Piknik Buku


Piknik Buku di Krakatau Junctiom dari kiri ke kanan (Kak Ijal, Kak Magda dan Kak Arum) Dokumentasi Kak Lisdong

Piknik buku, saya pernah menuliskannya sedikit pada tulisan yang mengisahkan asal muasal Semestarian di sini. Di situ saya berjanji, kalau sudah pernah mengikuti piknik buku akan menuliskannya. Dan alhamdulilah, Ahad kemarin tanggal 20 oktober saya mengikuti piknik buku. Seneng banget.

Piknik Buku, awalnya digagas oleh Kak Arum. Ini konon ceritanya menurut Kak Magda. Jadi, ketika teman-teman Semestarian sedang berkumpul (saya lupa cerita tepatnya kumpul di mana, kalau nggak salah di Rumah Dunia) mereka membicarakan mengenai taman baca apa saja yang masih hidup di daerah Cilegon dan sekitarnya. Ya, selama ini di daerah Merak, Cilegon maupun Serang tak ada nama taman baca yang masih bertahan selain Rumah Dunia tentu saja dan Perpus Semesta di Anyer milik Kak Rizki

Ini Kak Arum dan Kak Magda :)  (dokumentasi Kak Lisdong)

Kak Magda yang merupakan pecinta buku berinisiatif membuat taman baca yang berbeda dengan taman baca pada umumnya. Saat berbincang inilah, Kak Arum mencetuskan ide "Bikin piknik buku aja" begitu katanya. Eh, iya, ini bener-bener katanya. Karena saya mendengar cerita ini ya dari teman-teman :)

Akhirnya, awal tahun 2013 Kak Magda, Kak Arum, Kak Ijal, Kak Lisda (dan entah siapa lagi mungkin Kak Aip dan Kak Rizki juga pernah ikutan) dimulailah Piknik Buku. Piknik Buku ini dilaksanakan di Jogging Track, tempat olah raga di wilayah Krakatau Steel.

"Waktu itu gimana mulainya, Kak?" saya pernah menanyakan hal tersebut kepada Kak Magda.

"Yah, kita gelar aja buku-bukunya di pendopo Krakatau Junction. Awalnya orang-orang pada bingung, dikiranya jualan buku. Terus kita jelasin aja kalau buku-buku yang kita gelar itu boleh dibaca." 

Sejak saat itu, Piknik Buku mulai diadakan setiap hari Minggu. Meski tidak setiap minggu Kak Magda dan teman-teman mengadakannya karena kesibukan Kak Magda dan teman-teman.

Minggu kemarin, alhamdulilah saya bisa mengikuti Piknik Buku. Bermula sejak hari Sabtu, ketika di perjalanan pulang ke Serang saya whatsapp Kak Magda apa hari Minggunya ada acara? Saya mengajaknya ke Rumah Dunia dan menanyakan apakah akan ada Piknik Buku?

Kak Magda mengiyakan ajakan ke Rumah Dunia juga mengiyakan ajakan Piknik Buku. Tapi kali ini ajakan Kak Magda berbeda, bukan ke Krakatau Junction seperti biasanya, tapi ke kampung-kampung,

"Aku ni kalau ada temennya mau deh, Kak, keliling keluar masuk kampung. Ada kampung inceran?" tanya Kak Magda melalui WA.

Saya jawab, kalau kampung inceran saya itu di Pulomerak, jauh perjalanannya karena nanjak gunung. Jadi saya sarankan ke Gerem Kawista aja di kampungnya teman sekolah dulu ketika Aliyah (namanya Sumi). Kak Magda mengiyakan dan mulailah kontak teman-teman yang lain. Alhamdulilah banyak yang bersedia ikutan.

Esoknya, saya mempersiapkan membuat combro. Hutang yang sudah sekian lama saya janjikan kepada teman-teman untuk membawa combro. Sementara Kak Magda menyiapkan buku di rumahnya. Di rumah Kak Magda itu persediaan bukunya banyak banget. Betah nongkrong di ruangan bukunya :)

Berangkat dari Kramat jam sembilan, bertemu dengan Nurul. Kemudian dari Kramat menuju depan perumahan BMW menunggu Kak Magda. Tak lama menunggu Kak Magda, ia datang bersama bersama yaya yang berwarna hitam ( ingat Arie, yaya itu warnanya hitam, bukan silver :P) Kami langsung berangkat menuju Gerem. Alhamdulilah, jalanan tak begitu macet. Tak lama kami sampai, Haqi dan Ijal pun sampai setelah bertelpon beberapa kali :)

Awalnya, penduduk sekitar malu-malu ingin bergabung. Tapi Sumi, teman saya dengan cerewetnya turut serta memanggil-manggil mereka. Jadilah akhirnya banyak yang datang. dari anak-anak, remaja juga sampai orang tua. Berbeda tempat, berbeda pula kebutuhan bukunya, itu yang diungkapkan Kak Magda kemarin. Ada sebagian ibu-ibu yang mencari buku resep masakan juga obat-obatan tradisional.

"Biar kalau sakit obat-obatannya bisa ngambil dari sekitar." kata seorang ibu.

"Kalau ke sini lagi bawa buku panduan hijab style juga, ya," celetuk seorang remaja yang terlihat khusu membaca sejak lapak dibuka.

Satu hal yang menambah pengetahuan untuk saya, ada kalanya warga di kampung-kampung ingin memiliki taman baca. Tapi kendalanya tidak ada bukunya juga tak tahu harus ke mana. Menjadi PR buat kami, semoga ke depannya selain Piknik Buku di perkampungan, semoga kelak kampung yang kami singgahi mampu mendirikan taman baca. Aamiin. Bismillah. Saya yakin dan percaya, selalu ada jalan untuk kebaikan.

Terimakasih buat teman saya Sumi sekeluarga juga buat teman-teman spesial, Kak Magda, Nurul, Ijal, Haqi dan Ari yang sudah nyasar jauhh banget hehehehe. Dan tak lupa, teman-teman di group WA semestarian :)

Bersiap pulang 

Apa yang penting kerja sama (dora mode on)

Lapak dibuka

Kak Magda membacakan cerita

Bekal wajib combroooooo.... eh, ada onde2 juga ndink :)

Mari kita pulang kemudian langsung ke Rumah Dunia :)

6 komentar:

  1. heummm,senengnyaaaa....piknik yang berbeda,seru bangetttt pastinya ^^

    BalasHapus
  2. Mba Anaz, sungguh kisah ini menginspirasi. Butuh tekad seberapa ya biar bisa mulai seperti ini? Asli jadi kepengin nih, tapi sanggup nggak ya?

    BalasHapus

Personal blog, kadang anti sama spammer yang hanya menyebar link. Lebih mengutamakan pertemanan antarpersonal. Komentar kembali dimoderasi masih banyak obat-obatan yang nyepam :D :P