Nggak Pake handphone Cerdas, Pake Notebook tipis Juga Bisa

Tas kebesaran :) (etapi udah ilang nding, jadi tas itu yang digondol plus lapinya huehehehe)

"Eh, aku minta id twittermu, dong,"

"Gue nggak aktif di twitter"

"Whatsapp?"

"Wah, gue pake hape nggak cerdas jadi nggak bisa whatsappan,"

"Facebook kamu?"

"Facebook gue dirpotect kalau nggak ada mutual friend nggak bisa diadd. Hayo, loe, bingung loe. Mau hubungin gue kayak gimana?"

"Hmmm... Aku minta emial aja, deh." akhirnya saya hanya bisa garuk-garuk kepala nyerah dan meminta alternatif termudah untuk meminta emailnya saja.

Adalah Yansen, seorang pemuda bermata sipit yang saya temui sabtu lalu di sebuah pertemuan dan ramah tamah Angkringan Pendidikan yang diselenggarakan oleh Putra Sampoerna Foundation bertempat di AuditoriumUniversitas Siswa Bangsa International (USBI). Yansen, aktif di komunitas Peta Hijau Bekasi. Untuk memudahkan komunikasi saya meminta id twitter dan lain-lain. Tapi rupanya dia jenis orang yang tak begitu peduli dengan riuh rendah keramaian sosmed juga fasilitas chat yang ada.

"Gue gak pake handphone pinter. Gue juga gak begitu tergantung dengan handphone, selama ini gue tetap bertahan untuk tak mengganti hape cerdas."

Saya dan seorang teman menyimak kalimat demi kalimat Yansen. 

Mendengar Yansen bercerita, saya jadi ingat ketika bertahun-tahun hidup di Malaysia. Saat itu saya merasa beruntung karena tidak terbawa dalam keriuhan dunia blackbarry dan handhphone canggih lainnya. Bertahun-tahun saya bertahan menggunakan hape jadul, hape nggak cerdas kata Yansen :) karena selama di Malaysia nggak pernah ada yang nanya PIN whatsapp atau apalah sejenisnya. Cukup dengan blog, twitter dan facebook saya sudah merasa mampu berkomunikasi dengan banyak teman.

Dan tahun lalu saya pulang, saya hadir di sebuah event-event besar blogger. Beruntun dari Kopdar Blogger Nusantara Makassar, Cangkrukan Lewat Botol Kosong di Jember, lantas berlanjut ke Jakarta menghadiri Kompasianival zona nyaman dengan handphone jadul saya mulai terusik. Sebagai koordinator pada sebuah komunitas, saya ditanya oleh banyak orang,

"Ada Pin BB yang bisa dihubungi?"

"Ada whatsaap, gak?"

Dan saya merenung panjang. Sementara  Acer Aspire 4315 selalu menemani perjalanan saya dari satu kota ke kota lain. Dengan modal modem meminjam dari teman saya masih bisa terhubung dengan teman-teman yang lain melalui jejaring sosial dan masih setia juga handphone jadul saya. Tak lama, handphone jadul yang sudah lama menemani saya juga hilang. Ah! saya mulai galau dan mencari-cari celah untuk bisa tetap terhubung dengan teman-teman yang lain. 

Packing buku sebelum dikirim pun kudu tetap up-date :)

"Mbak Anaz bawa laptop, ya, nanti saya yang bawa modemnya," mbak Dwi Purwanti mengingatkan saya via SMS ketika saya akan berangkat ke Solo mengikuti event ASEAN Blogger pada mei 2013 lalu, kemudian lanjut ke Jogja dan langsung ke Kediri untuk menghadiri acara Hari Buku Nasional yang diadakan oleh Taman Baca Mahanani. Saat itu, saya yang mengkoordinir pengumpulan buku harus tetep update berhubungan dengan teman-teman yang akan menyumbangkan bukunya.

Kemeriahan Hari Buku Nasional di Kediri

Berangkat dari Serang, barang-barang yang saya bawa adalah tas gendong (berisi laptop), travel bag, kardus (berisi buku) dan tas kamera menjadi teman setia saya selama perjalanan ke Solo, Jogja dan Kediri yang dilanjut ke Semarang. Dari Solo ke Jogja membawa buku yang jumlahnya semakin banyak dibantu oleh teman-teman komunitas Canting. Dan dari Jogja ke Kediri saya dibantu oleh Mbak Dwi membawa buku ke Taman Baca Mahanani.

Sebagai penanggung jawab tak tertulis yang mengumpulkan buku, karena saya yang woro-woro informasi terbaru tentunya harus segera saya up-date. Termasuklah ketika selesai acara event Hari Buku Nasional saya "mewajibkan" diri untuk memberikan laporan pandangan mata hari itu di blog.

Ndlosor di Stasiun menuju Jogja. Wajah-wajah lelah yang tetap semangat (saya selalu membelakangi kamerah!) :/

Betapa ribet dan repotnya. Coba, kan, kalau punya notebook yang slim dan tipis itu bisa jadi senjata yang paling praktis. Bisa dibawa ke mana-mana, ringan bawanya dan gampang akses ke blog tentu saja. Ini kan kayak tema dari emak-emak blogger minggu ini W2 30 Hari Blog Challenge “Tampil keren dengan notebook slim yang paling tipis di kelasnya, bikin mobile & online Emak makin praktis”  iya kayaknya saya jadi keren (berani juga ngaku keren buehehehe) kalau bawa Acer Aspire E1-432. Lak gimana gak keren, mungkin saya nggak lagi dijuluki kura-kura ama teman-teman yang lain huehehehe. 

Bisa memasukan Acer Aspire E1-432 ke tas gendong saya berbarengan dengan kamera. Kalau perginya nggak lama bisa juga menyelipkan baju di dalam tas gendong. Simpel, satu tas berisi banyak barang. Notebook Slim, kamera, baju, peralatan mandi dan kalau bisa memasukan buku satu atau dua. 

Notebook Slim ini jadi banyak impian untuk para emak dan perempuan yang aktif ngeblog dan aktif di dunia luar. Coba aja baca sekilas spesifikasi Acer Aspire E1-432 di webnya,

Acer Aspire E1-432 menggunakan monitor LED berukuran 14” dengan resolusi 1366×768 px yang memadai untuk kebutuhan office basic, browsing, multimedia,bahkan untuk bermain game sekalipun. Jika pada umumnya notebook berukuran layar 14” yang dilengkapi optical drive/DVD-RW memiliki dimensi yang cukup tebal, lain halnya dengan Aspire E1-432 yang didesain khusus oleh Acer dengan ketebalan sekitar 25.3 mm saja. Jika dibandingkan dengan notebook konvensional lainnya, Acer Aspire E1-432 memiliki dimensi 30% lebih tipis.

Nah, kan, cocok. Cocok banget! Ringan mudah dibawa ke mana-mana bisa mobile dan praktis dibawa ke mana aja. Kalau ngikutin gaya Yansen kan nggak bisa pake hape cerdas nggak apa-apa, tapi masih bisa pake notebook tipis :).

Tulisan ini diikutsertakan dalam event "30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30 % Lebih Tipis" yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak-Emak Blogger dan Acer Indonesia.


Harta kita menuju ke Jogja buehehehe


19 komentar:

  1. Si tipis memang pas untuk travelling . Sukses maaak

    BalasHapus
  2. xixixixi....hape batako its oke tapi jangan salah,notebooknya super canggih loh..kalah tuh hape smart hahahaha....
    ya ampunnnnn,seru banget sih ndelosor bareng2 haha

    BalasHapus
  3. Nanti kalo dapet laptop gratis lagi, jangan sampe ilang lagi yaahh... biar selalu PD ngaku keren :p

    BalasHapus
  4. aakk, liat fotonya jadi kangen mba anazz huhu

    BalasHapus
  5. selalu keren mak yang satu ini...salut...sukses ya mak...^_^

    BalasHapus
  6. selamat yaaa mak *eh mbak aja dweeh...

    BalasHapus
  7. Acer seri E1 memang ringan dan cocok dibawa travelling para wanita.

    BalasHapus
  8. iya asyik juga si slim ini, ak jg msh pake hp jadul mbak, cdma pulak,,,

    BalasHapus
  9. Sukses yah mak dengan notebook slim-nya :)

    BalasHapus
  10. semoga notebooknya makin memberi manfaat mba.. salam kenal :)

    BalasHapus
  11. Goodluck untuk lombanya. Semoga menang ya, mbak Anaz.
    Sekalian juga saya ngerasa respect to Yansen yang pandai memilih prioritas bagi dirinya.

    BalasHapus
  12. Kunjungan balik nih, mba...Gutlak ya, mba Anaz emang keren! :)

    BalasHapus
  13. Mak kenapa sih suka ngumpet kalau di futu?? aku kan kangen padamu

    BalasHapus
  14. Jury visit. Terima kasih sudah berpartisipasi.

    BalasHapus
  15. Notebook Acer Aspire emang ketipisannya menggoda bangeeut ya mak :)

    BalasHapus
  16. Juri mampir. Terima kasih sudah berpartisipaso. Salam hangat :)

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P