudah. Begitu saja seingat saya. Saya termasuk member yang jarang  berinteraksi di group KEB. Tapi kerap menjadi pembaca keadaan. Minder dan nggak percaya diri lebih seringnya :))))) (tabok jidat sendiri) bahkan pernah, suatu hari ketika menghadiri undangan komunitas di salah satu caffe di Jakarta, saya menyingkir dari kerumunan ketika teman-teman sedang berfoto-fiti. Diam-diam saya beranjak, duduk di luar. Saya sudah mengambil goodie bag sebelum keluar. Tapi, tak dinyana salah seorang makmin KEB membawakan saya gooodie bag lagi. Yak ampunnnn.... Betapa terharunya saya. Terima kasih, Makkkkk

Sampai pada awal tahun 2013, KEB heboh dengan ajang pertamanya perhelatan Srikandi Blogger. Saya melihat sekilas saja. Tak tertarik untuk mendaftar. "Bukan kapasitas saya" ujar saya dalam hati. Tapi kemudian dorongan itu datang dari jajaran makmin. Saya masih ingat, bagaimana Mbak Indah menyemangati saya lewat twitter. Mbak Lusi yang tak henti menyemangati. Sampai akhirnya, dengan bekal membuat cv hasil bertanya dari anak menantu majikan saya, mengirimlah saya berkas-berkas yang dibutuhkan. Kirim, lupakan. Sampai suatu hari Mbak Lusi mention saya di twtter kalau masuk 50 besar. Senang? Iya, pasti. Bohonglah kalau saya nggak senang. Tapi yaitu, ada ada kalanya batas bahagia dan duka itu sama-sama mengeluarkan air mata. Woiiii!! baru lima puluh besar! (Tabok-tabok pipi)

Kemudian, berlalulah waktu dengan segala hiruk pikuknya. Saya, lantas menjadi salah satu blogger perempuan yang beruntung karena terpilih sebagai salah satu pemenang dalam ajang Srikandi Blogger 2013. Acer Srikandi Blogger favorit 2013. Tak pernah bermimpi, tak pernah berharap kemenangan itu jatuh ke tangan saya. Karena sejak polling di group saat itu, saya sudah mengikhlaskan diri untuk kalah. Ya, mengikhlaskan diri untuk kalah dan saat itu bukanlah hal yang mudah. Maka ketika Mbak Indah mengumumkan nama saya sebagai salah satu pemenang, saya diam saja, datar, tanpa muka. Butuh waktu beberapa saat saya melangkah ke depan menerima penghargaan.

"Mbak Tante itu aneh, orang menang harusnya seneng. Ini mukanya datar aja," Om Mas Arif, salah satu teman yang banyak mengambil foto saya protes :D :P

Saya dapat piala. Saya menjadi juara. Duh, mimpi apa saya? Saya merasa teruja. Sebagai seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang bekerja di sektor rumah tangga saya gembira. Alhamdulilah, alhamdulilah. 

Januari 2015

Ini masuk tahun ketiga komunitas KEB. Kalau saya tidak menjadi salah satu pemenang di ajang Srikandi Blogger, apakah saya akan tetap berada di komunitas tersebut? Apa pun, buat saya KEB adalah tempat belajar. Belajar banyak hal, belajar dengan teman-teman yang ada di sana. Dulu, saya begitu sungkan dengan Mbak Mira Sahid founder KEB. Tapi saya tahu, beliau mendekati saya dan memberikan motivasi-motivasi yang postifi. Kerap meyakinkan saya kalau saya bisa. Kadang, pola pikir kepala sendiri itu harus kerap diubah. Dengan bertemu banyak orang, berbicara dengan orang-orang baru banyak hal baru pula yang didapatkan. KEB, menjadi bagian dari cerita hidup saya. Saya yakin dan percaya, bahwa ketika kita menjadi siapa itu tak melulu sepenuhnya datang dari diri sendiri. Lingkungan dan lingkaran pertemanan terkadang banyak ikut terlibat membentuk kita menjadi siapa. Maka carilah lingkaran dan lingkungan teman yang keren, biar kita ketularan keren. 

Selamat ulang tahun yang ketiga, KEB. Semoga semakin banyak membawa manfaat kepada perempuan-perempuan di Indonesia dalam kebersamaan :). Masukan untuk KEB, semoga semakin banyak membantu mengembangkan member-member yang ada di daerah, biar kesannya tak hanya di kota-kota besar saja :)

baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 36 comments

Saat Kereta Ekonomi Tak Ada Lagi Subsidi



Awal tahun 2015, pemerintah menghilangkan subsidi kereta ekonomi jarak jauh. Penghilangan subsidi  kereta ekonomi jarak jauh ini konon akan dialihkan untuk subsidi kereta api lokal. Menurut Joice Hutajulu Direktorat Jendral Perkeretaapian Kementrian Perhubungan, kenaikan ini sudah direncanakan sejak lama. Dan bentuk pengalihan subsidi lokal ini nantinya bukan pada murahnya tarif kereta api lokal, tapi lebih kepada prasarana kereta api. Kereta api  lokal yang nantinya akan mendapat subsidi adalah, KRL (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), Prameks (Kutoarjo-Solo), Madiun-Jaya (Madiun-Solo), KRD Bandung Raya (Cicalengka-Padalarang) dan KRD Babat (Surabaya-Babat) sumber tempo. 

Akhir tahun 2014, saya sudah menyusun beberapa agenda keluar kota untuk acaranya Hibah Buku. Tapi saya jadi ragu-ragu ketika melihat harga tiket yang melonjak hampir 200%. Biasanya, kalau kami (bersama dengan teman-teman Hibah Buku) keluar kota dengan jarak yang jauh, kami akan naik kereta ekonomi, Matarmaja atau Brantas dengan harga tiket berkisar  Rp. 55.000-Rp. 65.000. Sekarang, harga tiket Matarmaja dan Brantas berkisar antara Rp. 120.000-Rp. 170.000 hampir 200% dari harga sebelumnya.

Awalnya saya optimis dengan harga tiket segitu masih bisa pergi ke luar kota (sudah berencana ke Malang dan Banyumas) Tapi dipikir-pikir lagi, saya malah pesimis :D. Sabtu kemarin, saya bertemu dengan kak Aip, Ijal dan Aty. Membicarakan tentang agenda ke luar kota, masing-masing dari kami berpendapat dan menghitung baik buruknya. Kesimpulannya, kami keberatan dengan biaya tiket. Bukan asal keberatan tentu saja, tapi lebih dihitung kepada keperluan dan untung ruginya. Dengan hitung-hitungan berapa orang yang akan pergi, kami menghitung nominal uang. Kalau yang pergi 10 orang dengan naik kereta api Brantas, maka uang yang akan dikeluarkan adalah Rp. 2.400.000. Pengeluaran lebih banyak dari tahun sebelumnya. Untuk transportasi ketika keluar kota, kami selalu menggunakan uang sendiri (masing-masing). Kami berpikir, alokasi uang tiket lebih baik disisihkan untuk membeli buku tambahan ke Malang dan daerah lainnya. Yah, meski resikonya, kami tidak bisa langsung bertemu dengan mereka, teman-teman di Malang. Dan kami masih berharap, akan ada lagi subsidi untuk kereta ekonomi. 

Mau ke mana, sih, di Malangnya? Rencananya kami ingin berkunjung ke Gubuk Baca Lentera Negeri di Jabung. Tapi meski kami tidak ke sana, Insya Allah kami akan tetap mengumpulkan buku-bukunya. 


Up date terbaru, alhamdulilah Kereta Ekonomi Kembali Ada Subsidi :)

baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 0 comments

PIN 2014 Masih Hari Pertama



Masih melanjutkan tulisan mengenai PIN 214

Dengan tema Sejuta Kisah Di Balik Karya, ke 12 pemenang PIN ketika bertemu untuk pertama kalinya berkisah mengenai aktivitas mereka di balik semua kegiatan yang dilakoninya. 6 perempuan pilihan editor dengan masing-masing kategori yang sama menceritakan perjalanannya. Owh ya, hampir lupa, sebelum sesi bercerita dan memperkenalkan diri, kami sebelumnya melakukan pengambilan video satu demi satu yang akan ditayangkan saat malam penganugerahan. Saya, kayak biasa hasilnya jelek. Kelihatan grogi dan takut kamera. Emang takut kamera :D.

Mbak Ninda Nindiani, perempuan yang tinggal di Jogja ini dulu konon adalah seorang pemalu. Tapi, siapa sangka sekarang Mbak Ninda menjadi seorang Master Of Ceremonies (MC) sudah dua puluh tahun Mbak Ninda menggeluti profesi ini. Skalanya bukan lagi nasional, tapi internasional. Mbak Ninda, juga memiliki klub pelatihan public speaking. Mbak Ninda, merupakan pilihan editor kategori pendidikan.

Dokter Luh Putu Upasari. Kategori perempuan dan kesehatan pilihan editor ini bukan sembarang Dokter. Kalau selama ini mindset kita terbentuk bahwa seorang dokter hanya mengejar setoran demi mengejar target, maka Dokter Luh meruntuhkan paradigma tersebut. Cita-cita menjadi Dokter sejak kecil karena ibunya sakit, membuat Dokter Luh Putu Upasari lebih peka kepada sesama. Dokter Luh, membuka prakter di pasar dan sasaran pasiennya adalah para perempuan-perempuan di pasar.

Mbak Tatiek Kancaniati, kategori perempuan dan usaha pilihan editor ini berasal dari Bogor. Beliau berhasil memberdayakan warga dengan kampung wisata. Dengan usaha home made industri, Mbak tatiek berhasil menyatukan Usaha Kecil Menengah (UKM) di desanya. Tepatnya di Desa Tegalwaru, Ciampea, Bogor. Kerja kerasnya membuahkan hasil, Desa Tegalwaru semakin dikenal orang. Promosi yang dilakukan Mbak tatiek tak melulu di dunia nyata, tapi juga melalui dunia maya dengan menggunakan media sosial.

Segan, itulah pertama kali yang saya rasakan ketika menyalami Ibu Zulminarni. Sebagai pejuang martabat perempuan kepala keluarga, membuat hati kecil saya kerap bertanya-tanya. Apa yang dilakukan oleh beliau dan apa yang melatar belakangi beliau mengerjakan ini semua? Ibu Zulminarni, perempuan berusia 52 tahun ini merupakan pendiri Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) dari lembaga yang didirikan ini beliau sudah banyak membantu ribuan janda di nusantara. Meski bukan alumni dari pendidikan sosial, tapi Sarjana Institut Pertanian Bogor ini mampu merangkul para perempuan kepala rumah tangga dengan berbagai cara. Bukan perjalanan mudah, menjadikan PEKKA sampai sebesar saat ini. Ibu Zulminarni, terpilih sebagai perempuan dan sosial pilihan editor.

Kategori perempuan dan tekhnologi pilihan editor adalah Mbak Fenny Martha. Sejak tahu saya terpilih sebagai salah satu pemenang kategori perempuan dan tekhnologi, saya penasaran dengan sosok pilihan editor ini. Siapakah beliau? Dan inilah yang saya daoatkan di google! Assistant Professor in Molecular Biology
Institut Teknologi Bandung
2006
Doctorate (Science)
The University of Melbourne
2004
Master (Biology)
Institut Teknologi Bandung
1998
Bachelor (Biology)
Institut Teknologi Bandung
1995
  Wow! Surprise! Dijuluki banana lady, beliau adalah seorang peneliti pisang. Seneng dan bangga bisa mengenal beliau :)

Terakhir adalah kategori perempuan dan lingkungan pilihan editor. Maria Loretha, atau Mama Loretha saya memanggilnya. Sejak melihat fotonya di majalah nova, ingin sekali saya mengenal beliau lebih dekat. Entahlah, seperti sudah ada ikatan emosional yang terjalin. Dan saat pertama kali ketemu di Surabaya, beliau langsung nodong saya dengan mengacung-acungkan tangan :D "Anazkia, elu blogger. Lu keren!" dan bla... bla... :D eh, beliau ini ratu sorgum, yang memperjuangkan tanaman sorgum di NTT dan mempopulerkan sorgum sebagai bahan pokok makanan pengganti beras di NTT. Lah selama ini, kan, pola makan kita sudah terbentuk bahwa nasi adalah makanan pokok utama. Tapi bagaimana dengan yang di daerah-daerah pegunungan? Di sinilah Mama Loretha begelut menanam sorgum.

Eh, ini saya cerita-cerita para pemenang aja, ya? Perempuan-perempuan hebat yang luar biasa ^_^ dan saya bahagia bisa ada di antara mereka. Terima kasih banyak, Mbak Ety yang sudah mencalonkan saya :)

Bersambung lagi. Ini tulisan dari kapan hari baru selesai aja :/

Perempuan Inspiratif Nova 2014

PIN 2014 Hari Pertama 



baca selengkapnya...
Diposting oleh Anazkia Aja | 16 comments

Kampung Sarjana, Satu Kampung 10 Sarjana



Dari tulisan saya sebelumnya mengenai Kampung Sarjana (KS) masih banyak yang belum jelas mengenai KS. Lah iya, wong saya nulisnya curcol doang :D. Oke, baiklah. Mengenai Kampung Sarjana, ini adalah nama sebuah komunitas (doakan kelak ia menjadi sebuah yayasan) yang diinisiasi oleh teman-teman Universitas Negeri Jakarta (UNJ) dari  fakultas MIPA terdiri dari Kak Ihsan, Kak Titia, Kak Gita, Kak Dinda, Kak Indra, Kak Ellys, Kak Solihun dan Kak Puji. Komunitas ini dibentuk atas dasar kepedulian teman-teman UNJ terhadap Kampung Cibuyutan yang selama ini hanya dijadikan tempat bakti sosial tanpa ada program berkelanjutan.

Kenapa di Cibuyutan sering diadakan bakti sosial? Kampung Cibuyutan, Desa Sukarasa, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor ini cukup terisolasi. Berada di antara Gunung Sungging dan Gunung Langgar, desa ini belum tersentuh pembangunan. Baik jalan, maupun pencahayaan. Pencahayaan sendiri di Cibuyutan kini menggunakan tenaga surya. Kalau musim hujan seperti ini, biasanya tidak menyala karena tidak ada penyimpanan tenaga surya. Untuk mencapai ke Kampung Cibuyutan, kita harus menempuh perjalanan kaki selama dua jam. Ada kendaraan motor yang bisa mencapai Cibuyutan, tapi saya pribadi jujur masih mending jalan kaki dari pada naik motor. Jalannya berbukit-bukit, sepanjang jalan dipenuhi bebatuan. Hal inilah yang menjadikan Kampung Cibuyutan terisolasi dan akhirnya banyak dari berbagai LSM, komunitas maupun organisasi mengadakan bakti sosial.

Kerapnya bakti sosial tanpa tindak lanjut inilah yang akhirnya "melahirkan" komunitas Kampung Sarjana. KS dibentuk pada 25 Februari 2013. Tujuan KS adalah membentuk 1 kampung 10 sarjana. Saat itu program yang dimiliki oleh mereka adalah kakak asuh dan celengan sarjana. Di mana kakak asuh yang mau menyumbang Rp. 50.000/perbulan, maka sudah bisa membantu adik-adik di kampung Cibuyutan untuk terus bersekolah. Rincian uang Rp. 50.000 tersebut adalah, Rp. 30.000 untuk adik asuh dan Rp. 20.000 digunakan untuk keperluan kelas sarjana. Sekarang, KS memiliki anak didik pasca Sekolah Dasar (SD) sebanyak 13 anak. Mereka tersebar di daerah sekitar Bogor menempuh belajar baik di sekolah menengah pertama maupun sekolah menengah atas. Dan harapan besar teman-teman KS adalah 13 anak ini akan belajar sampai perguruan tinggi dan menjadi sarjana. 

26-28 Desember lalu, KS mengadakan Festival Kampung Sarjana (FKS) dengan tema Cakrawala Ilmu untuk desaku, tujuan diadakannya FKS adalah supaya adik-adik binaan di Kamung Cibuyutan mengembangkan kemampuannya dalam berkomunikasi di depan umum. Dalam FKS kemarin, disediakan stand-stand dengan berbagai tema. 

Stand Kesehatan

Stand ini bekerja sama dengan volunteer doctor. Ini serupa dengan Aksi Layan Sehat (ALS) di mana di sini diadakan pemeriksaan kesehatan untuk warga Kampung Cibuyutan juga anak-anaknya. Untuk pendaftaran dan pengukuran tinggi badan dilakukan oleh adik-adik binaan KS. Di sinilah adik-adik binaan dilatih untuk berkomunikasi yang baik dengan banyak orang tanpa rasa malu. 

Stand Pameran

Stand ini khusus untuk warga. Berisi tentang teori-teori pertanian yang dijelaskan oleh volunteer dari KS.

Stand Indonesia

Stand Indonesia diisi dengan papan ular tangga besar berukuran 6x5 satuan kotak dengan dengan menggunakan dadu besar. Cara mainnya seperti biasa, melempar dadu kemudian adik-adik berjalan sesuai dengan dadau yang tertera. Setiap berhenti, adik-adik akan diberi pertanyaan-pertanyaan seputar Indonesia. Kembali, yang menjaga stand ini adalah adik-adik binaan KS.

Stand Sains

Stand sains dikhusukan untuk anak-anak. Berisi berbagai kegiatan uji coba sains sederhana seperti, percobaan gunung meletus, percobaan bom busa, percobaan balon ajaib dan percobaan lampu larva. Nah, untuk percobaan lampu larva, dalam prakteknya ini ditiadakan karena gagal. Ada juga permainan puzle tangram.

Sabtu 27 Desember 2014. Sejak pukul sembilan pagi kami sudah berkumpul di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahussholah II tempat FKS akan diselenggarakan siangnya. Inilah satu-satunya sekolah yang ada di Cibuyutan. Tak hanya kami yang berkumpul, tapi ada juga adik-adik Cibuyutan yang tak segan untuk membantu. Menjelang pukul satu, adik-adik mulai berdatangana. Beberapa adik-adik yang akan menjaga stand sains mulai diajarkan mengenai petunjuk teknis stand. Kebetulan, saya berada di stand sains dengan uji coba balon ajaib. Bersama dengan Ocep, Doni dan Yayan.

Di stand balon ajaib, adik-adik banyak yang tertarik dan juga terkesima ketika melihat balon yang diletakan di atas botol berisi cuka dan balonnya diisi soda. Mereka antusias dan bertanya, "Kenapa balonnya bisa ngembang tanpa ditiup?"

Menjalang pukul tiga, tak hanya adik-adiknya yang datang, tapi juga para orang tua juga warga sekitar Cibuyutan untuk datang ke stand kesehatan. Acara ini selesai sampai pukul 16.30 sore. Tapi tak berhenti sampai di sini, karena malamnya masih ada ceramah agama, penampilan khosidah dari warga Cibuyutan dan pembagian sembako untuk warga.

Selama kegiatan berlangsung, saya pribadi tertegun-tegun menyaksikan warga yang dengan suka rela datang ke sekolah. Salut luar biasa. Sabtu itu, dari pagi sampai sore, bahkan sampai malam hari hujan turun tak berhenti. Warga berbondong-bondong datang dengan mebawa payung dan memakai sepatu both. Tanah di Cibuyutan kurang bersahabat ketika hujan. Tekstur tanah yang seperti lempung, membuat sandal atau sepatu yang kita pakai bisa bertambah 5-6 cm setiap beberapa langkah.

Malamnya, lampu alhamdulilah menyala meski tidak lama karena minimnya simpanan tenaga surya. Untuk acara ceramah dan khasidah sendiri panitia sudah menyewa diesel dengan salah seorang warga. Tak semua warga memiliki diesel. Hanya orang-orang tertentu saja yang memilikinya.

Hari yang melelahkan, karena paginya butuh waktu dua jam jalan kaki untuk menuju ke Cibuyutan. Tapi saya dibayar mahal, bahkan sangat mahal melihat antusiasme warga dan juga adik-adik Cibuyutan. Kesederhanaan dan kesahajaan mereka, itu menjadi bayaran termahal saya. Saya, belajar banyak dari mereka. Betapa dengan kesederhanaan yang mereka punya, mereka tetap menghargai tamu. Betapa dengan fasilitas yang sangat minim, adik-adiknya tetap semangat untuk menuntut ilmu. Alhamdulilah, bersyukur bisa mengenal dan ikut serta kegiatan Kampung Sarjana. Semoga ini bukan untuk yang pertama dan terakhir kalinya.

Persiapan-persiapan

Serius amat, Kak? :P

Bikin pelita juga

Pada serius nyobain

Lihat ekspresi Aan :)

Dan mereka gembira melihat balon yang ngembang :)

Permainan puzle tangram


Kak Linda serius menerangkan mengenai pertanian kepada warga

Kak Aida ngapain? :)


Ngantri di stand kesehatan untuk mendaftar


Foto bareng volunteer doctor sebelum mereka pulang :)

Sampai berjumpa lagi :)








baca selengkapnya...